<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Irma.Riswanti</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Irma.Riswanti"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Irma.Riswanti"/>
	<updated>2026-05-27T06:59:26Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Aren&amp;diff=4314</id>
		<title>Aren</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Aren&amp;diff=4314"/>
		<updated>2026-04-12T10:49:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Aren (&#039;&#039;Arenga pinnata&#039;&#039;) merupakan salah satu tumbuhan jenis palma yang tumbuh subur di wilayah tropis, terutama Indonesia.  Tanaman ini tersebar luas di Indonesia, dari dataran rendah hingga perbukitan dengan ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut&amp;lt;ref&amp;gt;Zuhud, E. A. M., Al Manar, P., &amp;amp; Hidayati, S. (2020). Potency and conservation of aren (&#039;&#039;Arenga pinnata&#039;&#039; (Wurmb) Merr.) in Meru Betiri National Park, East Java, Indonesia. &#039;&#039;Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 26&#039;&#039;(3), 212. https://doi.org/10.7226/jtfm.26.3.2.1.2.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Kemampuannya beradaptasi terhadap berbagai jenis tanah dan kondisi iklim membuat aren mudah ditemukan di berbagai daerah, baik di hutan alam, tepi sungai, maupun lahan masyarakat.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|+&lt;br /&gt;
!Tingkatan&lt;br /&gt;
!Klasifikasi&lt;br /&gt;
! rowspan=&amp;quot;10&amp;quot; |&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kerajaan&lt;br /&gt;
|Plantae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Klad&lt;br /&gt;
|Trakeofita (Tracheophyta)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Klad&lt;br /&gt;
|Angiospermae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Klad&lt;br /&gt;
|Monokotil&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Klad&lt;br /&gt;
|Commelinidae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Ordo&lt;br /&gt;
|Arecales&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Famili&lt;br /&gt;
|Arecaceae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Genus&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Arenga&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Spesies&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Arenga pinnata&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|}[[Berkas:Petani aren.jpg|jmpl|Petani aren membawa lodong di Desa Citorek (tempat pengumpulan nira aren); di dokumentaskan oleh Irma Riswanti|al=Petani aren|504x504px]]Aren memiliki batang tinggi dan kuat serta daun panjang menyerupai [[kelapa]], sehingga mudah dikenalPemanfaatan Daun Areni dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebutan lokal seperti &#039;&#039;kawung&#039;&#039; (Sunda), &#039;&#039;kau&#039;&#039; (Sumatra), atau &#039;&#039;enau&#039;&#039; (Jawa dan Kalimantan). Masyarakat memanfaatkan daun aren sebagai bahan pembungkus rokok dan atap, menyadap tandan bunga jantan untuk menghasilkan nira yang diolah menjadi [[Gula Aren|gula aren]], dan mengolah buah dari bunga betina menjadi [[kolang-kaling]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan Daun Aren ==&lt;br /&gt;
Daun aren memiliki beragam manfaat karena strukturnya yang kuat, lentur, dan berserat halus. Sifat tersebut menyebabkan daun ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama sebagai kemasan [[Gula Aren|gula aren]]&amp;lt;ref&amp;gt;Tambingon, H. N. (2022). Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pembuatan produk olahan dari pohon enau di Keroit, Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. &#039;&#039;Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat&#039;&#039;, 15(1), 544–556. [http://garuda.kemdikbud.go.id/article=2725680. http://garuda.kemdikbud.go.id/article=2725680.]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ref&amp;gt;. Di Gresik, Jawa Timur, daun aren dimanfaatkan sebagai pembungkus pudak dan jenang. Seratnya yang lentur dan tahan panas membuat daun mudah dibentuk serta tidak mudah rusak saat digunakan. Sebelum dimanfaatkan, daun aren dibersihkan dari kotoran lalu dijemur di bawah sinar matahari hingga kering agar seratnya mudah dipisahkan dan diolah. Setelah kering, daun dipres menjadi lembaran tipis menyerupai kertas yang siap digunakan sesuai fungsinya.[[Berkas:Foto- Dinnar Diandra.jpg|jmpl|Foto: Dinnar Diandra|246x246px]]Sifat fisik daun yang tahan panas dan kuat menjadikannya lebih awet serta aman ketika bersentuhan dengan api atau suhu tinggi. Selain itu, daun aren bersifat alami dan mudah terurai, lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan pembuat &#039;&#039;papir&#039;&#039; dari serat sintetis. Dengan demikian, pemanfaatan daun aren tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan bahan alami yang dapat diperbarui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan Bunga Aren ==&lt;br /&gt;
Aren memiliki &#039;&#039;&#039;bunga jantan dan bunga betina&#039;&#039;&#039;, dan keduanya memiliki peran berbeda dalam pemanfaatan masyarakat. Bunga jantan berbentuk sedikit lonjong, rapat, dan menyerupai tongkol dimanfaatkan sebagai sumber nira untuk pembuatan &#039;&#039;&#039;[[Gula Aren|gula aren]].&#039;&#039;&#039; Bunga jantan yang matang ditandai oleh perubahan warna menjadi kekuningan dan munculnya aroma manis, sehingga siap disadap. Proses penyadapan dilakukan dengan memotong ujung tandan secara hati-hati agar nira keluar secara lancar, kemudian cairan nira dimasak dan diaduk hingga mengental, menghasilkan [[Gula Merah|gula merah]] atau gula semut yang bernilai ekonomi tinggi.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Iskandar, A. M., Wirando, W., &amp;amp; Tavita, G. E. (2023). Potensi dan pemanfaatan aren (&#039;&#039;Arenga pinnata&#039;&#039;) oleh masyarakat di Desa Gema Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang. &#039;&#039;Jurnal Hutan Lestari, 11&#039;&#039;(4), 854–866. https://www.researchgate.net/publication/376069918.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, bunga betina berfungsi menghasilkan buah yang dikenal sebagai [[Kolang-kaling|&#039;&#039;&#039;kolang-kaling&#039;&#039;&#039;]]. bunga betina muncul pertama kali pada ruas batang diketiak pelepah daun, buah berwarna putih kehijauan, dan berbentuk bulat&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;. Buah betina muda diolah melalui perebusan dan perendaman untuk menghilangkan getah dan lendir, sehingga memiliki tekstur kenyal, rasa segar, dan aman dikonsumsi. Kolang-kaling banyak digunakan sebagai bahan makanan dan minuman tradisional. Dengan demikian, bunga jantan menyediakan nira sebagai sumber gula, sedangkan bunga betina menghasilkan buah konsumsi, sehingga kedua jenis bunga berkontribusi secara sinergis terhadap pemanfaatan aren yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Barat]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Beras&amp;diff=4313</id>
		<title>Beras</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Beras&amp;diff=4313"/>
		<updated>2026-04-11T13:36:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Leuit 2.jpg|jmpl|412x412px|Leut, tempat penyimpanan padi; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&#039;&#039;&#039;Padi (&#039;&#039;Oryza sativa&#039;&#039;)&#039;&#039;&#039; merupakan tanaman serealia utama penghasil beras, [[Makanan Pokok|makanan pokok]] sebagian masyarakat Indonesia. &#039;&#039;&#039;Padi&#039;&#039;&#039; berasal dari bahasa Proto-Austronesia &#039;&#039;pajay&#039;&#039;, yang kemudian berkembang menjadi &#039;&#039;pare&#039;&#039;, &#039;&#039;pari&#039;&#039;, atau &#039;&#039;pade&#039;&#039; di berbagai daerah; sementara kata [[beras]] diturunkan dari bentuk Proto-Austronesia &#039;&#039;beras&#039;&#039; atau &#039;&#039;belas&#039;&#039;, yang merujuk pada bulir padi yang telah digiling. Nama padi dan beras di Nusantara pun sangat beragam: &#039;&#039;pare&#039;&#039; (Sunda), &#039;&#039;pari&#039;&#039; (Jawa), &#039;&#039;pade&#039;&#039; (Aceh), &#039;&#039;pare&#039;&#039; (Bugis-Makassar), &#039;&#039;parei&#039;&#039; (Dayak), dan &#039;&#039;indahan&#039;&#039; untuk beras dalam bahasa Batak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padi pertama kali di domestikasi di lembah Sungai Yangtze sekitar 13.500-8.500 tahun sebelum peradaban modern&amp;lt;ref&amp;gt;Shadily H. 1984. &#039;&#039;Ensiklopedi Indonesia&#039;&#039;. Ichtiar Baru-Van Hoeve.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Seiring migrasi dan perdagangan, padi menyebar ke Nusantara, dan sejak itu masyarakat Indonesia membangun sistem agraris yang menjadikan beras sebagai pusat kehidupan: dari ritual penanaman, upacara panen, hingga penyimpanan hasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klasifikasi awal padi terdiri atas dua &#039;&#039;&#039;subspesies utama&#039;&#039;&#039;: &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;japonica&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; yang berbulir pendek dan pulen, serta &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;indica&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; yang berbulir panjang dan cenderung pera. Karena memiliki genom yang mudah dimodifikasi, padi kemudian berkembang menjadi organisme [[model]] dalam penelitian serealia. Kemudahan ini mendorong lahirnya berbagai varietas beras dengan karakter khas, mulai dari aroma melati pada beras Thailand hingga wangi pandan pada &#039;&#039;&#039;beras Pandanwangi dari Jawa Barat.&#039;&#039;&#039; Budidaya padi modern sebagian besar difokuskan pada produktivitas, namun keberagaman alami maupun hasil pemuliaan tetap menciptakan beras dengan cita rasa, tekstur, dan aroma yang unik. Meskipun beras umumnya dibudidayakan di lahan tergenang, berbagai kultivar kini terbukti mampu tumbuh di lahan kering maupun rawa, memperluas adaptasi padi di berbagai ekosistem Nusantara&amp;lt;ref&amp;gt;Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi &amp;amp; Reproduksi ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Foto padi.jpg|jmpl|271x271px|Gabah (bulir padi); di dokumentasikan oleh Dinnar ]]&lt;br /&gt;
Padi termasuk dalam keluarga Poaceae, merupakan terna semusim yang berakar serabut dengan batang sangat pendek; struktur batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang. Daunnya berbentuk lanset, berwarna hijau muda hingga hijau tua, berurat sejajar, dan permukaannya ditutupi rambut halus yang jarang. Bunga padi tersusun majemuk dalam bentuk malai bercabang, dengan floret yang mengelompok dalam spikelet pada panikula. Buahnya bertipe bulir (kariopsis), yaitu bentuk buah–biji yang menyatu sehingga tidak dapat dibedakan, berukuran sekitar 3–15 mm, berbentuk bulat hingga lonjong, dan tertutup oleh palea–lemma yang dikenal sebagai sekam. Bagian yang umum dikonsumsi adalah endosperma, yang setelah digiling menjadi beras dan menjadi sumber energi utama bagi masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga padi memiliki enam kepala sari dan satu kepala putik bercabang dua berbentuk sikat botol. Kedua organ seksual ini matang hampir bersamaan sehingga memungkinkan penyerbukan sendiri hingga ±95%. Setelah anther masak dan keluar dari lemma–palea, serbuk sari membuahi sel telur, menghasilkan zigot yang berkembang menjadi embrio, sementara inti polar berkembang menjadi endosperm. Padi merupakan tanaman diploid dengan 12 pasang kromosom, dan ukuran genomnya relatif kecil (1,6–2,3 × 10⁸ bp), sehingga menjadi organisme model genetik yang genomnya sudah disekuensing&amp;lt;ref&amp;gt;https://agrindo.net/padi&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Budaya ==&lt;br /&gt;
Budaya padi di Nusantara mengikuti siklus tanam–panen–simpan yang sarat nilai syukur dan kearifan ekologis. Musim tanam biasanya diawali ritual seperti &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;ngaseuk&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; di Sunda dan &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;mappalili&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; di Sulawesi Selatan, sebagai penanda dimulainya pekerjaan sawah sekaligus menjaga keharmonisan manusia dengan alam. Setelah panen, berbagai daerah menggelar upacara syukur: &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Nganyaran&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; di Baduy, &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Ngusaba&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; dalam sistem Subak Bali, hingga &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Mappadendang&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; di Bugis. Dalam tradisi &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Seren Taun&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; di Kasepuhangelar alam, puncak syukur diwujudkan melalui prosesi &#039;&#039;nyerenkeun taun&#039;&#039;, yakni menyerahkan hasil panen kepada pemangku adat sebagai permohonan berkah untuk musim berikutnya sekaligus menjaga keberlanjutan benih lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah upacara panen &#039;&#039;&#039;gabah (bulir padi)&#039;&#039;&#039; tidak langsung digiling menjadi beras, gabah disimpan menggunakan sistem tradisional yang telah teruji ratusan tahun. Masyarakat Baduy menggunakan &#039;&#039;leuit&#039;&#039;, orang Kalimantan menyimpan padi di &#039;&#039;alang&#039;&#039;, sementara di Desa Pandawa Buleleng Bali masih mempertahankan &#039;&#039;jineng&#039;&#039; (lumbung padi) tradisional sebagai ruang penyimpanan sekaligus identitas budaya. Penelitian etnografi menunjukkan bahwa struktur penyimpanan adat, mampu menjaga mutu gabah, mempertahankan kadar air, serta berfungsi sebagai strategi ketahanan pangan jangka panjang&amp;lt;ref&amp;gt;Suandi M, Ribawati E. 2025. Leuit sebagai warisan kearifan lokal dan penopang ketahanan pangan masyarakat Baduy. &#039;&#039;Sindoro Cendekia Pendidikan.&#039;&#039; 16(3): 101-110.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Dengan demikian, rangkaian praktik tanam–panen–simpan ini bukan hanya tradisi, melainkan sistem [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang memadukan spiritualitas, manajemen benih, dan keberlanjutan lingkungan, menjadikan padi sebagai poros budaya agraris Nusantara hingga kini.&lt;br /&gt;
== Keanekaragam Budidaya ==&lt;br /&gt;
Adaptasi padi terhadap lingkungan membentuk berbagai tipe budidaya. &#039;&#039;&#039;Padi gogo&#039;&#039;&#039; tumbuh di lahan kering dan sering ditanam dengan sistem tumpangsari bersama [[jagung]] atau ketela. &#039;&#039;&#039;Padi rawa&#039;&#039;&#039; berkembang di wilayah pasang surut dan mampu memanjangkan batang mengikuti naik-turunnya air. Dari sisi kualitas beras, dikenal padi &#039;&#039;&#039;pulen&#039;&#039;&#039;, &#039;&#039;&#039;pera&#039;&#039;&#039;, dan &#039;&#039;&#039;ketan&#039;&#039;&#039;, dengan kandungan amilosa yang berbeda. Inovasi pemuliaan meningkat pesat sejak berdirinya IRRI, menghasilkan varietas revolusioner seperti &#039;&#039;&#039;IR5 dan IR8&#039;&#039;&#039;, kemudian berkembang menjadi ribuan persilangan untuk meningkatkan hasil dan ketahanan terhadap OPT maupun stres abiotik. Era bioteknologi melahirkan inovasi seperti &#039;&#039;&#039;Golden Rice&#039;&#039;&#039; yang mengandung provitamin A dan padi transgenik tahan hama untuk menekan pestisida&amp;lt;ref&amp;gt;Amna, Qamar S, Tantray AY, Bashir SS, Zaid A, Wani SH. 2020. Golden rice: genetic engineering, promises, present status and future prospects. Rice research for Quality Improvement: Genomics and Genetic Engineering.&amp;lt;/ref&amp;gt;.[[Berkas:Acara seren taun di kasepuhan gelar alam.jpg|jmpl|271x271px|Acara seren taun di Kasepuhan Gelar Alam; di dokumentasikan oleh Dinnar]]&lt;br /&gt;
== Pengolahan Gabah hingga Menjadi Nasi ==&lt;br /&gt;
Setelah panen, &#039;&#039;&#039;gabah&#039;&#039;&#039; dipisahkan dari jerami melalui &#039;&#039;diiles&#039;&#039;, dipukul, atau memakai mesin perontok. Bulir lalu dijemur hingga mencapai kondisi &#039;&#039;Gabah Kering Giling (GKG)&#039;&#039; selama 3–7 hari, tergantung intensitas matahari. Dahulu gabah kerap dijemur bersama merang, namun kini lebih sering dipisahkan sejak awal. [[Berkas:Lumbung padi di bali.jpg|jmpl|268x268px|Jineng (lumbung padi di Bali); di dokumentasikan oleh sesawi.net]]Gabah kering dapat disimpan, dijual dalam skala besar, atau langsung digiling. Pada proses penggilingan, gabah diubah menjadi beras, disertai hasil ikutan: &#039;&#039;sekam&#039;&#039; untuk bahan bakar, &#039;&#039;merang&#039;&#039; untuk kerajinan atau pakan, &#039;&#039;bekatul&#039;&#039; sebagai sumber vitamin B, dan &#039;&#039;dedak&#039;&#039; untuk pakan ternak. Beras kemudian dimasak menjadi nasi melalui cara ditanak, ditim, atau diolah menjadi pangan tradisional seperti ketupat, lontong, dan lemang, serta ramuan seperti beras kencur dan param.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi zat gizi beras mentah tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Kal)&lt;br /&gt;
|357 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (g)&lt;br /&gt;
|8.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (g)&lt;br /&gt;
|1.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (g)&lt;br /&gt;
|77.1 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (g)&lt;br /&gt;
|0.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (g)&lt;br /&gt;
|0.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (mg)&lt;br /&gt;
|147 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (mg)&lt;br /&gt;
|81 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (mg)&lt;br /&gt;
|1.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (mg)&lt;br /&gt;
|27 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (mg)&lt;br /&gt;
|71 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (mg)&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (mg)&lt;br /&gt;
|0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Retinol (Vit. A)&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten Total&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.08 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|2.6 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
Komposisi zat gizi beras ketan hitam mentah tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|13.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Kal)&lt;br /&gt;
|360 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|8.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|2.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|74.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|1.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu&lt;br /&gt;
|1.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|347 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi&lt;br /&gt;
|6.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium&lt;br /&gt;
|11 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|288 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga&lt;br /&gt;
|0.28 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng&lt;br /&gt;
|2.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Retinol (Vit. A)&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten Total&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.24 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|2.0 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Barat]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_Beras_Merah&amp;diff=4312</id>
		<title>Nasi Beras Merah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_Beras_Merah&amp;diff=4312"/>
		<updated>2026-04-11T13:33:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Nasi beras merah.jpg|jmpl|Makan siang dengan nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]Pernah nggak kamu duduk di meja makan, menatap sepiring [[Nasi Itik Gambut|nasi]] merah dan berpikir, &#039;&#039;“Hmm… apa bedanya dengan nasi putih selama ini?”&#039;&#039; Begini ya ceritanya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beras merah sebenarnya bukan sekadar nasi yang warnanya beda. Ia adalah salah satu serealia utuh yang masih menyimpan kulit ari (bran) dan germ (embrio). Karena tidak digiling habis seperti beras putih, semua nutrisi berharga itu tetap ada di dalamnya. Senyawa yang terdapat pada lapisan warna merah beras bermanfaat sebagai antioksidan, anti kanker, anti glikemik tinggi.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Sumartini, S. (2018). Kajian peningkatan kualitas beras merah (Oryza nivara) instan dengan cara fisik. &#039;&#039;Pasundan Food Technology Journal&#039;&#039;, &#039;&#039;5&#039;&#039;(1), 84-90.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Warna Merah Beras ==&lt;br /&gt;
[[Beras]] merah mengandung gen yang memproduksi antosianin, dan senyawa ini terkonsentrasi pada lapisan perikarp atau kulit luar bulir padi, sehingga memberi warna merah.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain warnanya, beras merah juga berbeda secara tekstur dan rasa. Ia dikonsumsi tanpa melalui proses penyosohan penuh; hanya digiling menjadi beras pecah kulit, sehingga kulit arinya masih melekat pada endosperm. Kulit ari ini kaya akan minyak alami, lemak esensial, dan serat, yang membuat [[Nasi Bekepor|nasi]] merah lebih kenyal dan memiliki rasa sedikit seperti kacang dibanding nasi putih yang lembut dan pulen.&amp;lt;ref&amp;gt;Santika, A. Rozakurniati. 2010. Teknik Evaluasi Mutu Beras Hitam dan Beras Merah pada Beberapa Galur Padi Gogo. &#039;&#039;Buletin Teknik Pertanian&#039;&#039;, &#039;&#039;15&#039;&#039;(1), 1-5.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== B2SA ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Nasi beras merah irma riswanti.jpg|jmpl|Nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Namun, tetap perlu diingat bahwa &#039;&#039;&#039;mengonsumsi beras merah saja tidak cukup untuk pola makan sehat&#039;&#039;&#039;. Agar tubuh mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan, beras merah sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari &#039;&#039;&#039;pola makan seimbang sesuai prinsip Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (Pangan B2SA)&#039;&#039;&#039;. Ini berarti menambahkan sayuran, buah, lauk protein, serta sumber lemak sehat agar setiap piring makan mendukung kesehatan secara optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi [[Nasi Jinggo|nasi]] beras merah tiap 100 g, dengan berat yang dapat dimakan 100 %.&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Kandungan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|64.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|149 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|2.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|32.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|63 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|0.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|91.4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|0.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Retinol (Vit. A)&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karote&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Telor_Asin&amp;diff=4311</id>
		<title>Telor Asin</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Telor_Asin&amp;diff=4311"/>
		<updated>2026-04-11T13:31:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Telor asin brebes di dokumentasi oleh Irma Riswanti.jpg|jmpl|Telor asin Brebes; di dokumentasi oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;[[Telur ayam|Telur]] asin&#039;&#039;&#039; bisa dibilang salah satu “trik cerdas” orang-orang dulu dalam menyiasati makanan agar lebih awet. Bayangin, sebelum ada kulkas dan freezer, masyarakat sudah paham bahwa garam itu bukan cuma bumbu, tapi juga pengawet [[Makanan Pokok|makanan]].&amp;lt;ref&amp;gt;Assadad, L., &amp;amp; Utomo, B. S. B. (2011). Pemanfaatan garam dalam industri pengolahan produk perikanan. &#039;&#039;Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan&#039;&#039;, &#039;&#039;6&#039;&#039;(2), 26-37.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Telur ayam|Telur]] asin Brebes merupakan  hasil perpaduan kondisi alam Brebes yang kaya garam, tradisi peternakan [[bebek]] pelari yang kuat, serta kecerdasan masyarakat dalam mengolah hasil bumi agar lebih awet dan bernilai. Berawal dari usaha kecil pasangan In Tjiauw Seng dan Tan Polan Nio pada tahun 1959 di kampung Pecinan, telur asin Brebes tumbuh menjadi produk yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi identitas daerah dan sumber penghidupan masyarakat pesisir Brebes hingga sekarang.&amp;lt;ref&amp;gt;https://arahpantura.id/asal-usul-telur-asin&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Garam Melimpah ==&lt;br /&gt;
Di pesisir Brebes, tambak garam menjadi pemandangan yang biasa. Saat musim kemarau, produksi garam bisa meningkat tajam. Tumpukan garam putih di pinggir tambak atau gudang penyimpanan seolah jadi tanda bahwa Brebes punya kekayaan alam yang melimpah. Garam bukan hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengolah [[Pangan Lokal|panga]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;n, karena garam adalah bahan utama yang sangat efektif sebagai pengawet tradisional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bebek Pelari dan Telur Biru ==&lt;br /&gt;
Selain tambak garam, Brebes juga dikenal sebagai wilayah dengan banyak peternak dan pengangon bebek. Salah satu yang terkenal adalah &#039;&#039;&#039;[[bebek]] pelari&#039;&#039;&#039; (&#039;&#039;Anas platyrhynchos domesticus&#039;&#039;) yang produksi [[Telur ayam|telur]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya tinggi dan cukup melimpah. Telur bebek pelari ini memiliki ciri khas cangkang berwarna &#039;&#039;&#039;biru kehijauan&#039;&#039;&#039;, sehingga menjadi salah satu alasan mengapa telur asin Brebes juga identik dengan warna kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengolahn Telor Asin ==&lt;br /&gt;
Pembuatan telur asin terbagi menjadi dua teknik utama, yaitu metode balur menggunakan lumpur abu gosok dan metode perendaman air garam. Kedua teknik ini masih banyak digunakan oleh masyarakat karena sama-sama mudah dilakukan, hanya berbeda dari segi waktu dan cara penerapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode pertama adalah teknik membalut telur dengan lumpur abu gosok. Bahan yang digunakan meliputi telur yang sudah dicuci bersih, abu gosok atau bata merah yang ditumbuk halus, garam beryodium, air secukupnya, serta wadah seperti ember atau keranjang. Cara pembuatannya dimulai dengan mencampur abu gosok atau tanah merah bersama garam hingga rata sampai membentuk tekstur pasta atau lumpur. Setelah itu, telur dibalut dengan adonan tersebut hingga seluruh permukaannya tertutup seperti bola, lalu disimpan dalam wadah. Telur kemudian didiamkan sekitar 14 hari, setelah itu dibersihkan dan direbus dengan api kecil selama kurang lebih 30 menit sampai 1 jam. Setelah matang, telur asin siap dijual atau dikonsumsi.&amp;lt;ref&amp;gt;Cnnindonesia. 2 Cara Membuat Telur Asin Yang Enak Dan Masir. Hämtat Från &amp;lt;nowiki&amp;gt;Https://Www.Cnnindonesia.Com&amp;lt;/nowiki&amp;gt;: &amp;lt;nowiki&amp;gt;Https://Www.Cnnindonesia.Com/Gaya-Hidup/20221005160358-267-856753/2-Cara-Membuat-Telur-Asin-Yang-Enak-Dan-Masir&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode kedua adalah teknik perendaman menggunakan air garam, yang sering digunakan karena lebih praktis. Bahan yang diperlukan biasanya cukup sederhana, seperti telur bebek, garam dapur beryodium, air, dan ember sekitar 5 liter. Prosesnya dimulai dengan merebus air, mencampurkan garam hingga larut, lalu mendinginkannya. Setelah air garam dingin, larutan tersebut dituangkan ke dalam ember yang sudah berisi telur yang ditata rapi. Ember kemudian ditutup dan disimpan selama kurang lebih 5 hari. Setelah proses perendaman selesai, telur direbus dengan api kecil selama sekitar 30 menit, kemudian dapat dikemas ataupun langsung dikonsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Memilih Telur Asin yang Berkualitas ==&lt;br /&gt;
Telur asin yang baik memiliki ciri kulit berwarna biru muda kehijauan, tidak kusam, serta tidak retak. Telur asin yang sudah siap dikonsumsi juga biasanya terasa lebih berat saat dipegang. Selain itu, telur asin berkualitas memiliki kuning telur yang berada di tengah, berwarna jingga terang, tidak pucat, dan terdapat tekstur khas seperti memasir pada bagian kuningnya.&amp;lt;ref&amp;gt;Lyliana,  L. 3  Cara  Pilih  Telur  Asin  Yang  Bagus  Dan  Masir.  Hämtat Från Kompas.Com: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.com/food/3-cara-pilih-telur-asin-yang-bagus-dan-masir&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandunngan zat gizi telor asin tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 83%. &amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Kandungan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|66.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|179 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|13.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|13.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|4.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|0.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|2.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|120 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|157 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|1.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|483 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|140.1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Retinol (Vit. A)&lt;br /&gt;
|253 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|13 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.28 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.98 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|0.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|0 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Mangga_Indramayu&amp;diff=4310</id>
		<title>Mangga Indramayu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Mangga_Indramayu&amp;diff=4310"/>
		<updated>2026-04-11T13:31:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Mangga Indramayu.jpg|jmpl|Mangga Indramayu; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti|328x328px]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mangga Indramayu&#039;&#039;&#039; merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Masyarakat setempat membudidayakan mangga ini secara turun-temurun, dan varietas yang dikenal luas sebagai “mangga Indramayu” adalah mangga cengkir, yaitu jenis yang memiliki daging buah tebal, manis, dan beraroma kuat. Pada tahun 2006, varietas Mangga Cengkir resmi ditetapkan sebagai varietas unggul melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 305/Kpts/SR.120/4/2006&amp;lt;ref&amp;gt;Surat Keputusan Menteri Pertanian No.305/Kpts/SR.120/4/2006.&amp;lt;/ref&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangga varietas ini dikenal luas sebagai salah satu mangga paling populer di Indonesia karena rasanya yang manis, daging buahnya tebal, dan aromanya khas. Ketika masyarakat mencari mangga berkualitas di pasar, mangga Indramayu sering menjadi pilihan pertama karena konsistensi rasa serta tampilannya yang menarik, kulit berwarna kuning cerah dengan tekstur halus. Reputasi ini terbentuk dari tradisi budidaya mangga yang kuat di Indramayu, sehingga daerah ini identik sebagai sentra mangga unggulan yang menghasilkan buah dengan kualitas stabil dari tahun ke tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kingdom :&#039;&#039;&#039; Plantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Divisi:&#039;&#039;&#039; Magnoliophyta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kelas:&#039;&#039;&#039; Magnoliopsida&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ordo:&#039;&#039;&#039; Sapindales&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Famili:&#039;&#039;&#039; Anacardiaceae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Genus:&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;Mangifera&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Spesies:&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;Mangifera indica&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Mangga merupakan tanaman buah tahunan (perennial plants) berupa pohon berbatang keras dari famili Anacardiaceae. Mangga berasal dari India sebelum menyebar ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Asal-usul penyebaran ini terekam dalam istilah Tamil &#039;&#039;mangas&#039;&#039; atau &#039;&#039;mankay&#039;&#039;, yang kemudian melahirkan kata “mangga”. Secara ilmiah, mangga dinamai &#039;&#039;Mangifera indica&#039;&#039; yang menguatkan bahwa tanaman ini berasal dari India&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Rohmaningtyas D. 2010. Perbanyakan tanaman mangga dengan  okulasi di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tejomantri Wonorejo Polokarto Sukoharjo [s kripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia mangga mulai dibudidayakan secara luas, termasuk di wilayah Indramayu. Budidaya mangga Indramayu berkembang sejak masa kolonial ketika masyarakat menanamnya di pekarangan dan lahan kering Pantura. Kondisi pesisir yang panas serta musim kering panjang membuat mangga menjadi tanaman yang paling adaptif dan produktif. Pada 1980-an, pemerintah daerah menetapkan mangga sebagai komoditas unggulan, sehingga Indramayu berkembang menjadi sentra produksi sekaligus pemasok penting bagi pasar nasional dan ekspor&amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot;&amp;gt;Triani F. 2018. Dampak variasi iklim terhadap produktivitas mangga (&#039;&#039;Mangivera indica&#039;&#039;) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat [skripsi]. Malang: Universitas Brawijaya.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ekologis ==&lt;br /&gt;
Mangga dapat  tumbuh optimal pada lingkungan pesisir dengan curah hujan 750–2.000 mm per tahun dan musim kering 4–7 bulan. Tanah berpasir hingga berlempung menyediakan aerasi dan drainase baik sehingga akar dapat berkembang tanpa risiko pembusukan. Tanaman mangga mampu tumbuh hingga ketinggian ±1.300 mdpl, namun zona produksi terbaik berada pada ketinggian maksimal 500 mdpl&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara geografis Kabupaten Indramayu berada pada ketinggian 0–100 m di atas permukaan laut, sehingga menyediakan suhu hangat dan intensitas cahaya tinggi yang mendukung pembungaan dan pematangan buah. Hembusan angin laut Pantura membantu menurunkan kelembapan daun sehingga risiko penyakit jamur lebih rendah. Kombinasi faktor ekologis tersebut mendorong terbentuknya kualitas mangga Indramayu yang manis, beraroma kuat, dan konsisten dari tahun ke tahun&amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot; /&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tiga Varietas Primadona Petani Indramayu ==&lt;br /&gt;
Varietas mangga yang banyak dibudidayakan dan populer di Kabupaten Indramayu meliputi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Mangga cengkir&#039;&#039;&#039; merupakan varietas yang paling identik dengan Mangga Indramayu karena Memiliki daging jingga jernih, berair, sedikit berserat, manis-asam saat matang, dan aroma tajam yang khas.[[Berkas:Mangga Indramayu.jpg|pus|jmpl|Mangga cengkir; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Mangga arumanis&#039;&#039;&#039; dikenal memiliki rasa manis tajam, tekstur lembut, dan tingkat kematangan yang seragam.[[Berkas:Mangga harumanis.png|pus|jmpl|Mangga harumanis; di dokumentasikan oleh edesa.my]]&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Mangga gedong gincu&#039;&#039;&#039; memiliki nilai ekonomi tinggi dengan warna kulit cerah dan aroma khas yang kuat.[[Berkas:Mangga gedong (foto- Irma R).jpg|pus|jmpl|Mangga gedong gincu; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandunan Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi mangga indramayu tiap 100 gram, dengan berat dapat dimakan 65%&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Kandungan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|80.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|72 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|0.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|18.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|2.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (Ash)&lt;br /&gt;
|0.1 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|13 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|1.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|3 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|131.4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.06 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|0.1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|178 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten Total (RE)&lt;br /&gt;
|2,900 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.06 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.02 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|16 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Barat]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sate_Blengong&amp;diff=4309</id>
		<title>Sate Blengong</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sate_Blengong&amp;diff=4309"/>
		<updated>2026-04-11T13:26:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sate Blengong.jpg|jmpl|Sate blengong khas Brebes, foto: Diporapar Jateng]]&lt;br /&gt;
Sate blengong lahir dari keseharian masyarakat Brebes yang sudah lama akrab dengan ternak blengong. Berbeda dari sate ayam atau sate kambing yang umum di Indonesia, sate blengong menggunakan daging &#039;&#039;blengong.&#039;&#039; Keberadaan sate ini tidak terlepas dari kondisi wilayah Brebes yang memiliki banyak peternak blengong, yaitu unggas hasil persilangan antara [[bebek]] dan entok (&#039;&#039;Muscovy duck&#039;&#039;).&amp;lt;ref&amp;gt;Savitri, A. I. (2019). Introducing New Traditional Cuisine for Maintaining Culture and Promoting Tourism in Tegal Regency. &#039;&#039;Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies&#039;&#039;, &#039;&#039;3&#039;&#039;(2), 7-12.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat Brebes sejak lama memanfaatkan blengong sebagai sumber ekonomi, terutama dengan mengambil telurnya untuk diolah menjadi telur asin. Namun, melimpahnya populasi blengong juga mendorong pemanfaatan bagian lain, khususnya daging. Dari kebutuhan inilah kemudian berkembang olahan sate blengong&amp;lt;ref&amp;gt;Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah. Diakses pada 5 Januari 2026. [https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/kuliner/ https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/kuliner/sate-blengong]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sate blengong memiliki rasa gurih yang dominan dengan sentuhan manis dan aroma rempah yang khas. Sate ini umumnya disajikan bersama [[Ketupat Kandangan|ketupat]] atau kupat glabed, yang menambah kekayaan tekstur dan cita rasa hidangan ini. Sebagai hidangan yang mendapat tempat istimewa dalam tradisi kuliner lokal, sate blengong kini menjadi pilihan favorit warga Brebes dan pelancong yang singgah di jalur Pantura&amp;lt;ref&amp;gt;Savitri AI. 2019. Introducing New Traditional Cuisine for Maintaining Culture and Promoting Tourism in Tegal Regency. &#039;&#039;Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies. 3&#039;&#039;(2):7-12. https://doi.org/10.14710/culturalistics.v3i2.5408&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengolahan ==&lt;br /&gt;
Proses pengolahan sate blengong secara rinci disajikan pada bagian langkah-langkah berikut, mulai dari persiapan bahan hingga tahap penyajian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Daging blengong: 1 kg&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang merah]]: 8 siung (±60 g)&lt;br /&gt;
# Bawang putih: 5 siung (±30 g)&lt;br /&gt;
# Ketumbar: 1 sdt (±5 g)&lt;br /&gt;
# [[Kunyit]]: 2 cm (±10 g)&lt;br /&gt;
# [[Jahe]]: 2 cm (±10 g)&lt;br /&gt;
# [[Lengkuas]]: 2 cm (±10 g)&lt;br /&gt;
# [[Gula Merah|Gula merah]]: 50 g&lt;br /&gt;
# Garam: 1 sdt (±5 g)&lt;br /&gt;
# Kecap manis: 2–3 sdm (±40 ml)&lt;br /&gt;
# Tusuk sate: secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Pengolahan Sate Blengong&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Cuci bersih daging blengong, kemudian potong-potong dengan ukuran sedang (±3–4 cm) agar mudah ditusuk dan matang merata.&lt;br /&gt;
# Haluskan [[Bawang Merah|bawang merah]], bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, [[Gula Merah|gula merah]], dan garam hingga tercampur merata.&lt;br /&gt;
# Campurkan bumbu halus dengan potongan daging blengong, lalu aduk hingga seluruh permukaan daging terlapisi bumbu.&lt;br /&gt;
# Diamkan atau marinasi daging selama 30–60 menit agar bumbu meresap ke dalam serat daging dan mengurangi aroma amis.&lt;br /&gt;
# Tusukkan potongan daging blengong pada tusuk sate, masing-masing tusuk diisi 4–5 potong daging.&lt;br /&gt;
# Siapkan bara api dengan panas sedang, lalu bakar sate sambil dibolak-balik agar matang merata dan tidak gosong.&lt;br /&gt;
# Olesi sate dengan kecap manis selama proses pembakaran agar daging tidak kering dan menghasilkan aroma bakaran yang khas.&lt;br /&gt;
# Angkat sate setelah matang sempurna dan berwarna kecokelatan.&lt;br /&gt;
# Sajikan sate blengong selagi hangat bersama ketupat atau kupat glabed.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sate_Blengong&amp;diff=4308</id>
		<title>Sate Blengong</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sate_Blengong&amp;diff=4308"/>
		<updated>2026-04-11T13:25:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sate Blengong.jpg|jmpl|Sate blengong khas Brebes, foto: Diporapar Jateng]]&lt;br /&gt;
Sate blengong lahir dari keseharian masyarakat Brebes yang sudah lama akrab dengan ternak blengong. Berbeda dari sate ayam atau sate kambing yang umum di Indonesia, sate blengong menggunakan daging &#039;&#039;blengong.&#039;&#039; Keberadaan sate ini tidak terlepas dari kondisi wilayah Brebes yang memiliki banyak peternak blengong, yaitu unggas hasil persilangan antara [[bebek]] dan entok (&#039;&#039;Muscovy duck&#039;&#039;). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat Brebes sejak lama memanfaatkan blengong sebagai sumber ekonomi, terutama dengan mengambil telurnya untuk diolah menjadi telur asin. Namun, melimpahnya populasi blengong juga mendorong pemanfaatan bagian lain, khususnya daging. Dari kebutuhan inilah kemudian berkembang olahan sate blengong&amp;lt;ref&amp;gt;Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah. Diakses pada 5 Januari 2026. [https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/kuliner/ https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/kuliner/sate-blengong]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sate blengong memiliki rasa gurih yang dominan dengan sentuhan manis dan aroma rempah yang khas. Sate ini umumnya disajikan bersama [[Ketupat Kandangan|ketupat]] atau kupat glabed, yang menambah kekayaan tekstur dan cita rasa hidangan ini. Sebagai hidangan yang mendapat tempat istimewa dalam tradisi kuliner lokal, sate blengong kini menjadi pilihan favorit warga Brebes dan pelancong yang singgah di jalur Pantura&amp;lt;ref&amp;gt;Savitri AI. 2019. Introducing New Traditional Cuisine for Maintaining Culture and Promoting Tourism in Tegal Regency. &#039;&#039;Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies. 3&#039;&#039;(2):7-12. https://doi.org/10.14710/culturalistics.v3i2.5408&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengolahan ==&lt;br /&gt;
Proses pengolahan sate blengong secara rinci disajikan pada bagian langkah-langkah berikut, mulai dari persiapan bahan hingga tahap penyajian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Daging blengong: 1 kg&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang merah]]: 8 siung (±60 g)&lt;br /&gt;
# Bawang putih: 5 siung (±30 g)&lt;br /&gt;
# Ketumbar: 1 sdt (±5 g)&lt;br /&gt;
# [[Kunyit]]: 2 cm (±10 g)&lt;br /&gt;
# [[Jahe]]: 2 cm (±10 g)&lt;br /&gt;
# [[Lengkuas]]: 2 cm (±10 g)&lt;br /&gt;
# [[Gula Merah|Gula merah]]: 50 g&lt;br /&gt;
# Garam: 1 sdt (±5 g)&lt;br /&gt;
# Kecap manis: 2–3 sdm (±40 ml)&lt;br /&gt;
# Tusuk sate: secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Pengolahan Sate Blengong&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Cuci bersih daging blengong, kemudian potong-potong dengan ukuran sedang (±3–4 cm) agar mudah ditusuk dan matang merata.&lt;br /&gt;
# Haluskan [[Bawang Merah|bawang merah]], bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, gula merah, dan garam hingga tercampur merata.&lt;br /&gt;
# Campurkan bumbu halus dengan potongan daging blengong, lalu aduk hingga seluruh permukaan daging terlapisi bumbu.&lt;br /&gt;
# Diamkan atau marinasi daging selama 30–60 menit agar bumbu meresap ke dalam serat daging dan mengurangi aroma amis.&lt;br /&gt;
# Tusukkan potongan daging blengong pada tusuk sate, masing-masing tusuk diisi 4–5 potong daging.&lt;br /&gt;
# Siapkan bara api dengan panas sedang, lalu bakar sate sambil dibolak-balik agar matang merata dan tidak gosong.&lt;br /&gt;
# Olesi sate dengan kecap manis selama proses pembakaran agar daging tidak kering dan menghasilkan aroma bakaran yang khas.&lt;br /&gt;
# Angkat sate setelah matang sempurna dan berwarna kecokelatan.&lt;br /&gt;
# Sajikan sate blengong selagi hangat bersama ketupat atau kupat glabed.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pattikala&amp;diff=4307</id>
		<title>Pattikala</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pattikala&amp;diff=4307"/>
		<updated>2026-04-11T13:23:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Pattikala&#039;&#039;&#039; atau &#039;&#039;&#039;Patikala&#039;&#039;&#039; adalah sebutan lokal masyarakat Luwu dan Toraja di Sulawesi Selatan untuk buah dari tanaman &#039;&#039;Etlingera elatior&#039;&#039; ([[Kecombrang]]/Honje). Jika di wilayah lain di Nusantara bagian tanaman yang umum dikonsumsi adalah bunga atau tunas mudanya, maka dalam tradisi kuliner Luwu Raya dan Toraja, bagian yang paling bernilai adalah buahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah ini memegang peranan vital sebagai pemberi rasa [[Asam Jawa|asam]] (&#039;&#039;acidulant&#039;&#039;) alami yang menyegarkan pada hidangan berbasis ikan dan [[sagu]]. Tanpa Pattikala, hidangan ikonik seperti [[Kapurung]] atau [[Parende]] dianggap kehilangan &amp;quot;jiwa&amp;quot; aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik Fisik dan Rasa ==&lt;br /&gt;
Secara botani, Pattikala termasuk dalam famili &#039;&#039;Zingiberaceae&#039;&#039; ([[jahe]]-jahean).&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Bentuk&#039;&#039;&#039; Buahnya tumbuh bergerombol dalam bonggol di dekat tanah (terpisah dari batang daun). Berbentuk bulat atau lonjong dengan ujung meruncing, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi merah kecokelatan saat matang.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Struktur Dalam&#039;&#039;&#039; Kulitnya tebal dan berserat. Di dalamnya terdapat biji-biji kecil berwarna hitam/cokelat yang terbungkus selaput putih bening.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Rasa dan Aroma&#039;&#039;&#039; Memiliki rasa asam yang sangat tajam (&#039;&#039;citrusy&#039;&#039;) namun tidak menyengat seperti cuka, disertai aroma wangi khas rempah yang mampu menghilangkan bau amis ikan sungai maupun laut secara instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran dalam Kuliner Sulawesi ==&lt;br /&gt;
Dalam peta kuliner Sulawesi Selatan (khususnya wilayah utara seperti Palopo, Luwu, Masamba, dan Tana Toraja), Pattikala adalah bumbu wajib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Kapurung (Luwu):&#039;&#039;&#039; Pada hidangan sagu ini, sari buah Pattikala (yang telah direbus dan diremas/dihancurkan) dicampurkan ke dalam kuah ikan. Rasa asamnya menetralkan rasa sagu yang tawar dan menyeimbangkan rasa gurih ikan. Biji-biji kecil Pattikala yang ikut termakan memberikan sensasi tekstur tersendiri.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Piong/Pa&#039;piong (Toraja):&#039;&#039;&#039; Dalam masakan daging atau ikan yang dimasak dalam bambu, buah Pattikala sering ditambahkan (digeprek atau diiris) untuk melunakkan daging dan memberikan aroma segar.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Parende (Buton/Luwu):&#039;&#039;&#039; Pada versi Luwu, sup ikan ini wajib menggunakan air asam Pattikala, berbeda dengan versi daerah lain yang mungkin menggunakan [[Asam Jawa|asam jawa]] atau belimbing wuluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Khasiat dan Nilai Gizi ==&lt;br /&gt;
Secara tradisional, masyarakat setempat meyakini bahwa rasa asam Pattikala tidak memicu sakit lambung (maag) sekeras cuka atau asam buatan. Penelitian modern menunjukkan buah ini kaya akan senyawa bioaktif. Ekstrak buah Pattikala diketahui mengandung flavonoid dan memiliki aktivitas antioksidan serta antibakteri yang dapat mengawetkan makanan secara alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
* Seven Hub. (2024). &#039;&#039;[https://sevenhub.id/articles/article-detail/intip-jejak-pohon-patikala-di-luwu-utara-bersama-jejak-petualang Intip Jejak Pohon Patikala di Luwu Utara]&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
* Budaya Indonesia. (2018). &#039;&#039;[https://budaya-indonesia.org/Sayur-Asam-Patikala Sayur Asam Patikala dan Kapurung]&#039;&#039;. Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.&lt;br /&gt;
* Majid, I., et al. (2024). &#039;&#039;Potential of Patikala Fruit (Etlingera elatior) in Improving the Physical Quality of Spent Layer Meat&#039;&#039;. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 24(1). (Jurnal ilmiah yang meneliti potensi ekstrak buah Patikala).&lt;br /&gt;
* Tribun Timur. (2020). &#039;&#039;[https://makassar.tribunnews.com/2020/06/03/9-manfaat-buah-patikala-sumber-rasa-asam-pada-makanan-khas-luwu-kapurung 9 Manfaat Buah Patikala, Sumber Rasa Asam pada Makanan Khas Luwu Kapurung]&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Rempah-rempah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Flora Sulawesi]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Luwu]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Toraja]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Palopo]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Nunapa&amp;diff=4306</id>
		<title>Nunapa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Nunapa&amp;diff=4306"/>
		<updated>2026-04-11T13:22:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Nunapa atau banyak dikenal sebagai sayur pucuk beringin merupakan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] dari Nusa Tenggara Timur. Nunapa umumnya diolah dengan direbus sebagai bagian dari [[Jagung Bose|jagung bose]]. Bagian yang digunakan yaitu bagian muda dari tanaman beringin (pucuk dari pohon beringin) yang dimanfaatkan sebagai bahan [[Pangan Lokal|pangan]] oleh masyarakat NTT, khususnya suku Dawan. Dalam bahasa Dawan, nunapa disebut &#039;&#039;nun no tuna&#039;&#039;&#039;. Sayuran ini memiliki tekstur lembut dan rasa khas yang cocok untuk berbagai olahan tradisional. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini konsumsi nunapa sudah berkurang jika dibandingkan dengan dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan Kuliner ==&lt;br /&gt;
Nunapa atau pucuk beringin memiliki peran penting dalam khazanah kuliner tradisional Nusa Tenggara Timur. Sayuran ini umumnya direbus dan disajikan sebagai pelengkap [[Jagung Bose|jagung bose]], makanan pokok khas wilayah tersebut yang berbahan dasar [[jagung]]. Selain direbus, pucuk beringin juga dapat diolah menjadi beragam hidangan seperti sayur bening atau tumis sederhana, yang menonjolkan cita rasa alami dan segar dari daun muda pohon beringin tersebut. Dalam beberapa resep lokal, pucuk beringin dikombinasikan dengan bahan tradisional lainnya seperti [[Daun Kelor|daun kelor]], labu kuning, atau kacang-kacangan untuk menghasilkan sup yang kaya gizi dan beraroma khas. Penggunaan sayur ini mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tumbuh di sekitar, sekaligus menjaga kelestarian tradisi kuliner yang sarat makna budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Potensi Kuliner ==&lt;br /&gt;
Konsumsi nunapa atau pucuk beringin sebagai [[Pangan Lokal|pangan lokal]] khas Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan signifikan. Perubahan pola makan masyarakat yang cenderung beralih ke bahan pangan instan dan modern menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, regenerasi pengetahuan kuliner tradisional yang minim di kalangan generasi muda turut mempercepat hilangnya kebiasaan mengonsumsi sayuran lokal seperti nunapa. Kurangnya promosi dan dokumentasi mengenai manfaat gizi dan nilai budaya dari nunapa juga membuatnya semakin tersisih dari menu harian masyarakat, padahal sayuran ini memiliki potensi besar sebagai sumber pangan sehat dan adaptif terhadap lingkungan lokal.&amp;lt;ref&amp;gt;Kompas.com. (2025, February 18). &#039;&#039;Konsumsi negara kaya hancurkan biodiversitas negara berkembang&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://lestari.kompas.com/read/2025/02/18/161300186/konsumsi-negara-kaya-hancurkan-biodiversitas-negara-berkembang&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kondisi tersebut, konservasi dan revitalisasi nunapa menjadi langkah penting yang perlu dilakukan. Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, mengenai nilai gizi dan budaya dari nunapa dapat membantu mengembalikan eksistensinya sebagai bagian dari warisan kuliner NTT. Selain itu, pengembangan nunapa sebagai komoditas sayur khas daerah dengan nilai ekonomi dapat mendorong pelestarian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Nunapa juga sangat cocok untuk dimasukkan dalam program ketahanan pangan berbasis lokal dan diversifikasi menu sehat, mengingat kemampuannya tumbuh di lingkungan kering dan kandungan nutrisinya yang baik.&amp;lt;ref&amp;gt;CIFOR-ICRAF. (2025, July 29). &#039;&#039;Wajah baru dalam pendanaan konservasi&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://forestsnews.cifor.org/embed-post/93146/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Resep Nunapa (Sayur Pucuk Beringin) ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sayur Pucuk Beringin Rebus&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan-bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 ikat pucuk beringin muda (nunapa), siangi dan cuci bersih&lt;br /&gt;
* 1 sdt garam&lt;br /&gt;
* 1 sdt kaldu bubuk (opsional)&lt;br /&gt;
* Air secukupnya untuk merebus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara membuat:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rebus air dalam panci hingga mendidih.&lt;br /&gt;
# Masukkan pucuk beringin yang telah dicuci.&lt;br /&gt;
# Tambahkan garam dan kaldu bubuk.&lt;br /&gt;
# Rebus selama 5–7 menit hingga daun layu dan empuk.&lt;br /&gt;
# Angkat dan tiriskan.&lt;br /&gt;
# Sajikan sebagai pelengkap jagung bose atau lauk lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Cendawan&amp;diff=4305</id>
		<title>Cendawan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Cendawan&amp;diff=4305"/>
		<updated>2026-04-11T13:18:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Cendawan atau jamur yang biasanya tumbuh disekitar pepohonan merupakan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang dapat ditemukan di Nusa Tenggara Timur. Biasanya cendawan diolah dengan cara diasap atau dikeringkan. Keanekaragaman jamur di daerah ini mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya hayati yang tersedia secara musiman. Beberapa jenis jamur yang umum dikonsumsi oleh masyarakat meliputi jamur kayu &#039;&#039;(Auricularia auricula-judae)&#039;&#039; yang dikenal luas sebagai jamur kuping, jamur merang lokal yang tumbuh di media jerami atau batang [[Pisang asar|pisang]], serta jamur tanah yang muncul setelah hujan dan petir, sering disebut “kulat taun” dalam bahasa daerah. Jamur-jamur ini biasanya ditemukan di bawah pohon besar, batang lapuk, atau tanah lembap yang kaya akan bahan organik. Pemanfaatan cendawan sebagai bagian dari pangan lokal menunjukkan hubungan ekologis dan budaya yang kuat antara masyarakat dengan lingkungannya.&amp;lt;ref&amp;gt;LIPI. (2017). &#039;&#039;Jamur sebagai sumber pangan dan obat tradisional&#039;&#039;. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Cendawan lokal Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kental dalam cara pengolahannya. Masyarakat setempat memanfaatkan cendawan dengan berbagai teknik tradisional yang mempertahankan kualitas dan cita rasa. Pengasapan adalah metode yang umum digunakan untuk memperpanjang umur simpan sekaligus memberi aroma khas yang melekat pada masakan khas daerah. Selain itu, jamur dikeringkan sebagai cadangan pangan, terutama saat musim panen terbatas atau dalam kondisi darurat. Jamur juga direbus atau ditumis dan disajikan sebagai lauk pendamping [[jagung]] bose atau nasi kelor, dua makanan pokok yang populer di wilayah ini. Lebih dari sekadar bahan pangan, cendawan kerap menjadi elemen penting dalam ritual adat, misalnya sebagai bagian dari persembahan atau simbol hasil panen yang melimpah. &amp;lt;ref&amp;gt;Susanti, D., &amp;amp; Wulandari, F. (2020). Etnobotani jamur liar: Studi kasus di Timor Tengah Selatan. &#039;&#039;Jurnal Biologi Tropis&#039;&#039;, 18(3), 112–120. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://doi.org/10.24843/jbt.2020.v18.i03.p02&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi per 100 gram jamur segar (rata-rata):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kalori: 22–35 kkal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Protein: 2–3 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Serat: 1–2 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Zat besi: 1–2 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kalium: 300–400 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jamur bebas lemak dan rendah kalori, cocok untuk diet sehat dan sumber protein nabati.&amp;lt;ref&amp;gt;Rania, R. (2022). &#039;&#039;KAJIAN PEMBUATAN EKADO DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG KEDELAI DAN JAMUR KUPING (AURICULARIA AURICULA) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN KAYA PROTEIN DAN SERAT UNTUK PENDERITA PENYAKIT TIDAK MENULAR&#039;&#039; (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Settung&amp;diff=4304</id>
		<title>Settung</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Settung&amp;diff=4304"/>
		<updated>2026-04-11T13:14:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Settung.jpg|jmpl|348x348px|Buah Settung (foto: Katakerja)]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Settung&#039;&#039;&#039; (dalam bahasa Bugis) atau dikenal secara nasional sebagai &#039;&#039;&#039;Kecapi&#039;&#039;&#039; atau &#039;&#039;&#039;Sentul&#039;&#039;&#039; (&#039;&#039;Sandoricum koetjape&#039;&#039;), adalah jenis tanaman buah tropis tahunan yang tumbuh di wilayah Asia Tenggara, termasuk di Sulawesi Selatan. Buah ini memiliki karakteristik kulit yang tebal, keras, dan berbulu halus seperti beludru, dengan [[Daging kus-kus|daging]] buah berwarna putih yang menyerupai kapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Sulawesi Selatan, Settung bukan sekadar tanaman pekarangan, melainkan bahan pangan musiman yang memiliki nilai nostalgia kuat. Ia kerap diolah menjadi berbagai hidangan tradisional, mulai dari manisan hingga pelengkap sambal ([[Sambala Settung|Sambala&#039; Settung]]). Namun, seiring dengan alih fungsi lahan dan masuknya buah-buahan impor, keberadaan pohon Settung di pemukiman warga kini semakin langka dan termasuk kategori &#039;&#039;underutilized fruit&#039;&#039; atau buah yang mulai terlupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik Botani dan Fisik ==&lt;br /&gt;
Settung adalah pohon rimbun yang dapat tumbuh hingga ketinggian 30 meter, menjadikannya pohon peneduh yang ideal di halaman rumah tradisional Bugis-Makassar di masa lampau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Buah:&#039;&#039;&#039; Berbentuk bulat pipih dengan diameter 5–7 cm. Saat matang, kulitnya berwarna kuning kecokelatan atau emas pudar.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Kulit (Pericarp):&#039;&#039;&#039; Sangat tebal, liat, dan mengandung getah putih (lateks) saat masih muda. Bagian dalam kulit yang tebal ini sebenarnya bisa dimakan (&#039;&#039;edible&#039;&#039;) jika diolah dengan benar, memiliki tekstur renyah dan rasa sepat-asam.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Daging [[Buah Naga|Buah]] (Aril):&#039;&#039;&#039; Menempel erat pada biji (sulit dilepas), berwarna putih, bertekstur lunak seperti busa/kapas, dengan rasa yang bervariasi dari masam hingga manis segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Akar Sosial dan Memori Kolektif ==&lt;br /&gt;
Dalam antropologi kuliner masyarakat Sulawesi, Settung memiliki tempat unik karena &amp;quot;tingkat kesulitan&amp;quot; untuk menikmatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tradisi &amp;quot;Jepit Pintu&amp;quot; ===&lt;br /&gt;
Salah satu memori kolektif yang paling melekat pada generasi tua di Sulawesi Selatan adalah cara membuka buah Settung. Karena kulitnya yang sangat keras dan liat (sulit dikupas dengan tangan kosong atau pisau tumpul), buah ini sering kali dibuka dengan cara **dijepitkan pada engsel pintu**. Tekanan dari pintu akan meretakkan kulit buah tanpa menghancurkan daging di dalamnya. Praktik ini melahirkan ungkapan lokal tentang &amp;quot;usaha keras&amp;quot; untuk mendapatkan hasil yang manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pemanfaatan Lokal ===&lt;br /&gt;
Masyarakat Bugis dan Makassar mempraktikkan konsep &#039;&#039;zero waste&#039;&#039; (tanpa limbah) pada buah ini jauh sebelum istilah tersebut populer:&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Sebagai Buah Meja:&#039;&#039;&#039; Daging bijinya diemut/dihisap untuk rasa manis-asam.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Sebagai Sayur/Lauk:&#039;&#039;&#039; Kulit bagian dalamnya yang tebal tidak dibuang, melainkan dicacah, direndam air garam untuk menghilangkan getah, lalu dijadikan bahan utama sambal (&#039;&#039;Pecce&#039;&#039; atau &#039;&#039;Sambala&#039;&#039;&#039;) atau ditumis. Rasa sepat kulit Settung dipercaya ampuh menetralkan rasa amis ikan dan lemak daging.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Kayu:&#039;&#039;&#039; Batang pohon Settung yang tua dan keras juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau perabotan rumah tangga di pedesaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. (2018). &#039;&#039;Karakteristik Morfologi dan Potensi Kecapi (Sandoricum koetjape)&#039;&#039;. Kementerian Pertanian.&lt;br /&gt;
* Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan. (2024). &#039;&#039;[[Pangan Lokal]] yang Terlupakan: Potensi Gizi Buah Settung&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
* Jurnal Etnobotani Indonesia. (2020). &#039;&#039;Pemanfaatan Tumbuhan Pekarangan oleh Masyarakat Bugis di Kabupaten Bone&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Buah-buahan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Flora Sulawesi]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bugis]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Makassar]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Pangan Lokal]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Manggulu&amp;diff=4303</id>
		<title>Manggulu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Manggulu&amp;diff=4303"/>
		<updated>2026-04-11T13:12:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue manggulu terbuat dari pisang kering yang dipadukan dengan [[Kacang Tanah|kacang tanah]] serta [[Gula Merah|gula merah]], sehingga menghasilkan cita rasa manis dan gurih. Kue ini memiliki bentuk mirip [[dodol]], namun dibungkus dengan daun [[Pisang asar|pisang]] kering, sehingga dapat bertahan lama. Manggulu tidak menggunakan gula atau bahan pengawet, menjadikannya camilan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.&amp;lt;ref&amp;gt;Muhammad, A., &amp;amp; Wulantary, D. A. (2025). Pembelajaran Keterampilan Membaca Paragraf Topik Budaya Menggunakan Teknik Tugas Menyalin dan Teknik Tes. &#039;&#039;GAUNG: Jurnal Ragam Budaya Gemilang&#039;&#039;, &#039;&#039;3&#039;&#039;(1), 67-80.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sebagai hidangan, Manggulu juga berperan sebagai camilan untuk menunda lapar, mencerminkan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Keberadaan kue ini menunjukkan bagaimana kuliner tradisional tidak hanya memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga mengandung nilai budaya dan praktik lokal yang diwariskan turun-temurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pisang kepok, dikupas&lt;br /&gt;
# [[Kacang Tanah|Kacang tanah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Pelengkap ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Daun pisang kering untuk membungkus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak pisang kepok yang sudah dikupas hingga matang, lalu keringkan dengan cara dijemur.&lt;br /&gt;
# Sangrai [[Kacang Tanah|kacang tanah]] hingga matang, kemudian buang kulit arinya.&lt;br /&gt;
# Tumbuk [[Kacang Tanah|kacang tanah]] bersama pisang yang sudah dikeringkan hingga halus dan tercampur merata.&lt;br /&gt;
# Ambil adonan yang sudah halus, bentuk sesuai keinginan, lalu bungkus dengan daun pisang kering.&lt;br /&gt;
# Gulung adonan di dalam daun pisang hingga berbentuk oval, kemudian ikat bagian atas dan bawahnya.&lt;br /&gt;
# Manggulu siap disimpan atau disajikan. Daun pisang kering berfungsi sekaligus sebagai pengawet alami dan wadah tradisional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.merdeka.com/peristiwa/proses-pembuatan-manggulu-oleh-oleh-khas-sumba-timur.html&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Manggulu&amp;diff=4302</id>
		<title>Manggulu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Manggulu&amp;diff=4302"/>
		<updated>2026-04-11T13:11:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue manggulu terbuat dari pisang kering yang dipadukan dengan [[Kacang Tanah|kacang tanah]] serta [[Gula Merah|gula merah]], sehingga menghasilkan cita rasa manis dan gurih. Kue ini memiliki bentuk mirip [[dodol]], namun dibungkus dengan daun [[Pisang asar|pisang]] kering, sehingga dapat bertahan lama. Manggulu tidak menggunakan gula atau bahan pengawet, menjadikannya camilan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.&amp;lt;ref&amp;gt;Muhammad, A., &amp;amp; Wulantary, D. A. (2025). Pembelajaran Keterampilan Membaca Paragraf Topik Budaya Menggunakan Teknik Tugas Menyalin dan Teknik Tes. &#039;&#039;GAUNG: Jurnal Ragam Budaya Gemilang&#039;&#039;, &#039;&#039;3&#039;&#039;(1), 67-80.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sebagai hidangan, Manggulu juga berperan sebagai camilan untuk menunda lapar, mencerminkan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Keberadaan kue ini menunjukkan bagaimana kuliner tradisional tidak hanya memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga mengandung nilai budaya dan praktik lokal yang diwariskan turun-temurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pisang kepok, dikupas&lt;br /&gt;
# [[Kacang Tanah|Kacang tanah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Pelengkap ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Daun pisang kering untuk membungkus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak pisang kepok yang sudah dikupas hingga matang, lalu keringkan dengan cara dijemur.&lt;br /&gt;
# Sangrai [[Kacang Tanah|kacang tanah]] hingga matang, kemudian buang kulit arinya.&lt;br /&gt;
# Tumbuk kacang tanah bersama pisang yang sudah dikeringkan hingga halus dan tercampur merata.&lt;br /&gt;
# Ambil adonan yang sudah halus, bentuk sesuai keinginan, lalu bungkus dengan daun pisang kering.&lt;br /&gt;
# Gulung adonan di dalam daun pisang hingga berbentuk oval, kemudian ikat bagian atas dan bawahnya.&lt;br /&gt;
# Manggulu siap disimpan atau disajikan. Daun pisang kering berfungsi sekaligus sebagai pengawet alami dan wadah tradisional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.merdeka.com/peristiwa/proses-pembuatan-manggulu-oleh-oleh-khas-sumba-timur.html&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Terasi&amp;diff=4301</id>
		<title>Terasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Terasi&amp;diff=4301"/>
		<updated>2026-04-11T12:53:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Terasi; di dokumentasokan oleh Irma Riswanti.jpg|jmpl|Terasi khas Cirebon; di dokumentasokan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Terasi atau dikenal dengan belacan, merupakan bumbu tradisional Indonesia hasil fermentasi udang rebon atau ikan kecil. Bumbu ini dikenal karena aroma tajam dan cita rasa gurih yang khas, menjadikannya bahan penting dalam beragam hidangan Nusantara. Varian yang populer meliputi terasi udang rebon, terasi ikan, dan terasi campuran, masing-masing menawarkan karakter rasa yang unik dan khas pada masakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengolahan ==&lt;br /&gt;
Proses pembuatan terasi dimulai dengan menjemur udang atau ikan kecil hingga kering, kemudian ditumbuk hingga halus dan dicampur garam. Campuran ini kemudian difermentasikan selama beberapa hari hingga terbentuk pasta berwarna cokelat tua dengan aroma kuat yang menjadi ciri khas terasi. Teknik pengolahan ini memungkinkan terasi mempertahankan rasa gurihnya sekaligus meningkatkan aroma fermentasi yang khas, sehingga dapat langsung digunakan atau disimpan untuk kebutuhan jangka panjang&amp;lt;ref&amp;gt;Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Terasi digunakan secara luas untuk memperkaya rasa dan aroma masakan. Selain menjadi bahan utama sambal, bumbu ini dapat ditambahkan ke gulai, tumisan, masakan berkuah, maupun olahan khas seperti [[Pisang Peppe|pisang peppe]], [[bekasam]], se’i, tumis [[Bunga Gamal|bunga gamal]], dan [[kapurung]]. Dengan peranannya yang serbaguna, terasi tidak hanya menambah kelezatan, tetapi juga menjadi ciri khas kuliner Nusantara yang melekat dalam berbagai tradisi makanan lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi trasi tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Jumlah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|33.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|155 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|22.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|2.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|9.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|2.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|31.1 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|3,812 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|726 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|78.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|1,664 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|821.4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.99 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|2.4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten Total (Re)&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.24 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.00 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|3.3 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|0 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Terasi;_di_dokumentasokan_oleh_Irma_Riswanti.jpg&amp;diff=4300</id>
		<title>Berkas:Terasi; di dokumentasokan oleh Irma Riswanti.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Terasi;_di_dokumentasokan_oleh_Irma_Riswanti.jpg&amp;diff=4300"/>
		<updated>2026-04-11T12:53:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Terasi; di dokumentasokan oleh Irma Riswanti&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Burgo&amp;diff=4299</id>
		<title>Burgo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Burgo&amp;diff=4299"/>
		<updated>2026-04-11T12:41:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Burgo.png|jmpl|[https://www.detiksumsel.com/kuliner-wisata/97413114450/resep-burgo-makanan-asli-palembang-bebentuk-dadar-yang-digulung Burgo] dengan kuah]]Burgo merupakan salah satu makanan khas Palembang yang berbahan dasar tepung [[beras]]. Makanan ini cukup digemari oleh masyarakat setempat karena sering dijadikan menu sarapan, sekaligus hidangan pada momen tertentu seperti hari-hari besar. Burgo dibuat dari campuran tepung beras dan [[Tepung Ketan|tepung]] kanji, kemudian disajikan dengan kuah santan yang sedikit kental sehingga menghasilkan cita rasa gurih dan asin.&amp;lt;ref&amp;gt;Oktaviani, R. R., &amp;amp; Syarifuddin, S. (2024). Eksistensi Keberagaman Jajanan Pagi Masyarakat Palembang. &#039;&#039;Danadyaksa Historica&#039;&#039;, &#039;&#039;4&#039;&#039;(1), 85-92.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tampilan, burgo berwarna putih dengan tekstur lembut. Adonannya dibentuk menjadi lembaran tipis yang digulung memanjang, lalu dipotong-potong dan disiram kuah santan. Selain bentuk gulungan, burgo juga ada yang disajikan menyerupai lontong sayur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== asal usul dan sejarah burgo ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Awal Mula: Kuliner ini tercipta dari adaptasi budaya kuliner lokal. Sebelum beras populer, masyarakat Palembang lebih banyak mengonsumsi [[sagu]]. Masuknya beras pada abad ke-17 membuat masyarakat mulai mengolahnya menjadi berbagai penganan, salah satunya burgo.&lt;br /&gt;
* Filosofi: Burgo mencerminkan konsistensi dan kesabaran karena proses pembuatan adonan yang digulung satu per satu serta pembuatan kuah yang memerlukan ketelitian memisahkan daging ikan dari tulangnya.&lt;br /&gt;
* Tradisi: Umumnya disajikan sebagai sarapan, hidangan berbuka puasa, atau menu khas pada perayaan tertentu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan-bahan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Adonan Burgo:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 120 g tepung beras&lt;br /&gt;
# 200 ml [[Air Jagung Manis|air]] panas&lt;br /&gt;
# 200 ml air biasa&lt;br /&gt;
# 30 g [[Tepung Ketan|tepung]] tapioka&lt;br /&gt;
# ½ sdt garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kuah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 500 ml santan kental&lt;br /&gt;
# 2 sdm udang rebon yang sudah digoreng&lt;br /&gt;
# 2 ruas [[lengkuas]]&lt;br /&gt;
# 1 batang serai&lt;br /&gt;
# 2 lembar daun jeruk&lt;br /&gt;
# 2 lembar daun salam&lt;br /&gt;
# Air secukupnya&lt;br /&gt;
# Gula&lt;br /&gt;
# Garam&lt;br /&gt;
# Kaldu bubuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bumbu Halus:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 5 siung bawang merah&lt;br /&gt;
# 2 siung bawang putih&lt;br /&gt;
# 2 butir [[kemiri]]&lt;br /&gt;
# 1 sdt merica yang sudah dihaluskan&lt;br /&gt;
# 1 ruas [[kunyit]]&lt;br /&gt;
# 1 ruas [[jahe]]&lt;br /&gt;
# 1 sdt ketumbar sangrai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Topping:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Telur rebus&lt;br /&gt;
# Bawang goreng &lt;br /&gt;
# Sambal &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Adonan [[Dadar]] Gulung:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Campurkan tepung beras, tapioka, dan garam ke dalam wadah.&lt;br /&gt;
# Tuangkan air mendidih kemudian aduk rata. Tambahkan air dingin sedikit demi sedikit agar adonan tidak terlalu kental dan teksturnya tidak bergerindil.&lt;br /&gt;
# Siapkan loyang yang sudah diolesi minyak, kemudian tuang adonan tipis lalu ratakan. Kukus hingga matang selama 5 menit.&lt;br /&gt;
# Jika adonan sudah matang, angkat dan keluarkan dari loyang. Lakukan 4 poin tersebut secara berulang.&lt;br /&gt;
# Jika semua adonan sudah matang maka keluarkan adonan dari loyang kemudian gulung berbentuk dadar gulung dan potong-potong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kuah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Tumis bumbu halus hingga harum.&lt;br /&gt;
# Masukkan udang rebon, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas. Kemudian masak hingga matang. &lt;br /&gt;
# Tuang santan, tambahkan juga garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya.&lt;br /&gt;
# Masak hingga matang dan tes rasa, jika rasa sudah pas, angkat dan siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sajikan potongan dadar gulung di dalam mangkuk, lalu tuangkan kuah santan dan topping sesuai selera seperti telur rebus, bawang goreng, sambal (opsional). Burgo siap dinikmati. Burgo sangat cocok disajikan dalam keadaan panas dan dijadikan hidangan untuk sarapan maupun menjadi menu untuk berbuka puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Reference ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# sumber foto burgo : https://www.detiksumsel.com/kuliner-wisata/97413114450/resep-burgo-makanan-asli-palembang-bebentuk-dadar-yang-digulung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Apallo&amp;diff=4298</id>
		<title>Apallo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Apallo&amp;diff=4298"/>
		<updated>2026-04-11T12:23:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Apallo merupakan salah satu jenis kudapan khas yang berasal dari daerah Polewali Mandar yang menggunakan [[sagu]] sebagai bahan utama. Apallo menjadi makanan khas yang tidak hanya dikonsumsi dalam keseharian, tetapi juga menjadi makanan yang disajikan pada saat peringatan 100 hari kematian. Penyajian Apallo pada peringatan kematian didasarkan pada kepercayaan masyarakat Mandar akan Apallo yang merupakan pelindung atau atap untuk seseorang yang telah meninggal .&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar Komunitas Katakerja, 2022&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan dan Pembuatan ==&lt;br /&gt;
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kurang lebih 5-8 pcs Apallo ialah sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- 250 gram sagu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- 1 buah [[kelapa]] tua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- 250 gram [[Gula Merah|gula merah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Pembuatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Sagu dan parutan kelapa dicampurkan hingga merata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Masukkan [[Gula Merah|gula merah]], lalu dicampur hingga merata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Adonan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan daun rumbia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Setelah dibungkus, Apallo kemudian diasapi hingga matang. &amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Barat]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Apallo&amp;diff=4297</id>
		<title>Apallo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Apallo&amp;diff=4297"/>
		<updated>2026-04-11T12:22:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: /* Daftar Pustaka */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Apallo merupakan salah satu jenis kudapan khas yang berasal dari daerah Polewali Mandar yang menggunakan [[sagu]] sebagai bahan utama. Apallo menjadi makanan khas yang tidak hanya dikonsumsi dalam keseharian, tetapi juga menjadi makanan yang disajikan pada saat peringatan 100 hari kematian. Penyajian Apallo pada peringatan kematian didasarkan pada kepercayaan masyarakat Mandar akan Apallo yang merupakan pelindung atau atap untuk seseorang yang telah meninggal .&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar Komunitas Katakerja, 2022&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan dan Pembuatan ==&lt;br /&gt;
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kurang lebih 5-8 pcs Apallo ialah sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- 250 gram Sagu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- 1 buah [[Kelapa]] tua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- 250 gram [[Gula Merah|Gula merah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Pembuatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Sagu dan parutan kelapa dicampurkan hingga merata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Masukkan [[Gula Merah|gula merah]], lalu dicampur hingga merata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Adonan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan daun rumbia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Setelah dibungkus, Apallo kemudian diasapi hingga matang. &amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Barat]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Naniura&amp;diff=4296</id>
		<title>Naniura</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Naniura&amp;diff=4296"/>
		<updated>2026-04-11T12:19:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Naniura.jpg|jmpl]]Naniura adalah hidangan tradisional dari daerah Batak, Sumatra Utara, Indonesia. Hidangan ini terbuat dari ikan mentah, biasanya [[Ikan Nipi|ikan]] mas atau ikan nila, yang disiapkan dengan cara dibumbui dengan campuran rempah-rempah khas Batak. Naniura diolah secara tradisional dengan memanfaatkan  Bumbu khas daerah Batak seperti cabai, bawang merah, [[jahe]], [[kunyit]], dan rempah-rempah lainnya yang memberikan rasa pedas, asam, dan segar. Proses pembuatannya mirip dengan sushi atau sashimi, di mana ikan dimakan dalam keadaan mentah, namun dengan penambahan bumbu dan kadang-kadang perasan jeruk nipis atau air [[Asam Jawa|asam]] untuk memberi rasa yang lebih tajam. Cara pengolahan naniura adalah dengan memanfaatkan bahan segar seperti [[Jeruk Hickson|jeruk]] nipis dan garam untuk digunakan sebagai bahan alami untuk memasak daging ikan sekaligus membuang rasa amis pada ikan yang akan di olah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Berdasarkan penuturan orang tua jaman dulu, makanan ini merupakan salah satu makanan spesial yang di sajikan pada acara acara tertentu seperti acara adat Batak dan simbolis ke makmuran dan kemegahan bagi masyarakat di sekitar. Makanan ini sering di simbolkan sebagai makanan yang melambangkan kehormatan, kedudukan, dan strata sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Resep ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan-Bahan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* 1 kg ikan mas segar, bersihkan dan filet&lt;br /&gt;
* 3 buah jeruk jungga atau 10 buah jeruk nipis, ambil airnya&lt;br /&gt;
* 1 sdm andaliman&lt;br /&gt;
* 100 gram [[kemiri]], sangrai&lt;br /&gt;
* 5 cm [[lengkuas]], parut dan ambil airnya&lt;br /&gt;
* 10 cm kunyit, goreng&lt;br /&gt;
* 10 siung bawang merah, goreng&lt;br /&gt;
* 6 siung bawang putih, goreng&lt;br /&gt;
* 100 gram cabai merah keriting&lt;br /&gt;
* 2 bunga rias muda, kukus&lt;br /&gt;
* Garam secukupnya&lt;br /&gt;
* Minyak goreng secukupnya&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Membuat&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Bersihkan ikan mas dari sisik dan duri, belah dua bagian. Tiriskan hingga benar-benar kering.&lt;br /&gt;
# Goreng kunyit, bawang merah, dan bawang putih hingga matang.&lt;br /&gt;
# Haluskan semua bumbu goreng bersama kemiri, cabai merah, andaliman, dan bunga rias kukus menggunakan blender. Tambahkan sedikit air.&lt;br /&gt;
# Campurkan bumbu halus dengan air jeruk dan sari lengkuas. Tambahkan garam secukupnya.&lt;br /&gt;
# Lumuri seluruh permukaan ikan dengan bumbu hingga merata.&lt;br /&gt;
# Diamkan dan tutup selama minimal 5 jam agar bumbu meresap dan ikan matang secara alami.&lt;br /&gt;
# Sajikan dengan nasi hangat dan pelengkap sesuai selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;Tips: Gunakan ikan yang benar-benar segar untuk menjaga rasa dan keamanan konsumsi, karena ikan tidak dimasak dengan api.&amp;lt;ref&amp;gt;Fina Wahibatun Nisa. (2023, May 13). &#039;&#039;Resep Naniura, Sajian Ikan Mentah Kaya Rempah Khas Batak&#039;&#039;. IDN Times. Retrieved from &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.idntimes.com/food/recipe/resep-naniura-khas-batak-00-z5hk4-rtgmlv&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan ini mencerminkan manfaat nutrisi dari satu porsi (±150 gram) naniura:&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Kandungan Per Porsi&lt;br /&gt;
!Manfaat Utama&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalori&lt;br /&gt;
|±180 kkal&lt;br /&gt;
|Energi harian tanpa lemak berlebih&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|±25 gram&lt;br /&gt;
|Pembentukan otot dan jaringan tubuh&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak total&lt;br /&gt;
|±6 gram&lt;br /&gt;
|Sumber energi, termasuk lemak sehat&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Omega-3&lt;br /&gt;
|±1 gram&lt;br /&gt;
|Menunjang fungsi otak dan jantung&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B12&lt;br /&gt;
|±2.5 µg&lt;br /&gt;
|Mendukung sistem saraf dan pembentukan sel darah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|±200 mg&lt;br /&gt;
|Kesehatan tulang dan gigi&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Selenium&lt;br /&gt;
|±30 µg&lt;br /&gt;
|Antioksidan alami&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Antioksidan rempah&lt;br /&gt;
|Tinggi&lt;br /&gt;
|Perlindungan sel dari kerusakan oksidatif&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Senyawa antimikroba&lt;br /&gt;
|Terdapat dalam jeruk jungga dan andaliman&lt;br /&gt;
|Menurunkan risiko kontaminasi mikroba&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;ref&amp;gt;Ramot, C. (2024, December 29). &#039;&#039;Mengenal Dengke Naniura, ‘Sashimi’ Khas Batak&#039;&#039;. KlikDokter. Retrieved from &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/dengke-naniura-kuliner-khas-batak&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Utara]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Edamame&amp;diff=4295</id>
		<title>Edamame</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Edamame&amp;diff=4295"/>
		<updated>2026-04-11T12:11:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Edamame.jpg|jmpl|Tumbuhan edamame; di dokumentasikan oleh Nur Maskaniah Utari]]&lt;br /&gt;
Edamame adalah [[kacang kedelai]] muda yang dipanen sebelum benihnya matang sepenuhnya. Kacang ini biasanya berwarna hijau dan sering disajikan dalam polongnya. Edamame kaya akan protein, serat, dan isoflavon, serta sering digunakan sebagai makanan ringan atau camilan dalam masakan Asia Timur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat Edamame ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat&#039;&#039;&#039;: Mengonsumsi edamame secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. &lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Menjaga Kesehatan Pencernaan&#039;&#039;&#039;: Kandungan serat yang tinggi dalam edamame berfungsi sebagai prebiotik, yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan dan mencegah sembelit. &lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Mengurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular&#039;&#039;&#039;: Edamame kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit jantung. &lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Mencegah Penyakit Terkait Usia&#039;&#039;&#039;: Isoflavon dalam edamame dapat membantu melindungi kesehatan otak dan mengurangi risiko penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. &lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Menjaga Berat Badan Ideal&#039;&#039;&#039;: Edamame yang kaya serat dan protein dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal, karena memberikan rasa kenyang lebih lama. &lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Meredakan Gejala Menopause&#039;&#039;&#039;: Isoflavon dan fitoestrogen dalam edamame dapat membantu meredakan gejala menopause, seperti hot flashes.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Okra&amp;diff=4294</id>
		<title>Okra</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Okra&amp;diff=4294"/>
		<updated>2026-04-11T12:11:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Okra.jpg|jmpl|378x378px|Okra; di dokumentasikan oleh Nur Maskaniah Utari]]&lt;br /&gt;
Tanaman okra atau tanaman dengan nama ilmiah &#039;&#039;Abelmoschus esculentus&#039;&#039; (L.) Moench merupakan tanaman yang tergolong ke dalam genus &#039;&#039;Hibiscus&#039;&#039; dari family Malvaceae.&amp;lt;ref&amp;gt;https://jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/jpro/article/download/2261/622/8339&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman okra dikenal sebagai tanaman yang adaptif dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, hal ini didukung dengan sistem akar yang kuat dan dalam, memiliki siklus pertumbuhan yang relatif cepat, dapat hidup di tanah yang berpasir, berlempung, bahkan tanah yang kurang subur, selama tanah tersebut memiliki drainase yang cukup baik sehingga okra masih tetap dapat berkembang. hal itu lah yang membuat tanaman okra cocok untuk tumbuh dan dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Wilayah Indonesia yang membudidayakan tanaman okra diantaranya Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Kingdom: Plantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subkingdom: Viridiplantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Superdivisi: Embryophyta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Divisi: Tracheophyta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subdivisi: Spermatophytina&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas: Magnoliopsida&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subkelas: Dilleniidae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ordo: Malvales&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Famili: Malvaceae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genus: Abelmoschus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesies: &#039;&#039;Abelmoschus esculentus&#039;&#039; (L.) Moench&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Tanaman okra memiliki akar tunggang yang dalam sekitar 30-60 cm, sehingga tanaman okra peka terhadap kekurangan dan kelebihan [[Air Guraka|air]], dengan batang berwarna hijau kemerahan dan memiliki bulu-bulu halus sampai kasar di seluruh permukaan batang. Tinggi batang tanaman subur mencapai 1,5-2 meter. [[Daun Aruseng|Daun]] yang tersusun spiral dengan daun yang lebar dan tangkai daun panjang serta berukuran sekitar 10-25 cm. Bunga tanaman okra memiliki diameter 4-8 cm dengan 5 mahkota berwarna putih kekuningan. Buah tanaman okra memiliki warna yang beragam sesuai dengan jenis, ada yang berwarna hijau tua/muda, ungu, dan kemerah-merahan. Bentuk buah panjang dan biasanya berbentuk persegi lima dengan ujung runcing. Buah okra memiliki 5-7 ruang sebagai tempat biji dan tersusun membujur. Biji buah okra berwarna hitam saat muda sedangkan saat matang [[Biji Asam|biji]] okra menjadi warna coklat. &amp;lt;ref&amp;gt;Bencasri S 2012. Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) as a valuable vegetable of the world. &#039;&#039;Ratar. Povrt&#039;&#039;. 49.105-112. doi:10.5937/ratpov49-1172&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Okra termasuk sayuran yang fleksibel untuk diolah, karena bisa jadi lauk, sayur, sampai camilan. Cara paling umum yaitu &#039;&#039;&#039;ditumis&#039;&#039;&#039; bersama bawang putih, cabai, dan sedikit kecap atau saus tiram. Okra cukup dimasak sebentar saja agar tetap renyah dan warnanya tidak berubah kusam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, okra juga enak dijadikan &#039;&#039;&#039;[[Sayur Rebung|sayur]] bening&#039;&#039;&#039; atau sup, biasanya dipotong-potong lalu dimasukkan menjelang akhir proses memasak supaya teksturnya tidak terlalu lembek. Kalau ingin olahan yang lebih ringan, okra bisa &#039;&#039;&#039;direbus atau dikukus&#039;&#039;&#039; sekitar 3–5 menit, lalu disantap sebagai lalapan dengan sambal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi okra tiap 100 gram&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/okra&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|130 kJ (31 kkal)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak total&lt;br /&gt;
|0,1 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak jenuh&lt;br /&gt;
|0,026 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak tak jenuh ganda&lt;br /&gt;
|0,027 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak tak jenuh tunggal&lt;br /&gt;
|0,017 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kolesterol&lt;br /&gt;
|0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|7,03 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|3,2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Gula&lt;br /&gt;
|1,2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Sodium&lt;br /&gt;
|8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|303 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Okra&amp;diff=4293</id>
		<title>Okra</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Okra&amp;diff=4293"/>
		<updated>2026-04-11T12:09:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Okra.jpg|jmpl|378x378px|Okra; di dokumentasikan oleh Nur Maskaniah Utari]]&lt;br /&gt;
Tanaman okra atau tanaman dengan nama ilmiah &#039;&#039;Abelmoschus esculentus&#039;&#039; (L.) Moench merupakan tanaman yang tergolong ke dalam genus &#039;&#039;Hibiscus&#039;&#039; dari family Malvaceae.&amp;lt;ref&amp;gt;https://jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/jpro/article/download/2261/622/8339&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman okra dikenal sebagai tanaman yang adaptif dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, hal ini didukung dengan sistem akar yang kuat dan dalam, memiliki siklus pertumbuhan yang relatif cepat, dapat hidup di tanah yang berpasir, berlempung, bahkan tanah yang kurang subur, selama tanah tersebut memiliki drainase yang cukup baik sehingga okra masih tetap dapat berkembang. hal itu lah yang membuat tanaman okra cocok untuk tumbuh dan dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Wilayah Indonesia yang membudidayakan tanaman okra diantaranya Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Kingdom: Plantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subkingdom: Viridiplantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Superdivisi: Embryophyta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Divisi: Tracheophyta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subdivisi: Spermatophytina&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas: Magnoliopsida&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subkelas: Dilleniidae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ordo: Malvales&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Famili: Malvaceae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genus: Abelmoschus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesies: &#039;&#039;Abelmoschus esculentus&#039;&#039; (L.) Moench&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Tanaman Okra memiliki akar tunggang yang dalam sekitar 30-60 cm, sehingga tanaman okra peka terhadap kekurangan dan kelebihan [[Air Guraka|air]], dengan batang berwarna hijau kemerahan dan memiliki bulu-bulu halus sampai kasar di seluruh permukaan batang. Tinggi batang tanaman subur mencapai 1,5-2 meter. [[Daun Aruseng|Daun]] yang tersusun spiral dengan daun yang lebar dan tangkai daun panjang serta berukuran sekitar 10-25 cm. Bunga tanaman okra memiliki diameter 4-8 cm dengan 5 mahkota berwarna putih kekuningan. Buah tanaman okra memiliki warna yang beragam sesuai dengan jenis, ada yang berwarna hijau tua/muda, ungu, dan kemerah-merahan. Bentuk buah panjang dan biasanya berbentuk persegi lima dengan ujung runcing. Buah okra memiliki 5-7 ruang sebagai tempat biji dan tersusun membujur. Biji buah okra berwarna hitam saat muda sedangkan saat matang [[Biji Asam|biji]] okra menjadi warna coklat. &amp;lt;ref&amp;gt;Bencasri S 2012. Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) as a valuable vegetable of the world. &#039;&#039;Ratar. Povrt&#039;&#039;. 49.105-112. doi:10.5937/ratpov49-1172&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Okra termasuk sayuran yang fleksibel untuk diolah, karena bisa jadi lauk, sayur, sampai camilan. Cara paling umum yaitu &#039;&#039;&#039;ditumis&#039;&#039;&#039; bersama bawang putih, cabai, dan sedikit kecap atau saus tiram. Okra cukup dimasak sebentar saja agar tetap renyah dan warnanya tidak berubah kusam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, okra juga enak dijadikan &#039;&#039;&#039;[[Sayur Rebung|sayur]] bening&#039;&#039;&#039; atau sup, biasanya dipotong-potong lalu dimasukkan menjelang akhir proses memasak supaya teksturnya tidak terlalu lembek. Kalau ingin olahan yang lebih ringan, okra bisa &#039;&#039;&#039;direbus atau dikukus&#039;&#039;&#039; sekitar 3–5 menit, lalu disantap sebagai lalapan dengan sambal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi okra tiap 100 gram&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/okra&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|130 kJ (31 kkal)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak total&lt;br /&gt;
|0,1 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak jenuh&lt;br /&gt;
|0,026 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak tak jenuh ganda&lt;br /&gt;
|0,027 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak tak jenuh tunggal&lt;br /&gt;
|0,017 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kolesterol&lt;br /&gt;
|0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|7,03 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|3,2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Gula&lt;br /&gt;
|1,2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Sodium&lt;br /&gt;
|8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|303 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kripik_Pisang&amp;diff=4292</id>
		<title>Kripik Pisang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kripik_Pisang&amp;diff=4292"/>
		<updated>2026-04-11T12:09:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kripik pisang.jpg|jmpl|396x396px|Kripik pisang; di dokumentasikan oleh Nur Maskaniah Utari]]&lt;br /&gt;
Keripik pisang merupakan produk olahan dari buah [[Pisang Rote Bakar|pisang]] yang dibuat dengan cara digoreng. Pisang yang digunakan umumnya adalah pisang setengah matang atau mendekati matang. Pemilihan tingkat kematangan ini bertujuan untuk menghasilkan tekstur pisang yang masih keras sehingga tidak mudah patah saat proses pengirisan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pembuatan keripik pisang dilakukan dengan mengiris pisang secara tipis, kemudian merendamnya dalam larutan garam. Setelah itu, irisan pisang digoreng dalam minyak dengan jumlah banyak hingga berwarna kuning kecoklatan. Cara pembuatannya yang mudah serta cita rasa gurih yang dihasilkan menjadikan keripik pisang sebagai salah satu makanan yang digemari oleh berbagai kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengolahan ==&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pisang kepok&lt;br /&gt;
# Garam&lt;br /&gt;
# Minyak goreng&lt;br /&gt;
# Air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pisau&lt;br /&gt;
# Wadah/baskom&lt;br /&gt;
# Alat pengiris keripik&lt;br /&gt;
# Spatula&lt;br /&gt;
# Wajan&lt;br /&gt;
# Saringan &lt;br /&gt;
# Kompor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah pembuatan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kupas kulit pisang pisang&lt;br /&gt;
# Masukan pisang yang telah dikupas ke dalam wadah yang berisi air garam&lt;br /&gt;
# Panaskan minyak dalam wajan&lt;br /&gt;
# Iris pisang secara tipis-tipis menggunakan alat pengiris pisang, sehingga ketebalan pisang akan sama secara keseluruhan&lt;br /&gt;
# masukan pisang yang telah diiris ke dalam minyak yang telah dipanaskan sebelumnya. Pastikan pisang tersebut terendam seluruhnya dalam minyak panas. &lt;br /&gt;
# Goreng hingga berubah warna menjadi keemasan&lt;br /&gt;
# Lalu angkat dan tiriskan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan vitamin C pada [[Keripik kopi|keripik]] pisang sejumlah 39,39 mg/100g atau sebesar 0,3939%. &amp;lt;ref&amp;gt;https://pakisjournal.com/index.php/jfsa&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi tiap 100 gram kripik [[Pisang Epe|pisang]]. &amp;lt;ref&amp;gt;https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/keripik-pisang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|2171 kJ (519 kkal)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak total&lt;br /&gt;
|33,6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak jenuh&lt;br /&gt;
|28,97 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak tak jenuh ganda&lt;br /&gt;
|0,63 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak tak jenuh tunggal&lt;br /&gt;
|1,95 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|58,4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|7,7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Gula&lt;br /&gt;
|35,34 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Sodium&lt;br /&gt;
|6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|536 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Laku_Tasa&amp;diff=4291</id>
		<title>Laku Tasa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Laku_Tasa&amp;diff=4291"/>
		<updated>2026-04-11T11:33:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Laku tasa merupakan olahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Laku tasa merupakan olahan [[Ubi Hutan|ubi]] kayu parut , dicampur gula, dibentuk bulat, digoreng atau direbus, dibalur [[kelapa]] parut. Saat ini laku tasa sudah jarang diolah dan dikonsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Parut ubi kayu mentah, lalu campur dengan gula&lt;br /&gt;
# Bentuk bulat-bulat&lt;br /&gt;
# Setelah itu bias digoreng atau direbus. (Seperti [[klepon]])&lt;br /&gt;
# Untuk membuat adonan tidak saling lengket, air tersebut harus ditaruh dengan daun papaya. &lt;br /&gt;
# Setelah direbus bisa dibalur dengan kelapa parut.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tabaro_Dange&amp;diff=4290</id>
		<title>Tabaro Dange</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tabaro_Dange&amp;diff=4290"/>
		<updated>2026-04-11T11:31:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;__TOC__&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tabaro [[dange]]&#039;&#039;&#039; (atau cukup disebut &#039;&#039;&#039;Dange&#039;&#039;&#039;) merupakan kudapan tradisional khas masyarakat Kaili di Palu, Sulawesi Tengah. Kudapan ini berbahan dasar utama [[sagu]] yang dicampur dengan parutan [[kelapa]] dan dimasak menggunakan teknik pemanggangan unik di atas tungku tanah liat. Dange merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sagu sebagai sumber karbohidrat alternatif di wilayah Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nilai Budaya dan Keunikan Teknik ==&lt;br /&gt;
Tabaro dange mencerminkan kearifan lokal dalam teknik memasak tanpa menggunakan minyak goreng. Nama &amp;quot;Tabaro&amp;quot; dalam bahasa Kaili berarti sagu. Proses pembuatannya menggunakan dua buah cetakan dari tanah liat berbentuk piringan kecil yang dijepit atau ditumpuk di atas bara api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tradisional, dange bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan camilan sosial yang sering dinikmati bersama-sama saat masih hangat. Di masa lalu, dange menjadi alternatif [[Makanan Pokok|makanan pokok]] ketika [[beras]] sulit didapat, namun kini telah berkembang menjadi jajanan khas yang sangat dicari oleh wisatawan maupun warga lokal di sepanjang jalan Trans Sulawesi, terutama di kawasan teluk Palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Dange menawarkan kombinasi nutrisi yang berasal dari bahan-bahan nabati alami:&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Energi (karbohidrat):&#039;&#039;&#039; Sagu menyediakan energi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari dan bersifat bebas gluten.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Lemak nabati dan serat:&#039;&#039;&#039; Berasal dari parutan kelapa segar yang memberikan rasa gurih alami sekaligus serat yang baik untuk pencernaan.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Tanpa bahan pengawet:&#039;&#039;&#039; Karena proses masaknya dibakar, kudapan ini cenderung lebih sehat dan bebas dari kolesterol minyak goreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan dan Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bahan Utama ===&lt;br /&gt;
* [[Sagu]] mentah (sagu rumbia atau sagu pohon).&lt;br /&gt;
* Kelapa parut (gunakan kelapa yang tidak terlalu tua agar teksturnya tidak keras).&lt;br /&gt;
* Sedikit garam.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Isian (opsional):&#039;&#039;&#039; [[Gula Merah|Gula merah]] (untuk varian manis) atau ikan teri/ikan asap (untuk varian asin/gurih).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Peralatan Khusus ===&lt;br /&gt;
* Tungku api (menggunakan kayu bakar atau arang).&lt;br /&gt;
* Cetakan Dange (dua piringan yang terbuat dari tanah liat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Langkah-langkah Pembuatan ===&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Persiapan Adonan:&#039;&#039;&#039; Campurkan sagu mentah dengan kelapa parut dan sedikit garam. Aduk secara manual hingga campuran menjadi butiran-butiran kasar (tidak sampai menjadi adonan basah).&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Pemanasan Cetakan:&#039;&#039;&#039; Panaskan cetakan tanah liat di atas bara api hingga benar-benar panas merata.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Proses Pemanggangan:&#039;&#039;&#039; Letakkan campuran sagu dan kelapa di atas salah satu piringan tanah liat, ratakan hingga tipis. Jika ingin menggunakan isian, letakkan irisan [[Gula Merah|gula merah]] atau ikan di tengahnya.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Penjepitan:&#039;&#039;&#039; Tutup dengan piringan tanah liat satunya lagi, sehingga adonan terjepit di antara dua piringan panas. Bakar selama beberapa menit di atas bara api.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Penyelesaian:&#039;&#039;&#039; Setelah matang (teksturnya mengeras dan aromanya harum), angkat dange dari cetakan. Dange yang sempurna memiliki tekstur yang garing di luar namun tetap empuk di dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
* Dokumentasi [[Pangan Lokal]] berbasis Sagu, Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;
* Studi Etnobotani Pangan Suku Kaili di Lembah Palu.&lt;br /&gt;
* Ragam Jajanan Tradisional Nusantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Pangan Lokal]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Kuliner Sulawesi Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Kudapan Tradisional]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Sagu]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sambal_Duo_Sale&amp;diff=4289</id>
		<title>Sambal Duo Sale</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sambal_Duo_Sale&amp;diff=4289"/>
		<updated>2026-04-11T11:30:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;__TOC__&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sambal duo sale&#039;&#039;&#039; adalah kuliner khas tradisional dari daerah [[Palu]], Sulawesi Tengah. Kata &amp;quot;duo&amp;quot; dalam bahasa setempat merujuk pada [[Ikan Kering|ikan]] teri nasi (ikan teri halus), sedangkan &amp;quot;sale&amp;quot; berarti dikeringkan atau diasapi. Sambal ini memiliki cita rasa yang sangat khas, yaitu perpaduan antara rasa gurih alami dari ikan teri, pedas yang menyengat, serta sedikit sentuhan rasa manis dari [[tomat]], menjadikannya pelengkap utama bagi berbagai hidangan khas Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nilai Budaya dan Keunikan Pangan ==&lt;br /&gt;
Secara budaya, Sambal Duo Sale mencerminkan kecerdasan masyarakat pesisir Teluk Palu dalam mengawetkan hasil tangkapan laut. Ikan teri yang melimpah dikeringkan agar dapat dikonsumsi dalam jangka waktu lama tanpa menghilangkan nilai gizinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi masyarakat Palu, sambal ini bukan sekadar bumbu pendamping, melainkan komponen wajib saat menyantap nasi hangat atau &#039;&#039;&#039;[[Kaledo]]&#039;&#039;&#039;. Keberadaannya dalam meja makan melambangkan kesederhanaan namun kaya akan rasa, serta menjadi oleh-oleh favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Lembah Palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Meskipun disajikan sebagai sambal, Duo Sale memiliki manfaat kesehatan yang signifikan karena bahan utamanya:&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Kalsium Tinggi:&#039;&#039;&#039; Ikan teri dikonsumsi secara utuh bersama tulangnya, sehingga menjadi sumber kalsium yang sangat baik untuk kesehatan tulang.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Protein Hewani:&#039;&#039;&#039; Menyediakan asam amino esensial meskipun dalam porsi kecil.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Likopen dan Vitamin C:&#039;&#039;&#039; Berasal dari penggunaan tomat segar dan cabai rawit yang berfungsi sebagai antioksidan alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan dan Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bahan Utama ===&lt;br /&gt;
* Ikan Duo (ikan teri nasi yang sudah dikeringkan).&lt;br /&gt;
* [[Cabe rawit]] (jumlah banyak sesuai ciri khas masakan Palu).&lt;br /&gt;
* [[Bawang Merah|Bawang merah]], iris tipis.&lt;br /&gt;
* [[Tomat]] merah segar, potong dadu.&lt;br /&gt;
* Garam dan sedikit [[Gula Merah|gula merah]] sebagai penyeimbang rasa.&lt;br /&gt;
* Minyak [[kelapa]] untuk menumis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Langkah-langkah Pembuatan ===&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Persiapan Ikan:&#039;&#039;&#039; Cuci bersih ikan duo kering untuk mengurangi kadar asin yang berlebihan, kemudian tiriskan. Goreng sebentar ikan duo hingga garing, lalu angkat.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Menumis Bumbu:&#039;&#039;&#039; Tumis [[Bawang Merah|bawang merah]] iris hingga layu dan harum. Masukkan cabai rawit yang sudah dihaluskan (atau diiris kasar sesuai selera).&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Memasak Tomat:&#039;&#039;&#039; Tambahkan potongan tomat ke dalam tumisan. Masak hingga tomat hancur dan airnya menyusut, sehingga bumbu berubah menjadi pasta yang kental dan berminyak.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Pencampuran:&#039;&#039;&#039; Masukkan ikan duo yang telah digoreng ke dalam tumisan bumbu. Tambahkan garam dan sedikit [[Gula Merah|gula merah]].&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Penyelesaian:&#039;&#039;&#039; Aduk rata hingga bumbu meresap ke dalam ikan. Pastikan sambal dimasak hingga benar-benar matang agar bisa bertahan lama jika disimpan dalam wadah tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
* Inventarisasi Kuliner Khas Masyarakat Pesisir Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;
* Studi Pemanfaatan Ikan Teri sebagai [[Pangan Lokal]] unggulan Palu.&lt;br /&gt;
* Dokumentasi Budaya Makan Masyarakat Kaili.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Pangan Lokal]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Kuliner Sulawesi Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sambal Tradisional]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Salonde&amp;diff=4288</id>
		<title>Salonde</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Salonde&amp;diff=4288"/>
		<updated>2026-04-11T11:28:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:WhatsApp Image 2026-01-30 at 13.15.58.jpg|jmpl|Salonde atau Gore Bue]]&lt;br /&gt;
Salonde merupakan hidangan sejenis kue yang sering ada pada acara-acara tertentu seperti pernikahan dan membangun rumah.&amp;lt;ref&amp;gt;Syahrial, S. (2019). BUKU-[[Model|MODEL]] PENGELOLAAN WISATA KULINER BERBASIS WEB-SIG KABUPATEN LUWU TIMUR.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salonde terbuat dari biji [[kacang hijau]] atau toge bertunas pendek. Bahan utama kacang hijau dalam bahasa Bugis disebut &#039;&#039;bue&#039;&#039; sehingga makanan ini disebut juga dengan &#039;&#039;gore bue&#039;&#039;. Salonde pun menjadi salah satu lauk yang hadir dalam &#039;&#039;anreang sakke pitung rupa&#039;&#039; (lauk lengkap tujuh rupa) pada tradisi &#039;&#039;mabbaca-baca&#039;&#039; orang Bugis. Lauk pauk  tersebut dihidangkan bersama [[Nasu Likku|nasu likku]], kaddo’ minnyak, dan [[sokko]]. Salonde memang sangat cocok dinikmati dengan ketan bersantan sehingga hidangan ini juga kerap disantap bersama [[tumbu]] atau jenis sokko lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [[Kelapa]] 3 butir untuk dijadikan santan&lt;br /&gt;
# [[Kacang hijau]] ½  kg&lt;br /&gt;
# Ikan rebus&lt;br /&gt;
# [[Lengkuas]] 1 bonggol dan halus 1 sdm&lt;br /&gt;
# Serai 2 batang&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang merah]]&lt;br /&gt;
# Bawang putih&lt;br /&gt;
# Merica secukupnya&lt;br /&gt;
# [[Kelapa]] sangrai&lt;br /&gt;
# [[Jahe]] 1 ruas&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak santan hingga minyaknya keluar.&lt;br /&gt;
# Rebus kacang hijau hingga berkerut dan tekstur kacang masih keras. Jangan sampai kacang hijau matang dan hacur.&lt;br /&gt;
# Setelah itu, angkat kacang hijau dan pisahkan dari kulitnya bisa dengan menguleknya perlahan agar tidak hancur.&lt;br /&gt;
# Rebus ikan lalu disuir-suir dan dihaluskan.&lt;br /&gt;
# Haluskan bumbu-bumbu, yakni [[Bawang Merah|bawang merah]] dan bawang putih, lengkuas, jahe, dan kelapa sangrai.&lt;br /&gt;
# Masukkan kacang hijau ke dalam santan, kemudian masak sambil diaduk sampai agak kering. &lt;br /&gt;
# Campur kacang hijau dengan bumbu yang telah dihaluskan dan juga ikan. Tambahkan juga penyedap rasa.&lt;br /&gt;
# Terus aduk hingga kering dan berwarna kecoklatan. Setelah itu, salonde siap disajikan.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Salonde&amp;diff=4287</id>
		<title>Salonde</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Salonde&amp;diff=4287"/>
		<updated>2026-04-11T11:28:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:WhatsApp Image 2026-01-30 at 13.15.58.jpg|jmpl|Salonde atau Gore Bue]]&lt;br /&gt;
Salonde merupakan hidangan sejenis kue yang sering ada pada acara-acara tertentu seperti pernikahan dan membangun rumah.&amp;lt;ref&amp;gt;Syahrial, S. (2019). BUKU-[[Model|MODEL]] PENGELOLAAN WISATA KULINER BERBASIS WEB-SIG KABUPATEN LUWU TIMUR.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salonde terbuat dari biji [[kacang hijau]] atau toge bertunas pendek. Bahan utama kacang hijau dalam bahasa Bugis disebut &#039;&#039;bue&#039;&#039; sehingga makanan ini disebut juga dengan &#039;&#039;gore bue&#039;&#039;. Hidangan ini biasanya disajikan pada saat hari raya atau hajatan orang Bugis. Salonde pun menjadi salah satu lauk yang hadir dalam &#039;&#039;anreang sakke pitung rupa&#039;&#039; (lauk lengkap tujuh rupa) pada tradisi &#039;&#039;mabbaca-baca&#039;&#039; orang Bugis. Lauk pauk  tersebut dihidangkan bersama [[Nasu Likku|nasu likku]], kaddo’ minnyak, dan [[sokko]]. Salonde memang sangat cocok dinikmati dengan ketan bersantan sehingga hidangan ini juga kerap disantap bersama [[tumbu]] atau jenis sokko lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [[Kelapa]] 3 butir untuk dijadikan santan&lt;br /&gt;
# [[Kacang hijau]] ½  kg&lt;br /&gt;
# Ikan rebus&lt;br /&gt;
# [[Lengkuas]] 1 bonggol dan halus 1 sdm&lt;br /&gt;
# Serai 2 batang&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang merah]]&lt;br /&gt;
# Bawang putih&lt;br /&gt;
# Merica secukupnya&lt;br /&gt;
# [[Kelapa]] sangrai&lt;br /&gt;
# [[Jahe]] 1 ruas&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak santan hingga minyaknya keluar.&lt;br /&gt;
# Rebus kacang hijau hingga berkerut dan tekstur kacang masih keras. Jangan sampai kacang hijau matang dan hacur.&lt;br /&gt;
# Setelah itu, angkat kacang hijau dan pisahkan dari kulitnya bisa dengan menguleknya perlahan agar tidak hancur.&lt;br /&gt;
# Rebus ikan lalu disuir-suir dan dihaluskan.&lt;br /&gt;
# Haluskan bumbu-bumbu, yakni [[Bawang Merah|bawang merah]] dan bawang putih, lengkuas, jahe, dan kelapa sangrai.&lt;br /&gt;
# Masukkan kacang hijau ke dalam santan, kemudian masak sambil diaduk sampai agak kering. &lt;br /&gt;
# Campur kacang hijau dengan bumbu yang telah dihaluskan dan juga ikan. Tambahkan juga penyedap rasa.&lt;br /&gt;
# Terus aduk hingga kering dan berwarna kecoklatan. Setelah itu, salonde siap disajikan.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Dodol_Terong&amp;diff=4286</id>
		<title>Dodol Terong</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Dodol_Terong&amp;diff=4286"/>
		<updated>2026-04-11T11:22:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Didoro&#039;&#039;&#039;&#039; atau lebih dikenal sebagai [[Dodol durian|&#039;&#039;&#039;dodol&#039;&#039;&#039;]] &#039;&#039;&#039;[[Terong asam|terong]]&#039;&#039;&#039; adalah panganan manis tradisional khas masyarakat [[Suku Bugis|Bugis]], Sulawesi Selatan. Kudapan ini merupakan hasil kreativitas masyarakat dalam mengolah [[Terong]] ungu menjadi manisan bertekstur kenyal layaknya dodol pada umumnya. Didoro&#039; memiliki cita rasa manis yang legit dengan aroma khas yang berasal dari perpaduan gula merah dan santan, tanpa menyisakan rasa getir khas sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah dan Makna Budaya ==&lt;br /&gt;
Didoro&#039; mencerminkan kecerdasan pangan masyarakat Bugis dalam melakukan diversifikasi produk pertanian. Terong ungu yang biasanya hanya diolah menjadi sayur pendamping nasi, melalui proses kreatif diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang tahan lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, Didoro&#039; sering dijadikan oleh-oleh khas dan disajikan pada perayaan hari raya atau acara adat. Kehadiran dodol terong ini membuktikan bahwa bahan pangan yang sederhana dapat ditransformasikan menjadi hidangan yang eksklusif melalui teknik pengolahan tradisional yang telaten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Meskipun dikategorikan sebagai makanan manis, Didoro&#039; tetap membawa manfaat dari bahan dasarnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Serat Pangan:&#039;&#039;&#039; Terong ungu kaya akan serat yang baik untuk pencernaan.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Antioksidan:&#039;&#039;&#039; Kulit terong mengandung nasunin (antosianin) yang berfungsi menangkal radikal bebas.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Energi:&#039;&#039;&#039; Kandungan gula merah dan santan memberikan asupan energi yang padat.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Mineral:&#039;&#039;&#039; Gula [[aren]] sebagai pemanis alami mengandung zat besi dan kalsium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan dan Alat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bahan Utama ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 kg Terong ungu (pilih yang segar dan kulitnya mulus).&lt;br /&gt;
* 500 gram [[Gula Merah]] ([[Gula Aren]]), sisir halus.&lt;br /&gt;
* 200 gram Gula pasir.&lt;br /&gt;
* 500 ml Santan kental dari [[kelapa]] tua.&lt;br /&gt;
* 100 gram [[Tepung Ketan|Tepung ketan]] (untuk pengental).&lt;br /&gt;
* Sedikit garam dan [[vanili]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Alat ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Parutan atau blender (untuk menghaluskan terong).&lt;br /&gt;
* Wajan besar (kuali).&lt;br /&gt;
* Sudip kayu untuk mengaduk (pengayuh).&lt;br /&gt;
* Loyang atau wadah plastik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Persiapan Bahan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Cuci bersih terong, kupas sebagian kulitnya atau biarkan utuh (tergantung selera warna), lalu potong-potong.&lt;br /&gt;
# Rebus terong hingga lunak, tiriskan, lalu haluskan menggunakan blender atau parutan hingga menjadi bubur terong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Proses Memasak ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masukkan santan, gula merah, gula pasir, dan garam ke dalam kuali. Masak hingga gula larut dan santan mendidih.&lt;br /&gt;
# Masukkan bubur terong ke dalam rebusan santan. Aduk rata.&lt;br /&gt;
# Larutkan tepung ketan dengan sedikit air, lalu masukkan ke dalam adonan untuk memberikan tekstur kenyal.&lt;br /&gt;
# Masak dengan api kecil sambil terus diaduk tanpa henti (proses ini bisa memakan waktu 2-3 jam) hingga adonan mengental, berminyak, dan tidak lengket lagi di wajan.&lt;br /&gt;
# Jika adonan sudah terlihat mengkilap dan berat saat diaduk, tandanya dodol sudah matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyelesaian ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Tuang adonan panas ke dalam loyang yang telah dialasi plastik atau daun pisang.&lt;br /&gt;
# Ratakan dan diamkan hingga benar-benar dingin dan mengeras.&lt;br /&gt;
# Potong-potong sesuai selera dan bungkus menggunakan kertas minyak atau plastik kecil agar tidak saling lengket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
* Dokumentasi Inovasi [[Pangan Lokal]] Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;
* Ragam Olahan Sayur Nusantara, Badan Ketahanan Pangan.&lt;br /&gt;
* Studi Potensi Ekonomi Industri Rumah Tangga di Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Mandai&amp;diff=4285</id>
		<title>Mandai</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Mandai&amp;diff=4285"/>
		<updated>2026-04-11T10:04:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Mandai merupakan makanan olahan fermentasi khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari dami atau bagian dalam kulit buah [[cempedak]] yang telah dibersihkan, kemudian direndam dalam larutan garam. Makanan ini memiliki cita rasa gurih dengan tekstur kenyal yang menyerupai daging, sehingga banyak digemari. Mandai biasanya dicuci, diberi bumbu, lalu disajikan bersama sambal sebagai lauk pendamping nasi dan menjadi pilihan yang cocok untuk makanan utama sehari-hari. Proses fermentasi mandai melibatkan bakteri asam laktat, terutama dari genus Lactobacillus dan Pediococcus, yang dikenal sebagai mikroorganisme probiotik. &amp;lt;ref&amp;gt;Emmawati, A., Laksmi, B. S., Nuraida, L., &amp;amp; Syah, D. (2015). Karakterisasi isolat bakteri asam laktat dari mandai yang berpotensi sebagai probiotik. &#039;&#039;Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM&#039;&#039;, &#039;&#039;35&#039;&#039;(2), 146-155.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Malbi&amp;diff=4284</id>
		<title>Malbi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Malbi&amp;diff=4284"/>
		<updated>2026-04-11T09:54:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Malbi merupakan olahan daging sapi khas Palembang yang mirip seperti semur daging. Malbi merupakan makanan dari era Kesultanan Palembang, terutama dari masa sultan Mahmud Badaruddin I. Malbi menjadi makanan yang dihidangkan ketika acara-acara besar dan hanya untuk kelompok elit dari suku Arab dan India. Di era sekarang, Malbi juga sering kali ditemukan sebagai makanan yang dihidangkan di acara pernikahan, perayaan hari lebaran, maupun acara-acara adat lainnya.&amp;lt;ref&amp;gt;Syafitri, A., Suryati, T., &amp;amp; Wulandari, Z. (2025). Karakteristik Daging Sapi Olahan Malbi Khas Palembang dalam Kemasan Retort Pouch dengan Suhu dan Lama Penyimpanan Berbeda.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan semur yang lebih terasa pedas, Bumbu malbi memiliki rasa yang manis dan gurih. Makanan ini biasanya dimakan dengan [[Nasi Minyak|nasi minyak]] atau nasi putih, maupun ketupat sayur. Olahan pangan ini berasal dari bahan pokok daging dengan resep yang disesuaikan dan disempurnakan oleh setiap generasi. Hingga saat ini malbi masih menjadi makanan yang banyak dijual di warung makan atau restoran di Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan-bahan ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Malbi:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Daging sapi 500g atau menyesuaikan&lt;br /&gt;
# ½ buah [[kelapa]] parut yang sudah disangrai&lt;br /&gt;
# Minyak 3 sdm&lt;br /&gt;
# Kecap manis 3 sdm&lt;br /&gt;
# Air 1,5 L&lt;br /&gt;
# [[Lengkuas]] secukupnya&lt;br /&gt;
# [[Jahe]] secukupnya&lt;br /&gt;
# [[Asam Jawa]] 3 biji&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bumbu halus:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# siung bawang putih&lt;br /&gt;
# 8 butir bawang merah&lt;br /&gt;
# 1 sdm garam&lt;br /&gt;
# 1 sdt merica&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Tumis bumbu halus kemudian tambahkan lengkuas dan jahe, lalu aduk dengan merata.&lt;br /&gt;
# Masukkan daging dengan kelapa sangrai, kemudian aduk hingga warna daging berubah.&lt;br /&gt;
# Selanjutnya masukkan air dan masak daging hingga empuk dan kuahnya mengental.&lt;br /&gt;
# Terakhir, tambahkan kecap dan air asam jawa lalu aduk hingga merata.&lt;br /&gt;
# Masak sebentar kemudian angkat dan makanan siap disajikan.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Manggis&amp;diff=4283</id>
		<title>Manggis</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Manggis&amp;diff=4283"/>
		<updated>2026-04-11T09:10:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Manggis.jpg|jmpl|Buah manggis; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Manggis (&#039;&#039;Garcinia mangostana&#039;&#039;) merupakan buah tropis yang dikenal karena rasanya manis dan sedikit asam, serta memiliki nilai gizi dan kandungan senyawa bioaktif yang tinggi, terutama xanthone, yang berperan sebagai antioksidan. Buah ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan sering dijuluki “queen of fruits” karena cita rasanya yang khas dan kulitnya yang tebal namun mudah dikupas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kingdom&#039;&#039;&#039;: Plantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Divisi&#039;&#039;&#039;: Angiospermae (Tumbuhan berbunga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kelas&#039;&#039;&#039;: Eudicots&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ordo&#039;&#039;&#039;: Malpighiales&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Famili&#039;&#039;&#039;: Clusiaceae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Genus&#039;&#039;&#039;: Garcinia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Spesies&#039;&#039;&#039;: Garcinia mangostana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Selain dikonsumsi secara langsung, buah manggis juga dapat diolah menjadi berbagai produk. Beberapa contohnya yaitu teh kulit manggis, jus buah manggis, sirup, dan ekstrak herbal. Manggis juga sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam minuman kesehatan lainnya.&amp;lt;ref&amp;gt;Humaira, L., &amp;amp; Srikandi, S. (2021). Pemanfaatan Potensi Limbah Kulit Manggis Dalam Pembuatan Pembersih Lantai Berbasis Zero Waste. &#039;&#039;IKRAITH-EKONOMIKA&#039;&#039;, &#039;&#039;4&#039;&#039;(2), 69-72.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Narakusuma, M. A., Fauzi, A. M., &amp;amp; Firdaus, M. (2013). Rantai nilai produk olahan buah manggis. &#039;&#039;Jurnal Manajemen &amp;amp; Agribisnis&#039;&#039;, &#039;&#039;10&#039;&#039;(1), 11-21.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan zat gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi manggis tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 29%.&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Nilai&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|83.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|63 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|15.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|1.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|0.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|12 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|0.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|61.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|0.1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.03 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.03 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|0.3 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|5 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kabuto&amp;diff=4282</id>
		<title>Kabuto</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kabuto&amp;diff=4282"/>
		<updated>2026-04-11T08:36:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
Kabuto merupakan hidangan tradisional yang dibuat dari [[Ubi ungu|ubi]] kayu yang telah difermentasi dan dikukus. Ketika disajikan, Kabuto memiliki tekstur yang lembek dan kenyal. Kabuto diakui sebagai salah satu kuliner khas Sulawesi Tenggara yang berasal dari Kabupaten Muna. Hidangan Kabuto memiliki cita rasa unik dan umumnya disajikan sebagai pengganti nasi. Kabuto telah lama menjadi bahan makanan utama bagi penduduk Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai alternatif nasi, terutama bagi mereka yang berdomisili di kawasan tepi laut. Di saat terjadi kekurangan pangan, Kabuto sangat dibutuhkan dan banyak dikonsumsi masyarakat setempat untuk meningkatkan stamina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 250 Gram [[Singkong]] yang sudah dikeringkan (Kakombo).&lt;br /&gt;
# [[Kelapa]] parut secukupnya. &lt;br /&gt;
# Sejumput garam. &lt;br /&gt;
# Ikan asin yang telah digoreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Potong Kakombo kecil - kecil, lalu rendam dengan air selama semalam. Kemudian tiriskan kakombo. &lt;br /&gt;
# Siapkan panci kukusan, dan kukus kakombo selama 15 - 30 menit dengan api sedang. &lt;br /&gt;
# Jika sudah matang, angkat lalu biarkan hingga dingin.  Campurkan dengan garam secukupnya. &lt;br /&gt;
# Sajikan kabuto dengan kelapa parut dan ikan asin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://rri.co.id/kuliner/773925/kabuto-makanan-khas-daerah-muna-sejak-zaman-dulu&lt;br /&gt;
# https://rri.co.id/kuliner/729703/resep-kabuto-makanan-khas-daerah-muna#:~:text=Cara%20membuat:,Gus%20Yahya%20sebagai%20Ketua%20Umum&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Tenggara]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Helo%27a_Sira&amp;diff=4281</id>
		<title>Helo&#039;a Sira</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Helo%27a_Sira&amp;diff=4281"/>
		<updated>2026-04-11T08:11:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Helo&#039;a sira adalah makanan khas Wakatobi. Nama Helo&#039;a Sira sendiri berasal dari dua kata, yaitu Helo&#039;a yang berarti memasak dan Sira yang berarti [[kelapa]]. Makanan ini memiliki cara masak dan bahan-bahan yang sederhana. Hal tersebut merupakan manifestasi dari kesederhanaan selera masyarakat Wakatobi, di mana masyarakat tersebut tidak menyukai makanan yang berlemak dan penuh rempah&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Krisna Aditomo. 2020. “Heloa Sira Makanan Khas Wakatobi, Ada Yang Tau?” Kompas.tv. www.kompas.tv. 2020. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.tv/kuliner/81793/heloa-sira-makanan-khas-wakatobi-ada-yang-tau&amp;lt;/nowiki&amp;gt;.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Helo&#039;a sira sering dihidangkan di beberapa acara besar, seperti perayaan hari lebaran. Protein pada hidangan ini biasanya berupa daging ikan, tetapi bisa juga diganti menggunakan daging ayam kampung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah]]&lt;br /&gt;
# [[Kunyit]] Bubuk&lt;br /&gt;
# [[Lengkuas]]&lt;br /&gt;
# Batang Sirih&lt;br /&gt;
# Daun Salam&lt;br /&gt;
# Garam&lt;br /&gt;
# Kelapa Muda&lt;br /&gt;
# Kelapa Sangrai&lt;br /&gt;
# Belimbing Wuluh&lt;br /&gt;
# Ikan Tuna Asap/Ayam Kampung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;Cara Pembuatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Potong Bawang Merah dan Belimbing Wuluh&lt;br /&gt;
# Rebus air hingga mendidih&lt;br /&gt;
# Masukkan kelapa muda dan ikan tuna asap&lt;br /&gt;
# Masukkan batang sirih, daun salam, lengkuas, kunyit bubuk, dan belimbing wuluh&lt;br /&gt;
# Masak selama kurang lebih lima menit&lt;br /&gt;
# Masukkan kelapa sangrai, bawang merah, dan garam&lt;br /&gt;
# Helo&#039;a Sira siap dihidangkan&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Tenggara]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Halua_kenari&amp;diff=4280</id>
		<title>Halua kenari</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Halua_kenari&amp;diff=4280"/>
		<updated>2026-04-11T08:09:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Halua [[kenari]] adalah kenari karamel, camilan sederhana dengan perpaduan rasa [[Manisan Pala|manis]] legit dan gurih yang khas do Kota Manado, Sulawesi Selatan. [[Kenari]] yang disangrai hingga kecokelatan menghadirkan aroma harum serta tekstur renyah, sementara balutan karamel [[Gula Merah|gula merah]] memberikan rasa manis yang hangat dengan sentuhan rasa karamel alami. Saat digigit, lapisan karamel yang mengeras memberikan sensasi kriuk di awal, kemudian diikuti rasa gurih kacang yang lembut di dalam. Perpaduan manis dan gurih ini menciptakan camilan yang ringan, tapi kaya rasa, cocok dinikmati sebagai teman bersantai atau suguhan sederhana yang tetap terasa istimewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 100 gram kenari&lt;br /&gt;
# 100 gram [[Gula Merah|gula merah]]&lt;br /&gt;
# 1 sdm gula pasir&lt;br /&gt;
# 60 ml air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Sangrai kenari hingga berubah warna menjadi kuning kecokelatan, lalu angkat dan sisihkan.&lt;br /&gt;
# Sisir gula merah, kemudian masak bersama gula pasir dan air hingga larut dan berubah menjadi karamel. Setelah karamel terbentuk, masukkan kenari yang telah disangrai.&lt;br /&gt;
# Aduk cepat hingga kenari terbalut karamel secara merata, lalu matikan api. Ambil adonan sekitar satu sendok makan, kemudian tuangkan dan bentuk di atas kertas minyak atau kertas roti.&lt;br /&gt;
# Biarkan hingga mengeras, setelah itu halua kenari karamel siap disajikan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kacang_langkoseng&amp;diff=4279</id>
		<title>Kacang langkoseng</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kacang_langkoseng&amp;diff=4279"/>
		<updated>2026-04-11T08:06:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Kacang Langkoseng&#039;&#039;&#039; adalah kudapan tradisional khas Makassar, Sulawesi Selatan yang berbahan dasar [[Kacang Tanah|kacang tanah]]. Nama &amp;quot;langkoseng&amp;quot; dalam bahasa Makassar merujuk pada teknik pengolahannya, yaitu disangrai (dimasak tanpa minyak) bersama pasir bersih. Teknik ini menghasilkan kacang dengan tekstur yang sangat renyah, aroma yang kuat, dan rasa gurih alami tanpa tambahan lemak dari minyak goreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tradisi dan Keunikan Teknik ==&lt;br /&gt;
Kacang Langkoseng merupakan representasi kearifan lokal masyarakat Makassar dalam mengolah hasil bumi dengan cara yang sehat dan ekonomis. Penggunaan pasir sebagai media penghantar panas bertujuan agar panas tersebar merata ke seluruh bagian [[Kacang Turis|kacang]] tanpa membuat kulit arinya hangus seketika. Pasir yang digunakan biasanya adalah pasir sungai yang telah dicuci bersih dan dikeringkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudapan ini sangat populer sebagai teman minum [[Kopi Oepliki|kopi]] atau teh di sore hari. Di Makassar, Kacang Langkoseng sering dijajakan oleh pedagang keliling atau ditemukan di kedai-kedai tradisional sebagai camilan wajib yang menyimbolkan kesederhanaan namun memiliki kelezatan yang autentik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Karena diolah dengan teknik sangrai tanpa minyak, Kacang Langkoseng memiliki keunggulan nutrisi tertentu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Protein nabati:&#039;&#039;&#039; Sumber protein yang baik untuk perbaikan sel tubuh.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Lemak tak jenuh:&#039;&#039;&#039; Kandungan lemak alami kacang tetap terjaga dan lebih sehat karena tidak terpapar minyak goreng panas.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Vitamin E dan mineral:&#039;&#039;&#039; Mengandung antioksidan dan mineral seperti magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan dan Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan Utama&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* [[Kacang Tanah|Kacang tanah]] utuh (masih dengan kulit ari).&lt;br /&gt;
* Pasir bersih (sebagai media sangrai).&lt;br /&gt;
* Garam secukupnya (opsional, untuk memberikan rasa gurih sebelum disangrai).&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Langkah-langkah Pembuatan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Persiapan Kacang:&#039;&#039;&#039; Cuci bersih [[Kacang Tanah|kacang tanah]], kemudian jemur hingga benar-benar kering. Beberapa pengolah biasanya merendam kacang sebentar dalam [[Air Guraka|air]] garam agar rasa gurih meresap ke dalam.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Pemanasan Pasir:&#039;&#039;&#039; Masukkan pasir ke dalam wajan besar (biasanya wajan tanah liat atau besi), kemudian panaskan di atas api sedang hingga pasir benar-benar panas.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Proses Sangrai (Langkoseng):&#039;&#039;&#039; Masukkan kacang tanah ke dalam wajan berisi pasir panas. Aduk terus secara konstan agar kacang tidak gosong dan matang merata hingga ke bagian dalam.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Pengecekan Kematangan:&#039;&#039;&#039; Kacang dianggap matang jika kulit arinya sudah mudah terkelupas dan bagian dalamnya berwarna cokelat keemasan serta terasa renyah saat digigit.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Pemisahan:&#039;&#039;&#039; Angkat kacang dan saring menggunakan ayakan atau nampan bambu untuk memisahkan kacang dari pasir.&lt;br /&gt;
# &#039;&#039;&#039;Penyajian:&#039;&#039;&#039; Biarkan kacang dingin terlebih dahulu agar teksturnya menjadi maksimal renyahnya sebelum disimpan dalam wadah kedap udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
* Dokumentasi Kuliner Tradisional Masyarakat Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;
* Ragam Teknik Pengolahan [[Pangan Lokal]] Nusantara.&lt;br /&gt;
* Studi Etnografi Kuliner Makassar: Pemanfaatan Media Pasir dalam Memasak.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kabau&amp;diff=4278</id>
		<title>Kabau</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kabau&amp;diff=4278"/>
		<updated>2026-04-11T08:03:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kabau.jpg|al=Kab|jmpl|301x301px|Kabau&amp;lt;ref&amp;gt;https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1811709472461555&amp;amp;id=1427141114251728&amp;amp;set=a.1456022754696897&amp;amp;locale=pt_PT&amp;amp;_rdc=1&amp;amp;_rdr#&amp;lt;/ref&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
Kabau merupakan pohon yang buahnya dapat di[[Makanan Pokok|makan]] dan memiliki bau tidak sedap, nama lain dari tanaman ini adalah jering hutan atau jering tupai&amp;lt;ref&amp;gt;https://kbbi.web.id/kabau&amp;lt;/ref&amp;gt;, sebagian orang juga ada yang menyebutnya dengan sebutan jering antan, [[jengkol]] hutan, atau jolang jaling. Kabau (&#039;&#039;Archidendron microcarpum&#039;&#039;) merupakan  jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan tropis, buah sejenis jengkol yang banyak ditemukan di daerah Sumatera, termasuk Sumatera bagian Selatan&amp;lt;ref&amp;gt;https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/108438&amp;lt;/ref&amp;gt;, sehingga kabau menjadi salah satu [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang ada di Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik ==&lt;br /&gt;
Buah kabau berbentuk silinder pendek, berisi biji yang berbentuk pipih tebal dengan kulit berwarna hitam, biasanya dalam 1 buah terdapat  mengandung 8 hingga 12 biji&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.rri.co.id/kesehatan/1053027/kabau-buah-lokal-yang-menyimpan-nutrisi-dan-manfaat&amp;lt;/ref&amp;gt;. Bijinya memiliki wangi yang tajam seperti jengkol dan petai, tetapi inilah yang menjadikan kabau sebagai sayuran yang banyak dikonsumsi layaknya kedua tumbuhan tersebut. Salah satu kuliner olahan dari kabau adalah sambal kabau teri yang berasal dari Bengkulu&amp;lt;ref&amp;gt;Stephanie, Maria (2024). &#039;&#039;Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita&#039;&#039;. Yogyakarta: Guru Bumi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Berikut adalah beberapa cara untuk mengolah buah kabau:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Lalapan segar: Potong Kabau menjadi irisan tipis dan nikmati sebagai lalapan segar, dengan dipadu sambal.&lt;br /&gt;
# Dalam masakan sayur: Tambahkan Kabau ke dalam masakan sayur, seperti gulai atau sayur lodeh. Kombinasi rasa yang unik akan memperkaya cita rasa masakan.&lt;br /&gt;
# Sebagai pelengkap sambal: Hancurkan Kabau dan campurkan dengan sambal favorit, sambal kabau akan memberikan sensasi pedas dan unik.&lt;br /&gt;
# Ditumis: Kabau bisa diolah dengan cara ditumis menggunakan bumbu khas daerah&amp;lt;ref&amp;gt;https://bnp.jambiprov.go.id/8-manfaat-kabau-untuk-kesehatan/&amp;lt;/ref&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi kabau segar dihitung per 100 g, dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 95 %&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|: 67.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|: 130 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|: 6.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|: 0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|: 25.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|: 2.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|: 0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|: 4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|: 204 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|: 0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|: 1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|: 397.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|: 0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|: 0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|: 165 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|: 0.80 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|: 0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|: 0.3 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|: 16 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Rujak_Mie&amp;diff=4277</id>
		<title>Rujak Mie</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Rujak_Mie&amp;diff=4277"/>
		<updated>2026-04-11T08:01:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gambar Rujak Mie.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Rujak mie adalah makanan khas Palembang, Sumatera Selatan yang terkenal dengan rasa pedas, manis, dan segarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah beberapa detail tentang rujak mie:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Usul dan Sejarah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Rujak mie berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dan telah menjadi bagian dari tradisi kuliner setempat sejak lama. Makanan ini merupakan campuran antara [[Mie Titi|mie]] kuning, soun, [[Tahu Balek Tomat|tahu]], timun, dan [[pempek]], yang disiram dengan kuah cuko yang gurih dan pedas. Makanan ini merupakan variasi dari sajian rujak cuko, yang sebenarnya berasal dari perpanduan antara pengaruh lokal dan tionghoa. Dalam versi ini, mie kuning menjadi bahan utama, yang disiram dengan kuah cuko, yakni sejenis mirip saus khas dari palembang yang digunakan untuk pempek. Rujak mie juga dikaitkan dengan makanan jalanan, karena banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional atau warung kaki lima. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan dan Cara Pembuatan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan Rujak Mie:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Mie Telur: 100 gram&lt;br /&gt;
# Soun: 100 gram&lt;br /&gt;
# Tahu putih: 4 buah&lt;br /&gt;
# Tauge: 50 gram&lt;br /&gt;
# Kerupuk: secukupnya&lt;br /&gt;
# Mentimun: secukupnya&lt;br /&gt;
# Pempek: secukupnya&lt;br /&gt;
# Kuah cuko: secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Membuat:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Siapkan semua bahan yang diperlukan.&lt;br /&gt;
* Rebus mie dan sohun hingga matang.&lt;br /&gt;
* Tumis tahu dan tauge hingga layu dan harum.&lt;br /&gt;
* Campurkan mie, sohun, tahu, tauge, mentimun, dan pempek.&lt;br /&gt;
* Disiram dengan kuah cuko yang gurih dan pedas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Karakteristik dan Rasa&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Rujak mie memiliki campuran bahan yang beragam, yang memberikan rasa yang gurih, pedas, dan segar. Teksturnya lembut dan kenyal, dengan kuah cuko yang memberikan rasa yang khas dan menyegarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Ketersediaan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Rujak mie biasanya tersedia di beberapa tempat di Palembang, terutama pada bulan Ramadhan. Selama bulan ini, makanan ini menjadi camilan yang populer di kalangan warga ketika berbuka puasa. Meskipun demikian, rujak mie tetap menjadi bagian dari tradisi Palembang yang terus dipertahankan hingga saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Variasi dan Penyajian&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Selain rujak mie, ada beberapa makanan lain yang mirip dengan rujak, seperti rujak manis. Semua makanan ini terbuat dari campuran bahan-bahan seperti tahu, timun, dan pempek, yang disiram dengan kuah cuko yang gurih dan pedas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rujak mie merupakan makanan khas Palembang yang unik dan lezat, yang terus mempertahankan eksistensinya di kalangan masyarakat Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
[1] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://nidianews.com/rujak-mie-kuliner-khas-palembang/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://food.detik.com/mie-dan-pasta/d-6106025/resep-rujak-mie-palembang-yang-pedas-segar&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://palembang.tribunnews.com/2021/06/15/resep-membuat-rujak-mie-enak-khas-palembang-lengkap-dengan-cara-buat-cuko-pempek&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[4] [https://www.kompasiana.com/huang/61230c9031a28705fe523542/rujak-mie-palembang-khazanah-kuliner-yang-nikmat-pedas-dan-segar. https://www.kompasiana.com/huang/61230c9031a28705fe523542/rujak-mie-palembang-khazanah-kuliner-yang-nikmat-pedas-dan-segar.]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Es_kacang_merah&amp;diff=4276</id>
		<title>Es kacang merah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Es_kacang_merah&amp;diff=4276"/>
		<updated>2026-04-11T07:59:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Es Kacang Merah dari Makassar.jpg|jmpl|Es Kacang Merah dari Makassar]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:Es Kacang Merah.jpg|jmpl|229x229px|Es kacang merah Sumatera Selatan, Dokumentasi: Syifa Fitriah Nuraeni]]&lt;br /&gt;
Es kacang merah adalah kudapan khas Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Di Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang minuman ini seringkali dikaitkan dengan momen-momen spesial, seperti saat berkumpul bersama keluarga atau teman-teman. Tak heran jika [[Es Jagung|es]] [[Kacang Nasi|kacang]] merah menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang sangat digemari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudapan ini jug adapat ditemui di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Makassar dan Manado, di kedua daerah ini es kacang merah disebut juga dengan es brenebon. Penyebutan brenebon, juga biasa dikenal di daerah Nusa Tenggara, untuk menyebut kacang merah, salah satu olahan yang terkenal yaitu Sop Brenebon, yang biasa disajikan dengan [[Se&#039;i|Se&#039;i Sapi]], dan tumis [[Daun Bue|daun]] pepaya. Namun, es kacang merah khas Palembang punya penyajian yang berbeda dibanding daerah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan dan Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah resep es kacang merah khas Palembang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan-bahan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;100 gr&amp;lt;/bdi&amp;gt; kacang merah kering&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;1250 ml&amp;lt;/bdi&amp;gt; air&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;75 gr&amp;lt;/bdi&amp;gt; gula pasir (bisa ditambah jika suka manis)&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;1/4 sdt&amp;lt;/bdi&amp;gt; garam&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;2 lembar&amp;lt;/bdi&amp;gt; daun pandan&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;1 sachet (60 ml)&amp;lt;/bdi&amp;gt; santan instan&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;3 sdm&amp;lt;/bdi&amp;gt; kental manis cokelat&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;Secukupnya&amp;lt;/bdi&amp;gt; es batu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Membuat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rendam kacang merah semalaman.&lt;br /&gt;
# Cuci dan rebus dengan 1 liter air, dengan metode 10.30.10 (10 menit direbus; 30 menit dimatikan apinya dan ditutup rapat pancinya; 10 menit direbus kembali.) Tes apakah sudah empuk, jika belum proses merebus bisa diulangi hingga tingkat kelembutan yang diinginkan.&lt;br /&gt;
# Tambahkan daun pandan, santan instan, gula, garam dan 250 ml air, masak hingga mendidih, lalu dinginkan.&lt;br /&gt;
# Haluskan / serut es batu.&lt;br /&gt;
# Tuang kacang merah dan kuahnya ke mangkok, tambahkan es serut, ambahkan kental manis coklat sebanyak yang kita suka&amp;lt;ref&amp;gt;https://cookpad.com/id/resep/24090009-es-kacang-merah?ref=search&amp;amp;search_term=es+kacang+merah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi es kacang merah tiap 1 porsi penyajian.&amp;lt;ref&amp;gt;Susanto OBA. 2021. Pemanfaatan [[Kacang Tanah|kacang tanah]] sebagai menu hidangan penutup pada usaha katering [skripsi]. Semarang:Universitas Katolik Soegijapranata.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Bahan&lt;br /&gt;
!Berat (g)&lt;br /&gt;
!Energi (kkal)&lt;br /&gt;
!Protein (g)&lt;br /&gt;
!Karbohidrat (g)&lt;br /&gt;
!Lemak (g)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kacang merah&lt;br /&gt;
|200.0&lt;br /&gt;
|670.2&lt;br /&gt;
|46.0&lt;br /&gt;
|120.4&lt;br /&gt;
|2.6&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Daun pandan&lt;br /&gt;
|2.0&lt;br /&gt;
|2.8&lt;br /&gt;
|0.2&lt;br /&gt;
|0.5&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air&lt;br /&gt;
|1000.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Garam&lt;br /&gt;
|2.4&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Gula&lt;br /&gt;
|150.0&lt;br /&gt;
|580.4&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|149.9&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Susu segar&lt;br /&gt;
|200.0&lt;br /&gt;
|131.9&lt;br /&gt;
|6.4&lt;br /&gt;
|9.6&lt;br /&gt;
|7.8&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Es serut&lt;br /&gt;
|400.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kental manis putih&lt;br /&gt;
|143.0&lt;br /&gt;
|457.6&lt;br /&gt;
|11.2&lt;br /&gt;
|77.9&lt;br /&gt;
|12.4&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Sirup merah&lt;br /&gt;
|214.5&lt;br /&gt;
|458.8&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|119&lt;br /&gt;
|0.0&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;&#039;Total (5 porsi)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|2301.7&lt;br /&gt;
|63.8&lt;br /&gt;
|477.3&lt;br /&gt;
|22.8&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;&#039;Total (5 porsi)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|460.3&lt;br /&gt;
|12.8&lt;br /&gt;
|95.5&lt;br /&gt;
|4.6&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Es kacang merah pada awalnya termasuk makanan khas etnis Tionghoa. Minuman ini pun tidak hanya terkenal di Palembang saja. Minuman ini bahkan juga bisa ditemukan di Hong Kong pada kedai makan seperti cha chaan teng. Es kacang merah di negara tersebut terkenal sebagai hidangan penutup yang menyegarkan saat musim panas&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.detik.com/sumbagsel/kuliner/d-6717560/es-kacang-merah-khas-palembang-sejarah-ciri-khas-dan-resep&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Engkak_Ketan&amp;diff=4275</id>
		<title>Engkak Ketan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Engkak_Ketan&amp;diff=4275"/>
		<updated>2026-04-11T07:46:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Engkak ketan adalah [[Makanan Pokok|makanan]] khas Palembang-Sumatera Selatan, yang terkenal dengan rasa manis dan gurihnya. Berikut adalah beberapa detail tentang engkak ketan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Asal Usul dan Sejarah ==&lt;br /&gt;
Engkak ketan berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Makanan ini merupakan salah satu oleh-oleh yang populer di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Selatan. Engkak ketan merupakan variasi dari engkak, yang merupakan makanan tradisional yang dibuat dari beras ketan yang dikukus dengan santan dan [[Gula Merah|gula merah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Bahan-bahan Pembuatan Engkak Ketan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [[Beras]] ketan: 1 kg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [[Gula Merah|Gula merah]]: 1 kg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Santan: 1 liter&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Air: 1 liter&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [[Daun Kelor|Daun]] pandan: 5 lembar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Garam: secukupnya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Membuat:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Cuci beras ketan hingga bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kukus beras ketan dengan santan, air, dan daun pandan hingga matang dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Campurkan gula merah dengan beras ketan yang sudah dikukus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Masak campuran tersebut hingga gula merah meleleh dan meresap ke dalam beras ketan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Tiriskan beras ketan yang sudah dicampur gula merah dan dinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik dan Rasa ==&lt;br /&gt;
Engkak ketan memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, dengan rasa yang manis dan gurih. Warna beras ketan yang sudah dicampur gula merah biasanya coklat keemasan, yang menambah keindahan dan kelezatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ketersediaan ==&lt;br /&gt;
Engkak ketan biasanya tersedia di beberapa tempat di Palembang, terutama pada bulan Ramadhan. Selama bulan ini, engkak ketan menjadi cemilan yang populer di kalangan warga ketika berbuka puasa. Meskipun demikian, engkak ketan tetap menjadi bagian dari tradisi Palembang yang terus dipertahankan hingga saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Variasi dan Penyajian ==&lt;br /&gt;
Selain engkak ketan, ada beberapa makanan lain yang mirip dengan engkak, seperti engkak gula merah. Semua makanan ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti beras ketan, gula merah, santan, dan daun pandan, yang dikukus hingga matang dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engkak ketan merupakan makanan khas Palembang yang unik dan lezat, yang terus mempertahankan tradisinya di kalangan masyarakat Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi: ==&lt;br /&gt;
[1] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.fimela.com/food/read/4519136/resep-kue-engkak-ketan-khas-sumatera-selatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://osc.medcom.id/community/kue-engkak-kue-lapis-lampung-yang-identik-dengan-rasa-manis-1860&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.rri.co.id/kuliner/627321/engkak-ketan-kue-lemak-manis-pilihan-sajian-lebaran&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Camme_tuttuk&amp;diff=4274</id>
		<title>Camme tuttuk</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Camme_tuttuk&amp;diff=4274"/>
		<updated>2026-04-11T07:41:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Camme tuttuk atau sayur tumbuk adalah sebuah makanan khas enrekang yang berupa hidangan [[Sayur Rebung|sayur]] yang telah ditumbuk menggunakan alu kayu. Bahan utama dari masakan ini adalah daun [[singkong]] yang kemudian ditumbuk hingga lembut lalu kemudian dimasak pelan bersama dengan serai, santan, dan beberapa bumbu dapur tradisional lainnya&amp;lt;ref&amp;gt;Dimensi Indonesia. 2025. “Camme Tuttuk, Tumbukan Rasa Dari Dapur Pegunungan Enrekang.” Dimensi Indonesia. October 8, 2025. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://dimensiindonesia.com/camme-tuttuk-tumbukan-rasa-dari-dapur-pegunungan-enrekang/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‌&amp;lt;/ref&amp;gt;. Camme tuttuk biasanya dihidangkan pada beberapa acara istimewa seperti syukuran panen, pesta keluarga, maupun hari besar adat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Camme_tuttuk&amp;diff=4273</id>
		<title>Camme tuttuk</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Camme_tuttuk&amp;diff=4273"/>
		<updated>2026-04-11T07:40:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
Camme tuttuk atau sayur tumbuk adalah sebuah makanan khas enrekang yang berupa hidangan [[Sayur Rebung|sayur]] yang telah ditumbuk menggunakan alu kayu. Bahan utama dari masakan ini adalah daun [[singkong]] yang kemudian ditumbuk hingga lembut lalu kemudian dimasak pelan bersama dengan serai, santan, dan beberapa bumbu dapur tradisional lainnya&amp;lt;ref&amp;gt;Dimensi Indonesia. 2025. “Camme Tuttuk, Tumbukan Rasa Dari Dapur Pegunungan Enrekang.” Dimensi Indonesia. October 8, 2025. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://dimensiindonesia.com/camme-tuttuk-tumbukan-rasa-dari-dapur-pegunungan-enrekang/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‌&amp;lt;/ref&amp;gt;. Camme tuttuk biasanya dihidangkan pada beberapa acara istimewa seperti syukuran panen, pesta keluarga, maupun hari besar adat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_Beras_Merah&amp;diff=4272</id>
		<title>Nasi Beras Merah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_Beras_Merah&amp;diff=4272"/>
		<updated>2026-04-11T07:37:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Nasi beras merah irma riswanti.jpg|jmpl|Nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:Nasi beras merah.jpg|jmpl|Makan siang dengan nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]Pernah nggak kamu duduk di meja makan, menatap sepiring [[Nasi Itik Gambut|nasi]] merah dan berpikir, &#039;&#039;“Hmm… apa bedanya dengan nasi putih selama ini?”&#039;&#039; Begini ya ceritanya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beras merah sebenarnya bukan sekadar nasi yang warnanya beda. Ia adalah salah satu serealia utuh yang masih menyimpan kulit ari (bran) dan germ (embrio). Karena tidak digiling habis seperti beras putih, semua nutrisi berharga itu tetap ada di dalamnya. Senyawa yang terdapat pada lapisan warna merah beras bermanfaat sebagai antioksidan, anti kanker, anti glikemik tinggi.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Sumartini, S. (2018). Kajian peningkatan kualitas beras merah (Oryza nivara) instan dengan cara fisik. &#039;&#039;Pasundan Food Technology Journal&#039;&#039;, &#039;&#039;5&#039;&#039;(1), 84-90.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Warna Merah Beras ==&lt;br /&gt;
[[Beras]] merah mengandung gen yang memproduksi antosianin, dan senyawa ini terkonsentrasi pada lapisan perikarp atau kulit luar bulir padi, sehingga memberi warna merah.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain warnanya, beras merah juga berbeda secara tekstur dan rasa. Ia dikonsumsi tanpa melalui proses penyosohan penuh; hanya digiling menjadi beras pecah kulit, sehingga kulit arinya masih melekat pada endosperm. Kulit ari ini kaya akan minyak alami, lemak esensial, dan serat, yang membuat [[Nasi Bekepor|nasi]] merah lebih kenyal dan memiliki rasa sedikit seperti kacang dibanding nasi putih yang lembut dan pulen.&amp;lt;ref&amp;gt;Santika, A. Rozakurniati. 2010. Teknik Evaluasi Mutu Beras Hitam dan Beras Merah pada Beberapa Galur Padi Gogo. &#039;&#039;Buletin Teknik Pertanian&#039;&#039;, &#039;&#039;15&#039;&#039;(1), 1-5.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== B2SA ==&lt;br /&gt;
Namun, tetap perlu diingat bahwa &#039;&#039;&#039;mengonsumsi beras merah saja tidak cukup untuk pola makan sehat&#039;&#039;&#039;. Agar tubuh mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan, beras merah sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari &#039;&#039;&#039;pola makan seimbang sesuai prinsip Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (Pangan B2SA)&#039;&#039;&#039;. Ini berarti menambahkan sayuran, buah, lauk protein, serta sumber lemak sehat agar setiap piring makan mendukung kesehatan secara optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi [[Nasi Jinggo|nasi]] beras merah tiap 100 g, dengan berat yang dapat dimakan 100 %.&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Kandungan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|64.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|149 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|2.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|32.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|63 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|0.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|91.4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|0.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Retinol (Vit. A)&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karote&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sambal_kemang&amp;diff=4271</id>
		<title>Sambal kemang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sambal_kemang&amp;diff=4271"/>
		<updated>2026-04-11T07:34:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sambal [[kemang]] merupakan salah satu makanan khas Palembang yang berbahan dasar buah kemang dengan kombinasi [[cabe rawit]], garam, [[Bawang Merah|bawang merah]], dan [[Gula Merah|gula]]. Buah kemang mirip dengan mangga tetapi memiliki rasa yang lebih asam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# potong buah kemang kecil-kecil&lt;br /&gt;
# Cabe rawit, garam, dan [[Bawang Merah|bawang merah]] diulek hingga halus. Kemudian tambahkan buah kemang yang sudah dipotong tadi dan diulek lagi secara bersamaan&lt;br /&gt;
# tambahkan gula secukupnya dan aduk hingga rata&lt;br /&gt;
# sambal kemang siap disajikan&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Air_Guraka&amp;diff=4270</id>
		<title>Air Guraka</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Air_Guraka&amp;diff=4270"/>
		<updated>2026-04-11T07:25:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Air Guraka ialah minuman herbal khas Ternate berbahan dasar [[jahe]], yang diperkaya dengan pemanis gula [[aren]] serta disajikan dengan tambahan irisan [[kenari]] mentah sebagai topping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minuman ini biasanya disajikan untuk menjamu tamu kehormatan, baik di lingkungan pemerintahan maupun di Keraton Ternate. Bahkan, keberadaan air guraka di rumah-rumah masyarakat memiliki nilai sosial yang lebih tinggi dibandingkan sajian teh bagi tamu. Masyarakat tidak memandang air guraka sebagai obat tradisional, melainkan sebagai minuman tradisional yang menyegarkan.&amp;lt;ref&amp;gt;Jennifer, H dan E. Saptutyningsih, 2015. Preferensi Individu terhadap Pengobatan Tradisional di Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan,16 (1) : 26-41.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air guraka dapat dinikmati kapan saja, biasanya disajikan dalam keadaan panas atupun dingin. Bahkan air guraka memiliki varian original dan susu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Maluku Utara]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Rempeyek&amp;diff=4269</id>
		<title>Rempeyek</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Rempeyek&amp;diff=4269"/>
		<updated>2026-04-11T07:01:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Rempeyek yang di dokumentasikan oleh Irma Riswanti.jpg|jmpl|218x218px|Rempeyek; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Rempeyek merupakan makanan berbahan dasar tepung terigu yang dicampur dengan air, berbentuk lingkaran tipis serta diberi tambahan variasi seperti [[Kacang Tanah|kacang tanah]], [[kacang hijau]], kedelai, teri, udang dan sebagainya.&amp;lt;ref&amp;gt;https://mail.ejournal.stipram.ac.id/index.php/pringgitan/article/download/350/224&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rempeyek telah dikenal sejak masa Kesultanan Mataram abad ke-16. Bagi masyarakat Jawa, rempeyek memiliki makna sebagai simbol kebersamaan. Rempeyek biasanya disajikan dalam berbagai upacara adat di Jawa, diantaranya upacara pernikahan, upacara khitanan, hingga kenduri pada upacara kematian.&amp;lt;ref&amp;gt;https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/rempeyek/&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Membuat Rempeyek ==&lt;br /&gt;
Bahan:&amp;lt;ref&amp;gt;https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/download/18942/&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kacang [[Kacang Tanah|kacang tanah]]&lt;br /&gt;
# Daun [[Jeruk Gerga|jeruk]]&lt;br /&gt;
# [[Kemiri]] 7 buah&lt;br /&gt;
# Bawang putih 4 siung&lt;br /&gt;
# Tepung Rose Brand 20 sdm&lt;br /&gt;
# Tepung tapioka 3 sdm&lt;br /&gt;
# Air atau santan 500 ml&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
# [[Kunyit]] 1 ruas jari&lt;br /&gt;
# Ketumbar 1 saset&lt;br /&gt;
# Penyedap rasa &lt;br /&gt;
# Minyak goreng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pembuatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan [[Kacang Tanah|kacang tanah]], lalu iris menjadi bebrapa bagian.&lt;br /&gt;
# Lalu haluskan bumbu bawang putih, kemiri, kunyit, dan ketumbar.&lt;br /&gt;
# Ambil baskom bersih dan masukan 1 buah telur, lalu campurkan dengan bumbu halus.&lt;br /&gt;
# Setelah rata, tambahkan tepung rose brand sebanyak 20 sendok makan dan tepung tapioka sebanyak 3 sendok makan.&lt;br /&gt;
# Tambahkan air sampai adonan tampak kental mendekati encer, lalu masukkan daun jeruk yang telah diiris tipis, dan aduk kembali hingga merata dan tidak ada yang menggumpal.&lt;br /&gt;
# Ambil adonan menggunakan sendok nasi (atau sejenisnya yang tidak mudah meleleh) dan tambahkan kacang tanah yang telah diiris secukupnya.&lt;br /&gt;
# Saat minyak sudah panas, tuang adonan secara perlahan pada pinggiran wajan yang tidak terendam minyak. Pastikan adonan menempel pada wajan. Adonan akan turun perlahan menuju minyak. JIka adonan masih menempel, maka dapat disiram secara perlahan dengan spatula.&lt;br /&gt;
# Adonan sudah ditengah wajan dan terendam minyak, tunggu adonan berubah warna menjadi emas kecoklatan, lalu angkat dan tiriskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi rempeyek kacang tanah tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%. &amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Nilai&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|3.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|513 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|17.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|32.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|44.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|1.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|1.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|65 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|202 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|2.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Rempeyek_yang_di_dokumentasikan_oleh_Irma_Riswanti.jpg&amp;diff=4268</id>
		<title>Berkas:Rempeyek yang di dokumentasikan oleh Irma Riswanti.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Rempeyek_yang_di_dokumentasikan_oleh_Irma_Riswanti.jpg&amp;diff=4268"/>
		<updated>2026-04-11T07:00:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Rempeyek yang di dokumentasikan oleh Irma Riswanti&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Rempeyek&amp;diff=4267</id>
		<title>Rempeyek</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Rempeyek&amp;diff=4267"/>
		<updated>2026-04-11T06:55:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Rempeyek merupakan makanan berbahan dasar tepung terigu yang dicampur dengan air, berbentuk lingkaran tipis serta diberi tambahan variasi seperti kacang tanah, kacang hijau, kedelai, teri, udang dan sebagainya.&amp;lt;ref&amp;gt;https://mail.ejournal.stipram.ac.id/index.php/pringgitan/article/download/350/224&amp;lt;/ref&amp;gt;  Rempeyek telah dikenal sejak masa Kesultanan Mataram abad ke-16. Bagi masyarakat Jawa, rempeyek memiliki makna sebagai simbol kebersamaan. Rem...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Rempeyek merupakan makanan berbahan dasar tepung terigu yang dicampur dengan air, berbentuk lingkaran tipis serta diberi tambahan variasi seperti [[Kacang Tanah|kacang tanah]], [[kacang hijau]], kedelai, teri, udang dan sebagainya.&amp;lt;ref&amp;gt;https://mail.ejournal.stipram.ac.id/index.php/pringgitan/article/download/350/224&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rempeyek telah dikenal sejak masa Kesultanan Mataram abad ke-16. Bagi masyarakat Jawa, rempeyek memiliki makna sebagai simbol kebersamaan. Rempeyek biasanya disajikan dalam berbagai upacara adat di Jawa, diantaranya upacara pernikahan, upacara khitanan, hingga kenduri pada upacara kematian.&amp;lt;ref&amp;gt;https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/rempeyek/&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Membuat Rempeyek ==&lt;br /&gt;
Bahan:&amp;lt;ref&amp;gt;https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/download/18942/&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kacang [[Kacang Tanah|kacang tanah]]&lt;br /&gt;
# Daun [[Jeruk Gerga|jeruk]]&lt;br /&gt;
# [[Kemiri]] 7 buah&lt;br /&gt;
# Bawang putih 4 siung&lt;br /&gt;
# Tepung Rose Brand 20 sdm&lt;br /&gt;
# Tepung tapioka 3 sdm&lt;br /&gt;
# Air atau santan 500 ml&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
# [[Kunyit]] 1 ruas jari&lt;br /&gt;
# Ketumbar 1 saset&lt;br /&gt;
# Penyedap rasa &lt;br /&gt;
# Minyak goreng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pembuatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan kacang tanah, lalu iris menjadi bebrapa bagian.&lt;br /&gt;
# Lalu haluskan bumbu bawang putih, kemiri, kunyit, dan ketumbar.&lt;br /&gt;
# Ambil baskom bersih dan masukan 1 buah telur, lalu campurkan dengan bumbu halus.&lt;br /&gt;
# Setelah rata, tambahkan tepung rose brand sebanyak 20 sendok makan dan tepung tapioka sebanyak 3 sendok makan.&lt;br /&gt;
# Tambahkan air sampai adonan tampak kental mendekati encer, lalu masukkan daun jeruk yang telah diiris tipis, dan aduk kembali hingga merata dan tidak ada yang menggumpal.&lt;br /&gt;
# Ambil adonan menggunakan sendok nasi (atau sejenisnya yang tidak mudah meleleh) dan tambahkan kacang tanah yang telah diiris secukupnya.&lt;br /&gt;
# Saat minyak sudah panas, tuang adonan secara perlahan pada pinggiran wajan yang tidak terendam minyak. Pastikan adonan menempel pada wajan. Adonan akan turun perlahan menuju minyak. JIka adonan masih menempel, maka dapat disiram secara perlahan dengan spatula.&lt;br /&gt;
# Adonan sudah ditengah wajan dan terendam minyak, tunggu adonan berubah warna menjadi emas kecoklatan, lalu angkat dan tiriskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi rempeyek kacang tanah tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%. &amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Nilai&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|3.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|513 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|17.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|32.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|44.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|1.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|1.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|65 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|202 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|2.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Poteng&amp;diff=4266</id>
		<title>Poteng</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Poteng&amp;diff=4266"/>
		<updated>2026-04-11T04:55:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Poteng adalah makanan olahan khas sulawesi selatan yang terbuat dari [[Ubi Hitam|ubi]] kayu atau [[singkong]]. Cara mengolahnya menggunakan teknik fermentasi. Makanan yang biasa disebut dengan [[tape]] singkong ini umumnya disajikan bersama sirup, kental manis dan es serut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poteng atau lebih dikenal secara umum di Sulawesi Selatan, adalah Tape Singkong yang dibuat dari singkong atau ubi kayu melalui fermentasi dengan ragi tape atau saccharomyces cerevisiae. Tape merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi) bahan pangan berkarbohidrat, seperti singkong dan [[beras]] ketan. Tape yang terbuat dari singkong (ubi kayu) dinamakan tape singkong, sedang yang terbuat dari  ketan hitam atau ketan putih, hasilnya disebut “tape pulut” atau “tape ketan”. Poteng mudah didapat karena umumnya penjual menjajakan dagangannya yang menggunakan sepeda motor diletakkan diboncengan yang disusun rapi. Ada juga menjajakan memakai sepeda yang diletakkan dibelakang boncengan dari sebuah kotak kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya pemahaman orang bahwa menyebut Tape adalah ketan atau beras ketan yang difermentasi. Padahal sebenarnya bahan-bahan sumber pati, seperti; ubi kayu, ubi jalar dan ketan dengan bantuan ragi dalam proses pembuatannya maka disebut Tape. Untuk bahan baku ubi kayu disebut Tape Ubi Kayu atau Poteng. Orang non-Makassar menyebutnya Tape Ubi Kayu. Dalam porsi terbatas, Poteng dipercaya berkhasiat menghangatkan tubuh, mengobati sakit maag dan menyembuhkan jerawat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengolahan Poteng&amp;lt;ref&amp;gt;Abduh, M. N., &amp;amp; Salim, A. (2019). Pengembangan dan kelayakan usaha “poteng” di Galesong Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. &#039;&#039;Jurnal Ilmiah Ecosystem&#039;&#039;, &#039;&#039;19&#039;&#039;(03), 258-263.&amp;lt;/ref&amp;gt; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Bahan baku ubi: Tanaman ubi-ubian merupakan tanaman yang menghasilkan karbohidrat atau pati dalam bentuk umbi batang dan umbi akar. Tanaman yang menghasilkan umbi batang antara lain adalah ubi jalar, ganyong, garut, tales, uwi, gadung dan [[kentang]]. Sedangkan yang menghasilkan umbi akar adalah ubi kayu atau ketela pohon. Ubi-ubian merupakan sumber karbohidrat dan mempunyai peluang sebagai bahan pangan alternatif yang perlu dikembangkan.&lt;br /&gt;
# Bahan baku ragi tape: Salah satu pemanfaatan bioteknologi dalam pembuatan tape singkong adalah saat ditambahkannya ragi sebagai bahan dalam pembuatan tape. Ragi adalah mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan dimana-mana. Ragi berasal dari keluarga Fungus bersel satu (sugar fungus) dari genus Saccharomyces, species cereviciae, dan memilki ukuran sebesar 6-8 mikron.&lt;br /&gt;
# Tape higenis:  Menjual tape menggunakan keranjang yang ditutupi dengan daun pisang sehingga sering terjadi kontaminasi dan rasa tape menjadi masam (kecut). Tape yang semula hanya dibungkus dengan daun pisang dijajakan keliling oleh penjualnya, sekarang dikemas memakai plastik atau wadah yang menarik dan higienis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi&amp;lt;ref&amp;gt;https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/231/tapai-singkong&amp;lt;/ref&amp;gt; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===== Informasi Nilai Gizi =====&lt;br /&gt;
Per 100 g BDD (Berat Dapat Dimakan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Energi 169 kkal&lt;br /&gt;
* Protein 1.40 g&lt;br /&gt;
* Lemak 0.30 g&lt;br /&gt;
* Karbo 40.20 g&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ut_Tunu&amp;diff=4265</id>
		<title>Ut Tunu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ut_Tunu&amp;diff=4265"/>
		<updated>2026-04-11T04:54:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Irma.Riswanti: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Ut Tunu.jpg|al=Ut Tunu|jmpl|226x226px|Ut Tunu&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.kompasiana.com/leksisalukh/59c233a4541883501626b112/makanan-tradisional-u-tunu-terlupakan&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ref&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
Ut tunu merupakan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] khas Masyarakat Dawan, Kabupaten Tumor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ut tunu terbuat dari tepung jagung yang dibuat lempengan lalu dibakar. [[Jagung]] yang digunakan bisa jagung putih maupun jagung kuning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Proses Pengolahan ==&lt;br /&gt;
Proses mengolahnya tak berbeda jauh dengan [[Mak Tutu|mak tutu]], Perbedannya pada kelembutan tepung, [[Mak Tutu]] mengunakan hasil ayakan sebesar [[beras]] sedangkan Ut Tunu menggunakan hasil ayakan Mak Tutu yang ukurannya lebih kecil seperti tepung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat Ut Tunu, prosesnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Tepung hasil ayakan yang halus bisa di campur dengan parutan [[kelapa]] atau dengan gula air dari lontar kemudian di aduk menjadi adonan hingga merata.&lt;br /&gt;
# Kemudian adonan yang telah dicampur dibungkus dengan daun pisang sesuai ukuran yang diinginkan.&lt;br /&gt;
# Setelah proses pembungkusan berakhir dipanggang pada bara api sampai matang, maka Ut Tunu siap untuk disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ut Tunu merupakan makanan tradisional yang hampir sama dengan kue atau roti bakar, tetapi berbeda prosesnya dan bahan. Ut Tunu tidak mudah basi, sehingga bertahan sampai tiga hari, apabila di simpan di tempat dan wadah yang memiliki suhu rata-rata&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.indonesiadaily.co.id/pesona-indonesia/72011687907/memungut-budaya-ntt-yang-tercecer-makanan-tradisional?page=2&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Irma.Riswanti</name></author>
	</entry>
</feed>