Sagu embal

Dari WikiPangan
Revisi sejak 5 Februari 2026 21.51 oleh M.judha (bicara | kontrib) (Membuat halaman Sagu Embal)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sagu embal atau embal adalah makanan khas Maluku Tenggara yang terbuat dari singkong yang diolah menjadi tepung dan dijadikan berbagai varian menu, seperti Embal Kacang yang manis, Embal Bubuk Hug, Embal nasi goreng, dan Embal Love yang berbentuk hati. Proses pembuatannya dimulai dengan memarut singkong, menekan parutan untuk mengeluarkan air, dan mengubahnya menjadi tepung. Tepung ini kemudian diolah menjadi berbagai jenis embal, baik yang rasanya manis maupun hambar, yang sering disajikan dengan ikan atau sayur daun pepaya. Embal Love dan Embal Kacang bisa bertahan hingga tiga bulan dan umumnya dimakan bersama teh atau kopi sebagai cemilan pagi atau sore.

Singkong menjadi komoditas utama di Maluku Tenggara, ditanam terutama pada awal musim hujan dan dikenal karena daya simpan yang lama, hingga 1-2 tahun. Sejak suplai sagu berkurang pada tahun 1970-an, banyak petani beralih menanam singkong, menjadikannya makanan pokok baru di wilayah ini. Singkong dan olahan khasnya, embal, kemudian menggantikan sagu lempeng sebagai makanan utama, dan semakin populer di masyarakat Maluku Tenggara.

Bahan

  1. Ketela pohon (singkong)
  2. Alat pemarut
  3. Karung atau alat untuk menekan
  4. Alat cetak (sagu)

Cara Membuat

Langkah Pertama

  1. Kupas Kulit Singkong: mulailah dengan mengupas kulit singkong (ketela pohon) hingga bersih.
  2. Parut Singkong: setelah singkong dikupas, parut singkong hingga halus menggunakan alat pemarut tradisional.
  3. Tekan untuk Menghilangkan Air: masukkan parutan singkong ke dalam karung atau kain, lalu tekan atau beri pemberat agar air dari parutan singkong keluar. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam singkong yang telah diparut.

Langkah Kedua

  1. Cetak Tepung Singkong: setelah air keluar dan parutan singkong menjadi setengah kering, masukkan tepung singkong ke dalam alat cetak yang telah dipanaskan sebelumnya. Pastikan cetakan sudah cukup panas agar tepung mudah dipadatkan.
  2. Panggang Tepung: panggang tepung singkong yang telah dicetak di atas cetakan sagu pada suhu sekitar 60°C. Proses pemanggangan ini bertujuan untuk mengeringkan tepung dan membentuk tekstur embal.
  3. Jemur di Sinar Matahari: setelah proses pemanggangan selesai, jemur embal di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering dan siap disimpan atau dikonsumsi.

Rujukan

  1. https://budaya-indonesia.org/Embal-1