Bubur Ne
Di Maluku, selain dikenal karena bentang alamnya, masyarakat juga mewarisi ragam kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan sosial sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah Bubur Ne, hidangan berbahan dasar sagu yang populer sebagai sajian berbuka puasa pada bulan Ramadan. Kehadirannya pada momen tersebut menunjukkan posisi Bubur Ne bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari praktik konsumsi musiman yang terkait dengan tradisi keagamaan masyarakat setempat.
Bubur Ne memiliki cita rasa manis dan gurih dengan tekstur sagu yang kenyal. Hidangan ini diolah dari bahan-bahan yang relatif sederhana, sehingga mudah dibuat di lingkungan rumah tangga. Kesederhanaan bahan dan proses pengolahannya memperlihatkan pola pemanfaatan sumber daya lokal, sekaligus menjadikan Bubur Ne sebagai kudapan yang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan dalam konteks sosial masyarakat Maluku.
Bahan
- 250 gram sagu mutiara
- 1 liter air
- 500 gram gula pasir
- 4 lembar daun pandan
- 2 liter santan
- 1 sendok teh garam
- 2 butir gula merah, diiris tipis (opsional)
Cara Membuat
1. Mengolah Sagu Mutiara
Hancurkan sagu mutiara dengan cara diremas hingga butirannya terpisah. Rebus air sampai mendidih, lalu masukkan sagu mutiara dan masak hingga matang serta mengapung. Setelah itu, tiriskan dan siram dengan air dingin agar tidak saling menempel.
2. Menyiapkan Kuah Santan
Panaskan santan dalam panci lain bersama gula pasir, daun pandan, dan garam. Aduk perlahan hingga santan mendidih dan seluruh gula larut sempurna.
3. Proses Akhir
Masukkan sagu mutiara yang telah matang ke dalam kuah santan. Aduk hingga tercampur rata dan biarkan beberapa saat sampai kuah meresap serta tekstur bubur mengental. Masak hingga seluruh bahan matang sempurna dan siap disajikan.
