Bincangpangan:Pemasaran Hasil Olahan Pangan Lokal: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 18: Baris 18:


== Rekaman ==
== Rekaman ==
 
<youtube>Q9gXHsBVpZ8</youtube>
== Materi Paparan ==
== Materi Paparan ==


* [https://drive.google.com/file/d/1oa6vRqaymIYcs9UD03CPTNsDQTVR8aL-/view?usp=sharing Implementasi pemasaran pangan lokal di sekolah]
* [https://drive.google.com/file/d/1oa6vRqaymIYcs9UD03CPTNsDQTVR8aL-/view?usp=sharing Implementasi pemasaran pangan lokal di sekolah]
* [https://drive.google.com/file/d/1FZTxIFYiFlljS5tKrFdkyT5i5Z9XLRkP/view?usp=sharing Dari kebun ke pasar]
* [https://drive.google.com/file/d/1FZTxIFYiFlljS5tKrFdkyT5i5Z9XLRkP/view?usp=sharing Dari kebun ke pasar]

Revisi terkini sejak 8 Juli 2026 17.44

Poster Bincang Pangan episode 13
Poster Bincang Pangan episode 13

Sebagai bagian dari upaya melestarikan pangan lokal di kalangan generasi muda, ICRAF Indonesia mengembangkan kurikulum Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim. Kurikulum ini dirancang untuk jenjang SD dan SMP bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Bone, serta untuk jenjang SMA/SMK bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Muatan lokal ini resmi diperkenalkan kepada publik sebagai inisiatif pembelajaran pangan lokal untuk generasi muda pada 10 September 2025, dalam kolaborasi bersama Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

Bincang Pangan hadir sebagai ruang berbagi informasi seputar pangan, dengan sasaran utama para tenaga pendidik, khususnya guru Muatan Lokal Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim. Forum ini bertujuan memperkuat pemahaman guru mengenai perubahan iklim dan implikasinya terhadap ketahanan pangan, sehingga mereka memiliki landasan yang kuat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Meski demikian, Bincang Pangan juga terbuka luas bagi mahasiswa, pemerhati pangan, dan masyarakat umum.

Episode Bincang Pangan kali ini mengangkat tema pemasaran pangan lokal melalui pembahasan “Dari Kebun ke Pasar”, dengan fokus pada bagaimana produk pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang siap dipasarkan. Sesi ini akan membahas langkah-langkah praktis mulai dari mengenali kebutuhan pasar, merancang kemasan yang menarik dan sesuai ketentuan, menyusun strategi promosi, hingga membuat rencana bisnis sederhana termasuk perhitungan harga jual, biaya produksi, serta potensi keuntungan. Melalui topik ini, peserta diharapkan memperoleh gambaran konkret tentang cara menghubungkan potensi pangan lokal dengan peluang usaha, sekaligus memperkuat peran sekolah dan komunitas dalam menumbuhkan kewirausahaan pangan lokal yang kreatif, berkelanjutan, dan relevan bagi generasi muda.

Waktu dan Pelaksanaan

  • Hari/Tanggal                           : Rabu, 8 Juli 2026
  • Waktu                                     : 13.00 WIB-15.00 WIB / 14.00 – 16.00 WITA

Moderator: Yesi Lismawati (WikiPangan)

Narasumber:

  • Ade Oktarinsyah (Landscape Alliance)
  • Erwin Saputra, S. Pd., Gr. (SMA Negeri 1 Talang Ubi, Sumatera Selatan)

Rekaman

Materi Paparan