<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Rianti</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Rianti"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Rianti"/>
	<updated>2026-05-25T21:11:51Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ilasa&amp;diff=4732</id>
		<title>Ilasa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ilasa&amp;diff=4732"/>
		<updated>2026-05-21T09:37:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Rianti: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Sejarah == ilasa Ilasa adalah kuliner tradisional yang berasal dari Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Makanan ini lahir dari kearifan lokal masyarakat pesisir yang memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di sekitarnya, terutama ikan laut, kelapa, dan air laut yang bersih. Sejak lama, Ilasa menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari serta acara-acara adat...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Ilasa.jpg|al=Ilasa|jmpl|ilasa]]&lt;br /&gt;
Ilasa adalah kuliner tradisional yang berasal dari Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Makanan ini lahir dari kearifan lokal masyarakat pesisir yang memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di sekitarnya, terutama ikan laut, [[kelapa]], dan air laut yang bersih. Sejak lama, Ilasa menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari serta acara-acara adat dan sosial, diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk pelestarian budaya kuliner setempat. Selain itu, keberadaan Ilasa juga erat kaitannya dengan nilai konservasi, karena warga setempat selalu menjaga kebersihan lingkungan laut agar bahan baku yang digunakan tetap aman dan berkualitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikenal Karena Apa Ilasa dikenal sebagai hidangan yang unik dan khas karena penggunaan air laut mentah sebagai salah satu bahan utamanya, yang dicampur dengan santan kelapa muda. Ia terkenal dengan perpaduan rasa gurih alami dari air laut, manis segar dari santan, dan aroma harum dari ikan yang dibakar. Tekstur ikan yang lembut dan empuk berpadu dengan kuah santan yang kental namun ringan, menjadikan makanan ini sangat menggugah selera. Selain itu, Ilasa juga dikenal sebagai makanan yang sehat karena tidak menggunakan garam tambahan maupun pengawet buatan, serta memiliki makna budaya yang dalam sebagai simbol harmoni antara manusia dan alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
1. Persiapan Bahan: Pilih ikan laut segar (biasanya ikan kerapu, kakap, atau jenis ikan lainnya), bersihkan sisik dan isi perutnya, lalu cuci bersih. Siapkan juga kelapa muda yang diparut dan diperas untuk diambil santannya, serta belimbing wuluh yang sudah dicuci bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pembakaran Ikan: Bakar ikan di atas arang atau api sedang hingga matang merata dan berwarna kecoklatan. Selama proses pembakaran, bisa ditambahkan irisan belimbing wuluh di atas ikan untuk memberikan aroma dan rasa segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pembuatan Kuah: Ambil air laut yang bersih dan segar, campurkan dengan santan kelapa muda dengan perbandingan yang sesuai. Aduk rata hingga tercampur sempurna. Kuah ini tidak perlu dimasak, cukup disajikan dalam keadaan mentah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Penyajian: Letakkan ikan bakar di atas piring, lalu tuangkan campuran air laut dan santan di atasnya. Ilasa siap disajikan dan dinikmati segera, biasanya disantap bersama nasi hangat atau makanan pendamping lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber referensi ==&lt;br /&gt;
•&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jelajah.kompas.id/terumbu-karang/baca/ilasa-kuliner-rasa-konservasi/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Selayar&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.com/food/read/2017/10/26/1808006/ilasa-masakan-khas-selayar-yang-menggunakan-air-laut-sebagai-bumbu&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Rianti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Ilasa.jpg&amp;diff=4731</id>
		<title>Berkas:Ilasa.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Ilasa.jpg&amp;diff=4731"/>
		<updated>2026-05-21T09:37:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Rianti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ilasa&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Rianti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Duriabang&amp;diff=4730</id>
		<title>Duriabang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Duriabang&amp;diff=4730"/>
		<updated>2026-05-21T09:32:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Rianti: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Sejarah == Duriabang Duriabang adalah makanan tradisional khas yang berasal dari Sulawesi Selatan, khususnya dikenal di kalangan masyarakat Bugis dan Makassar. Makanan ini memiliki sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan budaya setempat, di mana bahan-bahannya yang sederhana namun bernilai gizi tinggi telah menjadi bagian dari pola makan masyarakat sejak zaman dahulu. Duriabang biasanya diolah dan disajikan da...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Duriabang .jpg|al=Duriabang|jmpl|Duriabang]]&lt;br /&gt;
Duriabang adalah makanan tradisional khas yang berasal dari Sulawesi Selatan, khususnya dikenal di kalangan masyarakat Bugis dan Makassar. Makanan ini memiliki sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan budaya setempat, di mana bahan-bahannya yang sederhana namun bernilai gizi tinggi telah menjadi bagian dari pola makan masyarakat sejak zaman dahulu. Duriabang biasanya diolah dan disajikan dalam berbagai acara penting seperti pernikahan, syukuran, atau hari raya, serta menjadi salah satu kuliner yang dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikenal Karena Apa Duriabang dikenal sebagai hidangan yang memiliki rasa manis, gurih, dan tekstur yang lembut. Ia terbuat dari bahan dasar durian yang matang dan manis, yang diolah dengan cara tertentu bersama dengan bahan-bahan lain seperti santan, gula merah, dan tepung [[beras]] atau tepung [[sagu]]. Nama &amp;quot;Duriabang&amp;quot; sendiri kemungkinan besar berasal dari kata &amp;quot;durian&amp;quot; yang menjadi bahan utamanya. Makanan ini terkenal karena aroma durian yang khas dan kuat, namun memiliki rasa yang sangat lezat dan nikmat. Selain itu, duriabang juga dikenal sebagai makanan yang mengenyangkan dan sering dijadikan sebagai camilan atau hidangan penutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
1. Persiapan Bahan: Ambil daging durian yang sudah matang, buang bijinya, lalu haluskan atau lumatkan hingga lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pembuatan Adonan: Campurkan daging durian yang sudah dihaluskan dengan santan kental, gula merah yang sudah disisir halus, dan sedikit garam secukupnya. Aduk rata hingga semua bahan tercampur sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pemasakan: Masukkan campuran bahan ke dalam wajan atau panci, lalu masak dengan api kecil sambil terus diaduk agar tidak gosong. Masak hingga adonan mengental dan berubah warna menjadi kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Penambahan Tepung: Secara bertahap masukkan tepung beras atau tepung sagu yang sudah dilarutkan dengan sedikit air ke dalam adonan durian. Aduk terus hingga adonan menjadi padat dan bisa dibentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Penyajian: Angkat adonan dari api, lalu biarkan hingga agak dingin. Duriabang siap disajikan, bisa dalam bentuk potongan-potongan atau dibentuk sesuai selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Duriabang yang berbahan dasar durian kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Durian juga mengandung vitamin C, vitamin B kompleks, kalium, magnesium, dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh. Penambahan santan memberikan lemak sehat, sementara gula merah memberikan energi cepat serta mengandung mineral seperti zat besi dan kalsium. Namun, karena kandungan kalorinya yang cukup tinggi, disarankan untuk mengonsumsinya dengan bijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber Referensi ==&lt;br /&gt;
•&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://berita.rri.co.id/samarinda/regional/1704945/contact.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://ayosehat.kemkes.go.id/durian-raja-buah-raja-terapi&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Rianti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Duriabang_.jpg&amp;diff=4729</id>
		<title>Berkas:Duriabang .jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Duriabang_.jpg&amp;diff=4729"/>
		<updated>2026-05-21T09:31:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Rianti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Duriabang&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Rianti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa_jantung_pisang&amp;diff=4728</id>
		<title>Lawa jantung pisang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa_jantung_pisang&amp;diff=4728"/>
		<updated>2026-05-21T09:21:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Rianti: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Sejarah == Lawa Jantung Pisang adalah kuliner tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, khususnya populer di daerah Palopo dan sekitarnya. Makanan ini lahir dari kearifan lokal masyarakat yang memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar, terutama jantung pisang yang seringkali dianggap sebagai bagian yang tidak terpakai dari tanaman pisang. Sejak lama, hidangan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari serta acar...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Lawa]] Jantung Pisang adalah kuliner tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, khususnya populer di daerah Palopo dan sekitarnya. Makanan ini lahir dari kearifan lokal masyarakat yang memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar, terutama jantung pisang yang seringkali dianggap sebagai bagian yang tidak terpakai dari tanaman pisang. Sejak lama, hidangan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari serta acara-acara adat dan sosial, diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk pelestarian budaya kuliner setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikenal karena Lawa Jantung Pisang dikenal sebagai hidangan yang unik dengan perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit pedas. Ia terkenal karena penggunaan jantung pisang sebagai bahan utama yang memiliki tekstur lembut namun tetap renyah, dicampur dengan [[kelapa]] parut yang disangrai hingga harum serta ikan kecil seperti ikan mairo atau teri putih. Aroma khas dari bumbu-bumbu alami seperti cabai, [[terasi]], dan perasan jeruk nipis menjadikan makanan ini sangat menggugah selera. Selain itu, lawa jantung pisang juga dikenal sebagai makanan yang sehat dan bergizi, serta sering dijadikan pendamping nasi atau makanan tradisional lainnya seperti [[dange]] atau ruji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== cara mengeloah ==&lt;br /&gt;
1. Persiapan Bahan: Pilih jantung pisang yang masih muda, buang lapisan luar yang keras hingga tersisa bagian dalam yang berwarna putih kekuningan. Iris tipis jantung pisang, lalu rendam dalam air garam selama sekitar 30 menit untuk menghilangkan getah dan rasa pahitnya. Tiriskan hingga kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pematangan Awal: Rebus jantung pisang yang sudah direndam hingga empuk, lalu angkat dan tiriskan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pembuatan Bumbu: Haluskan cabai rawit, terasi, dan garam secukupnya hingga menjadi pasta. Campurkan bumbu halus dengan kelapa parut yang sudah disangrai hingga berwarna kecoklatan dan harum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pencampuran: Masukkan jantung pisang yang sudah direbus dan ikan kecil yang sudah dibersihkan ke dalam campuran bumbu kelapa. Aduk rata hingga semua bahan tercampur sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Penyelesaian: Tambahkan perasan jeruk nipis atau jeruk limau sesuai selera untuk memberikan rasa segar. Aduk kembali dan lawa jantung pisang siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
- Air: 90,2 g&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Protein: 1,2 g&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lemak: 0,3 g&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Karbohidrat: 7,1 g&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Serat: 3,2 g&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kalsium: 30 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Fosfor: 50 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Zat besi: 0,1 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kalium: 524 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Vitamin A, Vitamin B1, dan Vitamin C juga terkandung dalam jumlah yang cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber referensi ==&lt;br /&gt;
- &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://rri.co.id/kuliner/1579808/lawa-jantung-pisang-kuliner-masyarakat-palopo-sulawesi-selatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-jantung-pisang/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Berkas:Lawa jantung pisang.jpg|al=Lawa jantung pisang|jmpl|lawa jantung pisang]]&lt;br /&gt;
- &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jantung_pisang&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Rianti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Lawa_jantung_pisang.jpg&amp;diff=4727</id>
		<title>Berkas:Lawa jantung pisang.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Lawa_jantung_pisang.jpg&amp;diff=4727"/>
		<updated>2026-05-21T09:20:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Rianti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Lawa jantung pisang&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Rianti</name></author>
	</entry>
</feed>