<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Yulia.Zahwa</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Yulia.Zahwa"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Yulia.Zahwa"/>
	<updated>2026-05-25T21:11:46Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_tutu&amp;diff=4692</id>
		<title>Kue tutu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_tutu&amp;diff=4692"/>
		<updated>2026-05-20T06:34:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yulia.Zahwa: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Sejarah == jmpl   Sejarah Kue Tetu adalah makanan pangan olahan berupa kue tradisional yang berasal dari daerah Sulawesi, khususnya suku Mandar dan Mamuju di Sulawesi Barat, yang kemudian menyebar ke wilayah Sulawesi lain seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Nama “Tetu” berasal dari bahasa lokal dengan makna sederhana, dan kue ini sudah dikenal sebagai warisan kuliner turun‑temurun sejak masa lalu, sering disajikan sebag...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Kue Tetu.webp|jmpl]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah [[Kue Tetu]] adalah makanan pangan olahan berupa kue tradisional yang berasal dari daerah Sulawesi, khususnya suku Mandar dan Mamuju di Sulawesi Barat, yang kemudian menyebar ke wilayah Sulawesi lain seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Nama “Tetu” berasal dari bahasa lokal dengan makna sederhana, dan kue ini sudah dikenal sebagai warisan kuliner turun‑temurun sejak masa lalu, sering disajikan sebagai camilan atau takjil khususnya saat Ramadan. Kue Tetu memiliki bentuk unik karena biasanya dituang dalam wadah alami yang berbentuk seperti perahu, dibuat dari daun pandan atau daun pisang yang dijalin, sehingga memberikan kesan khas dan estetika tersendiri sebagai simbol kearifan lokal masyarakat Sulawesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Deskripsi Kue Tetu dikenal karena rasa manis dan gurih yang seimbang, dengan tekstur yang lembut dan lembap di mulut. Kue ini terbuat dari campuran tepung terigu atau tepung ketan, santan kental, serta gula merah yang memberikan rasa manis khas dan aroma alami. Gula merah biasanya diletakkan di dasar wadah terlebih dahulu, lalu adonan cair dari tepung dan santan dituangkan di atasnya, sehingga ketika kue dimakan, rasa manis gula merah dapat dirasakan paling kuat di bagian bawah sambil tetap ada kesan gurih santan di bagian atas. Kue Tetu juga dikenal karena aroma wanginya yang khas, terutama saat menggunakan wadah daun pandan yang memberikan kesan segar dan alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, cara mengolah Kue Tetu dimulai dari pembuatan wadah perahu dari daun pandan atau daun pisang, yang dibentuk dan dijalin rapi agar tidak bocor saat adonan dituang. Setelah wadah siap, gula merah (atau campuran gula merah dan gula pasir) diletakkan di dasar wadah sebagai lapisan pertama. Selanjutnya, adonan dibuat dari campuran tepung terigu atau tepung ketan, santan kental, sedikit garam, dan air hingga rata dan teksturnya encer seperti pancake. Adonan cair ini kemudian dituang perlahan ke dalam wadah yang sudah berisi gula merah, lalu dikukus menggunakan api sedang selama 30–45 menit hingga adonan mengental dan matang sempurna. Setelah dingin, Kue Tetu siap disajikan sebagai camilan pendamping kopi atau teh, atau sebagai menu takjil berbuka puasa bersama keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Dari sisi kandungan nutrisi, Kue Tetu tergolong makanan tinggi karbohidrat dan energi karena berbahan utama tepung dan gula merah, sehingga cocok sebagai sumber energi cepat untuk makanan camilan atau takjil. Analisis terhadap varian Kue Tetu menunjukkan kandungan karbohidrat sekitar 56 persen per 100 gram, lemak sekitar 6 persen, serat sekitar 4 persen, serta kadar air yang cukup tinggi, menjadikan kue ini lembut dan mudah dikunyah.  Selain karbohidrat, kue ini juga mengandung protein dan mineral seperti fosfor dalam jumlah sedang, terutama jika dibuat dengan tepung ketan dan santan, sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang bila dikonsumsi dalam porsi wajar dan tidak berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber Referensi ==&lt;br /&gt;
Link sumber referensi - Artikel “Kue Tetu, Jajanan Tradisional Manis Khas Sulawesi” – Indonesia Travel: [https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/gastronomy/kue-tetu/](https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/gastronomy/kue-tetu/) [indonesia](https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/gastronomy/kue-tetu/) - Artikel “Kue Tetu, Menu Berbuka Puasa Favorit dari Sulawesi Tengah” – IDN Times: [https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/kue-tetu-menu-berbuka-puasa-favorit-dari-sulawesi-tengah-00-ytb65-k6dwlw](https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/kue-tetu-menu-berbuka-puasa-favorit-dari-sulawesi-tengah-00-ytb65-k6dwlw) [sulsel.idntimes](https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/kue-tetu-menu-berbuka-puasa-favorit-dari-sulawesi-tengah-00-ytb65-k6dwlw) - Artikel “Buka Puasa dengan Kue Tetu” – Unsulbar News (kandungan gizi): [https://www.unsulbarnews.com/buka-puasa-dengan-kue-tetu-selain-lezat-juga-kaya-nutrisi](https://www.unsulbarnews.com/buka-puasa-dengan-kue-tetu-selain-lezat-juga-kaya-nutrisi) [unsulbarnews](https://www.unsulbarnews.com/buka-puasa-dengan-kue-tetu-selain-lezat-juga-kaya-nutrisi)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yulia.Zahwa</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Tetu.webp&amp;diff=4691</id>
		<title>Berkas:Kue Tetu.webp</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Tetu.webp&amp;diff=4691"/>
		<updated>2026-05-20T06:34:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yulia.Zahwa: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue Tetu&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yulia.Zahwa</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Lemo-Lemo_Ikan&amp;diff=4684</id>
		<title>Lemo-Lemo Ikan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Lemo-Lemo_Ikan&amp;diff=4684"/>
		<updated>2026-05-20T06:29:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yulia.Zahwa: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Sejarah == jmpl   Sejarah Lemo Lemo Ikan adalah makanan olahan tradisional khas daerah pesisir Sulawesi Selatan, khususnya di sekitar kawasan Pantai Lemo dan wilayah pesisir Makassar–Sinjai, yang berbahan dasar utama ikan segar laut dan rempah‑rempah lokal. Nama “Lemo Lemo” berasal dari kata “lemo” atau “limo” yang dalam bahasa setempat mengacu pada rasa asam segar, mirip jeruk nipis atau jeruk limau, serta aroma y...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Lemo-Lemo Ikan.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah Lemo Lemo Ikan adalah makanan olahan tradisional khas daerah pesisir Sulawesi Selatan, khususnya di sekitar kawasan Pantai Lemo dan wilayah pesisir Makassar–Sinjai, yang berbahan dasar utama ikan segar laut dan rempah‑rempah lokal. Nama “Lemo Lemo” berasal dari kata “lemo” atau “limo” yang dalam bahasa setempat mengacu pada rasa asam segar, mirip jeruk nipis atau jeruk limau, serta aroma yang menyegarkan. Makanan ini sudah dikenal masyarakat sejak lama sebagai salah satu cara mengawetkan dan memasak ikan dengan cara sederhana namun tetap lezat, sehingga menjadi bagian dari tradisi kuliner rumahan dan warung makan di tepi pantai. Seiring waktu, Lemo Lemo Ikan makin populer sebagai hidangan yang disajikan pada acara‑acara keluarga, arisan, maupun sebagai menu andalan di rumah makan khas Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Deskripsi Lemo Lemo Ikan dikenal karena rasa asam‑manis segar yang dihasilkan dari campuran air jeruk nipis atau jeruk limau dengan bumbu rempah, serta tekstur ikannya yang tetap lembut dan tidak terlalu kering. Kuahnya tidak terlalu kental, tetapi cukup beraroma karena ditumis dengan bawang merah, bawang putih, cabai, dan sedikit gula merah atau gula pasir, sehingga cita rasanya gurih, sedikit asam, dan sedikit manis. Makanan ini sering disajikan dengan ditambahkan potongan [[tomat]], daun bawang, atau sedikit daun kemangi untuk menambah aroma segar. Ciri khas Lemo Lemo Ikan juga terletak pada cara memasaknya, biasanya menggunakan teknik menggoreng atau menumis ikan terlebih dahulu, lalu disiram dengan bumbu asam yang telah dimasak, sehingga rasa rempah dan asam jeruk sangat meresap ke dalam daging ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, cara mengolah Lemo Lemo Ikan dimulai dari pemilihan ikan segar seperti [[ikan kembung]], ikan kerapu, atau ikan ekor kuning yang dibersihkan, dicuci, dan dilumuri air jeruk nipis dan sedikit garam untuk mengurangi bau amis. Setelah itu, ikan biasanya digoreng setengah matang atau digoreng hingga kecoklatan agar dagingnya tetap padat namun empuk saat dimakan. Selanjutnya, bumbu halus terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan sedikit [[kunyit]] dihaluskan, lalu ditumis dengan sedikit minyak hingga harum. Setelah bumbu matang, air jeruk nipis atau jeruk limau, gula, garam, dan sedikit air ditambahkan, lalu ikan yang sudah digoreng dimasukkan ke dalam bumbu dan dimasak perlahan hingga kuah meresap dan sedikit menyusut. Sajian ini biasanya dihiasi dengan irisan daun bawang dan tomat, lalu disajikan hangat dengan nasi putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Dari segi kandungan nutrisi, Lemo Lemo Ikan tergolong makanan tinggi protein dan lemak baik, terutama bila menggunakan ikan laut seperti ikan kembung, ikan kerapu, atau ikan lemuru. Ikan jenis lemuru saja mengandung sekitar 20 gram protein per 100 gram, dengan energi sekitar 110–115 kkal, serta mengandung mineral seperti fosfor, kalsium, dan zat besi, sehingga baik untuk kesehatan tulang dan produksi sel darah merah.  Selain itu, ikan laut juga kaya asam lemak omega‑3 seperti EPA dan DHA yang mendukung kesehatan jantung dan otak. Penggunaan bumbu segar seperti cabai, bawang, dan jeruk nipis menambah kandungan vitamin C dan antioksidan, menjadikan Lemo Lemo Ikan sebagai lauk bergizi yang dapat menjadi bagian pola makan seimbang jika porsi minyak dan garamnya dikontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== sumber referensi ==&lt;br /&gt;
Link sumber referensi - Artikel nutrisi ikan lemuru dan kandungannya: [https://www.alodokter.com/ikan-lemuru-ketahui-nutrisi-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan](https://www.alodokter.com/ikan-lemuru-ketahui-nutrisi-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan) [alodokter](https://www.alodokter.com/ikan-lemuru-ketahui-nutrisi-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan) - Artikel cara memasak ikan lemuru dan manfaatnya: [https://www.halodoc.com/artikel/ikan-lemuru-kenali-manfaat-dan-cara-memasaknya-1](https://www.halodoc.com/artikel/ikan-lemuru-kenali-manfaat-dan-cara-memasaknya-1) [halodoc](https://www.halodoc.com/artikel/ikan-lemuru-kenali-manfaat-dan-cara-memasaknya-1) - Kumpulan kuliner khas Indonesia dan asal daerah: [https://www.ptsuparmatbk.com/article/50-makanan-khas-indonesia-dan-asalnya-yang-terlengkap/](https://www.ptsuparmatbk.com/article/50-makanan-khas-indonesia-dan-asalnya-yang-terlengkap/) [ptsuparmatbk](https://www.ptsuparmatbk.com/article/50-makanan-khas-indonesia-dan-asalnya-yang-terlengkap/)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yulia.Zahwa</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Lemo-Lemo_Ikan.jpg&amp;diff=4680</id>
		<title>Berkas:Lemo-Lemo Ikan.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Lemo-Lemo_Ikan.jpg&amp;diff=4680"/>
		<updated>2026-05-20T06:28:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yulia.Zahwa: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Lemo-Lemo Ikan&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yulia.Zahwa</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Laha_bete&amp;diff=4664</id>
		<title>Laha bete</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Laha_bete&amp;diff=4664"/>
		<updated>2026-05-20T06:22:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yulia.Zahwa: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Deskripsi == jmpl Laha Bete (sering disebut juga Laha’ Bete atau “Bete Bete”) adalah makanan olahan tradisional khas pesisir Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar utama ikan teri segar dan kelapa parut. Dalam bahasa lokal, laha berarti makanan yang dicampur dengan kelapa, sedangkan bete berarti ikan teri, sehingga secara harfiah Laha Bete berarti ikan teri yang disajikan bersama campuran kelapa. Makanan ini suda...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Laha Bete.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Laha Bete (sering disebut juga Laha’ Bete atau “Bete Bete”) adalah makanan olahan tradisional khas pesisir Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar utama ikan teri segar dan [[kelapa]] parut. Dalam bahasa lokal, laha berarti makanan yang dicampur dengan kelapa, sedangkan bete berarti ikan teri, sehingga secara harfiah Laha Bete berarti ikan teri yang disajikan bersama campuran kelapa. Makanan ini sudah dikenal sejak masa pra‑kolonial dan hingga kini menjadi bagian penting dari budaya pangan masyarakat Sinjai, bahkan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK: 372/M/2021. Pelestarian makanan ini dilakukan melalui kegiatan seperti lomba membuat Laha Bete dan program senam kreasi bertema kuliner lokal yang mempromosikan kekayaan adat setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Sejarah Laha Bete dikenal karena rasa gurih, asam‑manis, dan aroma khas kelapa yang dipadukan dengan aroma rempah dan jeruk. Tekstur makanannya unik, dengan ikan teri yang masih padat namun lembut di dalam, sementara kelapa parut yang sudah digoreng memberikan sensasi renyah dan berminyak yang meningkatkan cita rasa. Kehadiran bumbu seperti cabai, bawang merah, gula, dan penyedap menjadikan Laha Bete cocok sebagai pelengkap nasi hangat, baik untuk santapan harian maupun hidangan pada acara‑acara resmi seperti pernikahan, aqiqah, atau syukuran adat. Makanan ini juga dikenal karena cara penyajiannya yang sederhana namun tetap menarik, biasanya ditata di atas piring datar dengan taburan bawang goreng dan sedikit jeruk nipis sebagai pelengkap aroma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Secara umum, cara mengolah Laha Bete dimulai dari pemilihan ikan teri segar yang dibersihkan dan dicuci hingga bersih, lalu direndam dengan jeruk nipis atau cuka untuk mengurangi bau amis dan memberikan rasa asam segar. Setelah itu, kelapa setengah tua diparut, kemudian digoreng hingga sedikit kecoklatan untuk mengeras teksturnya dan mengeluarkan aroma khas. Selanjutnya, bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam dihaluskan atau diiris kasar, lalu ditumis dengan sedikit minyak hingga harum. Ikan teri yang sudah melalui rendaman dicampurkan ke dalam tumisan bumbu, diaduk perlahan agar tidak hancur, lalu ditambahkan kelapa goreng yang sudah siap, sedikit gula, dan penyedap secukupnya. Hidangan ini dimasak dengan api sedang hingga matang dan aromanya mengental, kemudian diangkat dan disajikan hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Dari segi kandungan nutrisi, Laha Bete tergolong makanan yang tinggi protein dan lemak baik dari ikan teri dan kelapa. Ikan teri segar mengandung protein sekitar 30–35 gram per 100 gram, serta mineral seperti kalsium dan fosfor yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan tulang dan otot.  Kelapa parut menambah energi melalui lemak jenuh dan karbohidrat, sekaligus menyediakan serat dan beberapa vitamin B serta vitamin E. Analisis kandungan gizi pada resep Laha Bete menunjukkan bahwa satu porsi makanan ini dapat menyediakan energi sekitar 780–800 kkal per takaran tertentu, dengan protein sekitar 80–90 gram, zat besi sekitar 8 mg, dan vitamin A rata‑rata 200–250 RE, menjadikannya sumber energi dan nutrisi yang cukup tinggi jika dikonsumsi dalam porsi moderat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber Referensi ==&lt;br /&gt;
Link sumber referensi  - Wikipedia: Laha Bete (sejarah dan makna nama): [https://id.wikipedia.org/wiki/Laha_Bete](https://id.wikipedia.org/wiki/Laha_Bete) [id.wikipedia](https://id.wikipedia.org/wiki/Laha_Bete) - Artikel kandungan gizi dan budaya Laha Bete di Kompasiana: [https://www.kompasiana.com/metiirmayanti/618d22e79624212a3973bea3](https://www.kompasiana.com/metiirmayanti/618d22e79624212a3973bea3) [kompasiana](https://www.kompasiana.com/metiirmayanti/618d22e79624212a3973bea3/laha-bete-alias-urap-teri-kuliner-maknyus-dari-sinjai?page=2&amp;amp;page_images=2) - Artikel kuliner Laha Bete di Perpustakaan Digital Budaya Indonesia: [https://budaya-indonesia.org/Lahak-Bete](https://budaya-indonesia.org/Lahak-Bete) [budaya-indonesia](https://budaya-indonesia.org/Lahak-Bete)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yulia.Zahwa</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Laha_Bete.jpg&amp;diff=4651</id>
		<title>Berkas:Laha Bete.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Laha_Bete.jpg&amp;diff=4651"/>
		<updated>2026-05-20T06:17:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yulia.Zahwa: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Laha Bete&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yulia.Zahwa</name></author>
	</entry>
</feed>