<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Nurul.Magfira</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Nurul.Magfira"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Nurul.Magfira"/>
	<updated>2026-05-25T21:11:48Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sanggara_talemme&amp;diff=4705</id>
		<title>Sanggara talemme</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sanggara_talemme&amp;diff=4705"/>
		<updated>2026-05-20T06:42:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nurul.Magfira: Sanggara talemme&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Sanggara talemme.jpg|jmpl|Sanggara talemme]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sanggara Talemme, juga dikenal sebagai [[Sanggara Balanda]] atau Pisang Goreng Belanda, adalah kudapan tradisional khas masyarakat Bugis dan Makassar yang telah ada sejak abad ke-17 Masehi, bertepatan dengan masa kedatangan pedagang dan penjajah Belanda di Sulawesi Selatan. Nama “sanggara” berarti pisang dalam dialek lokal, sedangkan “talemme” atau “balanda” merujuk pada hubungan sejarahnya—konon makanan ini sering disajikan dan digemari oleh orang Belanda saat itu, sehingga mendapatkan sebutan tersebut. Dahulu, hidangan ini dibuat secara khusus dalam acara adat, pertemuan keluarga besar, dan penyambutan tamu terhormat sebagai bentuk penghormatan. Resep dan teknik pembuatannya diwariskan turun-temurun dari ibu ke anak perempuan, menjadi bagian dari identitas kuliner yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat lokal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dikenal karena apa? ==&lt;br /&gt;
Sanggara Talemme terkenal karena keunikan tekstur dan rasanya yang tidak dimiliki olahan pisang lainnya. Bagian luarnya renyah dan berwarna kecokelatan menarik, sedangkan bagian dalamnya tetap lembut, legit, dan manis alami dari pisang raja pilihan. Ciri khas utamanya terletak pada isiannya: campuran [[Kacang Tanah|kacang tanah]] sangrai yang dihaluskan, mentega, dan gula pasir yang meleleh dan menyatu sempurna saat disajikan hangat, menciptakan perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit renyah yang memanjakan lidah. Beberapa varian juga disiram saus karamel atau vla vanila untuk menambah kelezatan. Selain itu, makanan ini dikenal sebagai teman minum kopi atau teh yang paling pas, baik untuk sarapan maupun camilan sore hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Dalam setiap 100 gram sanggara talemme mengandung sekitar 280 kkal, terdiri dari karbohidrat 38 gram sebagai sumber energi, lemak 12 gram dari minyak goreng dan mentega, protein 4 gram dari telur dan kacang tanah, serta serat alami dari pisang. Selain itu, terdapat kandungan vitamin A, vitamin B kompleks, kalium, magnesium, dan zat besi yang bermanfaat untuk menjaga fungsi tubuh dan daya tahan. Meskipun cukup tinggi kalori, makanan ini tetap menawarkan nutrisi seimbang dan cocok dikonsumsi sebagai sumber energi tambahan, asalkan dalam porsi yang wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nurul.Magfira</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sanggara_talemme.jpg&amp;diff=4704</id>
		<title>Berkas:Sanggara talemme.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sanggara_talemme.jpg&amp;diff=4704"/>
		<updated>2026-05-20T06:41:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nurul.Magfira: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sanggara talemme&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nurul.Magfira</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tare%27jo&amp;diff=4695</id>
		<title>Tare&#039;jo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tare%27jo&amp;diff=4695"/>
		<updated>2026-05-20T06:35:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nurul.Magfira: Tare&amp;#039;jo&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Tare&#039;jo.jpg|jmpl|Tare&#039;jo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tare&#039;jo atau lebih dikenal dengan sebutan Taraju/Tarajjong adalah kudapan tradisional masyarakat Bugis-Makassar yang telah ada sejak ratusan tahun lalu, berkembang seiring dengan keberlimpahan hasil pertanian seperti ubi kayu dan ubi jalar di wilayah Sulawesi Selatan. Nama “tare&#039;jo” umum digunakan di wilayah Bulukumba dan sekitarnya, sedangkan “taraju” lebih populer di Makassar, Gowa, dan daerah pesisir lainnya. Dahulu, makanan ini sering dibuat dalam jumlah besar saat musim panen atau acara adat seperti syukuran, pertemuan keluarga, dan penyambutan tamu sebagai bukti keramahan dan rasa syukur. Resepnya diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi, menjadi bagian dari identitas kuliner yang memanfaatkan bahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] secara maksimal. Hingga kini, tare&#039;jo tetap menjadi jajanan favorit yang mudah ditemukan di pasar tradisional, toko kue, maupun acara budaya, serta menjadi pilihan oleh-oleh yang banyak diburu wisatawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terkenal karena apa? ==&lt;br /&gt;
Tare&#039;jo terkenal karena perpaduan teksturnya yang kontras namun harmonis: bagian luarnya renyah dan garing, sedangkan bagian dalamnya lembut, legit, dan lumer di mulut. Rasanya didominasi manis alami dari [[Gula Merah|gula merah]] yang berpadu sempurna dengan cita rasa khas ubi, menciptakan sensasi rasa yang sederhana namun tak terlupakan. Bentuknya yang bulat pipih dengan warna kecokelatan menarik menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Selain itu, makanan ini dikenal sebagai teman paling pas untuk menikmati kopi atau teh di pagi maupun sore hari, serta digemari oleh semua kalangan usia karena rasanya yang tidak terlalu kuat dan harganya yang terjangkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Dalam setiap 100 gram tare&#039;jo mengandung sekitar 320 kkal, terdiri dari karbohidrat 58 gram sebagai sumber energi utama, lemak 9 gram dari proses penggorengan, serta protein 3 gram. Makanan ini juga mengandung serat alami dari ubi yang baik untuk pencernaan, serta mineral seperti kalium, fosfor, dan zat besi. Kandungan vitamin B kompleksnya juga membantu menjaga metabolisme tubuh. Karena energinya yang cukup tinggi, tare&#039;jo cocok dikonsumsi sebagai camilan penambah tenaga, asalkan dalam porsi yang wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nurul.Magfira</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Tare%27jo.jpg&amp;diff=4694</id>
		<title>Berkas:Tare&#039;jo.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Tare%27jo.jpg&amp;diff=4694"/>
		<updated>2026-05-20T06:35:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nurul.Magfira: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tare&#039;jo&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nurul.Magfira</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Dodoro%27&amp;diff=4666</id>
		<title>Dodoro&#039;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Dodoro%27&amp;diff=4666"/>
		<updated>2026-05-20T06:22:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nurul.Magfira: Dodoro&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Dodoro&#039;.jpg|jmpl|Dodoro&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Dodoro&#039; adalah sebutan lokal [[dodol]] yang telah ada sejak masa kejayaan Kerajaan Gowa dan Bone (abad ke-16–17 Masehi) di Sulawesi Selatan. Dahulu, hidangan ini disajikan dalam upacara adat, penyambutan tamu agung, dan ritual keagamaan sebagai simbol kemakmuran dan penghormatan. Nama “dodoro&#039;” lahir dari penyesuaian bunyi dalam dialek Makassar-Bugis, menggantikan sebutan asli dodol agar lebih mudah diucapkan. Tradisi pembuatannya diwariskan turun-temurun, seringkali dikerjakan secara gotong royong oleh warga desa, terutama saat menjelang Lebaran, pesta pernikahan, atau syukuran panen. Hingga kini, dodoro&#039; tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner masyarakat Sulawesi Selatan dan menjadi ikon oleh-oleh dari wilayah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dikenal karena apa? ==&lt;br /&gt;
Dodoro&#039; Sulawesi Selatan terkenal karena teksturnya yang kenyal padat, legit, dan tidak mudah pecah, dengan rasa manis-gurih yang seimbang dan aroma harum santan serta gula [[aren]] yang khas. Berbeda dari dodol daerah lain, dodoro&#039; memiliki warna coklat keemasan merata dan tingkat kekentalan yang pas—tidak terlalu lembek maupun terlalu keras. Ia juga diakui karena daya tahan simpannya yang lama (hingga 1 bulan tanpa pengawet), menjadikannya pilihan utama sebagai bekal perjalanan dan hadiah antar keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Dalam setiap 100 gram dodoro&#039; mengandung ±390 kkal, terdiri dari: karbohidrat 80 gram (sumber energi utama), lemak 6 gram dari santan, protein 3 gram, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Makanan ini berfungsi sebagai sumber energi instan yang baik, cocok dikonsumsi saat berpuasa atau setelah aktivitas berat. Namun, karena kandungan gulanya yang tinggi, konsumsi perlu diatur agar tetap sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber referensi ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nurul.Magfira</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Dodoro%27.jpg&amp;diff=4655</id>
		<title>Berkas:Dodoro&#039;.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Dodoro%27.jpg&amp;diff=4655"/>
		<updated>2026-05-20T06:19:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nurul.Magfira: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Dodoro&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nurul.Magfira</name></author>
	</entry>
</feed>