<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Indira.Bahar</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Indira.Bahar"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Indira.Bahar"/>
	<updated>2026-05-25T21:11:49Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sanggara_unti&amp;diff=4676</id>
		<title>Sanggara unti</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sanggara_unti&amp;diff=4676"/>
		<updated>2026-05-20T06:26:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Sanggara Unti  == Sejarah == Secara historis, Sanggara Unti tumbuh dari kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar yang gemar mengolah pisang menjadi berbagai makanan tradisional. Pisang merupakan bahan yang mudah diperoleh di wilayah tropis, sehingga sejak lama menjadi bagian penting dalam kuliner rumahan. Kudapan ini juga berkaitan dengan tradisi penyajian makanan dalam bosara, yaitu wadah saji khas Bugis yang sering dipakai pada acar...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sanggara Unti.jpg|jmpl|Sanggara Unti]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Secara historis, Sanggara Unti tumbuh dari kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar yang gemar mengolah pisang menjadi berbagai makanan tradisional. Pisang merupakan bahan yang mudah diperoleh di wilayah tropis, sehingga sejak lama menjadi bagian penting dalam kuliner rumahan. Kudapan ini juga berkaitan dengan tradisi penyajian makanan dalam bosara, yaitu wadah saji khas Bugis yang sering dipakai pada acara adat, pertemuan keluarga, dan jamuan tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara membuat Sanggara Unti dimulai dengan menyiapkan pisang raja matang, lalu dikupas dan dipotong sesuai selera. Setelah itu, pisang dicelupkan ke adonan tepung terigu, tepung [[beras]], garam, dan air hingga terbalut rata. Pisang kemudian digoreng dalam minyak panas sampai berwarna keemasan dan matang sempurna. Pada beberapa versi, Sanggara Unti bisa disajikan dengan tambahan [[kelapa]] parut atau pelengkap lain agar rasanya lebih kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Sanggara Unti mengandung karbohidrat sebagai sumber energi utama dari pisang dan tepung. Pisang juga menyumbang kalium, vitamin B6, vitamin C, dan serat, sedangkan tepung dan minyak menambah energi dan sedikit lemak. Karena digoreng, makanan ini sebaiknya dikonsumsi sewajarnya agar tetap seimbang dengan kebutuhan gizi harian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== sumber referensi ==&lt;br /&gt;
- [Sanggara&#039; Unti - Jejaring Desa Wisata](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jadesta.kemenparekraf.go.id/paket/sanggara_unti&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [[[Sanggara Balanda]], Makanan Berbuka Orang Bugis Sejak Zaman Penjajahan Belanda - Liputan6](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.liputan6.com/islami/read/3960527/sanggara-balanda-makanan-berbuka-orang-bugis-sejak-zaman-penjajahan-belanda&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [Kuliner Legendaris dengan Filosofi Mendalam - RRI](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://rri.co.id/palu/kuliner/1382099/sanggara-balanda-kuliner-legendaris-dengan-filosofi-mendalam&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sanggara_Unti.jpg&amp;diff=4674</id>
		<title>Berkas:Sanggara Unti.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Sanggara_Unti.jpg&amp;diff=4674"/>
		<updated>2026-05-20T06:25:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sanggara Unti&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Konte&amp;diff=4652</id>
		<title>Konte</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Konte&amp;diff=4652"/>
		<updated>2026-05-20T06:18:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: /* Kandungan nutrisi */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kue Konte.jpg|jmpl|Kue Konte]]&lt;br /&gt;
Secara sejarah, kue Konte berkembang sebagai bagian dari kuliner rumahan masyarakat Makassar yang memanfaatkan bahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]], terutama [[beras]] ketan dan [[kelapa]]. Tradisi membuat kue berbasis ketan sangat umum di wilayah Sulawesi Selatan karena bahan tersebut mudah diperoleh dan cocok untuk makanan upacara maupun hidangan harian. Keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat setempat mengolah hasil bumi menjadi makanan yang bernilai budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara membuatnya dimulai dengan mencampur beras ketan putih dan ketan hitam, lalu dikukus atau dimasak hingga matang. Setelah itu, ketan dicampur dengan [[Gula Merah|gula merah]] cair, kemudian dibentuk atau dipadatkan sesuai tradisi setempat. Parutan kelapa biasanya ditambahkan sebagai pelengkap untuk memperkaya rasa dan memberi aroma gurih. Proses pengolahan yang sederhana ini membuat kue Konte mudah dibuat di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Karena berbahan dasar ketan, gula merah, dan kelapa, kue Konte mengandung karbohidrat sebagai sumber energi utama, serta sedikit protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin dari kelapa dan bahan tambahan lainnya. Secara umum, makanan tradisional berbahan nabati dan hewani memiliki kandungan nutrisi yang bervariasi tergantung bahan dan cara pengolahan. Kue ini termasuk makanan yang cukup padat energi, sehingga sebaiknya dikonsumsi secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [CARA MEMBUAT KUE KONTE KHAS MAKASSAR](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.youtube.com/watch?v=BFUGp165h-8&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [Kandungan Gizi dan Manfaat Makanan Khas Daerah di Indonesia](&amp;lt;nowiki&amp;gt;http://portalkurikulum.blogspot.com/2016/12/kandungan-gizi-dan-manfaat-makanan-khas.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Konte&amp;diff=4650</id>
		<title>Konte</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Konte&amp;diff=4650"/>
		<updated>2026-05-20T06:15:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Sejarah == Secara sejarah, kue Konte berkembang sebagai bagian dari kuliner rumahan masyarakat Makassar yang memanfaatkan bahan pangan lokal, terutama beras ketan dan kelapa. Tradisi membuat kue berbasis ketan sangat umum di wilayah Sulawesi Selatan karena bahan tersebut mudah diperoleh dan cocok untuk makanan upacara maupun hidangan harian. Keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat setempat mengolah hasil bumi menjadi makanan yang bernilai budaya.  == Ca...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Secara sejarah, kue Konte berkembang sebagai bagian dari kuliner rumahan masyarakat Makassar yang memanfaatkan bahan pangan lokal, terutama [[beras]] ketan dan [[kelapa]]. Tradisi membuat kue berbasis ketan sangat umum di wilayah Sulawesi Selatan karena bahan tersebut mudah diperoleh dan cocok untuk makanan upacara maupun hidangan harian. Keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat setempat mengolah hasil bumi menjadi makanan yang bernilai budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara mengolah ==&lt;br /&gt;
Cara membuatnya dimulai dengan mencampur beras ketan putih dan ketan hitam, lalu dikukus atau dimasak hingga matang. Setelah itu, ketan dicampur dengan gula merah cair, kemudian dibentuk atau dipadatkan sesuai tradisi setempat. Parutan kelapa biasanya ditambahkan sebagai pelengkap untuk memperkaya rasa dan memberi aroma gurih. Proses pengolahan yang sederhana ini membuat kue Konte mudah dibuat di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Karena berbahan dasar ketan, gula merah, dan kelapa, kue Konte mengandung karbohidrat sebagai sumber energi utama, serta sedikit protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin dari kelapa dan bahan tambahan lainnya. Secara umum, makanan tradisional berbahan nabati dan hewani memiliki kandungan nutrisi yang bervariasi tergantung bahan dan cara pengolahan. Kue ini termasuk makanan yang cukup padat energi, sehingga sebaiknya dikonsumsi secukupnya.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Kue Konte.jpg|jmpl|Kue Konte]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== sumber referensi ==&lt;br /&gt;
- [CARA MEMBUAT KUE KONTE KHAS MAKASSAR](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.youtube.com/watch?v=BFUGp165h-8&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [Kandungan Gizi dan Manfaat Makanan Khas Daerah di Indonesia](&amp;lt;nowiki&amp;gt;http://portalkurikulum.blogspot.com/2016/12/kandungan-gizi-dan-manfaat-makanan-khas.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Konte.jpg&amp;diff=4649</id>
		<title>Berkas:Kue Konte.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Konte.jpg&amp;diff=4649"/>
		<updated>2026-05-20T06:15:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue Konte&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Putu_kacang&amp;diff=4634</id>
		<title>Putu kacang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Putu_kacang&amp;diff=4634"/>
		<updated>2026-05-20T06:06:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Putu kacang.jpg|jmpl|putu kacang]]&lt;br /&gt;
Secara historis, Sanggara Unti tumbuh dari kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar yang gemar mengolah pisang menjadi berbagai makanan tradisional. Pisang merupakan bahan yang mudah diperoleh di wilayah tropis, sehingga sejak lama menjadi bagian penting dalam kuliner rumahan. Kudapan ini juga berkaitan dengan tradisi penyajian makanan dalam bosara, yaitu wadah saji khas Bugis yang sering dipakai pada acara adat, pertemuan keluarga, dan jamuan tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pengolahan ==&lt;br /&gt;
Cara membuat Sanggara Unti dimulai dengan menyiapkan pisang raja matang, lalu dikupas dan dipotong sesuai selera. Setelah itu, pisang dicelupkan ke adonan tepung terigu, tepung [[beras]], garam, dan air hingga terbalut rata. Pisang kemudian digoreng dalam minyak panas sampai berwarna keemasan dan matang sempurna. Pada beberapa versi, Sanggara Unti bisa disajikan dengan tambahan [[kelapa]] parut atau pelengkap lain agar rasanya lebih kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Sanggara Unti mengandung karbohidrat sebagai sumber energi utama dari pisang dan tepung. Pisang juga menyumbang kalium, vitamin B6, vitamin C, dan serat, sedangkan tepung dan minyak menambah energi dan sedikit lemak. Karena digoreng, makanan ini sebaiknya dikonsumsi sewajarnya agar tetap seimbang dengan kebutuhan gizi harian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [Sanggara&#039; Unti - Jejaring Desa Wisata](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jadesta.kemenparekraf.go.id/paket/sanggara_unti&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [[[Sanggara Balanda]], Makanan Berbuka Orang Bugis Sejak Zaman Penjajahan Belanda - Liputan6](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.liputan6.com/islami/read/3960527/sanggara-balanda-makanan-berbuka-orang-bugis-sejak-zaman-penjajahan-belanda&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [Kuliner Legendaris dengan Filosofi Mendalam - RRI](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://rri.co.id/palu/kuliner/1382099/sanggara-balanda-kuliner-legendaris-dengan-filosofi-mendalam&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Putu_kacang&amp;diff=4631</id>
		<title>Putu kacang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Putu_kacang&amp;diff=4631"/>
		<updated>2026-05-20T06:05:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Sejarah == Secara historis, Sanggara Unti tumbuh dari kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar yang gemar mengolah pisang menjadi berbagai makanan tradisional. Pisang merupakan bahan yang mudah diperoleh di wilayah tropis, sehingga sejak lama menjadi bagian penting dalam kuliner rumahan. Kudapan ini juga berkaitan dengan tradisi penyajian makanan dalam bosara, yaitu wadah saji khas Bugis yang sering dipakai pada acara adat, pertemuan keluarga, dan jamuan tamu.  ==...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Secara historis, Sanggara Unti tumbuh dari kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar yang gemar mengolah pisang menjadi berbagai makanan tradisional. Pisang merupakan bahan yang mudah diperoleh di wilayah tropis, sehingga sejak lama menjadi bagian penting dalam kuliner rumahan. Kudapan ini juga berkaitan dengan tradisi penyajian makanan dalam bosara, yaitu wadah saji khas Bugis yang sering dipakai pada acara adat, pertemuan keluarga, dan jamuan tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pengolahan ==&lt;br /&gt;
Cara membuat Sanggara Unti dimulai dengan menyiapkan pisang raja matang, lalu dikupas dan dipotong sesuai selera. Setelah itu, pisang dicelupkan ke adonan tepung terigu, tepung [[beras]], garam, dan air hingga terbalut rata. Pisang kemudian digoreng dalam minyak panas sampai berwarna keemasan dan matang sempurna. Pada beberapa versi, Sanggara Unti bisa disajikan dengan tambahan [[kelapa]] parut atau pelengkap lain agar rasanya lebih kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan nutrisi ==&lt;br /&gt;
Sanggara Unti mengandung karbohidrat sebagai sumber energi utama dari pisang dan tepung. Pisang juga menyumbang kalium, vitamin B6, vitamin C, dan serat, sedangkan tepung dan minyak menambah energi dan sedikit lemak. Karena digoreng, makanan ini sebaiknya dikonsumsi sewajarnya agar tetap seimbang dengan kebutuhan gizi harian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [Sanggara&#039; Unti - Jejaring Desa Wisata](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jadesta.kemenparekraf.go.id/paket/sanggara_unti&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [[[Sanggara Balanda]], Makanan Berbuka Orang Bugis Sejak Zaman Penjajahan Belanda - Liputan6](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.liputan6.com/islami/read/3960527/sanggara-balanda-makanan-berbuka-orang-bugis-sejak-zaman-penjajahan-belanda&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- [Kuliner Legendaris dengan Filosofi Mendalam - RRI](&amp;lt;nowiki&amp;gt;https://rri.co.id/palu/kuliner/1382099/sanggara-balanda-kuliner-legendaris-dengan-filosofi-mendalam&amp;lt;/nowiki&amp;gt;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Putu_kacang.jpg&amp;diff=4624</id>
		<title>Berkas:Putu kacang.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Putu_kacang.jpg&amp;diff=4624"/>
		<updated>2026-05-20T06:02:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Indira.Bahar: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;putu kacang&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Indira.Bahar</name></author>
	</entry>
</feed>