Ubi ungu

Dari WikiPangan
Revisi sejak 9 April 2026 21.56 oleh Irma.Riswanti (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Kandungan antosianin tinggi, menyebabkan berwarna ungu; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti

Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya pangan, memiliki berbagai pilihan makanan bergizi yang melimpah. Salah satu yang menonjol adalah umbi-umbian, khususnya ubi ungu (Ipomoea batatas).

Ubi jalar ungu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, telah menjadi bahan makanan pokok dalam berbagai budaya selama berabad-abad. Ubi ini memiliki warna ungu yang khas, karena mengandung pigmen antosianin lebih tinggi daripada ubi jalar jenis lain. Kandungan antosianin yang tinggi, menyebabkan ubi tersebut berwarna ungu. [1]

Klasifikasi

klasifikasi ubi ungu sebagai berikut:

Foto Ubi ungu; di dokumentasikan oleh Neza Adela Azhara

Kerajaan  : Plantae

Divisi  : Magnoliophyta

Kelas  : Magnoliopsida

Ordo  : Solanales

Famili  : Convolvulaceae

Genus  : Ipomea

Spesies  : Ipomea batatas

Kandungan Zat Gizi

Kandungan zat gizi tiap 100 gram ubi ungu.[2]

Komponen Kandungan
Energi 343 kJ / 82 kkal
Lemak 0,05 g
Protein 2,36 g
Karbohidrat 18,26 g
Serat 4,0 g
Gula 4,00 g

Referensi

  1. Rijal, M., Natsir, N. A., & Sere, I. (2019). Analisis kandungan zat gizi pada tepung ubi ungu. Jurnal Biotek, 7(1), 48-57.
  2. Kalori dalam SuperIndo Ubi Ungu dan Fakta Gizi