Daun Bue: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
(Artikel baru)
 
kTidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
'''Daun bue''' merupakan daun dari tanaman sejenis kacang-kacangan yang dapat dijumpai di Latellang, Sulawesi Selatan. Daun ini biasanya diolah menjadi tumisan dan baru dimasak ketika bahannya ditemukan di kebun atau dibawa dari ladang. Ketersediaannya yang tidak menentu menyebabkan daun bue tidak menjadi menu harian, tetapi tetap digemari karena rasanya yang lembut dan segar ketika dimasak dengan bumbu sederhana. Di Latellang, Sulawesi Selatan, daun bue biasanya dijumpai secara musiman di kebun warga atau pasar tradisional. Hal ini membuat hidangan daun bue hadir hanya “jika ada”, tetapi tetap memberikan cita rasa rumahan yang khas bagi keluarga.
Daun bue merupakan daun dari tanaman sejenis kacang-kacangan yang dapat dijumpai di Latellang, Sulawesi Selatan. Daun ini biasanya diolah menjadi tumisan dan baru dimasak ketika bahannya ditemukan di kebun atau dibawa dari ladang. Ketersediaannya yang tidak menentu menyebabkan daun bue tidak menjadi menu harian, tetapi tetap digemari karena rasanya yang lembut dan segar ketika dimasak dengan bumbu sederhana. Di Latellang, Sulawesi Selatan, daun bue biasanya dijumpai secara musiman di kebun warga atau pasar tradisional. Hal ini membuat hidangan daun bue hadir hanya “jika ada”, tetapi tetap memberikan cita rasa rumahan yang khas bagi keluarga.
[[Kategori:Bahan Pangan]]
[[Kategori:Bahan Pangan]]
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]

Revisi terkini sejak 28 Januari 2026 22.17

Daun bue merupakan daun dari tanaman sejenis kacang-kacangan yang dapat dijumpai di Latellang, Sulawesi Selatan. Daun ini biasanya diolah menjadi tumisan dan baru dimasak ketika bahannya ditemukan di kebun atau dibawa dari ladang. Ketersediaannya yang tidak menentu menyebabkan daun bue tidak menjadi menu harian, tetapi tetap digemari karena rasanya yang lembut dan segar ketika dimasak dengan bumbu sederhana. Di Latellang, Sulawesi Selatan, daun bue biasanya dijumpai secara musiman di kebun warga atau pasar tradisional. Hal ini membuat hidangan daun bue hadir hanya “jika ada”, tetapi tetap memberikan cita rasa rumahan yang khas bagi keluarga.