<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kue_orang-orang</id>
	<title>Kue orang-orang - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kue_orang-orang"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_orang-orang&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-24T19:52:55Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_orang-orang&amp;diff=4726&amp;oldid=prev</id>
		<title>Muh.Qadri: ←Membuat halaman berisi &#039;jmpl Kue Orang-Orang adalah kekayaan kuliner tradisional yang merefleksikan identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber literatur budaya dan kuliner, berikut adalah penjelasan  lengkapnya:  == Sejarah == Secara historis, kue ini merupakan hasil kreasi masyarakat pesisir Sulawesi Selatan yang memanfaatkan kelapa sebagai bahan utama. Menurut catatan dalam studi kebudayaa...&#039;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_orang-orang&amp;diff=4726&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-05-21T05:30:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;←Membuat halaman berisi &amp;#039;&lt;a href=&quot;/wiki/Berkas:Kue_orang-orang.jpg&quot; title=&quot;Berkas:Kue orang-orang.jpg&quot;&gt;jmpl&lt;/a&gt; Kue Orang-Orang adalah kekayaan kuliner tradisional yang merefleksikan identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber literatur budaya dan kuliner, berikut adalah penjelasan  lengkapnya:  == Sejarah == Secara historis, kue ini merupakan hasil kreasi masyarakat pesisir Sulawesi Selatan yang memanfaatkan kelapa sebagai bahan utama. Menurut catatan dalam studi kebudayaa...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;[[Berkas:Kue orang-orang.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Kue Orang-Orang adalah kekayaan kuliner tradisional yang merefleksikan identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber literatur budaya dan kuliner, berikut adalah penjelasan &lt;br /&gt;
lengkapnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Secara historis, kue ini merupakan hasil kreasi masyarakat pesisir Sulawesi Selatan yang memanfaatkan [[kelapa]] sebagai bahan utama. Menurut catatan dalam studi kebudayaan kuliner lokal, nama &amp;quot;Kue Orang-Orang&amp;quot; muncul karena kebiasaan masyarakat zaman dahulu yang membentuk adonan menyerupai figur manusia secara manual sebelum adanya cetakan modern. Kue ini bukan sekadar camilan, melainkan simbol keramah-tamahan yang sering hadir dalam acara syukuran keluarga kecil di kampung-kampung sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan hasil alam (kelapa).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deskripsi: &amp;quot;Dikenal Karena Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kue ini menonjol karena aspek visual dan teksturnya yang spesifik:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Keunikan Visual: Bentuknya yang mirip boneka kecil menjadikannya unik di antara kue tradisional lain yang biasanya berbentuk bulat atau kotak. * Perpaduan Rasa: Dikenal karena keseimbangan rasa manis dari gula pasir dan &lt;br /&gt;
rasa gurih yang intens dari parutan kelapa muda. * Camilan Ikonik Anak-anak: Di wilayah seperti Maros dan Makassar, kue ini dikenal sebagai &amp;quot;kue masa kecil&amp;quot; yang membangkitkan nostalgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Proses pembuatannya mengikuti teknik deep frying (menggoreng terendam) untuk mendapatkan kerenyahan yang pas:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Teknik Pencampuran: Tepung terigu dicampur dengan parutan kelapa dengan &lt;br /&gt;
rasio tertentu agar adonan tidak terlalu keras. * Teknik Cetak: Menggunakan cetakan kayu khusus atau dibentuk tangan untuk menciptakan figur manusia. * Suhu Minyak: Harus menggunakan api sedang agar bagian dalam (kelapa) matang tanpa membuat bagian luar gosong dengan cepat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Berdasarkan komposisi bahan utamanya, satu porsi kue ini mengandung:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Energi: Tinggi kalori dari tepung dan minyak goreng. * Asam Lemak: Mengandung asam laurat dari kelapa yang baik untuk sistem imun &lt;br /&gt;
jika dikonsumsi wajar. * Serat Kasar: Berasal dari ampas kelapa yang membantu tekstur kue terasa &lt;br /&gt;
&amp;quot;berserat&amp;quot; saat dikunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber referensi ==&lt;br /&gt;
Penjelasan ini disusun dengan merujuk pada:&lt;br /&gt;
1. Ensiklopedia Kuliner Nusantara: Dokumentasi jajanan pasar tradisional dan kekayaan kuliner wilayah Indonesia Timur. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_makanan_Indonesia&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Sebagai rujukan resmi kosakata dan &lt;br /&gt;
istilah bahasa Indonesia. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://kbbi.kemdikbud.go.id/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
3. Jurnal Budaya dan Media: Kajian mengenai nilai budaya dan simbolisme makanan tradisional dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/category/budaya&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
4. Arsip Kuliner Lokal: Dokumentasi resep, sejarah, dan teknik pengolahan makanan khas daerah Sulawesi Selatan. https://www.detik.com/sulsel/berita/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
</feed>