Bincangpangan:Membangun Kebun Sekolah dan Budidaya Hewan Pangan: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Bincang pangan 8.png|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 8]]
[[Berkas:Bincang pangan 8.png|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 8]]Pangan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan fondasi ketahanan pangan di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. Dalam semangat itulah, ICRAF Indonesia bersama mitra strategisnya mengembangkan kurikulum ''Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim'' yang menyasar siswa SD hingga SMA/SMK di berbagai wilayah Indonesia. Kurikulum muatan lokal ini resmi diperkenalkan kepada publik pada 10 September 2025 bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebagai langkah nyata mendekatkan generasi muda pada kearifan pangan lokal sejak dini.
 
Melanjutkan perjalanan tersebut, Bincang Pangan Episode 8 hadir dengan tema '''Seri Membangun Kebun Sekolah''', sebuah ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis bagi para tenaga pendidik, khususnya guru Muatan Lokal Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim. Episode ini menghadirkan dua sesi materi yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, '''Stefanus Iqbal dari Ketumbar Workshop''' akan membawakan materi bertajuk ''Merancang Kebun di Sekolah'', mengupas konsep kebun sekolah sebagai sarana memahami resiliensi iklim dan ketahanan pangan secara langsung. Pada sesi kedua, Ibu Fatimah Nabila dari'''SMAN 8 Palembang''' akan berbagi pengalaman nyata dalam membangun kebun sekolah dan budidaya hewan pangan, mencakup strategi pemanfaatan lahan, pelibatan siswa secara aktif, serta pengenalan budidaya hewan yang adaptif di lingkungan sekolah.
 
Disiarkan langsung melalui Zoom dan YouTube pada '''Selasa, 28 April 2026''', Bincang Pangan Episode 8 terbuka untuk guru, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin memperkuat pemahaman tentang ketahanan pangan berbasis sekolah di era perubahan iklim.


== Rekaman ==
== Rekaman ==

Revisi per 28 April 2026 16.07

Poster Bincang Pangan Episode 8

Pangan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan fondasi ketahanan pangan di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. Dalam semangat itulah, ICRAF Indonesia bersama mitra strategisnya mengembangkan kurikulum Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim yang menyasar siswa SD hingga SMA/SMK di berbagai wilayah Indonesia. Kurikulum muatan lokal ini resmi diperkenalkan kepada publik pada 10 September 2025 bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebagai langkah nyata mendekatkan generasi muda pada kearifan pangan lokal sejak dini.

Melanjutkan perjalanan tersebut, Bincang Pangan Episode 8 hadir dengan tema Seri Membangun Kebun Sekolah, sebuah ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis bagi para tenaga pendidik, khususnya guru Muatan Lokal Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim. Episode ini menghadirkan dua sesi materi yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, Stefanus Iqbal dari Ketumbar Workshop akan membawakan materi bertajuk Merancang Kebun di Sekolah, mengupas konsep kebun sekolah sebagai sarana memahami resiliensi iklim dan ketahanan pangan secara langsung. Pada sesi kedua, Ibu Fatimah Nabila dariSMAN 8 Palembang akan berbagi pengalaman nyata dalam membangun kebun sekolah dan budidaya hewan pangan, mencakup strategi pemanfaatan lahan, pelibatan siswa secara aktif, serta pengenalan budidaya hewan yang adaptif di lingkungan sekolah.

Disiarkan langsung melalui Zoom dan YouTube pada Selasa, 28 April 2026, Bincang Pangan Episode 8 terbuka untuk guru, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin memperkuat pemahaman tentang ketahanan pangan berbasis sekolah di era perubahan iklim.

Rekaman

Materi Paparan

  1. Tapak percontohan Pertanian Cerdas Iklim