Pengguna:Heigar.pentari

Nama: Heigar Muhamad Pentari
Tempat, Tanggal Lahir: 04 April 2004
Domisili: Palembang, Sumatera Selatan
Bidang Minat: Filsafat Sosial, Kajian Budaya, Lingkungan Hidup, Literasi Kritis
Email: heigarpntr@gmail.com
Website/Blog: Eger Notes
Media Sosial: Instagram @eger_4e
Profil Singkat
Saya adalah penulis dan pegiat literasi yang memiliki minat pada filsafat sosial, kebudayaan lokal, serta isu lingkungan hidup. Aktif menulis esai, artikel opini, dan karya reflektif yang mengaitkan teori filsafat dengan realitas sosial masyarakat. Terlibat dalam kegiatan diskusi, riset, dan pengabdian masyarakat sebagai bentuk praktik intelektual dan tanggung jawab sosial.
Pendidikan
Sarjana (S1)
Bidang Studi Aqidah dan Filsafat / Ushuluddin dan Pemikiran Islam
(UIN Raden Fatah Palembang)
2022 – lulus: -
IPK: 3,67
Pengalaman Akademik & Riset
- Penulis artikel ilmiah dan esai filsafat sosial dan budaya
- Penyusun proposal dan penelitian skripsi berbasis fenomenologi, hermeneutika, dan filsafat eksistensial
- Fokus kajian:
- Fenomenologi (Husserl & Alfred Schutz)
- Hermeneutika (Paul Ricoeur)
- Eksistensialisme (Jean-Paul Sartre)
- Tradisi dan kearifan lokal Sumatera Selatan
Pengalaman Organisasi & Aktivisme
- Anggota / Pengurus Sarekat Hijau Indonesia (DPW Sumatera Selatan)
- Penggerak diskusi dan literasi di komunitas Teras Pikiran
- Terlibat dalam kampanye lingkungan, isu pangan lokal, dan kritik greenwashing
- Pelaksana program kerja kampanye QRIS (KKN – kerja sama Bank Indonesia)
Publikasi & Karya Tulis
- Artikel opini dan esai di platform blog dan media daring
- Tulisan bertema lingkungan, kebudayaan, filsafat sosial, dan kritik modernitas
- Kontributor konten ensiklopedik di platform WikiPangan
Keahlian
- Penulisan akademik & populer
- Analisis filsafat sosial dan budaya
- Riset kualitatif
- Pengelolaan blog dan konten digital (WordPress, Medium, Geotimes, Blogger)
Bahasa
- Bahasa Indonesia (aktif)
- Bahasa Inggris (membaca akademik)
- Bahasa Indonesia daerah (Palembang)
Motto
“Berpikir adalah bentuk keberanian paling sunyi.”
