<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Lawa_durian</id>
	<title>Lawa durian - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Lawa_durian"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa_durian&amp;action=history"/>
	<updated>2026-06-17T16:27:10Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa_durian&amp;diff=4749&amp;oldid=prev</id>
		<title>AhmadRifki.Fahrezi: Bubur durian bisa disajikan hangat maupun dingin. Versi dingin sangat segar — simpan di kulkas 1–2 jam sebelum disajikan. Bisa juga ditambahkan ketan hitam kukus atau mutiara (sagu mutiara) sebagai pelengkap.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa_durian&amp;diff=4749&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-06-08T10:38:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bubur durian bisa disajikan hangat maupun dingin. Versi dingin sangat segar — simpan di kulkas 1–2 jam sebelum disajikan. Bisa juga ditambahkan ketan hitam kukus atau mutiara (sagu mutiara) sebagai pelengkap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;== Alat dan Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 400 grams daging durian matang, pisahkan dari biji&lt;br /&gt;
* 400 milliliters santan kental&lt;br /&gt;
* 300 milliliters santan encer&lt;br /&gt;
* 100 grams gula merah, sisir halus&lt;br /&gt;
* 2 tablespoons gula pasir&lt;br /&gt;
* 0.5 teaspoons garam&lt;br /&gt;
* 2 daun pandan, simpulkan&lt;br /&gt;
* 150 grams tepung [[beras]]&lt;br /&gt;
* 200 milliliters air hangat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pembuatan ==&lt;br /&gt;
Haluskan daging durian: Masukkan 400 grams daging durian matang, pisahkan dari biji ke dalam mangkuk besar. Haluskan dengan garpu atau tangan hingga teksturnya lembut. Sisihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larutkan tepung beras: Larutkan 150 grams tepung beras dengan 200 milliliters air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tidak ada gumpalan. Pastikan adonan tepung benar-benar halus dan encer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masak santan dan gula: Masukkan 300 milliliters santan encer, 100 grams gula merah, sisir halus, 2 tablespoons gula pasir, 0.5 teaspoons garam, dan 2 daun pandan, simpulkan ke dalam panci. Masak di atas api sedang sambil diaduk hingga gula merah larut sempurna dan santan mulai hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masukkan durian: Masukkan durian yang sudah dihaluskan ke dalam panci. Aduk rata bersama santan dan gula. Masak dengan api kecil-sedang sambil terus diaduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuang larutan tepung beras: Tuang larutan 150 grams tepung beras perlahan ke dalam panci sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Aduk terus tanpa henti agar bubur matang merata dan tidak lengket di dasar panci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masak hingga mengental: Masak terus dengan api kecil hingga bubur mengental, licin, dan tidak terasa tepung mentah. Cicipi — sesuaikan rasa manis dan asin sesuai selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masukkan santan kental: Kecilkan api hingga sangat kecil. Tuang 400 milliliters santan kentalperlahan sambil terus diaduk perlahan. Masak 3–5 menit lagi hingga santan menyatu sempurna dan bubur terlihat mengkilap. Angkat dan buang daun pandan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sajikan: Tuang bubur ke dalam mangkuk saji. Dapat dinikmati hangat langsung, atau dinginkan dahulu di kulkas. Tambahkan sedikit santan kental di atasnya sebagai topping jika suka.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>AhmadRifki.Fahrezi</name></author>
	</entry>
</feed>