Ubi ungu

Dari WikiPangan
Foto Ubi ungu neza adela azhara

Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya pangan, memiliki berbagai pilihan makanan bergizi yang melimpah. Salah satu yang menonjol adalah umbi-umbian, khususnya ubi ungu (Ipomoea batatas).

Ubi jalar ungu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, telah menjadi bahan makanan pokok dalam berbagai budaya selama berabad-abad. Ubi ini memiliki warna ungu yang khas, karena mengandung pigmen antosianin lebih tinggi daripada ubi jalar jenis lain. Kandungan antosianin yang tinggi, menyebabkan ubi tersebut berwarna ungu. [1]

Sebagai salah satu sumber karbohidrat utama selain padi, jagung, dan singkong. Ubi jalar ungu berperan penting dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, dan pakan ternak. Potensinya untuk menggantikan komponen utama dalam pangan menjadikannya relevan dalam diversifikasi pangan dan pengembangan industri pertanian yang berkelanjutan.

Klasifikasi

klasifikasi ubi ungu sebagai berikut:

Kerajaan  : Plantae

Divisi  : Magnoliophyta

Kelas  : Magnoliopsida

Ordo  : Solanales

Famili  : Convolvulaceae

Genus  : Ipomea

Spesies  : Ipomea batatas

Kandungan Zat Gizi

Kandungan zat gizi tiap 100 gram ubi ungu.[2]

Komponen Kandungan
Energi 343 kJ / 82 kkal
Lemak 0,05 g
Protein 2,36 g
Karbohidrat 18,26 g
Serat 4,0 g
Gula 4,00 g

Referensi

  1. Rijal, M., Natsir, N. A., & Sere, I. (2019). Analisis kandungan zat gizi pada tepung ubi ungu. Jurnal Biotek, 7(1), 48-57.
  2. Kalori dalam SuperIndo Ubi Ungu dan Fakta Gizi