<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sokko_tumbu</id>
	<title>Sokko tumbu - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sokko_tumbu"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sokko_tumbu&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-27T02:29:43Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sokko_tumbu&amp;diff=4462&amp;oldid=prev</id>
		<title>Andre.Maulana: ←Membuat halaman berisi &#039;nirbing Sokko tumbu merupakan makanan tradisional khas Bugis-Makassar yang terbuat dari beras ketan yang dimasak hingga pulen, kemudian disajikan dengan pelengkap seperti kelapa parut dan gula merah. Kata &#039;&#039;“tumbu”&#039;&#039; merujuk pada wadah atau cetakan tradisional (biasanya dari anyaman daun atau bambu) yang digunakan dalam penyajiannya, sehingga memberikan bentuk khas pada makanan ini. Sokko tumbu umumnya dihidangkan dalam acara ad...&#039;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sokko_tumbu&amp;diff=4462&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-04-17T09:47:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;←Membuat halaman berisi &amp;#039;&lt;a href=&quot;/wiki/Berkas:Sokko_tumbu.jpg&quot; title=&quot;Berkas:Sokko tumbu.jpg&quot;&gt;pus|nirbing&lt;/a&gt; Sokko tumbu merupakan makanan tradisional khas Bugis-Makassar yang terbuat dari beras ketan yang dimasak hingga pulen, kemudian disajikan dengan pelengkap seperti kelapa parut dan gula merah. Kata &amp;#039;&amp;#039;“tumbu”&amp;#039;&amp;#039; merujuk pada wadah atau cetakan tradisional (biasanya dari anyaman daun atau bambu) yang digunakan dalam penyajiannya, sehingga memberikan bentuk khas pada makanan ini. Sokko tumbu umumnya dihidangkan dalam acara ad...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;[[Berkas:Sokko tumbu.jpg|pus|nirbing]]&lt;br /&gt;
[[Sokko]] [[tumbu]] merupakan makanan tradisional khas Bugis-Makassar yang terbuat dari [[beras]] ketan yang dimasak hingga pulen, kemudian disajikan dengan pelengkap seperti [[kelapa]] parut dan gula merah. Kata &amp;#039;&amp;#039;“tumbu”&amp;#039;&amp;#039; merujuk pada wadah atau cetakan tradisional (biasanya dari anyaman daun atau bambu) yang digunakan dalam penyajiannya, sehingga memberikan bentuk khas pada makanan ini. Sokko tumbu umumnya dihidangkan dalam acara adat, syukuran, dan kegiatan keagamaan sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan keberkahan dalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Sokko tumbu merupakan bagian dari tradisi kuliner masyarakat Bugis-Makassar yang telah berkembang sejak lama dalam konteks kehidupan agraris. Beras ketan sebagai bahan utama mencerminkan hasil pertanian lokal yang memiliki nilai penting dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam ritual adat. Pengolahan sokko yang dikukus hingga pulen, kemudian disajikan dalam &amp;#039;&amp;#039;tumbu&amp;#039;&amp;#039; (wadah tradisional dari anyaman), menunjukkan kearifan lokal dalam teknik memasak dan penyajian makanan. Secara historis, sokko tumbu sering dihadirkan dalam berbagai upacara adat, seperti syukuran panen, pernikahan, dan kegiatan keagamaan, sebagai simbol kemakmuran, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Tuhan. Keberlangsungannya hingga kini menandakan bahwa sokko tumbu bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Filososfi ==&lt;br /&gt;
Sokko tumbu melambangkan kebersamaan, rasa syukur, dan keberkahan dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar. Beras ketan yang lengket mencerminkan eratnya hubungan sosial dan persatuan antarindividu, sementara penyajiannya dalam &amp;#039;&amp;#039;tumbu&amp;#039;&amp;#039; menunjukkan nilai kesederhanaan serta kearifan lokal. Kehadirannya dalam berbagai acara adat dan keagamaan juga menegaskan makna spiritual sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan harapan akan kehidupan yang harmonis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Bersihkan beras ketan hingga kotoran hilang.&lt;br /&gt;
* Rendam beras ketan selama ±3–5 jam agar teksturnya lebih lunak.&lt;br /&gt;
* Tiriskan beras ketan hingga airnya berkurang.&lt;br /&gt;
* Kukus beras ketan dalam dandang selama ±20–30 menit hingga setengah matang.&lt;br /&gt;
* Angkat, lalu perciki atau campurkan sedikit air (atau santan agar lebih gurih), kemudian aduk rata.&lt;br /&gt;
* Kukus kembali hingga beras ketan matang sempurna dan teksturnya pulen.&lt;br /&gt;
* Siapkan &amp;#039;&amp;#039;tumbu&amp;#039;&amp;#039; (wadah dari anyaman daun atau bambu), lalu masukkan ketan yang sudah matang sambil dipadatkan.&lt;br /&gt;
* Sajikan sokko tumbu dengan taburan kelapa parut dan gula merah cair sesuai selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Jumlah (±)&lt;br /&gt;
!Keterangan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|350–420 kkal&lt;br /&gt;
|Sumber energi utama&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|75–85 gram&lt;br /&gt;
|Dominan dari beras ketan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|5–7 gram&lt;br /&gt;
|Relatif rendah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|2–10 gram&lt;br /&gt;
|Bertambah jika pakai kelapa&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|1–3 gram&lt;br /&gt;
|Membantu pencernaan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|10–30 mg&lt;br /&gt;
|Mineral tulang&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|80–150 mg&lt;br /&gt;
|Mendukung metabolisme&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Zat Besi&lt;br /&gt;
|1–2 mg&lt;br /&gt;
|Pembentukan sel darah&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Winarno, F.G. (2004). &amp;#039;&amp;#039;Kimia Pangan dan Gizi&amp;#039;&amp;#039;. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;
# Kementerian Kesehatan RI. (2019). &amp;#039;&amp;#039;Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI)&amp;#039;&amp;#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.panganku.org&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
# Rahman, F. (2016). &amp;#039;&amp;#039;Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870–1942&amp;#039;&amp;#039;. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;
# [https://mc.tanahbumbukab.go.id/sokko-tumbu-makanan-khas-bugis-untuk-lebaran/ Sokko Tumbu Makanan Khas Bugis Untuk LebaranPEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBUhttps://mc.tanahbumbukab.go.id › sokko-tumbu-makan...]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Andre.Maulana</name></author>
	</entry>
</feed>