<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Sri.AdeUtami</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Sri.AdeUtami"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Sri.AdeUtami"/>
	<updated>2026-05-25T21:11:52Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Juku_mairo&amp;diff=4672</id>
		<title>Juku mairo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Juku_mairo&amp;diff=4672"/>
		<updated>2026-05-20T06:25:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Juku mairo .jpg|jmpl|Juku mairo ]]&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Sejak zaman dulu, masyarakat pesisir di Sulawesi, khususnya etnis Bugis–Makassar, telah mengembangkan berbagai olahan ikan laut sebagai sumber pangan pokok. Salah satu bentuk pangan olahan yang berasal dari juku mairo (ikan teri laut) adalah tumpi‑tumpi ikan mairo, semacam gorengan atau pastel kecil yang diolah dari ikan teri yang dicampur [[kelapa]] parut dan bumbu rempah. Olahan ini tumbuh dari latar belakang ekonomi rakyat pesisir yang memanfaatkan bahan lokal yang melimpah, murah, dan mudah disimpan, sekaligus menjadi bagian dari tradisi kuliner saat bulan Ramadhan dan berbagai acara adat seperti maulid, khitanan, dan pernikahan. Sejarah keberadaannya mungkin tidak tertulis secara resmi, tetapi kuat terbenam dalam tradisi lisan dan praktik memasak turun‑temurun di rumah‑rumah warga pesisir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Tumpi‑tumpi ikan mairo dikenal karena rasanya yang gurih, lembut, dan khas, dengan aroma khas rempah dan kelapa yang meresap hingga ke dalam adonan. Makanan ini juga populer sebagai menu sahur yang praktis tapi cukup mengenyangkan, sehingga bagi banyak keluarga Bugis–Makassar, sahur terasa “kurang lengkap” tanpa kehadiran tumpi‑tumpi ikan mairo di atas meja. Bentuknya yang kecil, segitiga atau bulat, dan biasanya dibungkus dengan daun pisang membuatnya mudah dipegang dan dibawa, sehingga selain sebagai hidangan keluarga, tumpi‑tumpi sering juga menjadi camilan atau oleh‑oleh khas dari daerah pesisir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara mengolah tumpi‑tumpi ikan mairo dimulai dari pemilihan bahan juku mairo yang segar, lalu dicuci bersih dan direbus bersama air, sedikit air asam, [[kunyit]], garam, dan sedikit gula hingga air menyusut dan mengering. Setelah itu, ikan teri dihaluskan dengan cara diulek bersama bumbu halus yang terdiri dari [[Bawang Merah|bawang merah]], bawang putih, merica, dan garam. Selanjutnya, kelapa parut dicampurkan ke dalam adonan ikan teri, lalu seluruh campuran diuleni rata hingga konsistensinya kental dan mudah dibentuk. Telur ditambahkan sebagai pengikat agar adonan lebih padat dan tidak mudah hancur saat digoreng. Adonan kemudian dibentuk segitiga atau bulat dengan bantuan daun pisang, dipadatkan, lalu digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan dan teksturnya renyah di luar namun tetap lembut di dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Kandungan nutrisi, juku mairo sebagai ikan teri laut merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi, sekaligus mengandung mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, yang baik untuk pertumbuhan tulang, pembentukan sel darah, dan menjaga daya tahan tubuh. Ketika dikombinasikan dengan kelapa parut, makanan ini juga mendapatkan tambahan lemak nabati sehat, serat, serta energi yang cukup tinggi dari minyak goreng, sehingga membuat tumpi‑tumpi ikan mairo menjadi camilan yang cukup mengenyangkan, meskipun konsumsinya perlu diimbangi dengan sayuran dan minum air putih agar tidak berlebihan kalori maupun lemak. Namun, karena dimasak dengan cara menggoreng, kadar lemak dan kalori dapat meningkat apabila digoreng terlalu lama atau dalam minyak yang sudah terlalu sering dipakai.&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
Referensi utama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(sejarah, bentuk, dan cara pembuatan): &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hidangan Tradisi Sahur Orang Bugis Makassar: Tumpi‑tumpi Ikan Mairo – ETTAPEDIA](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://ettapedia.org/kolom/kuliner-khas/hidangan-tradisi-sahur-orang-bugis-makassar-tumpi-tumpi-ikan-mairo/13/04/2022/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;) [ettapedia](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://ettapedia.org/kolom/kuliner-khas/hidangan-tradisi-sahur-orang-bugis-makassar-tumpi-tumpi-ikan-mairo/13/04/2022/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_pirex&amp;diff=4667</id>
		<title>Kue pirex</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_pirex&amp;diff=4667"/>
		<updated>2026-05-20T06:23:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kue Pirex.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Kue Pirex dikenal karena teksturnya yang lembut dan tampilannya yang berlapis-lapis, seringkali memadukan lapisan rasa cokelat, susu, atau varian rasa buah seperti es doger dan [[kelapa]] muda. Hidangan ini memiliki ciri khas berupa konsistensi yang sangat lembut di mulut, berbeda dengan puding [[agar-agar]] biasa, karena penggunaan campuran kuning telur dan susu kental manis yang memberikan cita rasa *creamy* dan gurih. Keunggulan utama dari Kue Pirex terletak pada kelembutannya yang seimbang dengan rasa manis legit, serta penyajiannya yang tetap berada dalam wadah kaca bening sehingga visualisasi lapisannya terlihat sangat menggugah selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Kue Pirex merupakan kuliner puding lapis yang sangat populer di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar. Nama &amp;quot;Pirex&amp;quot; sendiri diambil dari wadah kaca tahan panas yang digunakan untuk mencetak dan menyajikan kue ini, yang perlahan-lahan menjadi sebutan untuk jenis hidangan puding tersebut. Meskipun bukan makanan kuno dari era kerajaan, popularitas Kue Pirex tumbuh seiring dengan tradisi perjamuan di Makassar, di mana puding ini menjadi hidangan wajib dalam berbagai acara besar seperti pernikahan, acara khitanan, hingga perayaan hari raya keluarga. Kehadirannya melambangkan keramah-tamahan masyarakat setempat yang gemar menyajikan hidangan penutup yang mewah namun dibuat dengan sentuhan rumahan yang hangat.&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Proses pembuatan Kue Pirex dimulai dengan mengocok kuning telur dan mencampurkannya dengan susu kental manis serta air hingga homogen. Tambahkan larutan tepung maizena ke dalam adonan untuk memberikan tekstur yang lebih padat namun tetap halus saat dimasak. Untuk varian cokelat, tambahkan Dark Cooking Chocolate (DCC) dan mentega ke dalam adonan, kemudian masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih agar adonan tidak menggumpal. Setelah matang, tuangkan adonan ke dalam wadah kaca (pirex) hingga setengah bagian, lalu diamkan hingga mengeras. Ulangi langkah tersebut untuk menciptakan lapisan berikutnya dengan rasa atau warna yang berbeda agar tampilan akhir terlihat cantik dan profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Sebagai makanan penutup, Kue Pirex mengandung energi yang berasal dari karbohidrat dalam susu dan tepung maizena, serta lemak dan protein yang diperoleh dari kuning telur. Telur memberikan kontribusi berupa asam amino esensial, vitamin A, D, dan kolin yang penting bagi fungsi otak dan kesehatan tubuh. Meskipun memiliki kadar gula yang cukup tinggi karena penggunaan susu kental manis, porsi yang disajikan dalam acara keluarga biasanya bersifat moderat. Penggunaan bahan berkualitas tinggi dalam adonan dapat meningkatkan nilai gizi secara keseluruhan, namun disarankan untuk tetap memperhatikan konsumsi gula harian bagi mereka yang memiliki pantangan kesehatan tertentu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber Referensi ==&lt;br /&gt;
- Budaya Indonesia: *Kue Pudding Pirex Coklat*. [budaya-indonesia](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://budaya-indonesia.org/Kue-Pudding-Pirex-Coklat-Makassar-Sulawesi-Selatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Facebook: *Kue pirex es doger kelapa muda*. [facebook](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.facebook.com/widya.yanti.129/videos/kue-pirex-es-doger-kelapa-muda-adalah-puding-lapis-khas-makassarbugis-yang-biasa/1626558475425839/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- TikTok: *Resep Kue Puding Pirex*. [tiktok](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.tiktok.com/@nazihahazkadina/video/7236262828837965062&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Bolu_Gulung&amp;diff=4663</id>
		<title>Kue Bolu Gulung</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Bolu_Gulung&amp;diff=4663"/>
		<updated>2026-05-20T06:21:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;jmpl  == Deskripsi == Bolu gulung dikenal karena teksturnya yang sangat halus, ringan, dan lentur, yang memungkinkannya digulung tanpa pecah setelah diberikan isian. Kue ini populer karena kelembutannya yang memanjakan lidah, terutama ketika dipadukan dengan berbagai isian seperti buttercream lembut, selai nanas, cokelat moka, atau pandan yang harum. Selain estetika visual yang cantik dengan pola spiral saat diiris, bolu gulung ser...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kue Bolu Gulung .jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Bolu gulung dikenal karena teksturnya yang sangat halus, ringan, dan lentur, yang memungkinkannya digulung tanpa pecah setelah diberikan isian. Kue ini populer karena kelembutannya yang memanjakan lidah, terutama ketika dipadukan dengan berbagai isian seperti buttercream lembut, selai [[nanas]], cokelat moka, atau pandan yang harum. Selain estetika visual yang cantik dengan pola spiral saat diiris, bolu gulung sering menjadi sajian wajib dalam perayaan hari besar keagamaan atau sebagai buah tangan khas daerah yang prestisius. Keistimewaannya terletak pada keseimbangan rasa manis yang pas dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan bahan-bahan lokal yang melimpah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Bolu gulung atau Swiss roll merupakan variasi kue bolu klasik yang jejak sejarahnya dapat ditarik kembali hingga abad ke-19 di Austria. Kue ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Indonesia, yang masuk melalui pengaruh kebudayaan Eropa selama era kolonial Belanda. Di Nusantara, bolu gulung mengalami transformasi yang signifikan, di mana para pembuat kue lokal mengadopsi teknik panggang Eropa namun memadukannya dengan bahan serta cita rasa khas tropis. Seiring waktu, hidangan ini bertransformasi menjadi oleh-oleh legendaris di berbagai daerah, seperti Bolu Meranti di Medan yang menjadi simbol keberhasilan adaptasi kuliner lokal. Transformasi ini menunjukkan bagaimana bolu gulung mampu diterima secara luas dan menjadi bagian integral dari tradisi kue di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Pembuatan bolu gulung dimulai dengan mengocok telur bersama gula pasir dan pengembang (seperti SP) hingga adonan mengembang kaku dan berwarna putih pucat. Selanjutnya, masukkan tepung terigu dan maizena secara bertahap sambil diayak, lalu aduk lipat perlahan agar udara tidak keluar dan tekstur tetap ringan. Tambahkan margarin cair atau mentega untuk memberikan kelembapan, kemudian tuangkan ke dalam loyang datar yang telah dialasi kertas roti. Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat Celsius selama 15-20 menit hingga matang merata. Setelah matang, keluarkan bolu dari loyang dan biarkan dingin sejenak sebelum diolesi isian. Gulung bolu dengan perlahan dan rapat menggunakan bantuan kertas roti, lalu dinginkan di dalam kulkas agar bentuknya lebih kokoh sebelum dipotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Sebagai produk berbasis tepung dan telur, bolu gulung mengandung makronutrien utama berupa karbohidrat dan protein. Kadar protein dalam bolu gulung dapat bervariasi tergantung pada formulasi bahan, di mana penambahan bahan seperti kacang-kacangan atau tepung lokal lainnya dapat meningkatkan kandungan protein secara signifikan. Karbohidrat dalam kue ini memberikan sumber energi cepat, sedangkan kandungan lemak yang berasal dari margarin atau mentega memberikan tekstur moist. Meskipun secara alami mengandung gula dan lemak, konsumsi bolu gulung dalam jumlah moderat dapat melengkapi asupan energi harian, terutama jika diformulasikan dengan bahan-bahan pendukung yang lebih sehat dan bernutrisi tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber Referensi ==&lt;br /&gt;
- Jnews: *Bolu Meranti: Sejarah dan Perbedaannya*. [jnewsonline](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jnewsonline.com/bolu-meranti/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Liputan6: *6 Resep Bolu Gulung Spesial*. [liputan6](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.liputan6.com/islami/read/5568587/6-resep-bolu-gulung-spesial-sajian-lembut-dan-lezat&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Neliti: *Pengaruh Substitusi Tepung Kacang Merah pada Bolu*. [media.neliti](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://media.neliti.com/media/publications/74333-ID-pengaruh-substitusi-tepung-kacang-merah.pdf&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Wikibuku: *Resep Bolu Gulung*. [id.wikibooks](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://id.wikibooks.org/wiki/Resep:Bolu_gulung&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Bolu_Gulung_.jpg&amp;diff=4657</id>
		<title>Berkas:Kue Bolu Gulung .jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Bolu_Gulung_.jpg&amp;diff=4657"/>
		<updated>2026-05-20T06:19:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue Bolu Gulung&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_pirex&amp;diff=4647</id>
		<title>Kue pirex</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_pirex&amp;diff=4647"/>
		<updated>2026-05-20T06:14:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Deskripsi == Kue Pirex dikenal karena teksturnya yang lembut dan tampilannya yang berlapis-lapis, seringkali memadukan lapisan rasa cokelat, susu, atau varian rasa buah seperti es doger dan kelapa muda. Hidangan ini memiliki ciri khas berupa konsistensi yang sangat lembut di mulut, berbeda dengan puding agar-agar biasa, karena penggunaan campuran kuning telur dan susu kental manis yang memberikan cita rasa *creamy* dan gurih. Keunggulan utama dari Kue Pirex te...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Kue Pirex dikenal karena teksturnya yang lembut dan tampilannya yang berlapis-lapis, seringkali memadukan lapisan rasa cokelat, susu, atau varian rasa buah seperti es doger dan [[kelapa]] muda. Hidangan ini memiliki ciri khas berupa konsistensi yang sangat lembut di mulut, berbeda dengan puding [[agar-agar]] biasa, karena penggunaan campuran kuning telur dan susu kental manis yang memberikan cita rasa *creamy* dan gurih. Keunggulan utama dari Kue Pirex terletak pada kelembutannya yang seimbang dengan rasa manis legit, serta penyajiannya yang tetap berada dalam wadah kaca bening sehingga visualisasi lapisannya terlihat sangat menggugah selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Kue Pirex merupakan kuliner puding lapis yang sangat populer di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar. Nama &amp;quot;Pirex&amp;quot; sendiri diambil dari wadah kaca tahan panas yang digunakan untuk mencetak dan menyajikan kue ini, yang perlahan-lahan menjadi sebutan untuk jenis hidangan puding tersebut. Meskipun bukan makanan kuno dari era kerajaan, popularitas Kue Pirex tumbuh seiring dengan tradisi perjamuan di Makassar, di mana puding ini menjadi hidangan wajib dalam berbagai acara besar seperti pernikahan, acara khitanan, hingga perayaan hari raya keluarga. Kehadirannya melambangkan keramah-tamahan masyarakat setempat yang gemar menyajikan hidangan penutup yang mewah namun dibuat dengan sentuhan rumahan yang hangat.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Kue Pirex.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Proses pembuatan Kue Pirex dimulai dengan mengocok kuning telur dan mencampurkannya dengan susu kental manis serta air hingga homogen. Tambahkan larutan tepung maizena ke dalam adonan untuk memberikan tekstur yang lebih padat namun tetap halus saat dimasak. Untuk varian cokelat, tambahkan Dark Cooking Chocolate (DCC) dan mentega ke dalam adonan, kemudian masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih agar adonan tidak menggumpal. Setelah matang, tuangkan adonan ke dalam wadah kaca (pirex) hingga setengah bagian, lalu diamkan hingga mengeras. Ulangi langkah tersebut untuk menciptakan lapisan berikutnya dengan rasa atau warna yang berbeda agar tampilan akhir terlihat cantik dan profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Sebagai makanan penutup, Kue Pirex mengandung energi yang berasal dari karbohidrat dalam susu dan tepung maizena, serta lemak dan protein yang diperoleh dari kuning telur. Telur memberikan kontribusi berupa asam amino esensial, vitamin A, D, dan kolin yang penting bagi fungsi otak dan kesehatan tubuh. Meskipun memiliki kadar gula yang cukup tinggi karena penggunaan susu kental manis, porsi yang disajikan dalam acara keluarga biasanya bersifat moderat. Penggunaan bahan berkualitas tinggi dalam adonan dapat meningkatkan nilai gizi secara keseluruhan, namun disarankan untuk tetap memperhatikan konsumsi gula harian bagi mereka yang memiliki pantangan kesehatan tertentu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber Referensi ==&lt;br /&gt;
- Budaya Indonesia: *Kue Pudding Pirex Coklat*. [budaya-indonesia](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://budaya-indonesia.org/Kue-Pudding-Pirex-Coklat-Makassar-Sulawesi-Selatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Facebook: *Kue pirex es doger kelapa muda*. [facebook](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.facebook.com/widya.yanti.129/videos/kue-pirex-es-doger-kelapa-muda-adalah-puding-lapis-khas-makassarbugis-yang-biasa/1626558475425839/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- TikTok: *Resep Kue Puding Pirex*. [tiktok](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.tiktok.com/@nazihahazkadina/video/7236262828837965062&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Pirex.jpg&amp;diff=4641</id>
		<title>Berkas:Kue Pirex.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Pirex.jpg&amp;diff=4641"/>
		<updated>2026-05-20T06:13:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue pirex&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Juku_mairo&amp;diff=4627</id>
		<title>Juku mairo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Juku_mairo&amp;diff=4627"/>
		<updated>2026-05-20T06:04:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Deskripsi == Sejak zaman dulu, masyarakat pesisir di Sulawesi, khususnya etnis Bugis–Makassar, telah mengembangkan berbagai olahan ikan laut sebagai sumber pangan pokok. Salah satu bentuk pangan olahan yang berasal dari juku mairo (ikan teri laut) adalah tumpi‑tumpi ikan mairo, semacam gorengan atau pastel kecil yang diolah dari ikan teri yang dicampur kelapa parut dan bumbu rempah. Olahan ini tumbuh dari latar belakang ekonomi rakyat pesisir yang memanfaa...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Sejak zaman dulu, masyarakat pesisir di Sulawesi, khususnya etnis Bugis–Makassar, telah mengembangkan berbagai olahan ikan laut sebagai sumber pangan pokok. Salah satu bentuk pangan olahan yang berasal dari juku mairo (ikan teri laut) adalah tumpi‑tumpi ikan mairo, semacam gorengan atau pastel kecil yang diolah dari ikan teri yang dicampur [[kelapa]] parut dan bumbu rempah. Olahan ini tumbuh dari latar belakang ekonomi rakyat pesisir yang memanfaatkan bahan lokal yang melimpah, murah, dan mudah disimpan, sekaligus menjadi bagian dari tradisi kuliner saat bulan Ramadhan dan berbagai acara adat seperti maulid, khitanan, dan pernikahan. Sejarah keberadaannya mungkin tidak tertulis secara resmi, tetapi kuat terbenam dalam tradisi lisan dan praktik memasak turun‑temurun di rumah‑rumah warga pesisir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Tumpi‑tumpi ikan mairo dikenal karena rasanya yang gurih, lembut, dan khas, dengan aroma khas rempah dan kelapa yang meresap hingga ke dalam adonan. Makanan ini juga populer sebagai menu sahur yang praktis tapi cukup mengenyangkan, sehingga bagi banyak keluarga Bugis–Makassar, sahur terasa “kurang lengkap” tanpa kehadiran tumpi‑tumpi ikan mairo di atas meja. Bentuknya yang kecil, segitiga atau bulat, dan biasanya dibungkus dengan daun pisang membuatnya mudah dipegang dan dibawa, sehingga selain sebagai hidangan keluarga, tumpi‑tumpi sering juga menjadi camilan atau oleh‑oleh khas dari daerah pesisir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara mengolah tumpi‑tumpi ikan mairo dimulai dari pemilihan bahan juku mairo yang segar, lalu dicuci bersih dan direbus bersama air, sedikit air asam, [[kunyit]], garam, dan sedikit gula hingga air menyusut dan mengering. Setelah itu, ikan teri dihaluskan dengan cara diulek bersama bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, merica, dan garam. Selanjutnya, kelapa parut dicampurkan ke dalam adonan ikan teri, lalu seluruh campuran diuleni rata hingga konsistensinya kental dan mudah dibentuk. Telur ditambahkan sebagai pengikat agar adonan lebih padat dan tidak mudah hancur saat digoreng. Adonan kemudian dibentuk segitiga atau bulat dengan bantuan daun pisang, dipadatkan, lalu digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan dan teksturnya renyah di luar namun tetap lembut di dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Kandungan nutrisi, juku mairo sebagai ikan teri laut merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi, sekaligus mengandung mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, yang baik untuk pertumbuhan tulang, pembentukan sel darah, dan menjaga daya tahan tubuh. Ketika dikombinasikan dengan kelapa parut, makanan ini juga mendapatkan tambahan lemak nabati sehat, serat, serta energi yang cukup tinggi dari minyak goreng, sehingga membuat tumpi‑tumpi ikan mairo menjadi camilan yang cukup mengenyangkan, meskipun konsumsinya perlu diimbangi dengan sayuran dan minum air putih agar tidak berlebihan kalori maupun lemak. Namun, karena dimasak dengan cara menggoreng, kadar lemak dan kalori dapat meningkat apabila digoreng terlalu lama atau dalam minyak yang sudah terlalu sering dipakai.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Juku mairo .jpg|jmpl|Juku mairo ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
Referensi utama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(sejarah, bentuk, dan cara pembuatan): &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hidangan Tradisi Sahur Orang Bugis Makassar: Tumpi‑tumpi Ikan Mairo – ETTAPEDIA](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://ettapedia.org/kolom/kuliner-khas/hidangan-tradisi-sahur-orang-bugis-makassar-tumpi-tumpi-ikan-mairo/13/04/2022/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;) [ettapedia](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://ettapedia.org/kolom/kuliner-khas/hidangan-tradisi-sahur-orang-bugis-makassar-tumpi-tumpi-ikan-mairo/13/04/2022/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Juku_mairo_.jpg&amp;diff=4625</id>
		<title>Berkas:Juku mairo .jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Juku_mairo_.jpg&amp;diff=4625"/>
		<updated>2026-05-20T06:03:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Sri.AdeUtami: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Juku mairo&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Sri.AdeUtami</name></author>
	</entry>
</feed>