Ubi ungu: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
(ubi ungu)
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya pangan, memiliki berbagai pilihan makanan bergizi yang melimpah. Salah satu yang menonjol adalah umbi-umbian, khususnya ubi jalar (''Ipomoea batatas L''). Meskipun selama ini ubi jalar sering dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai pangan kelas bawah, sebenarnya ubi jalar memiliki potensi besar yang signifikan dari segi ekonomi dan sosial. Dengan meningkatnya kesadaran akan gizi dan keberlanjutan, ubi jalar berpotensi menjadi solusi pangan yang efektif untuk masa depan, baik sebagai makanan sehari-hari maupun sebagai bahan baku industri.
[[Berkas:Ubi ungu.jpg|jmpl|Foto Ubi ungu neza adela azhara|419x419px]]Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya pangan, memiliki berbagai pilihan makanan bergizi yang melimpah. Salah satu yang menonjol adalah umbi-umbian, khususnya ubi ungu (''Ipomoea batatas'').  


Ubi jalar ungu, yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, telah menjadi bahan makanan pokok dalam berbagai budaya selama berabad-abad. Ubi ini memiliki warna ungu yang khas, disebabkan oleh kandungan fitokimia seperti antosianin, yang tidak hanya memberikan warna, tetapi juga berfungsi sebagai senyawa dengan sifat antioksidan.
Ubi jalar ungu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, telah menjadi bahan [[Makanan Pokok|makanan pokok]] dalam berbagai budaya selama berabad-abad. Ubi ini memiliki warna ungu yang khas, karena mengandung  pigmen  antosianin  lebih  tinggi  daripada  ubi  jalar  jenis  lain.  Kandungan  antosianin  yang  tinggi, menyebabkan ubi tersebut berwarna ungu. <ref>Rijal, M., Natsir, N. A., & Sere, I. (2019). Analisis kandungan zat gizi pada tepung ubi ungu. ''Jurnal Biotek'', ''7''(1), 48-57.</ref>


Sebagai salah satu sumber karbohidrat utama setelah padi, [[jagung]], dan [[singkong]], ubi jalar ungu berperan penting dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, dan pakan ternak. Potensinya untuk menggantikan komponen utama dalam pangan menjadikannya relevan dalam diversifikasi pangan dan pengembangan industri pertanian yang berkelanjutan.
Sebagai salah satu sumber karbohidrat utama selain padi, [[jagung]], dan [[singkong]]. Ubi jalar ungu berperan penting dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, dan pakan ternak. Potensinya untuk menggantikan komponen utama dalam pangan menjadikannya relevan dalam diversifikasi pangan dan pengembangan industri pertanian yang berkelanjutan.
[[Berkas:Ubi ungu.jpg|jmpl|Foto Ubi ungu neza adela azhara]]


== '''Manfaat Kesehatan Ubi Jalar Ungu''' ==
== Klasifikasi ==
1. Tinggi Antioksidan
klasifikasi ubi ungu sebagai berikut:


2. Menjaga Kesehatan Jantung
Kerajaan  : Plantae


3. Mengatur Gula Darah
Divisi      : Magnoliophyta


4. Meningkatkan daya ingat
Kelas      : Magnoliopsida


5. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Ordo      : Solanales


Dalam 100 gram ubi jalar ungu, kita dapat menemukan:
Famili      : Convolvulaceae


* Energi: 82 kkal
Genus    : Ipomea
* Protein: 2,36 gram
* Lemak: 0,05 gram
* Karbohidrat: 18,26 gram


Kandungan gizi yang bermanfaat ini menjadikan ubi jalar ungu sebagai pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.
Spesies  : ''Ipomea batatas''
 
== '''Kandungan Zat Gizi''' ==
Kandungan zat gizi tiap 100 gram ubi ungu.<ref>Kalori dalam SuperIndo Ubi Ungu dan Fakta Gizi</ref>
{| class="wikitable"
!'''Komponen'''
!'''Kandungan'''
|-
|Energi
|343 kJ / 82 kkal
|-
|Lemak
|0,05 g
|-
|Protein
|2,36 g
|-
|Karbohidrat
|18,26 g
|-
|Serat
|4,0 g
|-
|Gula
|4,00 g
|}
 
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Bahan Pangan]]

Revisi per 9 April 2026 21.48

Foto Ubi ungu neza adela azhara

Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya pangan, memiliki berbagai pilihan makanan bergizi yang melimpah. Salah satu yang menonjol adalah umbi-umbian, khususnya ubi ungu (Ipomoea batatas).

Ubi jalar ungu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, telah menjadi bahan makanan pokok dalam berbagai budaya selama berabad-abad. Ubi ini memiliki warna ungu yang khas, karena mengandung pigmen antosianin lebih tinggi daripada ubi jalar jenis lain. Kandungan antosianin yang tinggi, menyebabkan ubi tersebut berwarna ungu. [1]

Sebagai salah satu sumber karbohidrat utama selain padi, jagung, dan singkong. Ubi jalar ungu berperan penting dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, dan pakan ternak. Potensinya untuk menggantikan komponen utama dalam pangan menjadikannya relevan dalam diversifikasi pangan dan pengembangan industri pertanian yang berkelanjutan.

Klasifikasi

klasifikasi ubi ungu sebagai berikut:

Kerajaan  : Plantae

Divisi  : Magnoliophyta

Kelas  : Magnoliopsida

Ordo  : Solanales

Famili  : Convolvulaceae

Genus  : Ipomea

Spesies  : Ipomea batatas

Kandungan Zat Gizi

Kandungan zat gizi tiap 100 gram ubi ungu.[2]

Komponen Kandungan
Energi 343 kJ / 82 kkal
Lemak 0,05 g
Protein 2,36 g
Karbohidrat 18,26 g
Serat 4,0 g
Gula 4,00 g

Referensi

  1. Rijal, M., Natsir, N. A., & Sere, I. (2019). Analisis kandungan zat gizi pada tepung ubi ungu. Jurnal Biotek, 7(1), 48-57.
  2. Kalori dalam SuperIndo Ubi Ungu dan Fakta Gizi