Asam paya: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
Asam Paya merupakan buah tropis yang dahulu banyak dijumpai di Sumatera Selatan, Asam Paya atau dikenal juga sebagai asam kelubi biasa disebut "Asem Payo" oleh masyarakat sumatera Selatan. Buah ini merupakan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] Sumatera Selatan namun belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bentuknya menyerupai salak dengan ukuran lebih kecil, dan memiliki rasa yang berbeda. Seperti namanya, asam paya memiliki rasa yang cenderung lebih masam dibandingkan salak.  
[[Berkas:Asam Paya atau Asam Payo atau Asam Kelubi.png|jmpl|275x275px|Asam Paya/Asam Payo/ Asam kalubi yang dijual di pasar. Dokumentasi Syifa Fitriah Nuraeni]]Asam Paya merupakan buah tropis yang dahulu banyak dijumpai di Sumatera Selatan, Asam Paya atau dikenal juga sebagai asam kelubi biasa disebut "Asem Payo" oleh masyarakat sumatera Selatan. Buah ini merupakan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] Sumatera Selatan namun belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bentuknya menyerupai salak dengan ukuran lebih kecil, dan memiliki rasa yang berbeda. Seperti namanya, asam paya memiliki rasa yang cenderung lebih masam dibandingkan salak.  
[[Berkas:Asam Paya atau Asam Payo atau Asam Kelubi.png|jmpl|275x275px|Asam Paya/Asam Payo/ Asam kalubi yang dijual di pasar]]





Revisi per 5 Maret 2025 14.31

Asam Paya/Asam Payo/ Asam kalubi yang dijual di pasar. Dokumentasi Syifa Fitriah Nuraeni

Asam Paya merupakan buah tropis yang dahulu banyak dijumpai di Sumatera Selatan, Asam Paya atau dikenal juga sebagai asam kelubi biasa disebut "Asem Payo" oleh masyarakat sumatera Selatan. Buah ini merupakan pangan lokal Sumatera Selatan namun belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bentuknya menyerupai salak dengan ukuran lebih kecil, dan memiliki rasa yang berbeda. Seperti namanya, asam paya memiliki rasa yang cenderung lebih masam dibandingkan salak.


Asam paya digunakan dalam masakan tradisional masyarakat Melayu dan juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, infeksi kulit, dan penyakit hati. Mengonsumsi asam paya juga bermanfaat bagi pencernaan, sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan energi karena kandungan seratnya yang tinggi.

Pemanfaatan

Dahulu penduduk sumatera selatan biasa mengolah buah ini menjadi asinan untuk dihidangkan saat hari raya. Saat ini asinan asam payo sudah jarang dijumpai, hanya saja buah ini masih banyak digunakan untuk bahan tambahan membuat sambal, digunakan sebagai penyegar rasa pada minuman, saus, dan sup. Bisa juga digoreng dengan ikan atau diiris, atau bahkan asam paya dapat dibuat menjadi jus, buah mentahnya dijual di pasar lokal.

Kandungan Gizi

Komposisi gizi asam paya mentah dihitung per 100 g,

Air (Water) : 65.1 g
Energi (Energy) : 135 Kal
Protein (Protein) : 0.8 g
Lemak (Fat) : 0.4 g
Karbohidrat (CHO) : 32.1 g
Serat (Fibre) : 10.0 g
Abu (ASH) : 1.6 g
Kalsium (Ca) : 60 mg
Fosfor (P) : 39 mg
Besi (Fe) : 5.7 mg
Natrium (Na) : 0 mg
Karoten Total (Re) : 0 mcg
Thiamin (Vit. B1) : 0.00 mg
Vitamin C (Vit. C) : 0 mg

Morfologi

Asam Paya memiliki nama latin Eleiodoxa conferta, tumbuhan ini termasuk kedalam famili Arecaceae palem-paleman yang bergerombol dan membentuk semak belukar yang lebat. Batang individu bersifat determinasi dan mati setelah berbunga, daun dewasa panjangnya mencapai 3,5 m dengan tangkai daun 3m yang dipersenjatai dengan lingkaran 5-7 duri, perbungannya muncul di permukaan tanah mmenghasilkan bunga jantan atau betina, yang terakhir membentuk buah merah bersisik dengan satu atau kadang dua biji.

Sumber

https://www.rekoforest.org/id/warta-lapangan/buah-eksotis-asam-paya/

https://www.panganku.org/id-ID/view

http://apps.kew.org/wcsp/synonomy.do?name_id=66393