Bolu Rampah: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
(←Membuat halaman berisi ''''Bolu Rampah''' atau kerap ditulis '''Bolu Rempah''' adalah varian kue bolu (''sponge cake'') tradisional khas Makassar dan Bugis di Sulawesi Selatan. Sesuai namanya, identitas utama kue ini terletak pada penggunaan rempah-rempah yang kuat (biasanya campuran kayu manis dan bumbu spekuk) serta penggunaan gula merah (gula aren) yang memberikan warna cokelat gelap yang khas. Berbeda dengan ''Bolu Cukke'' yang berukuran kecil dan cenderung kering,...')
 
kTidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
Berbeda dengan ''Bolu Cukke'' yang berukuran kecil dan cenderung kering, Bolu Rampah hadir dalam loyang besar dengan tekstur yang padat namun lembut (''moist''), sering kali ditaburi kacang kenari di atasnya sebagai pelengkap tekstur.
Berbeda dengan ''Bolu Cukke'' yang berukuran kecil dan cenderung kering, Bolu Rampah hadir dalam loyang besar dengan tekstur yang padat namun lembut (''moist''), sering kali ditaburi kacang kenari di atasnya sebagai pelengkap tekstur.


[[Berkas:Nama_File_Foto_Anda.jpg|thumb|250px|Potongan Bolu Rampah dengan taburan kenari khas Makassar.]]
[[Berkas:Nama_File_Foto_Anda.jpg|thumb|250px]]


== Jejak Sejarah dan Filosofi ==
== Jejak Sejarah dan Filosofi ==

Revisi terkini sejak 6 Februari 2026 04.11

Bolu Rampah atau kerap ditulis Bolu Rempah adalah varian kue bolu (sponge cake) tradisional khas Makassar dan Bugis di Sulawesi Selatan. Sesuai namanya, identitas utama kue ini terletak pada penggunaan rempah-rempah yang kuat (biasanya campuran kayu manis dan bumbu spekuk) serta penggunaan gula merah (gula aren) yang memberikan warna cokelat gelap yang khas.

Berbeda dengan Bolu Cukke yang berukuran kecil dan cenderung kering, Bolu Rampah hadir dalam loyang besar dengan tekstur yang padat namun lembut (moist), sering kali ditaburi kacang kenari di atasnya sebagai pelengkap tekstur.

Berkas:Nama File Foto Anda.jpg

Jejak Sejarah dan Filosofi

Kehadiran Bolu Rampah adalah bukti nyata dari proses "pribumisasi" kuliner kolonial di tanah Sulawesi. Secara historis, teknik pembuatan bolu (pengocokan telur dan tepung hingga mengembang) adalah pengaruh kuliner Eropa (Belanda). Namun, masyarakat lokal Makassar dan Bugis mengadopsi teknik ini dengan memasukkan jiwa nusantara: mengganti gula putih dengan gula merah lokal yang melimpah, dan menyuntikkan rempah-rempah (rampah) yang menghangatkan tubuh.

Dalam lanskap sosial, Bolu Rampah menduduki kasta yang terhormat. Ia bukan sekadar kudapan teman minum teh sore, melainkan salah satu isi baki hantaran (Bosara) dalam prosesi pernikahan adat atau acara syukuran besar. Warna cokelatnya yang pekat dan aromanya yang semerbak dimaknai sebagai simbol kehangatan dan kemanisan hubungan antarkeluarga.

Profil Sensoris

Bolu Rampah menawarkan pengalaman rasa yang "dewasa" dan kompleks.

  • Aroma: Wangi yang menguar sangat distingtif; perpaduan antara aroma karamel dari gula merah yang dipanggang dan tajamnya aroma bumbu spekuk (kayu manis, cengkeh, pala). Bau ini sering memicu nostalgia akan suasana dapur nenek di kampung halaman.
  • Tekstur: Tidak seperti chiffon cake yang sangat ringan dan berongga besar, Bolu Rampah memiliki pori-pori yang lebih rapat dan tekstur yang agak padat (dense), namun tetap lembut dan lembap saat dikunyah.
  • Rasa: Manisnya tidak menyengat (seperti gula pasir), melainkan legit dan gurih, diimbangi dengan sensasi hangat dari rempah yang tertinggal di tenggorokan (aftertaste).

Bahan-bahan

Berikut adalah komposisi standar untuk menghasilkan Bolu Rampah dengan cita rasa otentik Makassar:

  • 5 butir Telur Ayam (ukuran besar)
  • 250 gram Gula Merah (disisir sangat halus atau dicairkan dengan sedikit air)
  • 50 gram Gula Pasir (untuk membantu pengembangan telur)
  • 200 gram Tepung Terigu protein sedang
  • 1 sdm Bumbu Spekuk (campuran kayu manis, pala, cengkeh)
  • 1 sdt Baking Powder
  • 100 ml Minyak Goreng (atau mentega cair)
  • Toping: Kacang Kenari (cincang kasar) atau Wijen secukupnya

Cara Pengolahan

Kunci keberhasilan Bolu Rampah terletak pada pengembangan telur dan pencampuran gula merah yang merata agar tidak bantat.

  1. Persiapan: Panaskan oven pada suhu 170°C. Siapkan loyang (biasanya bentuk tulban/cincin atau kotak), olesi dengan margarin dan taburi sedikit tepung.
  2. Pengocokan Telur (Mixing): Dalam wadah besar, kocok telur, gula pasir, dan gula merah sisir dengan mixer berkecepatan tinggi. Kocok hingga adonan mengembang, kental, dan berjejak (ribbon stage). Pastikan tidak ada gumpalan gula merah yang tertinggal.
  3. Pencampuran Bahan Kering: Turunkan kecepatan mixer ke posisi terendah. Masukkan tepung terigu, bumbu spekuk, dan baking powder yang sudah diayak sebelumnya. Aduk perlahan hanya sampai tercampur rata (jangan overmix).
  4. Pencampuran Lemak: Masukkan minyak goreng atau mentega cair. Aduk balik menggunakan spatula dengan teknik lipat (dari bawah ke atas) untuk memastikan minyak tidak mengendap di dasar wadah. Endapan minyak adalah penyebab utama bolu menjadi bantat.
  5. Panggang: Tuang adonan ke dalam loyang. Hentakkan loyang beberapa kali untuk mengeluarkan gelembung udara. Taburi permukaan dengan kacang kenari cincang. Panggang dalam oven selama 40-50 menit.
  6. Penyelesaian: Lakukan tes tusuk; jika lidi keluar bersih, kue sudah matang. Keluarkan dari oven, biarkan uap panas hilang sejenak sebelum dikeluarkan dari loyang. Potong-potong saat sudah dingin agar tekstur lebih set.

Referensi