<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Muh.Qadri</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Muh.Qadri"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Muh.Qadri"/>
	<updated>2026-05-25T21:11:48Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_orang-orang&amp;diff=4726</id>
		<title>Kue orang-orang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_orang-orang&amp;diff=4726"/>
		<updated>2026-05-21T05:30:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;jmpl Kue Orang-Orang adalah kekayaan kuliner tradisional yang merefleksikan identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber literatur budaya dan kuliner, berikut adalah penjelasan  lengkapnya:  == Sejarah == Secara historis, kue ini merupakan hasil kreasi masyarakat pesisir Sulawesi Selatan yang memanfaatkan kelapa sebagai bahan utama. Menurut catatan dalam studi kebudayaa...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kue orang-orang.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Kue Orang-Orang adalah kekayaan kuliner tradisional yang merefleksikan identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber literatur budaya dan kuliner, berikut adalah penjelasan &lt;br /&gt;
lengkapnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Secara historis, kue ini merupakan hasil kreasi masyarakat pesisir Sulawesi Selatan yang memanfaatkan [[kelapa]] sebagai bahan utama. Menurut catatan dalam studi kebudayaan kuliner lokal, nama &amp;quot;Kue Orang-Orang&amp;quot; muncul karena kebiasaan masyarakat zaman dahulu yang membentuk adonan menyerupai figur manusia secara manual sebelum adanya cetakan modern. Kue ini bukan sekadar camilan, melainkan simbol keramah-tamahan yang sering hadir dalam acara syukuran keluarga kecil di kampung-kampung sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan hasil alam (kelapa).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deskripsi: &amp;quot;Dikenal Karena Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kue ini menonjol karena aspek visual dan teksturnya yang spesifik:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Keunikan Visual: Bentuknya yang mirip boneka kecil menjadikannya unik di antara kue tradisional lain yang biasanya berbentuk bulat atau kotak. * Perpaduan Rasa: Dikenal karena keseimbangan rasa manis dari gula pasir dan &lt;br /&gt;
rasa gurih yang intens dari parutan kelapa muda. * Camilan Ikonik Anak-anak: Di wilayah seperti Maros dan Makassar, kue ini dikenal sebagai &amp;quot;kue masa kecil&amp;quot; yang membangkitkan nostalgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Proses pembuatannya mengikuti teknik deep frying (menggoreng terendam) untuk mendapatkan kerenyahan yang pas:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Teknik Pencampuran: Tepung terigu dicampur dengan parutan kelapa dengan &lt;br /&gt;
rasio tertentu agar adonan tidak terlalu keras. * Teknik Cetak: Menggunakan cetakan kayu khusus atau dibentuk tangan untuk menciptakan figur manusia. * Suhu Minyak: Harus menggunakan api sedang agar bagian dalam (kelapa) matang tanpa membuat bagian luar gosong dengan cepat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Berdasarkan komposisi bahan utamanya, satu porsi kue ini mengandung:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Energi: Tinggi kalori dari tepung dan minyak goreng. * Asam Lemak: Mengandung asam laurat dari kelapa yang baik untuk sistem imun &lt;br /&gt;
jika dikonsumsi wajar. * Serat Kasar: Berasal dari ampas kelapa yang membantu tekstur kue terasa &lt;br /&gt;
&amp;quot;berserat&amp;quot; saat dikunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber referensi ==&lt;br /&gt;
Penjelasan ini disusun dengan merujuk pada:&lt;br /&gt;
1. Ensiklopedia Kuliner Nusantara: Dokumentasi jajanan pasar tradisional dan kekayaan kuliner wilayah Indonesia Timur. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_makanan_Indonesia&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Sebagai rujukan resmi kosakata dan &lt;br /&gt;
istilah bahasa Indonesia. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://kbbi.kemdikbud.go.id/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
3. Jurnal Budaya dan Media: Kajian mengenai nilai budaya dan simbolisme makanan tradisional dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/category/budaya&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
4. Arsip Kuliner Lokal: Dokumentasi resep, sejarah, dan teknik pengolahan makanan khas daerah Sulawesi Selatan. https://www.detik.com/sulsel/berita/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_orang-orang.jpg&amp;diff=4725</id>
		<title>Berkas:Kue orang-orang.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_orang-orang.jpg&amp;diff=4725"/>
		<updated>2026-05-21T05:29:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue dengan bahan sederhana yaitu tepung dicampur gula dan air dan bisa dicampur juga dengan kelapa atau gula merah&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_caddi&amp;diff=4724</id>
		<title>Sayur tiboang caddi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_caddi&amp;diff=4724"/>
		<updated>2026-05-21T05:21:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;jmpl Berikut adalah ulasan mendalam mengenai Sayur Tiboang Caddi, hidangan  tradisional khas masyarakat Makassar yang kaya akan nilai budaya dan kesehatan.  == Sejarah == sayur Tiboang Caddi lahir dari kearifan lokal masyarakat Suku Makassar di Sulawesi Selatan yang sangat bergantung pada hasil bumi. Secara etimologi,  &amp;quot;Tiboang&amp;quot; berarti kacang dan &amp;quot;Caddi&amp;quot; berarti kecil; dalam konteks ini merujuk pada kacang hijau (Phaseolus aure...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sayur tiboang caddi.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai Sayur Tiboang Caddi, hidangan &lt;br /&gt;
tradisional khas masyarakat Makassar yang kaya akan nilai budaya dan kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
sayur Tiboang Caddi lahir dari kearifan lokal masyarakat Suku Makassar di Sulawesi Selatan yang sangat bergantung pada hasil bumi. Secara etimologi, &lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiboang&amp;quot; berarti kacang dan &amp;quot;Caddi&amp;quot; berarti kecil; dalam konteks ini merujuk pada [[kacang hijau]] (Phaseolus aureus). Secara historis, kacang hijau dibawa ke Nusantara oleh pedagang India dan Tiongkok sekitar abad ke-17. Masyarakat Sulawesi Selatan kemudian mengadaptasi bahan ini menjadi menu harian. Sayur ini awalnya dikenal sebagai &lt;br /&gt;
&amp;quot;makanan petani&amp;quot;. Setelah masa panen, para petani akan menyisihkan sebagian kacang hijau untuk direbus menjadi sayur bening yang disantap bersama nasi panas dan ikan asin di pinggir sawah. Kesederhanaan bahan dan kemudahan akses membuat hidangan ini bertahan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas kuliner agraris Makassar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;##&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Deskripsi Tambahan: &amp;quot;Dikenal Karena Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sayur Tiboang Caddi sangat dikenal karena karakteristik rasa yang kontras namun harmonis. Berbeda dengan bubur kacang hijau yang manis, sayur ini memiliki cita &lt;br /&gt;
rasa gurih dan segar. Hidangan ini juga dikenal sebagai &amp;quot;makanan penambah energi&amp;quot; yang murah meriah. Selain itu, masakan ini identik dengan kombinasi daun kelor (marungga). Di Sulawesi Selatan, perpaduan kacang hijau dan daun kelor dianggap sebagai masakan rumahan paling otentik. Orang Makassar sering mengenalnya sebagai hidangan yang mampu menurunkan panas dalam dan memulihkan stamina setelah bekerja berat di ladan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Mengolah Sayur Tiboang Caddi sebenarnya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelatenan agar kacang matang sempurna tanpa hancur.&lt;br /&gt;
1. Persiapan: Rendam kacang hijau (tiboang caddi) selama kurang lebih 1-2 jam agar teksturnya cepat lunak saat direbus.&lt;br /&gt;
2. Perebusan: Rebus kacang hijau dalam air mendidih hingga butirannya merekah atau empuk.&lt;br /&gt;
3. Bumbu: Masukkan bumbu iris berupa bawang merah, bawang putih, dan sedikit &lt;br /&gt;
temu kunci (jika suka aroma segar). Tambahkan garam dan sedikit penyedap rasa.&lt;br /&gt;
4. Variasi Sayuran: Setelah kacang empuk, masukkan sayuran pelengkap seperti daun kelor, [[jagung]] manis, atau labu kuning. Masak sebentar saja agar vitamin dalam sayuran hijau tidak hilang.&lt;br /&gt;
5. Penyajian: Sajikan dalam keadaan hangat. Untuk versi yang lebih kaya, beberapa keluarga menambahkan sedikit santan encer, namun versi bening adalah yang paling populer&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
Sayur ini adalah &amp;quot;superfood&amp;quot; lokal. Kacang hijau sebagai bahan utama merupakan sumber protein nabati yang sangat baik. Selain itu, hidangan ini kaya akan:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Serat Tinggi: Membantu pencernaan. * Asam Folat dan Magnesium: Baik untuk kesehatan jantung dan ibu hamil. * Antioksidan: Terutama jika dicampur dengan daun kelor yang kaya vitamin A dan C. * Karbohidrat Kompleks: Memberikan rasa kenyang lebih lama dan energi berkelanjutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber referensi ==&lt;br /&gt;
Informasi ini dihimpun berdasarkan:&lt;br /&gt;
1. Kearifan Lokal Kuliner Sulawesi Selatan: Kajian mengenai sejarah dan adaptasi makanan tradisional masyarakat pesisir dan agraris. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_makanan_khas_Sulawesi_Selatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
2. Data Komposisi Pangan Indonesia &amp;amp; Nutrisi: Informasi ilmiah mengenai kandungan protein, serat, dan mineral pada kacang hijau serta daun kelor. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.alodokter.com/manfaat-kacang-hijau-bagi-kesehatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.halodoc.com/kesehatan/manfaat-daun-kelor&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
3. Etnografi dan Budaya Masyarakat: Studi mengenai pola hidup dan tradisi makan masyarakat Gowa, Maros, dan Jeneponto. https://sulselprov.go.id/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sayur_tiboang_caddi.jpg&amp;diff=4723</id>
		<title>Berkas:Sayur tiboang caddi.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sayur_tiboang_caddi.jpg&amp;diff=4723"/>
		<updated>2026-05-21T05:20:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sayur Tiboang caddi bisa dicampur dengan beberap daun sayur lainnya seperti:daun kelor,atau daun singkong&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_basah&amp;diff=4722</id>
		<title>Sayur tiboang basah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_basah&amp;diff=4722"/>
		<updated>2026-05-21T04:57:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: /* Cara pengolahan */ *kandungan nutrisi*/*pendukung referensi*/&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sayur tiboang basah.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Tiboang basah bukan sekadar hidangan sayur, melainkan simbol ketahanan pangan dan kearifan lokal masyarakat Jeneponto, Sulawesi Selatan. Berikut adalah uraian mendalam mengenai sejarah, filosofi, hingga nilai gizinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Sayur Tiboang Basah berasal dari tradisi agraris masyarakat Suku Makassar di wilayah Turatea (nama historis Jeneponto). Nama &amp;quot;Tiboang&amp;quot; berasal dari bahasa Makassar yang berarti [[kacang hijau]]. Namun, dalam konteks kuliner Jeneponto, Tiboang Basah merujuk pada polong kacang hijau yang dipanen saat masih sangat muda, sebelum bijinya mengeras. [1, 2] Secara historis, sayur ini adalah hidangan rakyat jelata yang memanfaatkan pekarangan atau sela-sela lahan [[jagung]]. Berbeda dengan hidangan mewah seperti [[Gantala Jarang]] (daging kuda) yang dahulu khusus untuk para bangsawan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Karaeng), Tiboang Basah adalah comfort food yang mencerminkan kesederhanaan dan kedekatan masyarakat dengan alam. [3, 4] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;##&amp;lt;/nowiki&amp;gt; 2. Dikenal Karena Keunikannya: Masyarakat setempat mengenal sayur ini sebagai &amp;quot;penawar&amp;quot; dan hidangan wajib saat musim panen tiba. Berikut adalah alasan mengapa sayur ini begitu ikonik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Identitas Lokal: Sering dijuluki sebagai &amp;quot;sayurnya orang Jeneponto,&amp;quot; yang membedakannya dari sayur bening daerah lain. * Khasiat Kesehatan: Secara turun-temurun, masyarakat memercayai sayur ini sebagai obat alami untuk meredakan pusing dan sakit kepala jika dikonsumsi dalam keadaan hangat. * Tekstur yang Unik: Berbeda dengan kacang panjang, Tiboang Basah memiliki &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tekstur yang lebih padat namun lembut saat digigit, dengan rasa manis polong yang khas. [5, 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pengolahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengolah Tiboang Basah memerlukan teknik khusus agar polong tidak menghitam dan tetap segar. [7] &lt;br /&gt;
1. Teknik Pembersihan: Ujung polong dipetik dan serat sampingnya dibuang. Penting untuk segera memasukkannya ke dalam air setelah dipotong agar warnanya tetap hijau cerah.&lt;br /&gt;
2. Bumbu Minimalis: Bumbunya sangat sederhana, hanya irisan bawang merah dan bawang putih untuk menonjolkan rasa asli kacang.&lt;br /&gt;
3. Proses Perebusan: Air dididihkan terlebih dahulu, kemudian polong dimasukkan. Jangan memasak terlalu lama agar kandungan vitaminnya tidak hilang.&lt;br /&gt;
4. Pendamping Wajib: Di Jeneponto, hidangan ini tidak lengkap tanpa ikan kering goreng dan sambal [[terasi]] pedas. [5, 8]&lt;br /&gt;
== Kadungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai sayuran dari keluarga legum (Vigna unguiculata atau mung bean), Tiboang Basah kaya akan gizi makro dan mikro:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Protein Nabati: Mengandung sekitar 2,8 hingga 5,4 gram protein per 100 gram, penting untuk perbaikan jaringan tubuh. * Serat Tinggi: Membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kadar gula darah &lt;br /&gt;
tetap stabil. * Kaya Mineral: Mengandung kalsium (sekitar 17-223 mg), zat besi, dan kalium yang mendukung kesehatan tulang serta sistem saraf. * Vitamin Esensial: Kaya akan Vitamin A (untuk mata), Vitamin K (untuk pembekuan darah), dan Folat yang sangat baik untuk ibu hamil. [9, 10, 11,&lt;br /&gt;
== Referensi Pendukung ==&lt;br /&gt;
Informasi ini disusun berdasarkan data dari berbagai sumber otoritas dan literatur budaya:&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; [Sejarah dan Budaya Jeneponto - Scribd](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://id.scribd&amp;lt;/nowiki&amp;gt;. com/document/568654983/Jeneponto-Masyarakat-dan-Kebudayaannya)&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; [Profil Kabupaten Jeneponto - Pemerintah Provinsi Sulsel](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sulselprov.go&amp;lt;/nowiki&amp;gt;.&lt;br /&gt;
id/kota/des_kab/7)&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; [Data Nutrisi Kacang-kacangan - Alodokter](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.alodokter.com/jangan-&amp;lt;/nowiki&amp;gt; sia-siakan-beragam-manfaat-kacang-hijau-ini)&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; [Kandungan Gizi Polong Muda - FatSecret Indonesia](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.fatsecret.co&amp;lt;/nowiki&amp;gt;.&lt;br /&gt;
id/kalori-gizi/umum/kacang-polong) [1, 9, 13, 15]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_basah&amp;diff=4714</id>
		<title>Sayur tiboang basah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_basah&amp;diff=4714"/>
		<updated>2026-05-20T07:19:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sayur tiboang basah.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Tiboang basah bukan sekadar hidangan sayur, melainkan simbol ketahanan pangan dan kearifan lokal masyarakat Jeneponto, Sulawesi Selatan. Berikut adalah uraian mendalam mengenai sejarah, filosofi, hingga nilai gizinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Sayur Tiboang Basah berasal dari tradisi agraris masyarakat Suku Makassar di wilayah Turatea (nama historis Jeneponto). Nama &amp;quot;Tiboang&amp;quot; berasal dari bahasa Makassar yang berarti [[kacang hijau]]. Namun, dalam konteks kuliner Jeneponto, Tiboang Basah merujuk pada polong kacang hijau yang dipanen saat masih sangat muda, sebelum bijinya mengeras. [1, 2] Secara historis, sayur ini adalah hidangan rakyat jelata yang memanfaatkan pekarangan atau sela-sela lahan [[jagung]]. Berbeda dengan hidangan mewah seperti [[Gantala Jarang]] (daging kuda) yang dahulu khusus untuk para bangsawan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Karaeng), Tiboang Basah adalah comfort food yang mencerminkan kesederhanaan dan kedekatan masyarakat dengan alam. [3, 4] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;##&amp;lt;/nowiki&amp;gt; 2. Dikenal Karena Keunikannya: Masyarakat setempat mengenal sayur ini sebagai &amp;quot;penawar&amp;quot; dan hidangan wajib saat musim panen tiba. Berikut adalah alasan mengapa sayur ini begitu ikonik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Identitas Lokal: Sering dijuluki sebagai &amp;quot;sayurnya orang Jeneponto,&amp;quot; yang membedakannya dari sayur bening daerah lain. * Khasiat Kesehatan: Secara turun-temurun, masyarakat memercayai sayur ini sebagai obat alami untuk meredakan pusing dan sakit kepala jika dikonsumsi dalam keadaan hangat. * Tekstur yang Unik: Berbeda dengan kacang panjang, Tiboang Basah memiliki &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tekstur yang lebih padat namun lembut saat digigit, dengan rasa manis polong yang khas. [5, 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pengolahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kadungan Nutrisi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi Pendukung ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_basah&amp;diff=4711</id>
		<title>Sayur tiboang basah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sayur_tiboang_basah&amp;diff=4711"/>
		<updated>2026-05-20T06:53:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;&amp;lt;blockquote&amp;gt;Sayur tiboang basah, makanan khas Sulawesi Selatan.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sayur tiboang basah.jpg|jmpl|&amp;lt;blockquote&amp;gt;Sayur tiboang basah, makanan khas Sulawesi Selatan.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sayur_tiboang_basah.jpg&amp;diff=4687</id>
		<title>Berkas:Sayur tiboang basah.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sayur_tiboang_basah.jpg&amp;diff=4687"/>
		<updated>2026-05-20T06:31:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Muh.Qadri: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tiboang basah bukan sekadar hidangan sayur, melainkan simbol ketahanan pangan dan kearifan lokal masyarakat Jeneponto, Sulawesi Selatan. Berikut adalah uraian mendalam mengenai sejarah, filosofi, hingga nilai gizinya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Muh.Qadri</name></author>
	</entry>
</feed>