<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Vibiantika</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Vibiantika"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Vibiantika"/>
	<updated>2026-05-25T21:11:49Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bale_Tempa&amp;diff=4677</id>
		<title>Bale Tempa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bale_Tempa&amp;diff=4677"/>
		<updated>2026-05-20T06:26:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bale Tempa .jpg|al=Bale Tempa|jmpl|Bale Tempa]]&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Bale Tempa, atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan Tempa-tempa atau [[Tumpi-Tumpi|Tumpi-tumpi]], merupakan salah satu makanan khas suku Bugis, Sulawesi Selatan, yang kembali mencuat popularitasnya di era modern. Kuliner ini merupakan wujud kreativitas masyarakat Bugis dalam mengolah hasil laut, khususnya ikan, menjadi hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nilai budaya. Seringkali, bale tempa disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat, namun teksturnya yang padat dan gurih membuatnya juga nikmat disantap sebagai camilan.Sejarah dan Deskripsi TambahanSecara historis, tempa-tempa atau bale buta adalah makanan yang sangat erat kaitannya dengan tradisi perayaan dalam masyarakat Bugis. Hidangan ini umumnya muncul sebagai sajian wajib dalam acara-acara adat, seperti aqiqahan, syukuran, atau khatam Al-Qur&#039;an. Nama &amp;quot;[[Bale Buta]]&amp;quot; secara harfiah berarti &amp;quot;ikan buta&amp;quot; dalam bahasa Bugis, sering juga disebut tompi-tompi. Dahulu, makanan ini sering dijumpai sehari-hari, kemudian sempat jarang ditemui, dan kini mulai dipopulerkan kembali karena kerinduan akan cita rasa tradisional.Tempa-tempa dikenal karena cita rasanya yang sangat gurih, lezat, dan teksturnya yang padat namun lembut saat dikunyah. Salah satu keunikan yang membuatnya istimewa adalah penggunaan [[kelapa]] parut sangrai (serundeng) sebagai campuran adonan, yang memberikan aroma khas dan rasa creamy yang khas, berbeda dengan [[otak-otak]] pada umumnya. Bale tempa memiliki bentuk khas, biasanya dicetak segitiga atau jajar genjang, dan digoreng hingga berwarna kecokelatan, menjadikannya lauk yang kaya rasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara Mengolah Bale TempaProses pengolahan tempa-tempa memerlukan ketelitian, namun bahan-bahannya relatif sederhana.Persiapan Ikan: Ikan, umumnya ikan Katombo (ikan pelagis kecil) atau tuna/cakalang, dikukus terlebih dahulu, kemudian dipisahkan dari tulang dan durinya. Daging ikan kemudian dihaluskan.Campuran Kelapa: Kelapa parut disangrai tanpa minyak hingga harum dan berwarna kuning kecokelatan.Pembuatan Adonan: Daging ikan halus dicampur dengan kelapa sangrai, [[Bawang Merah|bawang merah]], bawang putih, [[jahe]], [[kunyit]] bubuk, dan merica yang telah dihaluskan. Untuk menambah kepadatan, terkadang ditambahkan [[singkong]] parut atau sedikit tepung.Pencetakan dan Penggorengan: Adonan yang sudah rata dibentuk segitiga, biasanya dengan bantuan daun pisang. Adonan kemudian dicelupkan ke dalam kocokan telur (opsional) sebelum digoreng dalam minyak panas hingga berwarna coklat keemasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Kandungan NutrisiBale tempa adalah sumber protein hewani yang sangat baik karena bahan utamanya adalah daging ikan. Penggunaan kelapa parut memberikan tambahan lemak sehat dan serat. Berdasarkan bahan-bahannya, hidangan ini kaya akan omega-3 dari ikan, yang berperan penting dalam kesehatan jantung. Rempah-rempah seperti kunyit dan jahe memberikan sifat antioksidan. Selain itu, tempa-tempa menyediakan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
Lemon8. (2024, Januari 9). Tempa-tempa, makanan khas Bugis yang kini kembali populer. Lemon8-App.com. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.lemon8-app.com/rhanycosmos42/7322244600062640641?region=id&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nusantara Food Biodiversity. (2026, Januari 4). Tempa-tempa - Bale Buta. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://nusantarafoodbiodiversity.org/data/mh3pwdmqregfjj4&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Onde_onde_tawaro&amp;diff=4673</id>
		<title>Onde onde tawaro</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Onde_onde_tawaro&amp;diff=4673"/>
		<updated>2026-05-20T06:25:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Onde onde Tawaro.jpg|al=Onde Onde Tawaro|jmpl|Onde onde Tawaro]]&lt;br /&gt;
[[Onde-Onde|Onde-onde]] Tawaro, atau sering juga disebut Ongol-ongol [[Sagu]], adalah salah satu penganan tradisional khas Bugis-Makassar yang sarat akan nilai budaya dan sejarah, berbeda dengan [[Onde-Onde Jawa|onde-onde Jawa]] yang berwijen. Kue ini sudah ada sejak abad ke-13 dan kerap disajikan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, syukuran, atau penyambutan tamu istimewa, menjadikannya warisan kuliner yang dihormati. Onde-onde ini merupakan bagian dari Deppa Pitue (tujuh rupa kue) dalam naskah sejarah Bugis-Makassar.Deskripsi dan KeunikanBerbeda dengan onde-onde pada umumnya yang digoreng dan berisi [[kacang hijau]], Onde-onde Tawaro berbahan dasar tepung sagu atau tepung [[beras]] yang dimasak, menghasilkan tekstur yang kenyal namun lembut. Bentuknya bulat-bulat kecil, serupa dengan [[klepon]], namun disajikan dengan baluran [[kelapa]] parut muda yang dikukus dengan sedikit garam, menciptakan perpaduan rasa manis legit dari [[Gula Merah|gula merah]] di dalam dan gurih kelapa di luar. Kue ini dikenal karena kesederhanaan bahan namun memiliki cita rasa mewah, sering kali disajikan hangat atau suhu ruang.Sejarah dan FilosofiMasyarakat Bugis memaknai Onde-onde Tawaro lebih dari sekadar makanan ringan. Bahan utamanya, yaitu tepung (sagu/beras), gula merah, dan kelapa, memiliki makna filosofis: tepung dimaknai sebagai kelembutan, gula merah disimbolkan sebagai kesukaan atau cinta, dan kelapa sebagai kenikmatan. Bentuk bulat dari Onde-onde Tawaro menggambarkan persatuan, keutuhan, dan keharmonisan keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara MengolahMengolah Onde-onde Tawaro tergolong mudah dan sederhana:Persiapan Kelapa: Parut kelapa muda, campur dengan sedikit garam dan daun pandan, lalu kukus selama kurang lebih 10 menit agar tidak cepat basi.Pembuatan Kuah Gula: Rebus gula merah bersama air, gula pasir, dan daun pandan hingga gula larut, lalu saring.Pembuatan Adonan: Campurkan tepung sagu kering dengan air hingga rata.Memasak: Saring air gula merah ke dalam wajan. Masukkan larutan tepung sagu, lalu masak dengan api sedang cenderung kecil sambil terus diaduk hingga adonan mengental, berubah warna menjadi cokelat tua, dan matang.Penyajian: Sendok adonan yang masih panas, bulatkan, dan gulingkan di atas parutan kelapa kukus hingga rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Kandungan NutrisiSebagai sumber karbohidrat, Onde-onde Tawaro memberikan energi instan, terutama dari gula merah dan tepung sagu. Parutan kelapa memberikan asupan lemak nabati dan serat. Meskipun belum ada rincian gizi spesifik untuk versi ini, camilan tradisional berbasis sagu dan gula merah umumnya tinggi kalori, karbohidrat, dan protein yang berasal dari bahan alaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
BASAibu Wiki. (n.d.). Onde-onde. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://basasulselwiki.org/Literature_onde_-_onde&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RRI.co.id. (2025, Oktober 1). Onde-onde, Nikmat dan Sarat Makna. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://rri.co.id/mamuju/kuliner/1874705/onde-onde-nikmat-dan-sarat-makna&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
YouTube. (2025, November 20). Ongol-ongol or onde-onde tawaro name in my village. [Video]. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://m.youtube.com/shorts/SOPCBU06Po4&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gore_gore_daging&amp;diff=4668</id>
		<title>Gore gore daging</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gore_gore_daging&amp;diff=4668"/>
		<updated>2026-05-20T06:24:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Gore gore daging Gore-gore daging adalah salah satu kuliner tradisional yang sangat populer di kalangan masyarakat Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Hidangan ini sering kali menjadi menu andalan dalam acara-acara hajatan, pernikahan, hingga perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Adha. Hidangan ini mencerminkan teknik memasak tradisional yang memanfaatkan bahan-bahan segar, di mana daging direbus terlebi...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gore gore daging.jpg|al=Gore gore daging|jmpl|Gore gore daging]]&lt;br /&gt;
Gore-gore daging adalah salah satu kuliner tradisional yang sangat populer di kalangan masyarakat Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Hidangan ini sering kali menjadi menu andalan dalam acara-acara hajatan, pernikahan, hingga perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Adha. Hidangan ini mencerminkan teknik memasak tradisional yang memanfaatkan bahan-bahan segar, di mana daging direbus terlebih dahulu hingga menyusut airnya sebelum ditumis, menghasilkan aroma rempah yang kuat. Secara sekilas, gore-gore memiliki kemiripan dengan sambal goreng daging, namun memiliki karakteristik rempah yang khas.Sejarah dan Deskripsi &amp;quot;Dikenal Karena Apa&amp;quot;Gore-gore dikenal karena rasa gurih-pedasnya yang mantap dan tekstur daging yang empuk, meskipun diolah tanpa menggunakan santan. Asal-usul hidangan ini berakar pada teknik pengawetan dan pengolahan daging tradisional suku Bugis yang mengandalkan rempah-rempah kuat untuk memberikan aroma wangi dan rasa lezat. Hidangan ini juga menonjol karena penggunaan campuran bahan pelengkap seperti ubi jalar serut goreng atau [[kentang]] goreng yang dicampur langsung dengan daging, memberikan tekstur renyah di antara kelembutan daging. Disebut &amp;quot;Gore-gore&amp;quot; karena proses akhirnya yang melibatkan penumisan daging hingga kering dalam minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara Mengolah Gore-Gore DagingProses pembuatan gore-gore daging memerlukan kesabaran untuk memastikan bumbu meresap sempurna. Berikut adalah tahapan umumnya:Persiapan Daging: Daging sapi (umumnya khas dalam) dipotong memanjang atau dadu sesuai selera.Perebusan: Daging direbus bersama air asam jawa, gula merah, serai, daun salam, dan garam hingga empuk dan air rebusan menyusut.Bumbu Halus: Bumbu yang dihaluskan meliputi bawang merah, bawang putih, [[lengkuas]], cabai merah besar, jintan, ketumbar, merica, [[pala]], dan [[jahe]].Penumisan: Bumbu halus ditumis hingga harum dan matang. Daging yang sudah empuk kemudian dimasukkan, diaduk rata hingga bumbu menyusut dan minyaknya naik.Penyelesaian: Tambahkan ubi jalar serut yang sudah digoreng kering atau kentang goreng, serta kacang tanah goreng (opsional) untuk menambah tekstur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Kandungan NutrisiGore-gore daging sapi kaya akan protein hewani yang penting untuk pembangunan jaringan tubuh. Daging sapi juga merupakan sumber zat besi, seng (zinc), dan vitamin B12 yang tinggi. Penggunaan rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, dan serai memberikan manfaat antibakteri dan membantu pencernaan. Ubi jalar atau kentang yang dicampurkan memberikan karbohidrat kompleks, sementara penggunaan gula merah memberikan energi instan. Meskipun lezat, hidangan ini cukup tinggi kalori karena proses penggorengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
https://cookpad.com/id/resep/24809913&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
https://www.fadagi.com/goreng-goreng-daging-khas-bugis/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
https://www.lemon8-app.com/@nurulhikma224/7513443658453041684?region=id&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Gore_gore_daging.jpg&amp;diff=4654</id>
		<title>Berkas:Gore gore daging.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Gore_gore_daging.jpg&amp;diff=4654"/>
		<updated>2026-05-20T06:19:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Gore gore daging&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Onde_onde_tawaro&amp;diff=4642</id>
		<title>Onde onde tawaro</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Onde_onde_tawaro&amp;diff=4642"/>
		<updated>2026-05-20T06:14:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Deskripsi == Onde-onde Tawaro, atau sering juga disebut Ongol-ongol Sagu, adalah salah satu penganan tradisional khas Bugis-Makassar yang sarat akan nilai budaya dan sejarah, berbeda dengan onde-onde Jawa yang berwijen. Kue ini sudah ada sejak abad ke-13 dan kerap disajikan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, syukuran, atau penyambutan tamu istimewa, menjadikannya warisan kuliner yang dihormati. Onde-onde ini merupakan bagian dari Deppa Pitue (tujuh...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Onde-onde Tawaro, atau sering juga disebut Ongol-ongol [[Sagu]], adalah salah satu penganan tradisional khas Bugis-Makassar yang sarat akan nilai budaya dan sejarah, berbeda dengan onde-onde Jawa yang berwijen. Kue ini sudah ada sejak abad ke-13 dan kerap disajikan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, syukuran, atau penyambutan tamu istimewa, menjadikannya warisan kuliner yang dihormati. Onde-onde ini merupakan bagian dari Deppa Pitue (tujuh rupa kue) dalam naskah sejarah Bugis-Makassar.Deskripsi dan KeunikanBerbeda dengan onde-onde pada umumnya yang digoreng dan berisi [[kacang hijau]], Onde-onde Tawaro berbahan dasar tepung sagu atau tepung [[beras]] yang dimasak, menghasilkan tekstur yang kenyal namun lembut. Bentuknya bulat-bulat kecil, serupa dengan [[klepon]], namun disajikan dengan baluran [[kelapa]] parut muda yang dikukus dengan sedikit garam, menciptakan perpaduan rasa manis legit dari gula merah di dalam dan gurih kelapa di luar. Kue ini dikenal karena kesederhanaan bahan namun memiliki cita rasa mewah, sering kali disajikan hangat atau suhu ruang.Sejarah dan FilosofiMasyarakat Bugis memaknai Onde-onde Tawaro lebih dari sekadar makanan ringan. Bahan utamanya, yaitu tepung (sagu/beras), gula merah, dan kelapa, memiliki makna filosofis: tepung dimaknai sebagai kelembutan, gula merah disimbolkan sebagai kesukaan atau cinta, dan kelapa sebagai kenikmatan. Bentuk bulat dari Onde-onde Tawaro menggambarkan persatuan, keutuhan, dan keharmonisan keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara MengolahMengolah Onde-onde Tawaro tergolong mudah dan sederhana:Persiapan Kelapa: Parut kelapa muda, campur dengan sedikit garam dan daun pandan, lalu kukus selama kurang lebih 10 menit agar tidak cepat basi.Pembuatan Kuah Gula: Rebus gula merah bersama air, gula pasir, dan daun pandan hingga gula larut, lalu saring.Pembuatan Adonan: Campurkan tepung sagu kering dengan air hingga rata.Memasak: Saring air gula merah ke dalam wajan. Masukkan larutan tepung sagu, lalu masak dengan api sedang cenderung kecil sambil terus diaduk hingga adonan mengental, berubah warna menjadi cokelat tua, dan matang.Penyajian: Sendok adonan yang masih panas, bulatkan, dan gulingkan di atas parutan kelapa kukus hingga rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Kandungan NutrisiSebagai sumber karbohidrat, Onde-onde Tawaro memberikan energi instan, terutama dari gula merah dan tepung sagu. Parutan kelapa memberikan asupan lemak nabati dan serat. Meskipun belum ada rincian gizi spesifik untuk versi ini, camilan tradisional berbasis sagu dan gula merah umumnya tinggi kalori, karbohidrat, dan protein yang berasal dari bahan alaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
BASAibu Wiki. (n.d.). Onde-onde. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://basasulselwiki.org/Literature_onde_-_onde&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RRI.co.id. (2025, Oktober 1). Onde-onde, Nikmat dan Sarat Makna. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://rri.co.id/mamuju/kuliner/1874705/onde-onde-nikmat-dan-sarat-makna&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Berkas:Onde onde Tawaro.jpg|al=Onde Onde Tawaro|jmpl|Onde onde Tawaro]]&lt;br /&gt;
YouTube. (2025, November 20). Ongol-ongol or onde-onde tawaro name in my village. [Video]. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://m.youtube.com/shorts/SOPCBU06Po4&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Onde_onde_Tawaro.jpg&amp;diff=4638</id>
		<title>Berkas:Onde onde Tawaro.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Onde_onde_Tawaro.jpg&amp;diff=4638"/>
		<updated>2026-05-20T06:13:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Onde onde Tawaro&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bale_Tempa&amp;diff=4632</id>
		<title>Bale Tempa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bale_Tempa&amp;diff=4632"/>
		<updated>2026-05-20T06:05:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Deskripsi == Bale Tempa, atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan Tempa-tempa atau Tumpi-tumpi, merupakan salah satu makanan khas suku Bugis, Sulawesi Selatan, yang kembali mencuat popularitasnya di era modern. Kuliner ini merupakan wujud kreativitas masyarakat Bugis dalam mengolah hasil laut, khususnya ikan, menjadi hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nilai budaya. Seringkali, bale tempa disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat, n...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Bale Tempa, atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan Tempa-tempa atau Tumpi-tumpi, merupakan salah satu makanan khas suku Bugis, Sulawesi Selatan, yang kembali mencuat popularitasnya di era modern. Kuliner ini merupakan wujud kreativitas masyarakat Bugis dalam mengolah hasil laut, khususnya ikan, menjadi hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nilai budaya. Seringkali, bale tempa disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat, namun teksturnya yang padat dan gurih membuatnya juga nikmat disantap sebagai camilan.Sejarah dan Deskripsi TambahanSecara historis, tempa-tempa atau bale buta adalah makanan yang sangat erat kaitannya dengan tradisi perayaan dalam masyarakat Bugis. Hidangan ini umumnya muncul sebagai sajian wajib dalam acara-acara adat, seperti aqiqahan, syukuran, atau khatam Al-Qur&#039;an. Nama &amp;quot;[[Bale Buta]]&amp;quot; secara harfiah berarti &amp;quot;ikan buta&amp;quot; dalam bahasa Bugis, sering juga disebut tompi-tompi. Dahulu, makanan ini sering dijumpai sehari-hari, kemudian sempat jarang ditemui, dan kini mulai dipopulerkan kembali karena kerinduan akan cita rasa tradisional.Tempa-tempa dikenal karena cita rasanya yang sangat gurih, lezat, dan teksturnya yang padat namun lembut saat dikunyah. Salah satu keunikan yang membuatnya istimewa adalah penggunaan [[kelapa]] parut sangrai (serundeng) sebagai campuran adonan, yang memberikan aroma khas dan rasa creamy yang khas, berbeda dengan [[otak-otak]] pada umumnya. Bale tempa memiliki bentuk khas, biasanya dicetak segitiga atau jajar genjang, dan digoreng hingga berwarna kecokelatan, menjadikannya lauk yang kaya rasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara Mengolah Bale TempaProses pengolahan tempa-tempa memerlukan ketelitian, namun bahan-bahannya relatif sederhana.Persiapan Ikan: Ikan, umumnya ikan Katombo (ikan pelagis kecil) atau tuna/cakalang, dikukus terlebih dahulu, kemudian dipisahkan dari tulang dan durinya. Daging ikan kemudian dihaluskan.Campuran Kelapa: Kelapa parut disangrai tanpa minyak hingga harum dan berwarna kuning kecokelatan.Pembuatan Adonan: Daging ikan halus dicampur dengan kelapa sangrai, bawang merah, bawang putih, [[jahe]], [[kunyit]] bubuk, dan merica yang telah dihaluskan. Untuk menambah kepadatan, terkadang ditambahkan [[singkong]] parut atau sedikit tepung.Pencetakan dan Penggorengan: Adonan yang sudah rata dibentuk segitiga, biasanya dengan bantuan daun pisang. Adonan kemudian dicelupkan ke dalam kocokan telur (opsional) sebelum digoreng dalam minyak panas hingga berwarna coklat keemasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Kandungan NutrisiBale tempa adalah sumber protein hewani yang sangat baik karena bahan utamanya adalah daging ikan. Penggunaan kelapa parut memberikan tambahan lemak sehat dan serat. Berdasarkan bahan-bahannya, hidangan ini kaya akan omega-3 dari ikan, yang berperan penting dalam kesehatan jantung. Rempah-rempah seperti kunyit dan jahe memberikan sifat antioksidan. Selain itu, tempa-tempa menyediakan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
Lemon8. (2024, Januari 9). Tempa-tempa, makanan khas Bugis yang kini kembali populer. Lemon8-App.com. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.lemon8-app.com/rhanycosmos42/7322244600062640641?region=id&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nusantara Food Biodiversity. (2026, Januari 4). Tempa-tempa - Bale Buta. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://nusantarafoodbiodiversity.org/data/mh3pwdmqregfjj4&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Berkas:Bale Tempa .jpg|al=Bale Tempa|jmpl|Bale Tempa]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Bale_Tempa_.jpg&amp;diff=4629</id>
		<title>Berkas:Bale Tempa .jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Bale_Tempa_.jpg&amp;diff=4629"/>
		<updated>2026-05-20T06:05:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Vibiantika: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bale Tempa&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Vibiantika</name></author>
	</entry>
</feed>