<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Balgies.fortuna</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Balgies.fortuna"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Balgies.fortuna"/>
	<updated>2026-05-24T19:29:12Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Beras_Jagung&amp;diff=4576</id>
		<title>Beras Jagung</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Beras_Jagung&amp;diff=4576"/>
		<updated>2026-05-10T07:58:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: Foto&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Beras Jagung yang Sudah Diolah (Foto oleh Balgies Devi Fortuna).jpg|jmpl|Beras Jagung yang Sudah Diolah (Foto oleh Balgies Devi Fortuna)]]&lt;br /&gt;
[[Beras]] [[Jagung]] adalah olahan jagung tua yang ditumbuk menjadi butiran menyerupai beras. [[Makanan Pokok|Makanan pokok]] ini dapat dijumpai di provinsi Nusa Tenggara Timur, makanan ini biasanya dibuat dan dikonsumsi apabila terjadi kelangkaan beras.&amp;lt;ref&amp;gt;Kompas.com. (2021, Maret 1). &#039;&#039;Sejarah jagung di Indonesia, kini jadi makanan pokok&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.com/food/read/2021/03/01/093300275/sejarah-jagung-di-indonesia-kini-jadi-makanan-pokok&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah dan Budaya ==&lt;br /&gt;
Beras jagung memiliki sejarah panjang sebagai makanan pokok masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di wilayah semiarid seperti Timor Tengah Selatan dan Belu. Olahan ini berasal dari jagung tua yang ditumbuk kasar hingga menyerupai butiran beras, lalu dimasak seperti nasi. Tradisi konsumsi beras jagung telah berlangsung sejak masa Kerajaan Oenam, di mana jagung diyakini tumbuh dari pengorbanan tokoh mitologis Bi Lafu Sonbai. Dalam cerita rakyat, Bi Lafu dikorbankan oleh kakaknya, Sonbai, untuk membuka ladang besar di Tabun Panmuti. Dari tanah yang ditaburi potongan tubuhnya, tumbuhlah hasil bumi termasuk jagung, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai sumber pangan utama.&amp;lt;ref&amp;gt;VOI. (2021, April 13). &#039;&#039;Makanan khas NTT: Dimulai dari cerita rakyat dan diakhiri dengan hasil pertanian jagung&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://voi.id/bernas/42482/makanan-khas-ntt-dimulai-dari-cerita-rakyat-dan-diakhiri-dengan-hasil-pertanian-jagung&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara historis, jagung bukan tanaman asli Indonesia. Ia berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dan mulai dibudidayakan sekitar 10.000 tahun lalu. Jagung menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui bangsa Portugis pada abad ke-16. Di NTT, jagung dengan cepat beradaptasi dengan iklim kering dan tanah kapur, menjadikannya tanaman utama yang menggantikan beras dalam banyak komunitas lokal. Hingga kini, beras jagung tetap menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat NTT, terutama saat musim kemarau panjang atau terjadi kelangkaan beras.&amp;lt;ref&amp;gt;Indonesia Berkabar. (2023, Juni 15). &#039;&#039;Asal usul tanaman jagung serta persebarannya&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://indonesiaberkabar.com/asal-usul-tanaman-jagung-serta-persebarannya/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konteks sosial dan tradisi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), beras jagung memiliki makna yang jauh melampaui sekadar alternatif pangan. Konsumsinya meningkat terutama saat terjadi kelangkaan beras akibat musim kemarau panjang, seperti yang dialami oleh masyarakat Mahakam Ulu dan wilayah lain yang bergantung pada distribusi logistik berbasis sungai dan darat. Ketika harga beras melonjak dan stok menipis, jagung menjadi penyelamat ketahanan [[Pangan Lokal|pangan lokal]].&amp;lt;ref&amp;gt;TribunKaltim.co. (2025, Agustus 6). &#039;&#039;Kemarau panjang picu kelangkaan bahan pokok di Mahulu&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://kaltim.tribunnews.com/2025/08/06/kemarau-panjang-picu-kelangkaan-bahan-pokok-di-mahulu-bbm-dijatah-per-kepala-keluarga&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagung di NTT juga menjadi bagian dari ritual syukur yang sarat nilai budaya. Di Kabupaten Belu, masyarakat melaksanakan upacara adat Hamis Batar, di mana jagung muda dipersembahkan ke gereja dan rumah adat sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan dan leluhur atas hasil panen. Tradisi ini memperlihatkan keterikatan spiritual antara manusia, alam, dan hasil bumi. Di Timor Tengah Utara, ritual Tah Pen Fe’u juga menjadi momen sakral, di mana jagung diikat utuh dan dibawa ke tempat ritus adat sebelum diolah atau disimpan.&amp;lt;ref&amp;gt;Jurnalpost. (2021, Juni 15). &#039;&#039;Kebudayaan lokal di Kabupaten Belu NTT&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jurnalpost.com/kebudayaan-lokal-di-kabupaten-belu-ntt/21574/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
Proses pengolahan beras jagung dimulai dari jagung tua yang telah dikeringkan. Jagung ini kemudian ditumbuk kasar menggunakan lesung dan alu, lalu diayak untuk memisahkan kulit ari dan menghasilkan butiran grit jagung berukuran seragam. Setelah itu, beras jagung direbus seperti nasi, baik menggunakan panci tradisional maupun rice cooker, dengan perbandingan air yang disesuaikan agar teksturnya empuk dan tidak keras. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghasilkan tekstur nasi jagung yang empuk dan tidak keras, perbandingan air yang disarankan adalah sekitar 1 bagian beras jagung dan 4 bagian air. Rasio ini lebih tinggi dibandingkan beras putih biasa karena beras jagung memiliki struktur yang lebih padat dan membutuhkan lebih banyak air untuk proses rehidrasi dan pemasakan yang optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam praktik sehari-hari, beras jagung bisa dimasak sendiri atau dicampur dengan beras putih, lalu disajikan bersama lauk sederhana seperti ikan asin, urap sayur, atau sambal lu’at khas Timor.&amp;lt;ref&amp;gt;Lalitya, R. (2009). Karakteristik fisik dan sifat fungsional beras jagung instan akibat penambahan jenis serat dan lama pembekuan. &#039;&#039;Jurnal Pangan&#039;&#039;, 4(1), 41–46. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/41/36&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Variasi Olahan ==&lt;br /&gt;
Variasi olahan jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas kuliner masyarakat setempat. Salah satu yang paling dikenal adalah &#039;&#039;&#039;[[Jagung Bose]]&#039;&#039;&#039;, bubur jagung khas Timor yang dimasak bersama kacang merah atau [[kacang hijau]] dan santan. Hidangan ini memiliki tekstur lembut dan rasa gurih alami, serta kaya akan serat dan karbohidrat kompleks, menjadikannya sumber energi yang tahan lama dan baik untuk pencernaan.&amp;lt;ref&amp;gt;Mawatu.co.id. (2024). &#039;&#039;Mengenal Jagung Bose, makanan khas NTT yang kental akan nilai budaya&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://mawatu.co.id/id/blog/mengenal-jagung-bose/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, &#039;&#039;&#039;Jagung Titi&#039;&#039;&#039; merupakan camilan khas Flores Timur yang dibuat dengan cara tradisional: jagung pipil disangrai di atas bara api, lalu ditumbuk pipih menggunakan batu datar. Proses ini disebut “meniti” dan dilakukan secara manual oleh perempuan Lamaholot. Hasilnya adalah camilan renyah dan gurih yang tahan lama, cocok sebagai bekal perjalanan atau oleh-oleh khas NTT. [[Jagung titi]] tidak hanya lezat, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan penghormatan terhadap alam.&amp;lt;ref&amp;gt;Suguhanku. (2022, November 24). &#039;&#039;Jagung Titi Khas NTT, cara pembuatannya nyentrik!&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.suguhanku.com/2022/11/jagung-titi-khas-ntt.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Olahan lain yang tak kalah menarik adalah &#039;&#039;&#039;Ledok&#039;&#039;&#039;, bubur jagung khas Nusa Penida yang dimasak bersama umbi-umbian seperti [[singkong]] dan labu kuning, serta aneka sayuran seperti [[bayam]], [[kangkung]], dan daun kemangi. Ledok memiliki kandungan gizi lengkap—karbohidrat dari jagung dan singkong, protein dari kacang-kacangan, serta serat dari sayuran. Hidangan ini mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi tanah kering dan menjadi simbol ketahanan pangan lokal.&amp;lt;ref&amp;gt;Cookpad. (2024). &#039;&#039;Ledok-ledok (bubur jagung khas Nusa Penida)&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://cookpad.com/id/resep/22561544-ledok-ledok-bubur-jagung-khas-nusa-penida&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Nasi Jagung Komplit&#039;&#039;&#039; adalah sajian yang menggabungkan beras jagung dengan lauk tradisional seperti urap sayur, ikan asin, sambal, [[tempe]] goreng, dan kadang peyek ebi atau sayur lodeh. Hidangan ini populer di berbagai daerah, termasuk Madura dan Jawa Timur, dan kini menjadi pilihan sehat karena rendah glikemik dan tinggi serat.&amp;lt;ref&amp;gt;Kompas.com. (2024, September 12). &#039;&#039;10 Lauk Nasi Jagung, sederhana tetapi tetap nikmat&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://regional.kompas.com/read/2024/09/12/223051478/10-lauk-nasi-jagung-sederhana-tetap-nikmat&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Per 100 g nasi jagung&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Kandungan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|357 kkal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|79.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|8.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|0.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|6.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|43 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Zat Besi&lt;br /&gt;
|0.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B1&lt;br /&gt;
|0.30 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|30.4 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
Beras jagung memiliki khasiat tinggi serat yang baik untuk pencernaan dan membuat rasa kenyang menjadi lebih lama. Indeks glikemik rendah yang membantu mengontrol gula darah. Beras jagung juga bebas gluten, sehingga aman untuk penderita celiac. Kaya akan antioksidan (lutein dan zeaxanthin) yang mendukung kesehatan mata dan jantung. Serta beras jagung berperan dalam sumber energi tahan lama dan vitamin B kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Beras_Jagung&amp;diff=4575</id>
		<title>Beras Jagung</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Beras_Jagung&amp;diff=4575"/>
		<updated>2026-05-10T07:57:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: Foto Pangan Lokal oleh Balgies Devi Fortuna&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Beras Jagung yang Sudah Diolah (Foto oleh Balgies Devi Fortuna).jpg|jmpl|Beras Jagung yang Sudah Diolah (Foto oleh Balgies Devi Fortuna)]]&lt;br /&gt;
[[Beras]] [[Jagung]] adalah olahan jagung tua yang ditumbuk menjadi butiran menyerupai beras. Makanan pokok ini dapat dijumpai di provinsi Nusa Tenggara Timur, makanan ini biasanya dibuat dan dikonsumsi apabila terjadi kelangkaan beras.&amp;lt;ref&amp;gt;Kompas.com. (2021, Maret 1). &#039;&#039;Sejarah jagung di Indonesia, kini jadi makanan pokok&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.com/food/read/2021/03/01/093300275/sejarah-jagung-di-indonesia-kini-jadi-makanan-pokok&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah dan Budaya ==&lt;br /&gt;
Beras jagung memiliki sejarah panjang sebagai makanan pokok masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di wilayah semiarid seperti Timor Tengah Selatan dan Belu. Olahan ini berasal dari jagung tua yang ditumbuk kasar hingga menyerupai butiran beras, lalu dimasak seperti nasi. Tradisi konsumsi beras jagung telah berlangsung sejak masa Kerajaan Oenam, di mana jagung diyakini tumbuh dari pengorbanan tokoh mitologis Bi Lafu Sonbai. Dalam cerita rakyat, Bi Lafu dikorbankan oleh kakaknya, Sonbai, untuk membuka ladang besar di Tabun Panmuti. Dari tanah yang ditaburi potongan tubuhnya, tumbuhlah hasil bumi termasuk jagung, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai sumber pangan utama.&amp;lt;ref&amp;gt;VOI. (2021, April 13). &#039;&#039;Makanan khas NTT: Dimulai dari cerita rakyat dan diakhiri dengan hasil pertanian jagung&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://voi.id/bernas/42482/makanan-khas-ntt-dimulai-dari-cerita-rakyat-dan-diakhiri-dengan-hasil-pertanian-jagung&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara historis, jagung bukan tanaman asli Indonesia. Ia berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dan mulai dibudidayakan sekitar 10.000 tahun lalu. Jagung menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui bangsa Portugis pada abad ke-16. Di NTT, jagung dengan cepat beradaptasi dengan iklim kering dan tanah kapur, menjadikannya tanaman utama yang menggantikan beras dalam banyak komunitas lokal. Hingga kini, beras jagung tetap menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat NTT, terutama saat musim kemarau panjang atau terjadi kelangkaan beras.&amp;lt;ref&amp;gt;Indonesia Berkabar. (2023, Juni 15). &#039;&#039;Asal usul tanaman jagung serta persebarannya&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://indonesiaberkabar.com/asal-usul-tanaman-jagung-serta-persebarannya/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konteks sosial dan tradisi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), beras jagung memiliki makna yang jauh melampaui sekadar alternatif pangan. Konsumsinya meningkat terutama saat terjadi kelangkaan beras akibat musim kemarau panjang, seperti yang dialami oleh masyarakat Mahakam Ulu dan wilayah lain yang bergantung pada distribusi logistik berbasis sungai dan darat. Ketika harga beras melonjak dan stok menipis, jagung menjadi penyelamat ketahanan pangan lokal.&amp;lt;ref&amp;gt;TribunKaltim.co. (2025, Agustus 6). &#039;&#039;Kemarau panjang picu kelangkaan bahan pokok di Mahulu&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://kaltim.tribunnews.com/2025/08/06/kemarau-panjang-picu-kelangkaan-bahan-pokok-di-mahulu-bbm-dijatah-per-kepala-keluarga&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagung di NTT juga menjadi bagian dari ritual syukur yang sarat nilai budaya. Di Kabupaten Belu, masyarakat melaksanakan upacara adat Hamis Batar, di mana jagung muda dipersembahkan ke gereja dan rumah adat sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan dan leluhur atas hasil panen. Tradisi ini memperlihatkan keterikatan spiritual antara manusia, alam, dan hasil bumi. Di Timor Tengah Utara, ritual Tah Pen Fe’u juga menjadi momen sakral, di mana jagung diikat utuh dan dibawa ke tempat ritus adat sebelum diolah atau disimpan.&amp;lt;ref&amp;gt;Jurnalpost. (2021, Juni 15). &#039;&#039;Kebudayaan lokal di Kabupaten Belu NTT&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jurnalpost.com/kebudayaan-lokal-di-kabupaten-belu-ntt/21574/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
Proses pengolahan beras jagung dimulai dari jagung tua yang telah dikeringkan. Jagung ini kemudian ditumbuk kasar menggunakan lesung dan alu, lalu diayak untuk memisahkan kulit ari dan menghasilkan butiran grit jagung berukuran seragam. Setelah itu, beras jagung direbus seperti nasi, baik menggunakan panci tradisional maupun rice cooker, dengan perbandingan air yang disesuaikan agar teksturnya empuk dan tidak keras. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghasilkan tekstur nasi jagung yang empuk dan tidak keras, perbandingan air yang disarankan adalah sekitar 1 bagian beras jagung dan 4 bagian air. Rasio ini lebih tinggi dibandingkan beras putih biasa karena beras jagung memiliki struktur yang lebih padat dan membutuhkan lebih banyak air untuk proses rehidrasi dan pemasakan yang optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam praktik sehari-hari, beras jagung bisa dimasak sendiri atau dicampur dengan beras putih, lalu disajikan bersama lauk sederhana seperti ikan asin, urap sayur, atau sambal lu’at khas Timor.&amp;lt;ref&amp;gt;Lalitya, R. (2009). Karakteristik fisik dan sifat fungsional beras jagung instan akibat penambahan jenis serat dan lama pembekuan. &#039;&#039;Jurnal Pangan&#039;&#039;, 4(1), 41–46. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/41/36&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Variasi Olahan ==&lt;br /&gt;
Variasi olahan jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas kuliner masyarakat setempat. Salah satu yang paling dikenal adalah &#039;&#039;&#039;[[Jagung Bose]]&#039;&#039;&#039;, bubur jagung khas Timor yang dimasak bersama kacang merah atau [[kacang hijau]] dan santan. Hidangan ini memiliki tekstur lembut dan rasa gurih alami, serta kaya akan serat dan karbohidrat kompleks, menjadikannya sumber energi yang tahan lama dan baik untuk pencernaan.&amp;lt;ref&amp;gt;Mawatu.co.id. (2024). &#039;&#039;Mengenal Jagung Bose, makanan khas NTT yang kental akan nilai budaya&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://mawatu.co.id/id/blog/mengenal-jagung-bose/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, &#039;&#039;&#039;Jagung Titi&#039;&#039;&#039; merupakan camilan khas Flores Timur yang dibuat dengan cara tradisional: jagung pipil disangrai di atas bara api, lalu ditumbuk pipih menggunakan batu datar. Proses ini disebut “meniti” dan dilakukan secara manual oleh perempuan Lamaholot. Hasilnya adalah camilan renyah dan gurih yang tahan lama, cocok sebagai bekal perjalanan atau oleh-oleh khas NTT. [[Jagung titi]] tidak hanya lezat, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan penghormatan terhadap alam.&amp;lt;ref&amp;gt;Suguhanku. (2022, November 24). &#039;&#039;Jagung Titi Khas NTT, cara pembuatannya nyentrik!&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.suguhanku.com/2022/11/jagung-titi-khas-ntt.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Olahan lain yang tak kalah menarik adalah &#039;&#039;&#039;Ledok&#039;&#039;&#039;, bubur jagung khas Nusa Penida yang dimasak bersama umbi-umbian seperti [[singkong]] dan labu kuning, serta aneka sayuran seperti [[bayam]], [[kangkung]], dan daun kemangi. Ledok memiliki kandungan gizi lengkap—karbohidrat dari jagung dan singkong, protein dari kacang-kacangan, serta serat dari sayuran. Hidangan ini mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap kondisi tanah kering dan menjadi simbol ketahanan pangan lokal.&amp;lt;ref&amp;gt;Cookpad. (2024). &#039;&#039;Ledok-ledok (bubur jagung khas Nusa Penida)&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://cookpad.com/id/resep/22561544-ledok-ledok-bubur-jagung-khas-nusa-penida&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Nasi Jagung Komplit&#039;&#039;&#039; adalah sajian yang menggabungkan beras jagung dengan lauk tradisional seperti urap sayur, ikan asin, sambal, [[tempe]] goreng, dan kadang peyek ebi atau sayur lodeh. Hidangan ini populer di berbagai daerah, termasuk Madura dan Jawa Timur, dan kini menjadi pilihan sehat karena rendah glikemik dan tinggi serat.&amp;lt;ref&amp;gt;Kompas.com. (2024, September 12). &#039;&#039;10 Lauk Nasi Jagung, sederhana tetapi tetap nikmat&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://regional.kompas.com/read/2024/09/12/223051478/10-lauk-nasi-jagung-sederhana-tetap-nikmat&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Per 100 g nasi jagung&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Kandungan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|357 kkal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|79.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|8.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|0.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|6.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|43 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Zat Besi&lt;br /&gt;
|0.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B1&lt;br /&gt;
|0.30 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|30.4 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
Beras jagung memiliki khasiat tinggi serat yang baik untuk pencernaan dan membuat rasa kenyang menjadi lebih lama. Indeks glikemik rendah yang membantu mengontrol gula darah. Beras jagung juga bebas gluten, sehingga aman untuk penderita celiac. Kaya akan antioksidan (lutein dan zeaxanthin) yang mendukung kesehatan mata dan jantung. Serta beras jagung berperan dalam sumber energi tahan lama dan vitamin B kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Beras_Jagung_yang_Sudah_Diolah_(Foto_oleh_Balgies_Devi_Fortuna).jpg&amp;diff=4574</id>
		<title>Berkas:Beras Jagung yang Sudah Diolah (Foto oleh Balgies Devi Fortuna).jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Beras_Jagung_yang_Sudah_Diolah_(Foto_oleh_Balgies_Devi_Fortuna).jpg&amp;diff=4574"/>
		<updated>2026-05-10T07:57:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Beras Jagung yang Sudah Diolah (Foto oleh Balgies Devi Fortuna)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Acar_Nanas&amp;diff=4573</id>
		<title>Acar Nanas</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Acar_Nanas&amp;diff=4573"/>
		<updated>2026-05-10T07:55:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Acar Nanas .jpg|jmpl|Sumber gambar : Katakerja]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Masyarakatdi Bone Sulawesi Selatan&#039;&#039;&#039;, mengolah [[nanas]] menjadi &#039;&#039;&#039;[[acar]] nanas&#039;&#039;&#039; yang dulunya dikonsumsi secara rutin setiap sebulan sekali. Tradisi ini muncul karena siklus panen nanas lokal, sehingga warga menyesuaikan waktu pengolahan dan konsumsi acar dengan ketersediaan buah, meskipun praktik ini belum terdokumentasi secara formal. Dalam konteks kuliner Nusantara, acar memainkan peran simbolik dalam ritual atau perayaan, misalnya untuk menandai musim atau menyampaikan rasa syukur atas hasil bumi Dengan demikian, acar nanas di Massilla menunjukkan hubungan erat antara masyarakat dan sumber daya lokal serta menjadi bagian dari identitas kuliner yang kini mulai terlupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tradisional, warga memotong nanas matang menjadi potongan kecil, lalu mencampurnya dengan mentimun, wortel, [[Bawang Merah|bawang merah]], [[cabe rawit]], dan larutan cuka. Mereka merebus air garam dan cuka, kemudian merendam semua bahan dalam larutan itu selama semalam agar rasa meresap. Beberapa resep juga menambahkan rempah, seperti [[kunyit]], [[jahe]], dan [[kemiri]], untuk memperkaya aroma dan cita rasa. Teknik ini menghasilkan rasa asam-manis yang segar dan menjadikan acar nanas sebagai pelengkap hidangan utama, terutama masakan goreng atau bakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Saat ini, masyarakat jarang mengonsumsi&#039;&#039;&#039; acar nanas karena bahan pembuatannya sulit ditemukan. Penurunan konsumsi ini terjadi karena menurunnya produksi nanas lokal, yang dipengaruhi oleh perubahan pola tanam, alih fungsi lahan, dan kurangnya regenerasi petani hortikultura. Kondisi ini diperburuk oleh hilangnya pengetahuan tradisional dan minimnya dokumentasi resep, sehingga keunikan kuliner ini berisiko punah. Selain itu, data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa berkurangnya diversifikasi tanaman lokal meningkatkan ketergantungan pada komoditas impor, yang mempengaruhi ketahanan pangan daerah serta keberlangsungan tradisi kuliner seperti acar nanas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Resep ==&lt;br /&gt;
Bahan-Bahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 300 g buah [[nanas]] matang, potong kecil atau parut&lt;br /&gt;
* 1 buah wortel segar, potong dadu&lt;br /&gt;
* 1 buah mentimun, potong dadu&lt;br /&gt;
* 5 butir [[Bawang Merah|bawang merah]], iris kasar&lt;br /&gt;
* 30 buah cabai rawit hijau utuh (sesuai selera)&lt;br /&gt;
* 200 ml air matang&lt;br /&gt;
* 5 sdm air cuka&lt;br /&gt;
* Garam secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-Langkah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rebus air dan garam hingga mendidih.&lt;br /&gt;
# Tambahkan air cuka ke dalam rebusan, aduk rata, lalu angkat dan dinginkan.&lt;br /&gt;
# Masukkan semua bahan acar (nanas, wortel, mentimun, [[Bawang Merah|bawang merah]], cabai rawit) ke dalam larutan air cuka yang sudah dingin.&lt;br /&gt;
# Aduk sebentar hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Diamkan selama ±24 jam agar rasa meresap sempurna.&lt;br /&gt;
# Sajikan sebagai pelengkap nasi goreng, mi goreng, atau lauk lainnya.&amp;lt;ref&amp;gt;Resep Nasional. (2024). &#039;&#039;Cara Membuat Acar Nanas Spesial Segar&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.resepnasional.com/cara-membuat-acar-nanas-spesial-segar/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Jumlah&lt;br /&gt;
!% AKG* (Estimasi)&lt;br /&gt;
!Keterangan Tambahan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|48 kkal&lt;br /&gt;
|2%&lt;br /&gt;
|Rendah kalori, cocok untuk diet ringan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|12.6 g&lt;br /&gt;
|4%&lt;br /&gt;
|Sumber energi utama&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Gula&lt;br /&gt;
|9.3 g&lt;br /&gt;
|—&lt;br /&gt;
|Gula alami dari buah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|1.4 g&lt;br /&gt;
|6%&lt;br /&gt;
|Mendukung pencernaan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|0.5 g&lt;br /&gt;
|1%&lt;br /&gt;
|Minimal, bukan sumber utama&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak total&lt;br /&gt;
|0.1 g&lt;br /&gt;
|&amp;lt;1%&lt;br /&gt;
|Sangat rendah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C&lt;br /&gt;
|47.8 mg&lt;br /&gt;
|80%&lt;br /&gt;
|Antioksidan kuat, mendukung imun tubuh&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Mangan&lt;br /&gt;
|0.9 mg&lt;br /&gt;
|46%&lt;br /&gt;
|Penting untuk metabolisme&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|115 mg&lt;br /&gt;
|3%&lt;br /&gt;
|Menjaga keseimbangan elektrolit&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Sodium&lt;br /&gt;
|1 mg&lt;br /&gt;
|&amp;lt;1%&lt;br /&gt;
|Rendah natrium, tergantung garam&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;*AKG = Angka Kecukupan Gizi berdasarkan diet 2.000 kalori per hari.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat ==&lt;br /&gt;
Kombinasi antara nanas, sayuran seperti wortel dan mentimun, serta larutan cuka menghasilkan makanan rendah kalori yang kaya antioksidan. Kandungan vitamin C dari nanas berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan infeksi, sementara seratnya membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.&amp;lt;ref&amp;gt;Alodokter. (2022). &#039;&#039;16 manfaat buah nanas bagi kesehatan&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.alodokter.com/jangan-salah-kandungan-dan-manfaat-buah-nanas-ada-banyak&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; Proses fermentasi dalam acar juga memunculkan bakteri asam laktat yang bersifat probiotik, mendukung kesehatan usus dan sistem imun.&amp;lt;ref&amp;gt;TribunHealth. (2024, 13 Desember). &#039;&#039;9 alasan harus mengonsumsi acar, kaya antioksidan hingga mengatur gula darah&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://health.tribunnews.com/2024/12/13/9-alasan-harus-mengonsumsi-acar-kaya-antioksidan-hingga-mengatur-gula-darah-penderita-diabetes&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; Selain itu, acar nanas dapat membantu menekan efek samping dari makanan berlemak, menjadikannya pelengkap ideal untuk hidangan berat seperti nasi kebuli.&amp;lt;ref&amp;gt;BrilioFood. (2021, 17 November). &#039;&#039;7 resep acar nanas, segar, sederhana, dan mudah dibuat&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.briliofood.net/resep/7-resep-acar-nanas-segar-sederhana-dan-mudah-dibuat-211117t.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Acar_Nanas&amp;diff=4572</id>
		<title>Acar Nanas</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Acar_Nanas&amp;diff=4572"/>
		<updated>2026-05-10T07:55:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: kategori artikel&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Acar Nanas .jpg|jmpl|Sumber gambar : Katakerja]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Masyarakat Desa Massilla Sulawesi Selatan&#039;&#039;&#039;, mengolah [[nanas]] menjadi &#039;&#039;&#039;[[acar]] nanas&#039;&#039;&#039; yang dulunya dikonsumsi secara rutin setiap sebulan sekali. Tradisi ini muncul karena siklus panen nanas lokal, sehingga warga menyesuaikan waktu pengolahan dan konsumsi acar dengan ketersediaan buah, meskipun praktik ini belum terdokumentasi secara formal. Dalam konteks kuliner Nusantara, acar memainkan peran simbolik dalam ritual atau perayaan, misalnya untuk menandai musim atau menyampaikan rasa syukur atas hasil bumi Dengan demikian, acar nanas di Massilla menunjukkan hubungan erat antara masyarakat dan sumber daya lokal serta menjadi bagian dari identitas kuliner yang kini mulai terlupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tradisional, warga memotong nanas matang menjadi potongan kecil, lalu mencampurnya dengan mentimun, wortel, [[Bawang Merah|bawang merah]], [[cabe rawit]], dan larutan cuka. Mereka merebus air garam dan cuka, kemudian merendam semua bahan dalam larutan itu selama semalam agar rasa meresap. Beberapa resep juga menambahkan rempah, seperti [[kunyit]], [[jahe]], dan [[kemiri]], untuk memperkaya aroma dan cita rasa. Teknik ini menghasilkan rasa asam-manis yang segar dan menjadikan acar nanas sebagai pelengkap hidangan utama, terutama masakan goreng atau bakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Saat ini, masyarakat jarang mengonsumsi&#039;&#039;&#039; acar nanas karena bahan pembuatannya sulit ditemukan. Penurunan konsumsi ini terjadi karena menurunnya produksi nanas lokal, yang dipengaruhi oleh perubahan pola tanam, alih fungsi lahan, dan kurangnya regenerasi petani hortikultura. Kondisi ini diperburuk oleh hilangnya pengetahuan tradisional dan minimnya dokumentasi resep, sehingga keunikan kuliner ini berisiko punah. Selain itu, data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa berkurangnya diversifikasi tanaman lokal meningkatkan ketergantungan pada komoditas impor, yang mempengaruhi ketahanan pangan daerah serta keberlangsungan tradisi kuliner seperti acar nanas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Resep ==&lt;br /&gt;
Bahan-Bahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 300 g buah [[nanas]] matang, potong kecil atau parut&lt;br /&gt;
* 1 buah wortel segar, potong dadu&lt;br /&gt;
* 1 buah mentimun, potong dadu&lt;br /&gt;
* 5 butir [[Bawang Merah|bawang merah]], iris kasar&lt;br /&gt;
* 30 buah cabai rawit hijau utuh (sesuai selera)&lt;br /&gt;
* 200 ml air matang&lt;br /&gt;
* 5 sdm air cuka&lt;br /&gt;
* Garam secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-Langkah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rebus air dan garam hingga mendidih.&lt;br /&gt;
# Tambahkan air cuka ke dalam rebusan, aduk rata, lalu angkat dan dinginkan.&lt;br /&gt;
# Masukkan semua bahan acar (nanas, wortel, mentimun, [[Bawang Merah|bawang merah]], cabai rawit) ke dalam larutan air cuka yang sudah dingin.&lt;br /&gt;
# Aduk sebentar hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Diamkan selama ±24 jam agar rasa meresap sempurna.&lt;br /&gt;
# Sajikan sebagai pelengkap nasi goreng, mi goreng, atau lauk lainnya.&amp;lt;ref&amp;gt;Resep Nasional. (2024). &#039;&#039;Cara Membuat Acar Nanas Spesial Segar&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.resepnasional.com/cara-membuat-acar-nanas-spesial-segar/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Jumlah&lt;br /&gt;
!% AKG* (Estimasi)&lt;br /&gt;
!Keterangan Tambahan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|48 kkal&lt;br /&gt;
|2%&lt;br /&gt;
|Rendah kalori, cocok untuk diet ringan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|12.6 g&lt;br /&gt;
|4%&lt;br /&gt;
|Sumber energi utama&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Gula&lt;br /&gt;
|9.3 g&lt;br /&gt;
|—&lt;br /&gt;
|Gula alami dari buah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat&lt;br /&gt;
|1.4 g&lt;br /&gt;
|6%&lt;br /&gt;
|Mendukung pencernaan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|0.5 g&lt;br /&gt;
|1%&lt;br /&gt;
|Minimal, bukan sumber utama&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak total&lt;br /&gt;
|0.1 g&lt;br /&gt;
|&amp;lt;1%&lt;br /&gt;
|Sangat rendah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C&lt;br /&gt;
|47.8 mg&lt;br /&gt;
|80%&lt;br /&gt;
|Antioksidan kuat, mendukung imun tubuh&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Mangan&lt;br /&gt;
|0.9 mg&lt;br /&gt;
|46%&lt;br /&gt;
|Penting untuk metabolisme&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|115 mg&lt;br /&gt;
|3%&lt;br /&gt;
|Menjaga keseimbangan elektrolit&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Sodium&lt;br /&gt;
|1 mg&lt;br /&gt;
|&amp;lt;1%&lt;br /&gt;
|Rendah natrium, tergantung garam&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;blockquote&amp;gt;*AKG = Angka Kecukupan Gizi berdasarkan diet 2.000 kalori per hari.&amp;lt;/blockquote&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat ==&lt;br /&gt;
Kombinasi antara nanas, sayuran seperti wortel dan mentimun, serta larutan cuka menghasilkan makanan rendah kalori yang kaya antioksidan. Kandungan vitamin C dari nanas berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan infeksi, sementara seratnya membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.&amp;lt;ref&amp;gt;Alodokter. (2022). &#039;&#039;16 manfaat buah nanas bagi kesehatan&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.alodokter.com/jangan-salah-kandungan-dan-manfaat-buah-nanas-ada-banyak&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; Proses fermentasi dalam acar juga memunculkan bakteri asam laktat yang bersifat probiotik, mendukung kesehatan usus dan sistem imun.&amp;lt;ref&amp;gt;TribunHealth. (2024, 13 Desember). &#039;&#039;9 alasan harus mengonsumsi acar, kaya antioksidan hingga mengatur gula darah&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://health.tribunnews.com/2024/12/13/9-alasan-harus-mengonsumsi-acar-kaya-antioksidan-hingga-mengatur-gula-darah-penderita-diabetes&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; Selain itu, acar nanas dapat membantu menekan efek samping dari makanan berlemak, menjadikannya pelengkap ideal untuk hidangan berat seperti nasi kebuli.&amp;lt;ref&amp;gt;BrilioFood. (2021, 17 November). &#039;&#039;7 resep acar nanas, segar, sederhana, dan mudah dibuat&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.briliofood.net/resep/7-resep-acar-nanas-segar-sederhana-dan-mudah-dibuat-211117t.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Acar&amp;diff=4571</id>
		<title>Acar</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Acar&amp;diff=4571"/>
		<updated>2026-05-10T07:54:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Acar adalah makanan yang terbuat dari beberapa jenis sayur dan buah, diantaranya, Kol, Wortel, Timun, Pepaya. Makanan ini dapat dijumpai di provinsi Sulawesi Selatan di desa Pusungnge. Makanan ini biasanya dibuat dan dikonsumsi pada acara pesta, pada saat ini makanan ini masih sering dikonsumsi karena rasanya yang enak. [[Acar]] bisa juga diolah menjadi masakan yang enak dijadikan lauk yang dikenal dengan tumis [[acar]] bumbu kuning. Makanan ini dapat dijumpai di provinsi Sumatera Selatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan-bahan Pembuatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kol/Kubis&lt;br /&gt;
# Wortel&lt;br /&gt;
# Timun&lt;br /&gt;
# Pepaya&lt;br /&gt;
# Garam&lt;br /&gt;
# Cuka&lt;br /&gt;
# Penyedap rasa&lt;br /&gt;
# Air Secukupnya&lt;br /&gt;
# Gula Pasir&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah]]&lt;br /&gt;
# Minyak Goreng&lt;br /&gt;
# [[Kunyit]]&lt;br /&gt;
# Cabai Merah&lt;br /&gt;
# Bawang Putih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengelolahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Haluskan bawang merah 3 butir, bawang putih 2 butir, kunyit dan cabai merah sesuai selera.&lt;br /&gt;
# Panaskan minyak lalu tumis bahan yang hingga matang dan masukkan wortel hingga lalu dan masukkan timun dan tambahkan sedikit air, lalu beri penyedap rasa, garam, dan lada.&lt;br /&gt;
# [[Acar]] telah jadi dan siap disajikan dan disantap.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Woperaggu&amp;diff=4570</id>
		<title>Woperaggu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Woperaggu&amp;diff=4570"/>
		<updated>2026-05-10T07:53:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Biji [[sorgum]] local asal Sabu Raijua atau Savu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat diolah menjadi tepung sorgum. Kelebihan dari tepung [[sorgum]] adalah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi.&amp;lt;ref&amp;gt;Mega F, Manafe NR. A Semiotic Analysis of the Purification Ceremony of Pemau Domade in Limaggu Village, Savu Raijua Regency. SPARKLE Journal of Language, Education and Culture Volume 3, Issue 1, December 2023, Page 63-67 (e-ISSN 2961-9432). &amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biji sorgum memiliki kandungan gizi yang baik, seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin, serta tidak mengandung gluten seperti yang terdapat di dalam gandum, sehingga aman untuk penderita penyakit intoleran terhadap gluten seperti autisme, penyakit seliak, dan lain sebagainya. Tepung sorgum ialah hasil penggilingan dari [[beras]] sorgum yang telah disosoh menggunakan mesin penyosoh atau bisa ditumbuk secara tradisional dalam lesung seperti kebiasaan masyarakat Sabu Raijua pada umumnya. Dengan penyosohan, beras sorgum yang dihasilkan masih berlembaga sehingga kandungan lemak beras sorgum giling masih tinggi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Woperaggu adalah jenis kue kering dan merupakan salah satu jenis makanan ringan yang banyak diminati masyarakat dari bahan olahan menggunakan [[Biji Asam|biji]] sorgum.berbahan dasar tepung yang memiliki kadar air rendah, berukuran kecil, biasanya memiliki rasa yang manis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Bahan baku yang dibutuhkan dalam pengolahan Woperaggu adalah tepung terigu, gula dan lemak yang dibuat melalui proses pemanggangan. Proses membuat Woperaggu diperlukan bahan pengikat dan bahan pelembut. Bahan pengikat yang digunakan yaitu tepung, air dan telur, sedangkan bahan pelembut adalah gula shortening/margarin, baking powder dan kuning telur. Woperaggu dapat dibuat dari tepung sorgum dengan substitusi mencapai 70-80%. Woperaggu dapat digunakan sebagai cemilan dan bekal untuk berpergian atau perjalanan jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ballo&amp;diff=4568</id>
		<title>Ballo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ballo&amp;diff=4568"/>
		<updated>2026-05-10T07:51:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Ballo Toraja-Eto Linggi Allo.jpg|jmpl|Ballo Toraja/Eto Linggi Allo]]&lt;br /&gt;
Ballo adalah sebuah minuman yang dibuat dari air sadapan pohon lontar, pohon nipah, maupun pohon [[aren]]. Sebagai minuman khas daerah Toraja, Ballo dikenal sebagai &#039;mayang&#039; atau &#039;manyang&#039; dalam Bahasa Toraja. Ballo dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai &#039;&#039;tuak&#039;&#039; dan dalam bahasa Inggris disebut sebagai &#039;&#039;Local Alcoholic beverage&#039;&#039;. Bagi masyarakat Bugis, Ballo ini menjadi simbol pentingnya berpegang teguh bagi budaya.  Pada umumnya Ballo terdapat dua varian yaitu Ballo Kacci dan Ballo cenning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Filosofi ==&lt;br /&gt;
Kata &#039;Ballo&#039; memiliki filosofi tersendiri. Ballo biasanya dikomsumsi dalam pesta-pesta adat dan juga acara-acara adat yang bertujuan untuk menciptakan hubungan yang baik dan lebih mempererat komunikasi diantara masyarakat setempat. Masyarakat tradisional budaya toraja juga menjadikan ballo sebagai sebuah simbol kejantanan bagi pejuang masyarakat. Mereka percaya bahwa setelah meminum ballo dapat menciptakan keberanian dan siap untuk menghadapi lawannya. Selain itu, ballo juga dijadikan sebagai simbolisme yang berarti pembawa ketenangan pikiran dan berkat bagi orang yang meminumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bahan dan Alat yang Dibutuhkan: ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 pohon [[aren]] atau lontar yang sudah cukup umur (5 tahun ke atas)&lt;br /&gt;
* Siapkan 1 buah parang kecil/pisau tajam dan Tali atau Pengikat dari rotan atau plastik&lt;br /&gt;
* Beberapa bumbung bambu atau wadah penampung nira (boleh pakai jeriken bersih)&lt;br /&gt;
* Siapkan juga kulit kayu laja-laja atau kayu nangka untuk mempercepat fermentasi dan menambah aroma khas (opsional)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Proses Pembuatan Ballo: ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pilih pohon aren atau lontar yang sehat dan sudah berbunga yang sudah cukup matang untuk disadap.&lt;br /&gt;
* Pukul-pukul tangkai bunga perlahan setiap hari selama 3–5 hari untuk melunakkan serat dan memicu aliran nira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Potong sedikit ujung tangkai bunga jantan dengan hati-hati.&lt;br /&gt;
* Gantungkan bumbung bambu atau wadah lainnya tepat di bawah bagian yang dipotong untuk menampung tetesan nira.&lt;br /&gt;
* Ulangi proses pemotongan sedikit demi sedikit setiap hari agar nira terus mengalir.&lt;br /&gt;
* Lakukan penyadapan secara rutin dua kali sehari pagi dan sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Biarkan nira yang tertampung dalam wadah selama 4-8 jam sehingga mengalami fermentasi alami dan berubah menjadi ballo manis&lt;br /&gt;
* Jika ingin hasil lebih kuat (kadar alkohol lebih tinggi), simpan nira lebih lama agar fermentasi berlanjut (menjadi ballo tua).&lt;br /&gt;
* Tambahkan kulit kayu jika ingin mempercepat fermentasi atau menambah rasa khas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Terakhir, simpan ballo dalam wadah tertutup, hindari paparan sinar matahari langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sop_Ubi&amp;diff=4566</id>
		<title>Sop Ubi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sop_Ubi&amp;diff=4566"/>
		<updated>2026-05-10T07:50:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sop Ubi.jpg|jmpl|Sumber gambar Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar]]&lt;br /&gt;
Sop ubi ialah makanan berkuah khas Makassar yang cukup unik karena makanan inilan satu-satunya sup di Makassar yang dihidangkan tanpa nasi, ketupat atau [[burasa]]. Ubi kayu atau [[singkong]] menjadi sumber karbohidrat pada makanan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama dari sop ubi ialah singkong yang dicampur dengan taoge, kol dan taburan irisan daging. Sup ini biasanya disajikan pada acara keluarga seperti acara ulang tahun, syukuran atau hanya sekedar acara kumpul bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 2 liter air&lt;br /&gt;
# 3 batang singkong, dikupas dan digoreng&lt;br /&gt;
# 500 gr taoge&lt;br /&gt;
# 50 gr daging sapi, dipotong kotak kecil&lt;br /&gt;
# 6 biji bawang putih&lt;br /&gt;
# 1 sdm merica butir&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
# 100 gr kol&lt;br /&gt;
# 5 biji telur, direbus dan dibelah dua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Pelengkap:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Laksa&lt;br /&gt;
# Kacang goreng&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang]] goreng&lt;br /&gt;
# Daun sup&lt;br /&gt;
# Jeruk nipis&lt;br /&gt;
# Sambel&lt;br /&gt;
# Kecap&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kuah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Haluskan bawang putih, merica dan garam kemudian tumis.&lt;br /&gt;
# Masak daging ke dalam 2 liter air sampai airnya mendidih, masukkan tumisan bumbu kemudian masak lagi sampai daging menjadi empuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sayuran:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak air sampai mendidih.&lt;br /&gt;
# Masukkan taoge dan kol.&lt;br /&gt;
# Masak sekitar 1 menit kemudian tiriskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Membuat:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Potong-potong ubi yang sudah digoreng, tata di atas piring, masukkan rebusan taoge, daun sup, bawang goreng, sambal dan kecap.&lt;br /&gt;
# Kemudian masukkan kuahnya, terakhir masukkan rebusan telur yang sudah dibelah dua.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sop_Ubi&amp;diff=4565</id>
		<title>Sop Ubi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sop_Ubi&amp;diff=4565"/>
		<updated>2026-05-10T07:50:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sop Ubi.jpg|jmpl|Sumber gambar Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar]]&lt;br /&gt;
Sop ubi ialah makanan berkuah khas Makassar yang cukup unik karena makanan inilan satu-satunya sup di Makassar yang dihidangkan tanpa nasi, ketupat atau [[burasa]]. Ubi kayu atau [[singkong]] menjadi sumber karbohidrat pada makanan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama dari sop ubi ialah singkong yang dicampur dengan taoge, kol dan taburan irisan daging. Sup ini biasanya disajikan pada acara keluarga seperti acara ulang tahun, syukuran atau hanya sekedar acara kumpul bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 2 liter [[Air jagung manis|air]]&lt;br /&gt;
# 3 batang singkong, dikupas dan digoreng&lt;br /&gt;
# 500 gr taoge&lt;br /&gt;
# 50 gr daging sapi, dipotong kotak kecil&lt;br /&gt;
# 6 biji bawang putih&lt;br /&gt;
# 1 sdm merica butir&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
# 100 gr kol&lt;br /&gt;
# 5 biji telur, direbus dan dibelah dua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Pelengkap:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Laksa&lt;br /&gt;
# Kacang goreng&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang]] goreng&lt;br /&gt;
# Daun sup&lt;br /&gt;
# Jeruk nipis&lt;br /&gt;
# Sambel&lt;br /&gt;
# Kecap&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kuah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Haluskan bawang putih, merica dan garam kemudian tumis.&lt;br /&gt;
# Masak daging ke dalam 2 liter air sampai airnya mendidih, masukkan tumisan bumbu kemudian masak lagi sampai daging menjadi empuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sayuran:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak air sampai mendidih.&lt;br /&gt;
# Masukkan taoge dan kol.&lt;br /&gt;
# Masak sekitar 1 menit kemudian tiriskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Membuat:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Potong-potong ubi yang sudah digoreng, tata di atas piring, masukkan rebusan taoge, daun sup, bawang goreng, sambal dan kecap.&lt;br /&gt;
# Kemudian masukkan kuahnya, terakhir masukkan rebusan telur yang sudah dibelah dua.&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Biji_Asam&amp;diff=4547</id>
		<title>Biji Asam</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Biji_Asam&amp;diff=4547"/>
		<updated>2026-05-10T06:18:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{DISPLAYTITLE:Biji Manis}}&lt;br /&gt;
[[Berkas:WhatsApp Image 2023-12-13 at 20.08.58 9a871bcc.jpg|jmpl|267x267px|Biji asam dalam olahan Lauk Nutu. Biji asam berwarna kecoklatan dan berukuran lebih besar dari bulir jagung.]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Biji asam&#039;&#039;&#039; merupakan salah satu dari sekian banyak [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dulu biji asam difungsikan sebagai [[Makanan Pokok|makanan pokok]], namun sekarang hanya dijadikan cemilan untuk anak-anak atau sebagai pangan darurat ketika tidak ada lagi pangan yang tersedia. Ada juga yang mengolah biji asam ini sebagai pakan ternak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biji Asam terkadang masih disajikan dalam [[Lauk Nutu]] bersama lauk lainnya yang banyak disajikan pada acara-acara tertentu seperti  pada saat Hari Syukur Panen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Biji asam berasal dari buah tanaman [[Asam Jawa|asam jawa]] (&#039;&#039;Tamarindus indica&#039;&#039;), yaitu pohon berkayu besar dari famili Fabaceae yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk Nusa Tenggara Timur. &#039;&#039;Tamarindus indica&#039;&#039; adalah pohon tropis dengan ukuran sedang hingga besar yang termasuk ke dalam famili Fabaceae, memiliki tajuk yang luas dan mampu tumbuh hingga sekitar 24-30 m dengan diameter batang yang besar, dapat hidup di ketinggian 1.500 mdpl, serta ditandai oleh daun majemuk berganda yang tersusun berselang-seling dengan sekitar 10–20 pasang anak daun sempit berbentuk oval dengan panjang 12,5-25 mm&amp;lt;ref&amp;gt;Azad S. 2018. Tamarindus indica. In &#039;&#039;Exotic fruits&#039;&#039; (pp. 403-412). Academic Press.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunganya berwarna kekuningan atau agak kemerahan dan tersusun dalam kelompok kecil. Buahnya merupakan polong berkuit keras, indehiscent (tidak membuka sendiri saat matang), memanjang sekitar 10–18 cm dengan kulit cokelat, di dalamnya terkandung daging buah yang lengket. Biji asam yang menjadi fokus pemanfaatan pangan berbentuk bertangkai 3–10 biji per polong, berukuran sekitar 1,6 cm, dengan testa (kulit biji) yang keras, berwarna cokelat gelap, halus, licin, dan keras sehingga perlu perlakuan pengolahan sebelum dikonsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Budaya ==&lt;br /&gt;
Di Timor Tengah Selatan, beberapa masyarakat mengonsumsi biji asam langsung bersama jantung pisang seperti halnya masyarakat mengonsumsi sirih [[pinang]]. Biji asam dan jantung pisang dikonsumsi sebagai cemilan agar tidak mengantuk atau biasa dikatakan oleh masyarakat “untuk kasi terang mata”. Biji asam dan jantung pisang juga dikonsumsi sebagai tolakan atau makanan tambahan kala meminum kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Goreng biji asam diatas seng selama 30 menit-1 jam tanpa minyak dan diaduk terus agar tidak hangus. Hal ini bertujuan untuk memudahkan mengupas kulit biji asam.&lt;br /&gt;
# Angkat biji asam lalu biarkan hingga dingin.&lt;br /&gt;
# Pecahkan kulit biji asam dengan batu.&lt;br /&gt;
# Rendam semalaman agar tidak keras saat dimasak dan dikonsumsi.&lt;br /&gt;
# Rebus biji asam hingga matang. Dan siap disantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa masyarakat di Timor Tengah Selatan, juga menggunakan cara lain untuk mengolah biji asam, misalnya merendam biji asam selama 2-3 hari agar biji asam mudah untuk dikelupas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Hingga saat penulisan artikel ini (maret 2024), belum banyak ditemukan kandungan gizi dari biji asam. Sejumlah artikel menyebutkan bahwa biji asam mengandung karbohidrat, protein, serat, serta tanin.&amp;lt;ref&amp;gt;Pengaruh Pengukusan Terhadap Kandungan Nutrisi Biji [[Asam Jawa]] (Tamarindus indica L) Sebagai Bahan Pakan Unggas | Wahyuni | TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (ub.ac.id)&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;EVALUASI POTENSI NUTRISI BIJI ASAM (Tamarindus indica) HASIL FERMENTASI DENGAN Saccharomyces cerevisiae SEBAGAI PAKAN BABI INDUK (EVALUATION ON NUTRIENT POTENCY OF Tamarindus indica SEEDS FERMENTED WITH Saccharomyces cerevisiaeFOR SOW DIETS) | JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN (undana.ac.id)&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Peran_Generasi_Muda_dalam_Melestarikan_Pangan_Lokal&amp;diff=4507</id>
		<title>Bincangpangan:Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Pangan Lokal</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Peran_Generasi_Muda_dalam_Melestarikan_Pangan_Lokal&amp;diff=4507"/>
		<updated>2026-05-07T14:34:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Poster Bincang Pangan 2 rev5.png|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 2]]&lt;br /&gt;
Perubahan iklim berdampak pada sistem pangan dengan memengaruhi ketersediaan pangan, akses dan kemudahan dalam memperoleh pangan, serta kandungan gizi dalam pangan itu sendiri. Dampak ini membuat sistem pangan menjadi lebih rentan, dan meningkatkan risiko kerawanan pangan di masyarakat – termasuk generasi muda, yang membutuhkan pangan sehat untuk tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia kaya akan sumber pangan, dengan setidaknya 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 228 jenis sayuran, 77 jenis sumber protein, dan 389 jenis buah-buahan. Pangan lokal dapat meningkatkan ketersediaan pangan beragam yang lebih tahan terhadap iklim, memutus rantai pasokan pangan, dan mengurangi jejak karbon. Meski demikian, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terbatasnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap kekayaan pangan lokal. Banyak pengetahuan tentang pangan lokal diwariskan antar generasi melalui budaya bertutur yang, di zaman internet, kian pudar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ICRAF Indonesia, bersama komunitas WikiPangan, menginisiasi pengumpulan informasi tentang pangan lokal melalui laman wikipangan.id, yang menjadi wadah bagi pengetahuan pangan lokal di berbagai daerah. Selain itu, dalam upaya pelestarian pangan lokal kepada generasi muda, ICRAF Indonesia mengembangkan sebuah kurikulum bertajuk Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim untuk siswa SD dan SMP bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, serta untuk SMA/SMK bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Muatan lokal dikenalkan kepada khalayak publik sebagai sebuah pembelajaran dalam mengenalkan pangan lokal kepada generasi muda pada 10 September 2025 bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Episode Bincang Pangan kali ini membahas mengenai peran generasi muda dalam melestarikan pangan lokal. Dalam episode ini, perwakilan generasi muda dari WikiPangan dan pegiat pangan lokal turut hadir untuk memberikan penjelasan mengenai peran generasi muda dan pengetahuan pangan lokal yang mungkin belum banyak diketahui oleh publik. Hadir juga pemenang lomba menulis esai ”Pangan Lokal Kesukaanku” tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK untuk membagikan cerita menarik mengenai pangan lokal mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rekaman ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Merawat_Tanaman_dan_Panen_Berkelanjutan_di_Kebun_Sekolah&amp;diff=4506</id>
		<title>Bincangpangan:Merawat Tanaman dan Panen Berkelanjutan di Kebun Sekolah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Merawat_Tanaman_dan_Panen_Berkelanjutan_di_Kebun_Sekolah&amp;diff=4506"/>
		<updated>2026-05-07T14:17:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: menambahkan deskripsi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bincang pangan 10.png|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 10]]Kebun sekolah yang telah berdiri membutuhkan perawatan yang cerdas dan berkelanjutan agar terus memberikan manfaat nyata bagi siswa dan komunitas sekolah. &#039;&#039;&#039;Bincang Pangan Episode 10&#039;&#039;&#039;, sebagai bagian penutup dari &#039;&#039;&#039;Seri Membangun Kebun Sekolah&#039;&#039;&#039;, hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan panduan praktis perawatan kebun yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan langsung di sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara dibuka oleh &#039;&#039;&#039;Bapak Edy Saputra Syam, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone&#039;&#039;&#039;, dengan moderator &#039;&#039;&#039;Junaidi Hutasuhut dari CIFOR-ICRAF Indonesia&#039;&#039;&#039;. Episode ini menyajikan dua sesi materi yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, &#039;&#039;&#039;Iskak Nugky Ismawan dari CIFOR-ICRAF Indonesia&#039;&#039;&#039; membawakan materi bertajuk &#039;&#039;Perawatan Berkelanjutan, Nutrisi, dan Proteksi Alami&#039;&#039;, mengulas manajemen nutrisi organik melalui pemupukan, efisiensi penggunaan air, serta pengendalian hama terpadu secara alami tanpa bergantung pada bahan kimia. Pada sesi kedua, Bapak &#039;&#039;&#039;Muh. Faizal&#039;&#039;&#039; dari &#039;&#039;&#039;SMPN 1 Awangpone&#039;&#039;&#039; berbagi pengalaman nyata dalam merawat kebun sekolah, mulai dari teknis perawatan sehari-hari hingga cara-cara melibatkan siswa secara bermakna dalam pengelolaan kebun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disiarkan langsung melalui Zoom dan YouTube pada &#039;&#039;&#039;Rabu, 30 April 2026&#039;&#039;&#039;, Bincang Pangan Episode 10 terbuka untuk guru, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin mewujudkan kebun sekolah yang lestari dan berdampak jangka panjang bagi ketahanan pangan generasi muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rekaman ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;youtube&amp;gt;EO-yZvJ4Bv4&amp;lt;/youtube&amp;gt;&lt;br /&gt;
== Materi Paparan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1vqaLxIi-3pC1x9RFr1xagCKWd3DfWbQE/view?usp=sharing Tapak percontohan Pertanian Cerdas Iklim]&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1mh_2uR_fCGiQqgDcQk6iycwsUH_bQKyj/view?usp=sharing Merawat Kebun Sekolah]&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1psBzMzpxis2JBJI4YqEwwea55JjkiUwK/view?usp=sharing Perawatan Berkelanjutan, Nutrisi, dan Proteksi Alami]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Menyiapkan_Lahan_dan_Memilih_Tanaman_untuk_Kebun_Sekolah&amp;diff=4505</id>
		<title>Bincangpangan:Menyiapkan Lahan dan Memilih Tanaman untuk Kebun Sekolah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Menyiapkan_Lahan_dan_Memilih_Tanaman_untuk_Kebun_Sekolah&amp;diff=4505"/>
		<updated>2026-05-07T14:14:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: menambahkan deskripsi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bincang pangan 9.png|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 9]]Membangun kebun sekolah yang produktif dimulai dari langkah yang paling mendasar: menyiapkan lahan dan memilih tanaman yang tepat. Dalam semangat itulah, &#039;&#039;&#039;Bincang Pangan Episode 9&#039;&#039;&#039; hadir sebagai bagian dari &#039;&#039;&#039;Seri Membangun Kebun Sekolah&#039;&#039;&#039;, meneruskan perjalanan yang telah dimulai pada episode-episode sebelumnya. Episode ini menjadi ruang berbagi pengetahuan praktis bagi para guru Muatan Lokal Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara dibuka oleh &#039;&#039;&#039;Apris A. Manafe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan&#039;&#039;&#039;, dengan moderator &#039;&#039;&#039;Alfonsus Seran&#039;&#039;&#039;. Episode ini menghadirkan dua sesi materi yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, &#039;&#039;&#039;Andi Prahmono dari CIFOR-ICRAF&#039;&#039;&#039; membawakan materi bertajuk &#039;&#039;Persiapan Lahan dan Tanaman&#039;&#039;, mencakup teknik pengolahan tanah, pembuatan media tanam organik, serta cara mengidentifikasi tanaman pangan lokal — mulai dari umbi-umbian, sayuran hijau, hingga buah-buahan — yang tahan terhadap kekeringan maupun curah hujan tinggi. Pada sesi kedua, &#039;&#039;&#039;SD Inpres Nunumeu&#039;&#039;&#039; berbagi pengalaman langsung dalam membangun kebun sekolah, mulai dari teknis awal penanaman, pemilihan komoditas lokal, hingga strategi melibatkan siswa dalam pengelolaan kebun secara aktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disiarkan langsung melalui Zoom dan YouTube pada &#039;&#039;&#039;Selasa, 29 April 2026&#039;&#039;&#039;, Bincang Pangan Episode 9 terbuka untuk guru, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin memperkuat pemahaman tentang pertanian berbasis sekolah yang adaptif terhadap perubahan iklim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rekaman ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;youtube&amp;gt;TSLbtmU76GQ&amp;lt;/youtube&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Materi Paparan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1vqaLxIi-3pC1x9RFr1xagCKWd3DfWbQE/view?usp=sharing Tapak percontohan Pertanian Cerdas Iklim]&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1SFQkw1nu4Igp5t8QZp5-_Kr41Kw2b0Ci/view?usp=sharing Persiapan Lahan dan Tanaman]&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1Bd1pDAMfLrg_zGttBHYgaiVnY2Qc8hdM/view?usp=sharing Cerita Pengalaman Membangun Kebun Sekolah]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Membangun_Kebun_Sekolah_dan_Budidaya_Hewan_Pangan&amp;diff=4491</id>
		<title>Bincangpangan:Membangun Kebun Sekolah dan Budidaya Hewan Pangan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Membangun_Kebun_Sekolah_dan_Budidaya_Hewan_Pangan&amp;diff=4491"/>
		<updated>2026-04-28T09:07:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bincang pangan 8.png|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 8]]Pangan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan fondasi ketahanan pangan di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. Dalam semangat itulah, ICRAF Indonesia bersama mitra strategisnya mengembangkan kurikulum &#039;&#039;Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim&#039;&#039; yang menyasar siswa SD hingga SMA/SMK di berbagai wilayah Indonesia. Kurikulum muatan lokal ini resmi diperkenalkan kepada publik pada 10 September 2025 bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebagai langkah nyata mendekatkan generasi muda pada kearifan pangan lokal sejak dini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melanjutkan perjalanan tersebut, Bincang Pangan Episode 8 hadir dengan tema &#039;&#039;&#039;Seri Membangun Kebun Sekolah&#039;&#039;&#039;, sebuah ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis bagi para tenaga pendidik, khususnya guru Muatan Lokal Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim. Episode ini menghadirkan dua sesi materi yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, &#039;&#039;&#039;Stefanus Iqbal dari Ketumbar Workshop&#039;&#039;&#039; akan membawakan materi bertajuk &#039;&#039;Merancang Kebun di Sekolah&#039;&#039;, mengupas konsep kebun sekolah sebagai sarana memahami resiliensi iklim dan ketahanan pangan secara langsung. Pada sesi kedua, Ibu Fatimah Nabila dari&#039;&#039;&#039;SMAN 8 Palembang&#039;&#039;&#039; akan berbagi pengalaman nyata dalam membangun kebun sekolah dan budidaya hewan pangan, mencakup strategi pemanfaatan lahan, pelibatan siswa secara aktif, serta pengenalan budidaya hewan yang adaptif di lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disiarkan langsung melalui Zoom dan YouTube pada &#039;&#039;&#039;Selasa, 28 April 2026&#039;&#039;&#039;, Bincang Pangan Episode 8 terbuka untuk guru, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin memperkuat pemahaman tentang ketahanan pangan berbasis sekolah di era perubahan iklim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rekaman ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Materi Paparan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1vqaLxIi-3pC1x9RFr1xagCKWd3DfWbQE/view?usp=sharing Tapak percontohan Pertanian Cerdas Iklim]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tomat&amp;diff=4347</id>
		<title>Tomat</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tomat&amp;diff=4347"/>
		<updated>2026-04-14T07:32:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Tomat.jpg|jmpl|Tomat; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Tomat (&#039;&#039;Solanum lycopersicum&#039;&#039;) merupakan komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan di Indonesia berkat rasanya yang segar dan kandungan gizinya yang kaya. Secara botani, tomat tergolong [[Buah Naga|buah]], tetapi dalam keseharian lebih sering diperlakukan sebagai [[Sayur Rebung|sayur]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;an karena perannya dalam beragam masakan. Tomat tumbuh sebagai tanaman menjalar yang dapat memanjang hingga sekitar 180 cm dan biasanya membutuhkan penopang agar batangnya berkembang dengan baik&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Tomat berasal dari kawasan Mesoamerika hingga pesisir barat Amerika Selatan, dengan nama dalam bahasa Nahuatl yang bermakna “[[Buah kelapa|buah]] yang menggelembung” atau “air yang melimpah.” Tanaman ini telah dibudidayakan masyarakat Aztek dan suku-suku Andes sebelum kemudian dibawa ke Eropa oleh bangsa Spanyol pada abad ke-16, meskipun awalnya sempat dianggap berbahaya karena termasuk keluarga &#039;&#039;Solanaceae&#039;&#039;. Melalui jalur perdagangan Portugis, tomat menyebar ke Asia Tenggara dan akhirnya masuk ke Indonesia, di mana [[Buah Palma|buah]] ini cepat diterima dan berkembang menjadi salah satu bahan penting dalam kuliner Nusantara&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi tomat segar tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;. &lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Jumlah &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (&#039;&#039;Water&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|92.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (&#039;&#039;Energy&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|24 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (&#039;&#039;Protein&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|1.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (&#039;&#039;Fat&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (&#039;&#039;CHO&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|4.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (&#039;&#039;Fibre&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|1.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (&#039;&#039;ASH&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (&#039;&#039;Ca&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (&#039;&#039;P&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|77 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (&#039;&#039;Fe&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (&#039;&#039;Na&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (&#039;&#039;K&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|164.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (&#039;&#039;Cu&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.14 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (&#039;&#039;Zn&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (&#039;&#039;Carotenes&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|575 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten Total (&#039;&#039;Re&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|2,083 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tiamin (&#039;&#039;Vit. B1&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.06 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (&#039;&#039;Vit. B2&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.07 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (&#039;&#039;Niacin&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|0.4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (&#039;&#039;Vit. C&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|34 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Manggis&amp;diff=4346</id>
		<title>Manggis</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Manggis&amp;diff=4346"/>
		<updated>2026-04-14T07:31:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Manggis.jpg|jmpl|Buah manggis; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Manggis (&#039;&#039;Garcinia mangostana&#039;&#039;) merupakan buah tropis yang dikenal karena rasanya manis dan sedikit asam, serta memiliki nilai gizi dan kandungan senyawa bioaktif yang tinggi, terutama xanthone, yang berperan sebagai antioksidan. Buah ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan sering dijuluki “queen of fruits” karena cita rasanya yang khas dan kulitnya yang tebal namun mudah dikupas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kingdom&#039;&#039;&#039;: Plantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Divisi&#039;&#039;&#039;: Angiospermae (Tumbuhan berbunga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kelas&#039;&#039;&#039;: Eudicots&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ordo&#039;&#039;&#039;: Malpighiales&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Famili&#039;&#039;&#039;: Clusiaceae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Genus&#039;&#039;&#039;: Garcinia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Spesies&#039;&#039;&#039;: Garcinia mangostana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Selain dikonsumsi secara langsung, buah manggis juga dapat diolah menjadi berbagai produk. Beberapa contohnya yaitu teh kulit manggis, jus buah manggis, sirup, dan ekstrak herbal. Manggis juga sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam minuman kesehatan lainnya.&amp;lt;ref&amp;gt;Humaira, L., &amp;amp; Srikandi, S. (2021). Pemanfaatan Potensi Limbah Kulit Manggis Dalam Pembuatan Pembersih Lantai Berbasis Zero Waste. &#039;&#039;IKRAITH-EKONOMIKA&#039;&#039;, &#039;&#039;4&#039;&#039;(2), 69-72.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Narakusuma, M. A., Fauzi, A. M., &amp;amp; Firdaus, M. (2013). Rantai nilai produk olahan buah manggis. &#039;&#039;Jurnal Manajemen &amp;amp; Agribisnis&#039;&#039;, &#039;&#039;10&#039;&#039;(1), 11-21.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan zat gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi manggis tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 29%.&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Nilai&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|83.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|63 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|15.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|1.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|0.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|12 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|0.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|61.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|0.1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.03 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.03 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|0.3 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|5 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kemang&amp;diff=4345</id>
		<title>Kemang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kemang&amp;diff=4345"/>
		<updated>2026-04-14T07:30:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kemang.jpg|jmpl|Buah kemang; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039; Blume) adalah buah yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia. Buah kemang memiliki bentuk yang mirip dengan buah mangga, tetapi lebih bulat dan segar. Kulitnya berwarna hijau ketika muda dan menjadi kuning ketika matang. Daging buah kemang berwarna putih kekuningan dengan tekstur lembut, dan rasa yang cenderung asam manis, serta berbau harum. Buah kemang biasa dimakan segar atau sebagai bahan campuran. &amp;lt;ref&amp;gt;RRI [Internet]. Jakarta: Radio Republik Indonesia; 2024 [dikutip 14 April 2026]. Keunikan buah kemang dan manfaatnya. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.rri.co.id/kuliner/931581/keunikan-buah-kemang-dan-manfaatnya&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon kemang tumbuh di dataran rendah yang ketinggiannya 400 mdpl. Pohon kemang berkerabat dengan binjai, namun dianggap sebagai spesies tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Taksonomi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Tingkatan Taksonomi&lt;br /&gt;
!Nama Ilmiah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kerajaan&lt;br /&gt;
|Plantae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Divisi&lt;br /&gt;
|Tracheophyta&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kelas&lt;br /&gt;
|Magnoliopsida&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Ordo&lt;br /&gt;
|Sapindales&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Famili&lt;br /&gt;
|Anacardiaceae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Genus&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Mangifera&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Spesies&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Resida, E. &#039;&#039;Tinjauan Status Taksonomi Mangifera kemanga Blume di Indonesia&#039;&#039; (Doctoral dissertation, IPB Univerisity).&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Pohon kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039; Blume) dapat tumbuh dengan tinggi mencapai sekitar 20 meter, menjadikannya salah satu pohon yang cukup besar di lingkungan tropis. Daunnya berbentuk lonjong dan memiliki tepi yang sedikit bergerigi, memberi tampilan khas yang membedakannya dari pohon mangga biasa. Pada saat berbunga, kemang memunculkan bunga kecil berwarna putih atau kuning yang tumbuh di ujung ranting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah kemang berbentuk bulat hingga oval, mirip dengan mangga namun memiliki ukuran yang lebih gemuk. Ketika masih muda, kulit buah berwarna hijau, namun akan berubah menjadi kuning cerah saat matang. Daging buahnya berwarna putih kekuningan dan memiliki tekstur yang lembut serta aroma harum yang menyegarkan. Rasanya yang unik, perpaduan antara asam dan manis.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sebaran ==&lt;br /&gt;
Buah kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039;) berasal dari kawasan Asia Tenggara, dengan persebaran utama di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, kemang menyebar secara alami di wilayah Sumatra dan Kalimantan, serta ditemukan pula di Semenanjung Malaya sebagai bagian dari habitat tropisnya. Tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah, terutama pada ketinggian di bawah 400 meter di atas permukaan laut, dan sering dijumpai di sekitar tepi sungai karena toleransinya terhadap genangan air. Di Pulau Jawa, kemang lebih banyak dibudidayakan, khususnya di daerah Bogor, Jawa Barat, serta di Bali, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pemanfaatan buah lokal yang mulai langka.&amp;lt;ref&amp;gt;Pratama, M. F., Hendrawan, A. M., Raihandhany, R., &amp;amp; Ayuningtyvas, M. B. FIELD GUIDE BUAH LOKAL JAWA BARAT.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Buah kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039;) memiliki beragam pemanfaatan kuliner yang menjadikannya buah tropis yang digemari di berbagai daerah Asia Tenggara. Buah ini dapat dikonsumsi langsung dalam keadaan segar, terutama saat matang, karena rasanya yang asam manis dan aromanya yang harum. Selain itu, kemang sering dijadikan campuran dalam es buah, rujak, atau diolah menjadi jus, asinan, sambal, dan lalapan yang menyegarkan. Keunikan lainnya adalah biji kemang yang dapat diiris tipis dan dimakan bersama bumbu atau kecap, memberikan sensasi rasa yang khas dan menjadi bagian dari tradisi kuliner lokal.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot;&amp;gt;Murtini, E. S., Yuwono, S. S., Putri, W. D. R., Nisa, F. C., Mubarok, A. Z., Ali, D. Y., &amp;amp; Fathuroya, V. (2022). &#039;&#039;Teknologi Pengolahan Buah Tropis Indonesia&#039;&#039;. Universitas Brawijaya Press.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi ekonomi, kemang memiliki potensi besar sebagai komoditas buah tropis bernilai jual tinggi. Buah ini cocok dibudidayakan di daerah tropis dataran rendah, seperti wilayah Indonesia bagian barat dan tengah, karena toleran terhadap iklim panas dan tanah yang relatif lembab. Namun, tantangan utama dalam pengembangannya adalah keberadaan varietas lokal yang mulai jarang ditemukan akibat kurangnya konservasi dan budidaya intensif. &amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Zat Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;% AKG&#039;&#039;&#039; (berdasarkan 2150 kkal)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|48 kkal&lt;br /&gt;
|2.23%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air&lt;br /&gt;
|86.50 g&lt;br /&gt;
|–&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|1.00 g&lt;br /&gt;
|1.67%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|0.20 g&lt;br /&gt;
|0.30%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|11.90 g&lt;br /&gt;
|3.66%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat Pangan&lt;br /&gt;
|1.70 g&lt;br /&gt;
|5.67%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu&lt;br /&gt;
|0.40 g&lt;br /&gt;
|–&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C&lt;br /&gt;
|58 mg&lt;br /&gt;
|64.44%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B1 (Thiamin)&lt;br /&gt;
|0.08 mg&lt;br /&gt;
|8%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B2 (Riboflavin)&lt;br /&gt;
|0.01 mg&lt;br /&gt;
|1%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B3 (Niacin)&lt;br /&gt;
|0.30 mg&lt;br /&gt;
|2%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|10 mg&lt;br /&gt;
|0.91%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|24 mg&lt;br /&gt;
|3.43%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium&lt;br /&gt;
|2 mg&lt;br /&gt;
|0.13%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|88.60 mg&lt;br /&gt;
|1.89%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|0.45%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|0.77%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten&lt;br /&gt;
|318 mcg&lt;br /&gt;
|–&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;ref&amp;gt;Nilaigizi.com. (n.d.). &#039;&#039;Nilai kandungan gizi kemang segar&#039;&#039;. Retrieved August 5, 2025, from https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/656/nilai-kandungan-gizi-kemang-segar&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kemang&amp;diff=4344</id>
		<title>Kemang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kemang&amp;diff=4344"/>
		<updated>2026-04-14T07:30:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kemang.jpg|jmpl|Buah kemang; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]&lt;br /&gt;
Kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039; Blume) adalah buah yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia. Buah kemang memiliki bentuk yang mirip dengan buah mangga, tetapi lebih bulat dan segar. Kulitnya berwarna hijau ketika muda dan menjadi kuning ketika matang. Daging buah kemang berwarna putih kekuningan dengan tekstur lembut, dan rasa yang cenderung asam manis, serta berbau harum. Buah kemang biasa dimakan segar atau sebagai bahan campuran. &amp;lt;ref&amp;gt;RRI [Internet]. Jakarta: Radio Republik Indonesia; 2024 [dikutip 14 April 2026]. Keunikan buah kemang dan manfaatnya. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.rri.co.id/kuliner/931581/keunikan-buah-kemang-dan-manfaatnya&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon kemang tumbuh di dataran rendah yang ketinggiannya 400 mdpl. Pohon kemang berkerabat dengan binjai, namun dianggap sebagai spesies tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Taksonomi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Tingkatan Taksonomi&lt;br /&gt;
!Nama Ilmiah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kerajaan&lt;br /&gt;
|Plantae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Divisi&lt;br /&gt;
|Tracheophyta&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kelas&lt;br /&gt;
|Magnoliopsida&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Ordo&lt;br /&gt;
|Sapindales&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Famili&lt;br /&gt;
|Anacardiaceae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Genus&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Mangifera&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Spesies&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Resida, E. &#039;&#039;Tinjauan Status Taksonomi Mangifera kemanga Blume di Indonesia&#039;&#039; (Doctoral dissertation, IPB Univerisity).&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Pohon kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039; Blume) dapat tumbuh dengan tinggi mencapai sekitar 20 meter, menjadikannya salah satu pohon yang cukup besar di lingkungan tropis. Daunnya berbentuk lonjong dan memiliki tepi yang sedikit bergerigi, memberi tampilan khas yang membedakannya dari pohon mangga biasa. Pada saat berbunga, kemang memunculkan bunga kecil berwarna putih atau kuning yang tumbuh di ujung ranting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah kemang berbentuk bulat hingga oval, mirip dengan mangga namun memiliki ukuran yang lebih gemuk. Ketika masih muda, kulit buah berwarna hijau, namun akan berubah menjadi kuning cerah saat matang. Daging buahnya berwarna putih kekuningan dan memiliki tekstur yang lembut serta aroma harum yang menyegarkan. Rasanya yang unik, perpaduan antara asam dan manis.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sebaran ==&lt;br /&gt;
Buah kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039;) berasal dari kawasan Asia Tenggara, dengan persebaran utama di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, kemang menyebar secara alami di wilayah Sumatra dan Kalimantan, serta ditemukan pula di Semenanjung Malaya sebagai bagian dari habitat tropisnya. Tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah, terutama pada ketinggian di bawah 400 meter di atas permukaan laut, dan sering dijumpai di sekitar tepi sungai karena toleransinya terhadap genangan air. Di Pulau Jawa, kemang lebih banyak dibudidayakan, khususnya di daerah Bogor, Jawa Barat, serta di Bali, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pemanfaatan buah lokal yang mulai langka.&amp;lt;ref&amp;gt;Pratama, M. F., Hendrawan, A. M., Raihandhany, R., &amp;amp; Ayuningtyvas, M. B. FIELD GUIDE BUAH LOKAL JAWA BARAT.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Buah kemang (&#039;&#039;Mangifera kemanga&#039;&#039;) memiliki beragam pemanfaatan kuliner yang menjadikannya buah tropis yang digemari di berbagai daerah Asia Tenggara. Buah ini dapat dikonsumsi langsung dalam keadaan segar, terutama saat matang, karena rasanya yang asam manis dan aromanya yang harum. Selain itu, kemang sering dijadikan campuran dalam es buah, rujak, atau diolah menjadi jus, asinan, sambal, dan lalapan yang menyegarkan. Keunikan lainnya adalah biji kemang yang dapat diiris tipis dan dimakan bersama bumbu atau kecap, memberikan sensasi rasa yang khas dan menjadi bagian dari tradisi kuliner lokal.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot;&amp;gt;Murtini, E. S., Yuwono, S. S., Putri, W. D. R., Nisa, F. C., Mubarok, A. Z., Ali, D. Y., &amp;amp; Fathuroya, V. (2022). &#039;&#039;Teknologi Pengolahan Buah Tropis Indonesia&#039;&#039;. Universitas Brawijaya Press.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi ekonomi, kemang memiliki potensi besar sebagai komoditas buah tropis bernilai jual tinggi. Buah ini cocok dibudidayakan di daerah tropis dataran rendah, seperti wilayah Indonesia bagian barat dan tengah, karena toleran terhadap iklim panas dan tanah yang relatif lembab. Namun, tantangan utama dalam pengembangannya adalah keberadaan varietas lokal yang mulai jarang ditemukan akibat kurangnya konservasi dan budidaya intensif. &amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Zat Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;% AKG&#039;&#039;&#039; (berdasarkan 2150 kkal)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|48 kkal&lt;br /&gt;
|2.23%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air&lt;br /&gt;
|86.50 g&lt;br /&gt;
|–&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|1.00 g&lt;br /&gt;
|1.67%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|0.20 g&lt;br /&gt;
|0.30%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|11.90 g&lt;br /&gt;
|3.66%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat Pangan&lt;br /&gt;
|1.70 g&lt;br /&gt;
|5.67%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu&lt;br /&gt;
|0.40 g&lt;br /&gt;
|–&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C&lt;br /&gt;
|58 mg&lt;br /&gt;
|64.44%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B1 (Thiamin)&lt;br /&gt;
|0.08 mg&lt;br /&gt;
|8%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B2 (Riboflavin)&lt;br /&gt;
|0.01 mg&lt;br /&gt;
|1%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B3 (Niacin)&lt;br /&gt;
|0.30 mg&lt;br /&gt;
|2%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|10 mg&lt;br /&gt;
|0.91%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|24 mg&lt;br /&gt;
|3.43%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium&lt;br /&gt;
|2 mg&lt;br /&gt;
|0.13%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|88.60 mg&lt;br /&gt;
|1.89%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|0.45%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng&lt;br /&gt;
|0.10 mg&lt;br /&gt;
|0.77%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten&lt;br /&gt;
|318 mcg&lt;br /&gt;
|–&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;ref&amp;gt;Nilaigizi.com. (n.d.). &#039;&#039;Nilai kandungan gizi kemang segar&#039;&#039;. Retrieved August 5, 2025, from https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/656/nilai-kandungan-gizi-kemang-segar&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ubi_Cilembu&amp;diff=4343</id>
		<title>Ubi Cilembu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ubi_Cilembu&amp;diff=4343"/>
		<updated>2026-04-14T06:43:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Ubi Cilembu oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|jmpl|Gambar Ubi Cilembu Mentah oleh Balgies Devi Fortuna]]&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu, atau dikenal juga dengan nama lokal seperti ketela rambat, huwi boled, huwi arnet (Sunda), tela rambat (Jawa), serta sebutan internasional &#039;&#039;sweetpotato&#039;&#039; (Inggris) dan &#039;&#039;shoyo&#039;&#039; (Jepang), adalah sumber karbohidrat penting bagi ketahanan pangan kita. Selain kaya karbohidrat, ubi ini juga mengandung beragam vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan), dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa).&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat. Teknologi budidaya dan pascapanen ubi jalar cilembu [Internet]. Bogor: Balai Besar Penelitian Tanaman Pangan; 2017 [dikutip 14 April 2026]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://repository.pertanian.go.id/bitstreams/4f79df11-0f63-450b-8739-e04c159a1de0/download&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, terdapat beberapa varietas [[Ubi ungu|ubi]] jalar seperti Daya, Borobudur, Prambanan, Mendut, Kalasan, Muara Takus, Cangkuang, dan Sewu. Namun, ubi Cilembu yang berasal dari Sumedang baru dirilis pada tahun 2001. Setiap varietas ini memiliki karakteristik rasa yang unik dan berbeda.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu adalah produk pertanian unggulan yang sangat dibanggakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. Daerah utama penghasil ubi ini meliputi Desa Cilembu, serta wilayah Cadas Pangeran, yang semuanya berada di Kabupaten Sumedang. Meskipun, ubi ini juga cukup dikenal di beberapa daerah lainnya di Jawa Barat seperti Bogor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keunikan rasanya yang manis seperti madu diyakini karena kondisi tanah di daerah Cilembu yang mengandung bakteri khusus, yaitu Rhizosfer dan Endofit. Ubi ini umumnya dinikmati setelah dipanggang dalam oven hingga empuk dan mengeluarkan cairan lengket manis yang menjadi ciri khasnya. Rasa manisnya akan lebih kuat jika ubi disimpan lebih dari seminggu sebelum diolah.&amp;lt;ref&amp;gt;Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang [Internet]. Sumedang: Pemerintah Kabupaten Sumedang; [dikutip 14 April 2026]. Ubi cilembu. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sisemar.sumedangkab.go.id/Front/artikeldetail/ubi-cilembu&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ubi Cilembu ==&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu memiliki beberapa varietas, di antaranya:&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Nirkum:&#039;&#039;&#039; Populer sejak 1990-an, namun kini jarang dibudidayakan massal karena nilai ekonomis rendah dan budidaya yang rumit. Petani sering menyilangkan Nirkum dengan jenis lain untuk menghasilkan ubi Rancing.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Nirkum Ketan (Ubi Rancing/Mene’s):&#039;&#039;&#039; Varietas ini lebih manis, berbentuk panjang, dan memiliki daging kemerahan. Ubi jenis ini bahkan sudah diekspor ke negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Korea, dan Jepang.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Ubi Odos/Jawer:&#039;&#039;&#039; Dicirikan oleh kulit yang putih kekuningan saat mentah, dan menghasilkan cairan madu lebih sedikit dibanding jenis Nirkum.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Ubi Inul:&#039;&#039;&#039; Bentuknya lebih bulat menyerupai [[kentang]], berwarna kuning pudar, dan rasanya kurang manis atau bahkan hampir tidak manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Budidaya Ubi Cilembu ==&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu tumbuh optimal pada temperatur udara 21-27 derajat Celsius dan kelembaban 50-60%, karena suhu rendah dapat menghambat pembentukan karbohidrat dan pertumbuhan umbi. Tanaman ini tidak menyukai iklim basah atau genangan air, sehingga curah hujan ideal adalah 750-1500 mm per tahun. Selain itu, ubi Cilembu membutuhkan penyinaran matahari penuh sekitar 11-12 jam per hari, karena cahaya matahari penting untuk proses asimilasi yang membentuk organ vegetatif dan generatif, termasuk perkembangan umbi.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Olahan Ubi Cilembu ==&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu umumnya dinikmati setelah dipanggang dalam oven hingga empuk dan mengeluarkan cairan lengket manis yang menjadi ciri khasnya. Proses pemanggangan ini memakan waktu 30-90 menit tergantung ukuran ubi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain dipanggang, ubi Cilembu juga diolah menjadi berbagai produk lain seperti keripik, [[tape]], [[dodol]], selai, dan tepung.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Ubi Cilembu Panggang oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|jmpl|Ubi Cilembu Panggang oleh Balgies Devi Fortuna]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah Ubi Cilembu Panggang ==&lt;br /&gt;
Berikut ini cara mengolah ubi cilembu dengan cara dipanggang:&amp;lt;ref&amp;gt;RRI [Internet]. Jakarta: Radio Republik Indonesia; 2024 [dikutip 14 April 2026]. Cara memanggang ubi cilembu, madunya auto keluar. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.rri.co.id/kuliner/1299307/cara-memanggang-ubi-cilembu-madunya-auto-keluar&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Panaskan oven hingga suhu tinggi, sekitar 220-240 derajat Celsius, selama kurang lebih 10 menit untuk mencapai suhu optimal.&lt;br /&gt;
# Cuci bersih ubi Cilembu, buang tanah dan kotoran yang menempel, lalu keringkan dengan lap bersih.&lt;br /&gt;
# Potong kedua ujung ubi. Jika ubi terlalu besar, belah dua. Tusuk-tusuk permukaan ubi dengan garpu untuk membantu &amp;quot;madu&amp;quot; keluar saat proses pemanggangan.&lt;br /&gt;
# Masukkan ubi ke dalam oven yang sudah panas. Jika menggunakan oven listrik, panggang selama 40-50 menit. Untuk oven tangkring di atas kompor, waktu pemanggangan bisa lebih lama, sekitar 60-90 menit.&lt;br /&gt;
# Setelah matang dan &amp;quot;madu&amp;quot; sudah keluar, segera angkat ubi dari oven dan nikmati selagi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi pangan dihitung per &#039;&#039;&#039;100 g&#039;&#039;&#039;, dengan &#039;&#039;&#039;Berat Dapat Dimakan (BDD) 90 %&#039;&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Kementerian Kesehatan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Data komposisi pangan Indonesia. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|: 52.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|: 186 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein  (Protein)&lt;br /&gt;
|: 1.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|: 0.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat  (CHO)&lt;br /&gt;
|: 44.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|: 3.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|: 0.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|: 37 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|: 51 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|: 0.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium  (Na)&lt;br /&gt;
|: 1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|: 61.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga  (Cu)&lt;br /&gt;
|: 0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|: 0.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten  (Carotenes)&lt;br /&gt;
|: 26 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten  Total (Re)&lt;br /&gt;
|: 0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin  (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|: 0.02 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin  (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|: 0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|: 0.0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin  C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|: 0 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Barat]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Barongko&amp;diff=4342</id>
		<title>Barongko</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Barongko&amp;diff=4342"/>
		<updated>2026-04-14T06:39:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Barongko 1.jpg|jmpl|Barongko matang]]&lt;br /&gt;
Kue Barongko merupakan kudapan khas Sulawesi Selatan berbahan dasar [[Pisang Epe|pisang]] sebagai [[Pangan Lokal|pangan]] lokal yang hingga kini masih mudah ditemukan dan tetap digemari masyarakat. Biasanya, jenis pisang yang paling sering digunakan dalam pembuatannya ialah pisang kepok karena teksturnya lembut dan rasanya manis legit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Pada masa lalu, hidangan ini biasanya hanya disajikan dalam momen-momen tertentu, seperti pernikahan, upacara adat, maupun penyambutan tamu kehormatan, terutama untuk kalangan raja dan bangsawan.&amp;lt;ref&amp;gt;Pradiati, S., Armielia, A. A., &amp;amp; Triutama, O. P. (2023). Sejarah gastronomi kue barongko dari Makassar. &#039;&#039;Jurnal Pendidikan Tambusai&#039;&#039;, &#039;&#039;7&#039;&#039;(1), 3794-3799.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seiring waktu, barongko semakin dikenal luas dan digemari masyarakat, khususnya Bugis Makassar karena memiliki cita rasa khas yang disebut “massipa” atau enak. Keunikan rasa tersebut dipengaruhi oleh proses pembuatannya yang diwariskan secara turun-temurun. &amp;lt;ref&amp;gt;Arsandhy. H, M. A. and Ismawati, R. (2024) “Acceptability and Nutritional Content of Barongko Substituted with Pumpkin as an Alternative to Traditional Snacks for Elementary School Children”, &#039;&#039;Jurnal Gizi dan Kesehatan Nusantara&#039;&#039;, 4(4), pp. 751–760. Available at: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/65985&amp;lt;/nowiki&amp;gt; (Accessed: 9 April 2026).&amp;lt;/ref&amp;gt;[[Berkas:Barongko 2.jpg|jmpl|Barongko yang sudah dibuka bungkusannya ]]&lt;br /&gt;
= Filosofi =&lt;br /&gt;
Salah satu alasan filosofis seringnya Barongko dihadirkan di acara perjamuan karena makna yang terkandung dalam Barongko. Barongko terbuat dari pisang, dibungkusnya pun dengan daun pisang, sehingga ketika tuan rumah rumah menyugukan Barongko pada tamu, ada pesan bahwa tuan rumah menyajikan kejujuran apa yang diluar sama dengan di dalam. Seperti Barongko, di dalamnya dari pisang dan bagian luarnya juga bagian dari pisang. Terlepas dari benar tidaknya filosofis tersebut, Barongko memang memiliki rasa yang legit. Gurih, manis, dan lezat adalah sensasi pertama yang dirasakan lidah ketika mencicipi kue tradisional khas Bugis yang satu ini.&amp;lt;ref&amp;gt;Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan [Internet]. Makassar: Disbudpar Sulsel; [dikutip 14 April 2026]. Barongko. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://disbudpar.sulselprov.go.id/page/wisata/134/barongko&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= Cara Mengolah =&lt;br /&gt;
Cara pembuatan Barongko tergolong mudah namun membutuhkan kesabaran. Olahan kukus ini terbuat dari pisang yang dilumatkan, santan, dan telur yang dibungkus dengan daun pisang. Biasanya sebelum membuat adonan, terlebih dulu dibuatkan cetakan atau pembungkus yang terbuat dari daun pisang. Banyak orang yang meyakini, aroma khas Barongko berasal dari daun pisang yang membungkusnya. &lt;br /&gt;
= Kandungan Gizi =&lt;br /&gt;
Komposisi gizi pangan dihitung per &#039;&#039;&#039;100 g&#039;&#039;&#039;, dengan &#039;&#039;&#039;Berat Dapat Dimakan (BDD) 100 %.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Kementerian Kesehatan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Data komposisi pangan Indonesia. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Air (&#039;&#039;Water&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 66.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (&#039;&#039;Energy&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 159 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (&#039;&#039;Protein&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 3.1 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (&#039;&#039;Fat&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 5.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (&#039;&#039;CHO&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 23.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (&#039;&#039;ASH&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 0.7 g&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Kalsium (&#039;&#039;Ca&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 35 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (&#039;&#039;P&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 65 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (&#039;&#039;Fe&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 1.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (&#039;&#039;Na&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 46 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (&#039;&#039;K&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 78.0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (&#039;&#039;Cu&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 0.30 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (&#039;&#039;Zn&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
|: 0.6 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa&amp;diff=4328</id>
		<title>Lawa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa&amp;diff=4328"/>
		<updated>2026-04-14T02:32:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Lawa Ikan.jpg|jmpl|Lawa Ikan Segar]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:Lawa Ikan (2).jpg|jmpl|Lawa Ikan Segar Siap Santap]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Lawa atau Lawa&#039;&#039;&#039;&#039; adalah olahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari [[kelapa]] parut dan ikan segar. Lawa masih banyak ditemukan di Bone Sulawesi Selatan. Keistimewaan lawa&#039; terletak pada teknik pengolahannya. Ikan teri segar yang telah dibersihkan direndam dalam larutan cuka atau air jeruk nipis selama kurang lebih 30 menit. Proses ini bertujuan untuk mematangkan daging ikan secara alami, memberikan cita rasa asam yang segar, sekaligus menghilangkan aroma amis dan mensterilkan bakteri. Karena tidak menggunakan minyak sama sekali, teknik ini membuat lawa&#039; memiliki kemiripan prinsip dengan hidangan sashimi atau sushi asal Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;IDN Times. Mengenal Lawa&#039;, kuliner khas Luwu yang mirip sashimi [Internet]. Jakarta: IDN Media; 2023 [dikutip 14 April 2026]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/dian-andriani/mengenal-lawa-kuliner-khas-luwu-yang-mirip-sashimi-c1c2&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aspek Budaya ==&lt;br /&gt;
Lawa masih banyak dikonsumsi didaerah pesisir dimana ikan segar masih banyak ditemukan. Selain itu, di beberapa desa di Bone Sulawesi Selatan, Lawa sudah jarang disajikan dan hanya disajikan saat acara-acara tertentu seperti hari raya Idul Fitri, acara tradisi budaya, ataupun acara tertentu lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ikan segar&lt;br /&gt;
* Kelapa parut mentah&lt;br /&gt;
* Jeruk nipis atau cuka&lt;br /&gt;
* Garam&lt;br /&gt;
* Cabai&lt;br /&gt;
* Mangga muda (opsional)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Memasak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ikan di fillet dan dipotong kecil-kecil&lt;br /&gt;
* Campurkan ikan yang sudah dipotong dengan kelapa parut, garam, Jeruk nipis yang diiris tipis, cabai yang sudah diiris, dan mangga yang sudah diiris&lt;br /&gt;
* Berikan perasan jeruk nipis, lalu aduk merata&lt;br /&gt;
* Sajikan lawa sesaat setelah diolah untuk menjaga kesegarannya&amp;lt;ref&amp;gt;Budaya Indonesia [Internet]. Jakarta: Yayasan Pelestarian Budaya Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Lawa Bale khas Bugis - Sulawesi Selatan; [sekitar 1 layar]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://budaya-indonesia.org/Lawa-Bale-khas-Bugis-Sulawesi-Selatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi Lawa akan bervariasi tergantung pada jenis ikan segar yang digunakan. Pada umumnya, ikan segar merupakan sumber protein dan lemak baik (omega 3) yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu lawa menggunakan kelapa parut yang merupakan sumber lemak. Lawa juga memiliki antioksidan dan vitamin C yang didapatkan dari mangga serta jeruk nipis.&amp;lt;ref&amp;gt;Kementerian Kesehatan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Informasi nilai gizi. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa&amp;diff=4327</id>
		<title>Lawa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Lawa&amp;diff=4327"/>
		<updated>2026-04-14T02:31:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Lawa Ikan.jpg|jmpl|Lawa Ikan Segar]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:Lawa Ikan (2).jpg|jmpl|Lawa Ikan Segar Siap Santap]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Lawa atau Lawa&#039;&#039;&#039;&#039; adalah olahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari [[kelapa]] parut dan ikan segar. Lawa masih banyak ditemukan di Bone Sulawesi Selatan. Keistimewaan lawa&#039; terletak pada teknik pengolahannya. Ikan teri segar yang telah dibersihkan direndam dalam larutan cuka atau air jeruk nipis selama kurang lebih 30 menit. Proses ini bertujuan untuk mematangkan daging ikan secara alami, memberikan cita rasa asam yang segar, sekaligus menghilangkan aroma amis dan mensterilkan bakteri. Karena tidak menggunakan minyak sama sekali, teknik ini membuat lawa&#039; memiliki kemiripan prinsip dengan hidangan sashimi atau sushi asal Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;IDN Times. Mengenal Lawa&#039;, kuliner khas Luwu yang mirip sashimi [Internet]. Jakarta: IDN Media; 2023 [dikutip 14 April 2026]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/dian-andriani/mengenal-lawa-kuliner-khas-luwu-yang-mirip-sashimi-c1c2&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aspek Budaya ==&lt;br /&gt;
Lawa masih banyak dikonsumsi didaerah pesisir dimana ikan segar masih banyak ditemukan. Selain itu, di beberapa desa di Bone Sulawesi Selatan, Lawa sudah jarang disajikan dan hanya disajikan saat acara-acara tertentu seperti hari raya Idul Fitri, acara tradisi budaya, ataupun acara tertentu lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ikan segar&lt;br /&gt;
* Kelapa parut mentah&lt;br /&gt;
* Jeruk nipis atau cuka&lt;br /&gt;
* Garam&lt;br /&gt;
* Cabai&lt;br /&gt;
* Mangga muda (opsional)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Memasak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ikan di fillet dan dipotong kecil-kecil&lt;br /&gt;
* Campurkan ikan yang sudah dipotong dengan kelapa parut, garam, Jeruk nipis yang diiris tipis, cabai yang sudah diiris, dan mangga yang sudah diiris&lt;br /&gt;
* Berikan perasan jeruk nipis, lalu aduk merata&lt;br /&gt;
* Sajikan lawa sesaat setelah diolah untuk menjaga kesegarannya&amp;lt;ref&amp;gt;Budaya Indonesia [Internet]. Jakarta: Yayasan Pelestarian Budaya Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Lawa Bale khas Bugis - Sulawesi Selatan; [sekitar 1 layar]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://budaya-indonesia.org/Lawa-Bale-khas-Bugis-Sulawesi-Selatan&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi Lawa akan bervariasi tergantung pada jenis ikan segar yang digunakan. Pada umumnya, ikan segar merupakan sumber protein dan lemak baik (omega 3) yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu lawa menggunakan kelapa parut yang merupakan sumber lemak. Lawa juga memiliki antioksidan dan vitamin C yang didapatkan dari mangga serta jeruk nipis.&amp;lt;ref&amp;gt;Kementerian Kesehatan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Informasi nilai gizi. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah lawa ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Mie_celor&amp;diff=4326</id>
		<title>Mie celor</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Mie_celor&amp;diff=4326"/>
		<updated>2026-04-13T09:31:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Mie Celor.jpg|al=Olahan pangan khas Sumatera Selatan|jmpl|Mie Celor (Foto oleh Vina Azira)]]&lt;br /&gt;
Mie Celor adalah makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan cita rasa yang kaya dan nikmat. Berikut adalah beberapa detail [[tentang]] Mie Celor:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Usul dan Sejarah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Nama mie celor berasal dari teknik pengolahannya yang unik, yaitu &amp;quot;dicelor&amp;quot;. Dalam dialek Palembang, kata celor (atau celur) berarti mencelupkan bahan makanan ke dalam air mendidih dalam waktu singkat. Namun, sebenarnya asal usul nama mie celor masih belum diketahui, akan tetapi pengaruh masakan Tionghoa memberikan warna tersendiri pada hidangan mie celor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa orang berpendapat bahwa makanan ini mirip seperti spageti, karena kuahnya yang kental dan rasa udangnya yang mendominasi. Mie celor ini juga menggunakan mie telur dengan ukuran besar, seperti mie Aceh atau udon dari Jepang. &amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;P2K STEKOM [Internet]. Semarang: Universitas Sains dan Teknologi Komputer; [dikutip 13 April 2026]. Mi celor; [sekitar 1 layar]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Mi_celor&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie Celor menjadi makanan yang sangat digemari oleh para pengunjung dari luar Palembang maupun penduduk lokal. Bagi masyarakat Palembang mie celor ini bukan hanya sekedar makanan biasa namun juga merupakan warisan budaya dari nenek moyang. Rasa asli mie celor yang hanya bisa dinikmati di Palembang ini menjadi makanan yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan dan Cara Pembuatan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah bahan dan tata cara pembuatan mie celor yang dikutip dari laman P2K STEKOM dan laman pemerintah Sumatera Selatan. Dalam pembuatan mie celor, beberapa bahan tambahan akan berbeda menyesuaikan dengan preferensi dan ketersediaan bahan di daerah.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Giwang Sumsel [Internet]. Palembang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan; [dikutip 13 April 2026]. Mie celor. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://giwang.sumselprov.go.id/kuliner/detail/239&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan-bahan&#039;&#039;&#039;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mie Celor:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Mie telur/Mie kuning&lt;br /&gt;
# Kaldu udang/ebi&lt;br /&gt;
# Santan&lt;br /&gt;
# Susu evaporasi&lt;br /&gt;
# Tepung Terigu&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang merah]]&lt;br /&gt;
# Bawang Putih&lt;br /&gt;
# Ebi tumbuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Topping:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Tauge&lt;br /&gt;
# Telur&lt;br /&gt;
# Udang&lt;br /&gt;
# Bawang Goreng&lt;br /&gt;
# Sambal&lt;br /&gt;
# Daun Kucai&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan Mie Dan Kuah Mie Celor&#039;&#039;&#039;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mie:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan mie telur atau mie kuning kemudian rendam kedalam air hangat.&lt;br /&gt;
# Tiriskan mie dan siapkan agar dapat disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kuah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak diatas api sedang campuran kaldu udang/ebi dengan santan, susu, dan tepung terigu.&lt;br /&gt;
# Kemudian tumis [[Bawang Merah|bawang merah]], bawang putih, dan ebi tumbuk hingga harum.&lt;br /&gt;
# Masukkan udang segar atau udang kering ke dalam kuah kemudian masak hingga matang.&lt;br /&gt;
# Selanjutnya dapat ditambahkan daun kucai serta bawang goreng ke dalam kuah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie Celor dapat disajikan dengan meletakkan mie ke dalam mangkuk saji, kemudian siram mie dengan kuah dan tambahkan topping sesuai selera seperti tauge, udang, telur rebus dan bawang goreng. Jika suka pedas maka dapat menambahkan mie celor dengan sambal. Mie celor biasa di jual sebagai makanan sarapan pagi di kota palembang dan menjadi salah satu menu sarapan favorit selain nasi uduk, bubur dan juga aneka jajanan pasar lainnya. Mie celor juga biasa di hidangkan saat acara kumpul keluarga atau perayaan hari besar seperti hari raya lebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi Mie Celor ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi yang terdapat didalam mie celor cukup seimbang. Mie yang terbuat dari tepung terigu mengandung 77.3gr karbohidrat, 8.9gr protein, 12mg air, 365kal kalori dan kandungan lainnya. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, [[tempe]], dll. Dalam 100gr telur mengandung 162kal kalori, 12.8gr protein, 11.5gr lemak, 0.7gr karbohidrat, 900 SI vitamin A, 0.1mg thiamin. Kandungan gizi didalam udangnya, 100 gr udang mentah mengandung 20,3 gr protein atau cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian sebanyak 41 %. Profil asam amino udang (per 100 gr) berturut-turut yang termasuk tinggi adalah asam gulamat (3465 mg), asam aspartat (2100 mg), arginine (1775 mg), lysine (1768 mg), leucine (1612mg), glycine (1225 mg), isoleucine (985 mg), dan valine (956 mg).&amp;lt;ref&amp;gt;Sarihusada [Internet]. Jakarta: PT Sarihusada Generasi Mahardhika; [dikutip 13 April 2026]. Uniknya mie celor Palembang. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Uniknya-Mie-Celor-Palembang&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Mie_celor&amp;diff=4325</id>
		<title>Mie celor</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Mie_celor&amp;diff=4325"/>
		<updated>2026-04-13T09:10:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: Referensi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Mie Celor.jpg|al=Olahan pangan khas Sumatera Selatan|jmpl|Mie Celor (Foto oleh Vina Azira)]]&lt;br /&gt;
Mie Celor adalah makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan cita rasa yang kaya dan nikmat. Berikut adalah beberapa detail [[tentang]] Mie Celor:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Usul dan Sejarah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Mie Celor adalah makanan khas Palembang yang dalam bahasa Melayu Palembang berarti “mie yang dicelupkan”. Namun, sebenarnya asal usul mie celor masih belum diketahui, akan tetapi pengaruh masakan Tionghoa memberikan warna tersendiri pada hidangan mie celor. Kebanyakan [[turis]] mengatakan bahwa makanan ini mirip seperti spageti, karena kuahnya yang kental dan rasa udangnya yang mendominasi. Mie celor ini juga menggunakan mie telur dengan ukuran besar, seperti mie Aceh atau udon dari Jepang. &amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;P2K STEKOM [Internet]. Semarang: Universitas Sains dan Teknologi Komputer; [dikutip 13 April 2026]. Mi celor; [sekitar 1 layar]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Mi_celor&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie Celor menjadi makanan yang sangat digemari oleh para pengunjung dari luar Palembang maupun penduduk lokal. Bagi masyarakat Palembang mie celor ini bukan hanya sekedar makanan biasa namun juga merupakan warisan budaya dari nenek moyang. Rasa asli mie celor yang hanya bisa dinikmati di Palembang ini menjadi makanan yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan dan Cara Pembuatan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah bahan dan tata cara pembuatan mie celor yang dikutip dari laman P2K STEKOM dan laman pemerintah Sumatera Selatan. Dalam pembuatan mie celor, beberapa bahan tambahan akan berbeda menyesuaikan dengan preferensi dan ketersediaan bahan di daerah.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Giwang Sumsel [Internet]. Palembang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan; [dikutip 13 April 2026]. Mie celor. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://giwang.sumselprov.go.id/kuliner/detail/239&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan-bahan&#039;&#039;&#039;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mie Celor:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Mie telur/Mie kuning&lt;br /&gt;
# Kaldu udang/ebi&lt;br /&gt;
# Santan&lt;br /&gt;
# Susu evaporasi&lt;br /&gt;
# Tepung Terigu&lt;br /&gt;
# [[Bawang Merah|Bawang merah]]&lt;br /&gt;
# Bawang Putih&lt;br /&gt;
# Ebi tumbuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Topping:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Tauge&lt;br /&gt;
# Telur&lt;br /&gt;
# Udang&lt;br /&gt;
# Bawang Goreng&lt;br /&gt;
# Sambal&lt;br /&gt;
# Daun Kucai&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan Mie Dan Kuah Mie Celor&#039;&#039;&#039;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mie:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan mie telur atau mie kuning kemudian rendam kedalam air hangat.&lt;br /&gt;
# Tiriskan mie dan siapkan agar dapat disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kuah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak diatas api sedang campuran kaldu udang/ebi dengan santan, susu, dan tepung terigu.&lt;br /&gt;
# Kemudian tumis bawang merah, bawang putih, dan ebi tumbuk hingga harum.&lt;br /&gt;
# Masukkan udang segar atau udang kering ke dalam kuah kemudian masak hingga matang.&lt;br /&gt;
# Selanjutnya dapat ditambahkan daun kucai serta bawang goreng ke dalam kuah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie Celor dapat disajikan dengan meletakkan mie ke dalam mangkuk saji, kemudian siram mie dengan kuah dan tambahkan topping sesuai selera seperti tauge, udang, telur rebus dan bawang goreng. Jika suka pedas maka dapat menambahkan mie celor dengan sambal. Mie celor biasa di jual sebagai makanan sarapan pagi di kota palembang dan menjadi salah satu menu sarapan favorit selain nasi uduk, bubur dan juga aneka jajanan pasar lainnya. Mie celor juga biasa di hidangkan saat acara kumpul keluarga atau perayaan hari besar seperti hari raya lebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi Mie Celor ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi yang terdapat didalam mie celor cukup seimbang. Mie yang terbuat dari tepung terigu mengandung 77.3gr karbohidrat, 8.9gr protein, 12mg air, 365kal kalori dan kandungan lainnya. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, [[tempe]], dll. Dalam 100gr telur mengandung 162kal kalori, 12.8gr protein, 11.5gr lemak, 0.7gr karbohidrat, 900 SI vitamin A, 0.1mg thiamin. Kandungan gizi didalam udangnya, 100 gr udang mentah mengandung 20,3 gr protein atau cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian sebanyak 41 %. Profil asam amino udang (per 100 gr) berturut-turut yang termasuk tinggi adalah asam gulamat (3465 mg), asam aspartat (2100 mg), arginine (1775 mg), lysine (1768 mg), leucine (1612mg), glycine (1225 mg), isoleucine (985 mg), dan valine (956 mg).&amp;lt;ref&amp;gt;Sarihusada [Internet]. Jakarta: PT Sarihusada Generasi Mahardhika; [dikutip 13 April 2026]. Uniknya mie celor Palembang. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Uniknya-Mie-Celor-Palembang&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kabau&amp;diff=4324</id>
		<title>Kabau</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kabau&amp;diff=4324"/>
		<updated>2026-04-13T09:06:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kabau.jpg|al=Kab|jmpl|301x301px|Kabau&amp;lt;ref&amp;gt;Yayasan Alam Melayu Sriwijaya-Malaya [Internet]. Facebook; [dikutip 13 April 2026]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1811709472461555&amp;amp;id=1427141114251728&amp;amp;set=a.1456022754696897&amp;amp;locale=pt_PT&amp;amp;_rdc=1&amp;amp;_rdr&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
Kabau merupakan pohon yang buahnya dapat di[[Makanan Pokok|makan]] dan memiliki bau tidak sedap, nama lain dari tanaman ini adalah jering hutan atau jering tupai&amp;lt;ref&amp;gt;KBBI Daring [Internet]. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia; [dikutip 13 April 2026]. Kabau; [sekitar 1 layar]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://kbbi.web.id/kabau&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;, sebagian orang juga ada yang menyebutnya dengan sebutan jering antan, [[jengkol]] hutan, atau jolang jaling. Kabau (&#039;&#039;Archidendron microcarpum&#039;&#039;) merupakan  jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan tropis, buah sejenis jengkol yang banyak ditemukan di daerah Sumatera, termasuk Sumatera bagian Selatan&amp;lt;ref&amp;gt;Universitas Gadjah Mada. Penelitian: [Judul dokumen tidak tersedia]. Yogyakarta: Repositori ETD UGM; 2017 [dikutip 13 April 2026]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/108438&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;, sehingga kabau menjadi salah satu [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang ada di Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik ==&lt;br /&gt;
Buah kabau berbentuk silinder pendek, berisi biji yang berbentuk pipih tebal dengan kulit berwarna hitam, biasanya dalam 1 buah terdapat  mengandung 8 hingga 12 biji&amp;lt;ref&amp;gt;RRI [Internet]. Jakarta: Radio Republik Indonesia; 2024 [dikutip 13 April 2026]. Kabau, buah lokal yang menyimpan nutrisi dan manfaat. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.rri.co.id/kesehatan/1053027/kabau-buah-lokal-yang-menyimpan-nutrisi-dan-manfaat&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;. Bijinya memiliki wangi yang tajam seperti jengkol dan petai, tetapi inilah yang menjadikan kabau sebagai sayuran yang banyak dikonsumsi layaknya kedua tumbuhan tersebut. Salah satu kuliner olahan dari kabau adalah sambal kabau teri yang berasal dari Bengkulu&amp;lt;ref&amp;gt;Stephanie, Maria (2024). &#039;&#039;Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita&#039;&#039;. Yogyakarta: Guru Bumi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Berikut adalah beberapa cara untuk mengolah buah kabau:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Lalapan segar: Potong Kabau menjadi irisan tipis dan nikmati sebagai lalapan segar, dengan dipadu sambal.&lt;br /&gt;
# Dalam masakan sayur: Tambahkan Kabau ke dalam masakan sayur, seperti gulai atau sayur lodeh. Kombinasi rasa yang unik akan memperkaya cita rasa masakan.&lt;br /&gt;
# Sebagai pelengkap sambal: Hancurkan Kabau dan campurkan dengan sambal favorit, sambal kabau akan memberikan sensasi pedas dan unik.&lt;br /&gt;
# Ditumis: Kabau bisa diolah dengan cara ditumis menggunakan bumbu khas daerah&amp;lt;ref&amp;gt;BNP Jambi [Internet]. Jambi: Badan Penghubung Provinsi Jambi; [dikutip 13 April 2026]. 8 Manfaat kabau untuk kesehatan. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://bnp.jambiprov.go.id/8-manfaat-kabau-untuk-kesehatan/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi kabau segar dihitung per 100 g, dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 95 %&amp;lt;ref&amp;gt;Panganku.org [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 13 April 2026]. Informasi nilai gizi. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|: 67.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|: 130 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|: 6.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|: 0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|: 25.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|: 2.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|: 0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|: 4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|: 204 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|: 0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|: 1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|: 397.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|: 0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|: 0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|: 165 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|: 0.80 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|: 0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|: 0.3 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|: 16 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kabau&amp;diff=4323</id>
		<title>Kabau</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kabau&amp;diff=4323"/>
		<updated>2026-04-13T09:05:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: Referensi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kabau.jpg|al=Kab|jmpl|301x301px|Kabau&amp;lt;ref&amp;gt;Facebook [Internet]. [Tempat yang tidak diketahui]: Facebook; [dikutip 13 April 2026]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1811709472461555&amp;amp;id=1427141114251728&amp;amp;set=a.1456022754696897&amp;amp;locale=pt_PT&amp;amp;_rdc=1&amp;amp;_rdr&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
Kabau merupakan pohon yang buahnya dapat di[[Makanan Pokok|makan]] dan memiliki bau tidak sedap, nama lain dari tanaman ini adalah jering hutan atau jering tupai&amp;lt;ref&amp;gt;KBBI Daring [Internet]. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia; [dikutip 13 April 2026]. Kabau; [sekitar 1 layar]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://kbbi.web.id/kabau&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;, sebagian orang juga ada yang menyebutnya dengan sebutan jering antan, [[jengkol]] hutan, atau jolang jaling. Kabau (&#039;&#039;Archidendron microcarpum&#039;&#039;) merupakan  jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan tropis, buah sejenis jengkol yang banyak ditemukan di daerah Sumatera, termasuk Sumatera bagian Selatan&amp;lt;ref&amp;gt;Universitas Gadjah Mada. Penelitian: [Judul dokumen tidak tersedia]. Yogyakarta: Repositori ETD UGM; 2017 [dikutip 13 April 2026]. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/108438&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;, sehingga kabau menjadi salah satu [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang ada di Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik ==&lt;br /&gt;
Buah kabau berbentuk silinder pendek, berisi biji yang berbentuk pipih tebal dengan kulit berwarna hitam, biasanya dalam 1 buah terdapat  mengandung 8 hingga 12 biji&amp;lt;ref&amp;gt;RRI [Internet]. Jakarta: Radio Republik Indonesia; 2024 [dikutip 13 April 2026]. Kabau, buah lokal yang menyimpan nutrisi dan manfaat. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.rri.co.id/kesehatan/1053027/kabau-buah-lokal-yang-menyimpan-nutrisi-dan-manfaat&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;. Bijinya memiliki wangi yang tajam seperti jengkol dan petai, tetapi inilah yang menjadikan kabau sebagai sayuran yang banyak dikonsumsi layaknya kedua tumbuhan tersebut. Salah satu kuliner olahan dari kabau adalah sambal kabau teri yang berasal dari Bengkulu&amp;lt;ref&amp;gt;Stephanie, Maria (2024). &#039;&#039;Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita&#039;&#039;. Yogyakarta: Guru Bumi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Berikut adalah beberapa cara untuk mengolah buah kabau:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Lalapan segar: Potong Kabau menjadi irisan tipis dan nikmati sebagai lalapan segar, dengan dipadu sambal.&lt;br /&gt;
# Dalam masakan sayur: Tambahkan Kabau ke dalam masakan sayur, seperti gulai atau sayur lodeh. Kombinasi rasa yang unik akan memperkaya cita rasa masakan.&lt;br /&gt;
# Sebagai pelengkap sambal: Hancurkan Kabau dan campurkan dengan sambal favorit, sambal kabau akan memberikan sensasi pedas dan unik.&lt;br /&gt;
# Ditumis: Kabau bisa diolah dengan cara ditumis menggunakan bumbu khas daerah&amp;lt;ref&amp;gt;BNP Jambi [Internet]. Jambi: Badan Penghubung Provinsi Jambi; [dikutip 13 April 2026]. 8 Manfaat kabau untuk kesehatan. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://bnp.jambiprov.go.id/8-manfaat-kabau-untuk-kesehatan/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi kabau segar dihitung per 100 g, dengan Berat Dapat Dimakan (BDD) 95 %&amp;lt;ref&amp;gt;Panganku.org [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 13 April 2026]. Informasi nilai gizi. Tersedia dari: &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|: 67.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|: 130 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|: 6.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|: 0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|: 25.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|: 2.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|: 0.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|: 4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|: 204 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|: 0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|: 1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|: 397.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|: 0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|: 0.5 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|: 165 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|: 0.80 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|: 0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|: 0.3 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|: 16 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu&amp;diff=3613</id>
		<title>Sagu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu&amp;diff=3613"/>
		<updated>2026-02-05T09:38:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Sagu Oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|jmpl|Menjemur Sagu Oleh Balgies Devi Fortuna]]&lt;br /&gt;
Sagu yang kaya akan karbohidrat, menjadi komoditas pangan utama dan makanan pokok di beberapa wilayah Indonesia, seperti Maluku, Papua, dan sebagian Sulawesi. [https://id.wikipedia.org/wiki/Sagu Sagu] adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau &amp;quot;pohon sagu&amp;quot;. Pohon sagu merupakan tumbuhan asli hutan rawa dari Kepulauan Maluku dan Papuayang telah ternaturalisasi di wilayah Asia Tenggara. Terdapat dua spesies sagu yang tumbuh di Indonesia yaitu &#039;&#039;Metroxylon sagu&#039;&#039; dan &#039;&#039;Metroxylon rumphii&#039;&#039;&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Munabari, et.al. Pusaka Rasa Nusantara jilid II Warisan Budaya Kuliner Nusantara - Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Daerah penghasil sagu terbesar di Sulawesi Selatan adalah Luwu Utara, [https://portal.luwuutarakab.go.id/post/pekan-sagu-nusantara-luwu-utara-perkenalkan-tiga-jenis-makanan-berbahan-dasar-sagu dengan luas lahan 1.800 ha dan 2.000 ton per tahun].&lt;br /&gt;
[[Berkas:Sagu (1) Oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|al=Foto Sagu Oleh Balgies Devi Fortuna|jmpl|Foto Sagu Oleh Balgies Devi Fortuna]]&lt;br /&gt;
Sagu banyak dimanfaatkan dalam industri pangan untuk berbagai produk, mulai dari [[bagea]], mutiara sagu, kue kering, kue basah, mi, hingga biskuit, kerupuk, dan bihun. Melihat pemanfaatannya yang beragam, pengembangan dan upaya konservasi sagu menjadi sangat penting. Salah satu daerah dengan potensi sagu yang signifikan adalah Pulau Saparua di Maluku. Di sana, terdapat lima jenis sagu yang dikenal: sagu tuni, sagu molat, sagu makanaru, sagu ihur, dan sagu duri rotan.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Seperti halnya nasi, sagu juga memiliki kandungan karbohidrat tinggi. Namun, dalam sagu juga tercakup beragam nutrisi lain seperti protein, serat, kalsium, dan zat besi. Di dalamnya ada pula lemak, karoten, dan asam askorbat dalam jumlah kecil&amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot;&amp;gt;https://tirto.id/sumber-daya-alam-sagu-di-indonesia-wilayah-persebaran-asal-usul-gksX&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia tahun 2018&amp;lt;ref name=&amp;quot;:1&amp;quot; /&amp;gt;, berikut ini kandungan gizi pada sagu lempang (Metroxylon sagu):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Energi : 347 kkal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Protein : 0.9 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lemak : 0.3 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karbohidrat : 85.2 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serat : 4.7 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalsium : 30 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fosfor : 30 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besi : 0.2 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seng : 0.1 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat ==&lt;br /&gt;
Sagu merupakan salah satu bahan makanan pokok di Indonesia. Saat ini, olahan sagu masih banyak ditemukan di wilayah Indonesia Timur. Sagu merupakan sumber pangan yang memiliki  kadar karbohidrat tinggi namun rendah gula dan lemak&amp;lt;ref&amp;gt;[https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/sagu-makanan-pokok-andalan-orang-maluku/]&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kuliner berbahan dasar sagu ==&lt;br /&gt;
Indonesia memiliki banyak ragam olahan sagu sebagai makanan pokok. Di Papua sagu diolah menjadi swamening, swademsing, ouw, hem ouw, sinole kelapa, sinole kawes, sagu bambu, dan nimelom. Di Nias Selatan sagu diolah menjadi sagu nibogo dan sagu gongseng dan di Palu sagu dijadikan biko yang proses pembuatannya mirip dengan papeda. Maluku Utara juga mengolah sagu menjadi jepa dan sinoli&amp;lt;ref&amp;gt;Munabari, &#039;&#039;et.al.&#039;&#039; Pusaka Rasa Nusantara jilid IV Warisan Budaya Kuliner Nusantara - Resep Masakan Tradisional Indonesia. &amp;lt;/ref&amp;gt;. Salah satu kuliner lokal di Sulawesi Selatan yang juga berbahan dasar sagu—dan terkenal, adalah [[kapurung]] dan bagea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Olahan Sagu Tradisional ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;[[Papeda]]&#039;&#039;&#039;, bubur sagu kenyal, merupakan hidangan ikonik dari Papua. Selain itu, ada juga &#039;&#039;&#039;Mi Sagu&#039;&#039;&#039; yang bisa digoreng atau dimasak berkuah, serta &#039;&#039;&#039;Bubur Sagu&#039;&#039;&#039; khas Ambon dan Papua yang disajikan dengan kuah santan dan [[Gula Merah|gula merah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Camilan Sagu ===&lt;br /&gt;
Berbagai camilan renyah berbahan sagu juga populer. Ada &#039;&#039;&#039;Sagu Keju&#039;&#039;&#039; yang gurih, &#039;&#039;&#039;Bagea&#039;&#039;&#039; dari Maluku yang digoreng kering, dan &#039;&#039;&#039;Sagu Lempeng&#039;&#039;&#039; yang renyah dan sering dijumpai di Indonesia Timur. Anda juga bisa menemukan &#039;&#039;&#039;Sagu Goreng&#039;&#039;&#039; yang gurih, &#039;&#039;&#039;Ongol-ongol Sagu&#039;&#039;&#039; dengan [[kelapa]] dan gula merah, serta &#039;&#039;&#039;Lempeng Sagu&#039;&#039;&#039; yang mirip kerupuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Variasi Lain ===&lt;br /&gt;
Sagu juga menjadi bahan dasar untuk &#039;&#039;&#039;Cendol Sagu&#039;&#039;&#039;, varian cendol yang unik. Untuk hidangan utama, &#039;&#039;&#039;Sup Sagu&#039;&#039;&#039; yang gurih dan lezat juga bisa jadi pilihan. Tak ketinggalan, sagu banyak digunakan dalam pembuatan &#039;&#039;&#039;Kue Pepe/Lapis Sagu&#039;&#039;&#039; serta berbagai jenis kue kering dan kue basah lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Membuat Tepung Sagu ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Batang sagu.jpg|al=Foto Batang Sagu yang Sudah dibelah oleh Balgies Devi Fortuna|jmpl|Foto Batang Sagu yang Sudah dibelah oleh Balgies Devi Fortuna]]&lt;br /&gt;
Secara garis besar, pembuatan tepung sagu melibatkan ekstraksi pati dari batang pohon sagu. Prosesnya meliputi:&amp;lt;ref&amp;gt;Warisno, M., &amp;amp; Fitriana, N. (2019). &amp;quot;Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Rendemen dan Kualitas Tepung Sagu (Metroxylon sagu Rottb.).&amp;quot; &#039;&#039;Jurnal [[Pangan Lokal]]&#039;&#039;, 3(1), 10-18.&amp;lt;/ref&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Suroso, E., &amp;amp; Handoyo, B. (2018). &amp;quot;Karakteristik Fisikokimia Pati Sagu dari Berbagai Varietas Sagu di Papua.&amp;quot; &#039;&#039;Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian&#039;&#039;, 1(2), 45-52.&amp;lt;/ref&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Nugraha, A. W., &amp;amp; Pratiwi, H. (2020). &amp;quot;Evaluasi Kinerja Alat Penghancur Batang Sagu dalam Proses Produksi Tepung Sagu.&amp;quot; &#039;&#039;Jurnal Rekayasa Pertanian&#039;&#039;, 8(2), 90-97.&amp;lt;/ref&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Astuti, R., &amp;amp; Hartono, S. (2017). &amp;quot;Analisis Produktivitas Pohon Sagu dan Potensinya sebagai Sumber Pangan Lokal di Wilayah Timur Indonesia.&amp;quot; &#039;&#039;Jurnal Agroteknologi&#039;&#039;, 11(3), 120-128.&amp;lt;/ref&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Putri, A. M., &amp;amp; Rahayu, S. (2021). &amp;quot;Komposisi Kimia dan Sifat Fungsional Tepung Sagu Termodifikasi.&amp;quot; &#039;&#039;Jurnal Kimia Pangan&#039;&#039;, 5(1), 25-33.&amp;lt;/ref&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Dewi, K., &amp;amp; Santoso, B. (2016). &amp;quot;Studi Perbandingan Amilosa dan Amilopektin pada Pati Sagu Asal Berbagai Daerah.&amp;quot; &#039;&#039;Jurnal Biosains&#039;&#039;, 9(2), 70-78.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Penebangan dan Pembersihan Batang Sagu: Pohon sagu yang sudah matang (biasanya berusia 7-15 tahun) ditebang. Batang kemudian dibersihkan dari pelepah dan kulit luarnya.&lt;br /&gt;
# Pemotongan dan Pembelahan Batang: Batang sagu dipotong menjadi beberapa bagian yang lebih pendek, sekitar 1-2 meter. Selanjutnya, batang tersebut dibelah memanjang untuk memudahkan pengerjaan.&lt;br /&gt;
# Penghancuran Empulur Sagu: Ini adalah tahap paling krusial. Empulur (bagian dalam) batang sagu yang kaya pati dihancurkan. Secara tradisional, ini dilakukan dengan cara diparut atau ditumbuk. Untuk skala industri, digunakan mesin penghancur (hammer mill atau disc mill).&lt;br /&gt;
# Ekstraksi Pati (Pencucian): Empulur sagu yang sudah hancur dicampur dengan air. Campuran ini kemudian diremas-remas atau diaduk untuk melarutkan pati. Air yang kaya pati akan keluar dan ditampung.&lt;br /&gt;
# Penyaringan: Cairan pati yang telah diekstraksi disaring untuk memisahkan serat-serat kasar dan ampas. Penyaringan bisa dilakukan beberapa kali dengan saringan yang lebih halus untuk mendapatkan pati yang lebih murni.&lt;br /&gt;
# Pengendapan Pati: Cairan pati yang sudah disaring didiamkan dalam wadah besar. Pati akan mengendap di dasar wadah karena berat jenisnya lebih tinggi daripada air. Proses pengendapan bisa memakan waktu beberapa jam hingga semalam.&lt;br /&gt;
# [[Berkas:Sagu yang dijemur oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|al=Sagu yang dijemur oleh Balgies Devi Fortuna|jmpl|Sagu yang dijemur oleh Balgies Devi Fortuna]][[Berkas:Sagu yang dijemur (2) oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|al=Sagu yang dijemur (2) oleh Balgies Devi Fortuna|jmpl|Sagu yang dijemur (2) oleh Balgies Devi Fortuna]]Pembuangan Air dan Pengeringan: Setelah pati mengendap, air di bagian atas dibuang secara perlahan. Endapan pati yang masih basah kemudian dijemur di bawah sinar matahari atau dikeringkan menggunakan oven hingga kadar airnya sangat rendah dan menjadi butiran atau bubuk tepung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Barat]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Keamanan_Pangan_dalam_Mengolah_Pangan_Lokal&amp;diff=3572</id>
		<title>Bincangpangan:Keamanan Pangan dalam Mengolah Pangan Lokal</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Keamanan_Pangan_dalam_Mengolah_Pangan_Lokal&amp;diff=3572"/>
		<updated>2026-02-04T09:30:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bincang-pangan-6.jpg|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 6]]&lt;br /&gt;
Bincang Pangan Episode kali ini mengangkat tema &amp;quot;Keamanan Pangan dalam Mengolah [[Pangan Lokal]]&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian kedua dari seri Makan Bergizi dengan Pangan Lokal, episode ini berfokus pada cara menyimpan dan mengolah makanan - terutama pangan hewani - serta memilih makanan yang sehat di sekolah. Beberapa poin penting di antaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Konsep Danger Zone: Rentang suhu yang cocok untuk pertumbuhan bakteri dan jamur pada makanan&lt;br /&gt;
* Konsep cross-contamination: Bahaya kontaminasi dari pengan mentah ke pangan matang&lt;br /&gt;
* Investasi terbaik alat dapur untuk menghindari cross-contamination&lt;br /&gt;
* Cara menghindari makanan tercemar&lt;br /&gt;
* Cara membaca label pangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keamanan pangan adalah prinsip terpenting dalam pedoman pangan B2SA. Masyarakat perlu sadar akan risiko pencemaran ketika menyimpan dan mengolah makanan. Ini bukan hanya persoalan individu; penyedia dan penjamah pangan juga bertanggung jawab akan keamanan makanan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rekaman ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;youtube&amp;gt;7WW9teZ2DLE&amp;lt;/youtube&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Materi Paparan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1YXQQcJzzfv6wVnaaDxAOmjY8sRTJmVIg/view?usp=sharing Keamanan Bahan Pangan Lokal Asal Hewan Skala Rumah Tangga](drh. Risky Aprillian, M.Sc.)&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1FKoRwhqcVpW7oFZSdT7Na4NL1Z10Ujza/view?usp=sharing Keamanan Pangan - Mengolah Pangan Lokal](Dr. Dwi Nastiti Iswarawanti, M.Sc.)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Pola_Pangan_Sehat_Berdasarkan_B2SA_dan_Mengulik_Kandungan_Gizi_Bahan_Pangan_Lokal&amp;diff=3571</id>
		<title>Bincangpangan:Pola Pangan Sehat Berdasarkan B2SA dan Mengulik Kandungan Gizi Bahan Pangan Lokal</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Pola_Pangan_Sehat_Berdasarkan_B2SA_dan_Mengulik_Kandungan_Gizi_Bahan_Pangan_Lokal&amp;diff=3571"/>
		<updated>2026-02-04T09:29:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bincang-pangan-5.jpg|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 5]]&lt;br /&gt;
Bincang Pangan Episode kali ini mengangkat tema &amp;quot;Pola Pangan Sehat Berdasarkan B2SA dan Mengulik Kandungan Gizi Bahan Pangan Lokal&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian pertama dari seri Makan Bergizi dengan Pangan Lokal, episode ini membahas keragaman pangan lokal di Indonesia. Beberapa poin yang dibicarakan yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kekayaan bahan pangan dan kuliner di Indonesia&lt;br /&gt;
* Pembagian pangan ke dalam 10 kelompok berdasarkan kandungan gizinya&lt;br /&gt;
* Rekomendasi FAO untuk mengonsumsi minimal 5 dari 10 kelompok pangan; dan temuan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia baru mengonsumsi 4&lt;br /&gt;
* Bahwa menambah asupan sayur dan buah dapat melengkapi kebutuhan gizi banyak masyarakat Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti makan sehat tidak berarti harus mengorbankan makanan kesukaan, namun menambah ragam makanan dengan gizi yang seimbang — terutama sayur dan buah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rekaman ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;youtube&amp;gt;YV6vsRG6DIY&amp;lt;/youtube&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Materi Paparan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1CslPNsGYmGagixkLkGvyivUG9ZUMYTC9/view?usp=sharing Kandungan Gizi pada Kelompok Pangan Lokal] (Balgies Devi Fortuna)&lt;br /&gt;
# [https://drive.google.com/file/d/1WNYF00oMwX4mZ45Vix8jNFoinWmUT0N-/view?usp=sharing Pola Pangan B2SA] (Rinna Syawal)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dokumentasi Kegiatan ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Peran_Generasi_Muda_dalam_Melestarikan_Pangan_Lokal&amp;diff=3361</id>
		<title>Bincangpangan:Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Pangan Lokal</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bincangpangan:Peran_Generasi_Muda_dalam_Melestarikan_Pangan_Lokal&amp;diff=3361"/>
		<updated>2026-01-22T07:25:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Poster Bincang Pangan 2 rev5.png|jmpl|Poster Bincang Pangan Episode 2]]&lt;br /&gt;
Perubahan iklim berdampak pada sistem pangan dengan memengaruhi ketersediaan pangan, akses dan kemudahan dalam memperoleh pangan, serta kandungan gizi dalam pangan itu sendiri. Dampak ini membuat sistem pangan menjadi lebih rentan, dan meningkatkan risiko kerawanan pangan di masyarakat – termasuk generasi muda, yang membutuhkan pangan sehat untuk tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia kaya akan sumber pangan, dengan setidaknya 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 228 jenis sayuran, 77 jenis sumber protein, dan 389 jenis buah-buahan. Pangan lokal dapat meningkatkan ketersediaan pangan beragam yang lebih tahan terhadap iklim, memutus rantai pasokan pangan, dan mengurangi jejak karbon. Meski demikian, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terbatasnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap kekayaan pangan lokal. Banyak pengetahuan tentang pangan lokal diwariskan antar generasi melalui budaya bertutur yang, di zaman internet, kian pudar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ICRAF Indonesia, bersama komunitas WikiPangan, menginisiasi pengumpulan informasi tentang pangan lokal melalui laman wikipangan.id, yang menjadi wadah bagi pengetahuan pangan lokal di berbagai daerah. Selain itu, dalam upaya pelestarian pangan lokal kepada generasi muda, ICRAF Indonesia mengembangkan sebuah kurikulum bertajuk Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim untuk siswa SD dan SMP bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, serta untuk SMA/SMK bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Muatan lokal dikenalkan kepada khalayak publik sebagai sebuah pembelajaran dalam mengenalkan pangan lokal kepada generasi muda pada 10 September 2025 bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Episode Bincang Pangan kali ini membahas mengenai peran generasi muda dalam melestarikan pangan lokal. Dalam episode ini, perwakilan generasi muda dari WikiPangan dan pegiat pangan lokal turut hadir untuk memberikan penjelasan mengenai peran generasi muda dan pengetahuan pangan lokal yang mungkin belum banyak diketahui oleh publik. Hadir juga pemenang lomba menulis esai ”Pangan Lokal Kesukaanku” tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK untuk membagikan cerita menarik mengenai pangan lokal mereka.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Poster_Bincang_Pangan_2_rev5.png&amp;diff=3360</id>
		<title>Berkas:Poster Bincang Pangan 2 rev5.png</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Poster_Bincang_Pangan_2_rev5.png&amp;diff=3360"/>
		<updated>2026-01-22T07:25:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Poster Bincang Pangan 2 rev5&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Komunitas:Bincang_Pangan&amp;diff=3345</id>
		<title>Komunitas:Bincang Pangan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Komunitas:Bincang_Pangan&amp;diff=3345"/>
		<updated>2026-01-22T02:52:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: /* Episode Bincang pangan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Bincang pangan&#039;&#039;&#039; merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh komunitas Wiki Pangan. Kegiatan ini berupa dialog atau diskusi yang berfokus pada topik-topik yang terkait dengan pangan. Tujuan dari bincang pangan adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pangan lokal dan ketahanan pangan lokal serta keterkaitannya dengan ketahanan iklim dan perubahan iklim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Episode Bincang Pangan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# [https://wikipangan.id/wiki/Bincangpangan:Pangan_Lokal_untuk_Ketahanan_Iklim_di_Provinsi_Nusa_Tenggara_Timur_dan_Sulawesi_Selatan Bincang Pangan: Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan]&lt;br /&gt;
# [https://wikipangan.id/wiki/Bincangpangan:Pangan_dan_iklim_emang_ada_hubungannya%3F Bincang Pangan: Pangan dan iklim emang ada hubungannya?]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gambas&amp;diff=3344</id>
		<title>Gambas</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gambas&amp;diff=3344"/>
		<updated>2026-01-21T04:25:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Gambas&#039;&#039;&#039;, atau yang biasa dikenal dengan [[Oyong|&#039;&#039;&#039;oyong&#039;&#039;&#039;]] (&#039;&#039;Luffa acutangula&#039;&#039;) memiliki bentuk panjang, memiliki tonjolan di permukaan, dan berwarna hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Olahan Gambas ==&lt;br /&gt;
Gambas ditumis dengan bawang dan bumbu sederhana, dibuat menjadi sop kuah bening, atau dijadikan sayur pendamping dalam hidangan sehari-hari. Beragam cara pengolahan tersebut membuat gambas menjadi makanan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi Gambas ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi gambas segar tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 85%&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Kandungan per 100 g yang dapat dimakan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|94,5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|19 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|0,8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0,2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|4,1 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|1,3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|0,4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|19 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|33 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|0,9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|23 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|109,1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0,00 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|0,1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|17 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten Total (Re)&lt;br /&gt;
|380 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0,03 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0,00 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|0,4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|8 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ubi_Cilembu&amp;diff=3343</id>
		<title>Ubi Cilembu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ubi_Cilembu&amp;diff=3343"/>
		<updated>2026-01-21T04:24:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Ubi Cilembu oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|jmpl|Gambar Ubi Cilembu Mentah oleh Balgies Devi Fortuna]]&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu, atau dikenal juga dengan nama lokal seperti ketela rambat, huwi boled, huwi arnet (Sunda), tela rambat (Jawa), serta sebutan internasional sweetpotato (Inggris) dan shoyo (Jepang), adalah sumber karbohidrat penting bagi ketahanan pangan kita. Selain kaya karbohidrat, ubi ini juga mengandung beragam vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan), dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa).&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;https://repository.pertanian.go.id/bitstreams/4f79df11-0f63-450b-8739-e04c159a1de0/download&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, terdapat beberapa varietas ubi jalar seperti Daya, Borobudur, Prambanan, Mendut, Kalasan, Muara Takus, Cangkuang, dan Sewu. Namun, ubi Cilembu yang berasal dari Sumedang baru dirilis pada tahun 2001. Setiap varietas ini memiliki karakteristik rasa yang unik dan berbeda.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu adalah produk pertanian unggulan yang sangat dibanggakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. Daerah utama penghasil ubi ini meliputi Desa Cilembu, serta wilayah Cadas Pangeran, yang semuanya berada di Kabupaten Sumedang. Meskipun, ubi ini juga cukup dikenal di beberapa daerah lainnya di Jawa Barat seperti Bogor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keunikan rasanya yang manis seperti madu diyakini karena kondisi tanah di daerah Cilembu yang mengandung bakteri khusus, yaitu Rhizosfer dan Endofit. Ubi ini umumnya dinikmati setelah dipanggang dalam oven hingga empuk dan mengeluarkan cairan lengket manis yang menjadi ciri khasnya. Rasa manisnya akan lebih kuat jika ubi disimpan lebih dari seminggu sebelum diolah.&amp;lt;ref&amp;gt;https://sisemar.sumedangkab.go.id/Front/artikeldetail/ubi-cilembu&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ubi Cilembu ==&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu memiliki beberapa varietas, di antaranya:&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Nirkum:&#039;&#039;&#039; Populer sejak 1990-an, namun kini jarang dibudidayakan massal karena nilai ekonomis rendah dan budidaya yang rumit. Petani sering menyilangkan Nirkum dengan jenis lain untuk menghasilkan ubi Rancing.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Nirkum Ketan (Ubi Rancing/Mene’s):&#039;&#039;&#039; Varietas ini lebih manis, berbentuk panjang, dan memiliki daging kemerahan. Ubi jenis ini bahkan sudah diekspor ke negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Korea, dan Jepang.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Ubi Odos/Jawer:&#039;&#039;&#039; Dicirikan oleh kulit yang putih kekuningan saat mentah, dan menghasilkan cairan madu lebih sedikit dibanding jenis Nirkum.&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Jenis Ubi Inul:&#039;&#039;&#039; Bentuknya lebih bulat menyerupai [[kentang]], berwarna kuning pudar, dan rasanya kurang manis atau bahkan hampir tidak manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Budidaya Ubi Cilembu ==&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu tumbuh optimal pada temperatur udara 21-27 derajat Celsius dan kelembaban 50-60%, karena suhu rendah dapat menghambat pembentukan karbohidrat dan pertumbuhan umbi. Tanaman ini tidak menyukai iklim basah atau genangan air, sehingga curah hujan ideal adalah 750-1500 mm per tahun. Selain itu, ubi Cilembu membutuhkan penyinaran matahari penuh sekitar 11-12 jam per hari, karena cahaya matahari penting untuk proses asimilasi yang membentuk organ vegetatif dan generatif, termasuk perkembangan umbi.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Olahan Ubi Cilembu ==&lt;br /&gt;
Ubi Cilembu umumnya dinikmati setelah dipanggang dalam oven hingga empuk dan mengeluarkan cairan lengket manis yang menjadi ciri khasnya. Proses pemanggangan ini memakan waktu 30-90 menit tergantung ukuran ubi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain dipanggang, ubi Cilembu juga diolah menjadi berbagai produk lain seperti keripik, tape, [[dodol]], selai, dan tepung.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Ubi Cilembu Panggang oleh Balgies Devi Fortuna.jpg|jmpl|Ubi Cilembu Panggang oleh Balgies Devi Fortuna]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah Ubi Cilembu Panggang ==&lt;br /&gt;
Berikut ini cara mengolah ubi cilembu dengan cara dipanggang:&amp;lt;ref&amp;gt;https://www.rri.co.id/kuliner/1299307/cara-memanggang-ubi-cilembu-madunya-auto-keluar&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Panaskan oven hingga suhu tinggi, sekitar 220-240 derajat Celsius, selama kurang lebih 10 menit untuk mencapai suhu optimal.&lt;br /&gt;
# Cuci bersih ubi Cilembu, buang tanah dan kotoran yang menempel, lalu keringkan dengan lap bersih.&lt;br /&gt;
# Potong kedua ujung ubi. Jika ubi terlalu besar, belah dua. Tusuk-tusuk permukaan ubi dengan garpu untuk membantu &amp;quot;madu&amp;quot; keluar saat proses pemanggangan.&lt;br /&gt;
# Masukkan ubi ke dalam oven yang sudah panas. Jika menggunakan oven listrik, panggang selama 40-50 menit. Untuk oven tangkring di atas kompor, waktu pemanggangan bisa lebih lama, sekitar 60-90 menit.&lt;br /&gt;
# Setelah matang dan &amp;quot;madu&amp;quot; sudah keluar, segera angkat ubi dari oven dan nikmati selagi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi pangan dihitung per &#039;&#039;&#039;100 g&#039;&#039;&#039;, dengan &#039;&#039;&#039;Berat Dapat Dimakan (BDD) 90 %&#039;&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|: 52.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|: 186 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein  (Protein)&lt;br /&gt;
|: 1.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|: 0.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat  (CHO)&lt;br /&gt;
|: 44.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|: 3.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|: 0.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|: 37 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|: 51 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|: 0.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium  (Na)&lt;br /&gt;
|: 1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|: 61.9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga  (Cu)&lt;br /&gt;
|: 0.10 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|: 0.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten  (Carotenes)&lt;br /&gt;
|: 26 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karoten  Total (Re)&lt;br /&gt;
|: 0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin  (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|: 0.02 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin  (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|: 0.20 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|: 0.0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin  C (Vit. C)&lt;br /&gt;
|: 0 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Barat]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Singkong&amp;diff=3342</id>
		<title>Singkong</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Singkong&amp;diff=3342"/>
		<updated>2026-01-21T04:22:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: foto dan kategori artikel&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Singkong (foto oleh Balgies Devi Fortuna).jpg|al=Singkong (foto oleh Balgies Devi Fortuna)|jmpl|Singkong (foto oleh Balgies Devi Fortuna)]]&lt;br /&gt;
Singkong (&#039;&#039;Manihot esculenta&#039;&#039; Crantz), dikenal juga sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah tanaman perdu tahunan yang berasal dari kawasan tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini tergolong dalam famili Euphorbiaceae dan telah lama menjadi sumber pangan utama di berbagai budaya, terutama karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya, meskipun rendah protein, sementara daunnya justru mengandung asam amino esensial seperti metionin yang bermanfaat bagi tubuh. Singkong memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap berbagai jenis tanah dan iklim, menjadikannya tanaman yang tahan terhadap kondisi paceklik dan kemarau panjang. Selain sebagai makanan pokok, singkong juga diolah menjadi berbagai produk pangan seperti keripik, tape, dan tepung bebas gluten, menjadikannya komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam ketahanan [[Pangan Lokal|pangan lokal]].&amp;lt;ref&amp;gt;Pelayananpublik.id. (2021, August 11). &#039;&#039;Apa itu singkong, manfaat, cara menanam hingga macam olahannya&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://pelayananpublik.id/2021/08/11/apa-itu-singkong-manfaat-cara-menanam-hingga-macam-olahannya/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Taksonomi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Tingkat Taksonomi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Klasifikasi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Domain&lt;br /&gt;
|Eukaryota&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kingdom (Kerajaan)&lt;br /&gt;
|Plantae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Divisi&lt;br /&gt;
|Magnoliophyta (Angiospermae)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kelas&lt;br /&gt;
|Magnoliopsida (Dikotil)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Ordo&lt;br /&gt;
|Malpighiales&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Famili&lt;br /&gt;
|Euphorbiaceae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Genus&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Manihot&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Spesies&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Manihot esculenta&#039;&#039; Crantz&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Tanaman singkong (&#039;&#039;Manihot esculenta&#039;&#039; Crantz) memiliki morfologi khas yang mendukung adaptasinya di berbagai lingkungan tropis. Batangnya berbentuk bulat, berkayu, dan beruas-ruas dengan diameter sekitar 2,5–4 cm, serta mampu tumbuh hingga ketinggian 1–4 meter. Daunnya tumbuh menyebar di sepanjang batang dengan tangkai panjang berwarna hijau, merah, atau kuning, tergantung varietas. Daun singkong berbentuk menjari dengan 5–7 helai anak daun yang berbentuk elips dan berujung runcing, berwarna hijau tua pada daun dewasa dan hijau kekuningan atau keunguan pada pucuk muda. Umbi singkong tumbuh sebagai akar tunggang yang membesar, dengan kulit luar berwarna coklat dan daging umbi putih kekuningan. Di antara kulit luar dan dalam terdapat jaringan kambium yang memungkinkan pembesaran umbi secara aktif. Struktur morfologis ini menjadikan singkong efisien dalam menyimpan cadangan makanan berupa pati, sekaligus tahan terhadap kondisi tanah yang kurang subur.&amp;lt;ref&amp;gt;Rukmana, R. (2002). &#039;&#039;Budidaya singkong&#039;&#039;. Dalam Kurniani (2009). &#039;&#039;Morfologi batang singkong&#039;&#039;. &amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sebaran ==&lt;br /&gt;
Singkong merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang tersebar luas di berbagai wilayah tropis dunia, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Indonesia sendiri menempati posisi keempat sebagai negara penghasil singkong terbesar di dunia, dengan produksi tahunan mencapai 19–20 juta ton.&amp;lt;ref&amp;gt;Kominfo Jatim. (2023). &#039;&#039;Indonesia negara penghasil singkong terbanyak keempat dunia&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/indonesia-negara-penghasil-singkong-terbanyak-keempat-dunia&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; Sentra produksi utama singkong di Indonesia tersebar di 13 provinsi, dengan lima daerah penghasil terbesar yaitu Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. Di Jawa Tengah, misalnya, daerah seperti Cilacap, Banyumas, dan Banjarnegara memiliki lahan subur yang mendukung produksi singkong secara intensif, dengan hasil panen mencapai lebih dari 3,5 juta ton per tahun. Sementara itu, Gunung Kidul di Yogyakarta dikenal sebagai pusat olahan singkong tradisional, mencerminkan keterikatan budaya lokal terhadap tanaman ini. &amp;lt;ref&amp;gt;Limakilo. (2023). &#039;&#039;7 daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.limakilo.id/7-daerah-penghasil-singkong-terbesar-di-indonesia/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Olahan Pangan dari Singkong ==&lt;br /&gt;
Singkong telah lama menjadi bahan pangan utama dalam berbagai tradisi kuliner Nusantara, dan kini semakin berkembang melalui inovasi olahan lokal yang bernilai gizi dan ekonomi tinggi. Di berbagai daerah, singkong diolah menjadi makanan khas seperti [[getuk]], tiwul, [[lemet]], dan keripik, yang mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal.&amp;lt;ref&amp;gt;Pigiblog. (2024, June 29). &#039;&#039;Inovasi kuliner Nusantara: 5 olahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] singkong yang kekinian&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://blog.pigijo.com/5-olahan-pangan-lokal-singkong-yang-kekinian/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah per 100 g&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;% AKG&#039;&#039;&#039; (berdasarkan 2.000 kkal)&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|160 kkal&lt;br /&gt;
|8%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat total&lt;br /&gt;
|38,1 g&lt;br /&gt;
|13%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|1,4 g&lt;br /&gt;
|2,7%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak total&lt;br /&gt;
|0,3 g&lt;br /&gt;
|0,4%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat makanan&lt;br /&gt;
|1,8 g&lt;br /&gt;
|7%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Gula&lt;br /&gt;
|1,7 g&lt;br /&gt;
|—&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C&lt;br /&gt;
|20,6 mg&lt;br /&gt;
|34%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium&lt;br /&gt;
|271 mg&lt;br /&gt;
|8%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|16 mg&lt;br /&gt;
|1,6%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|27 mg&lt;br /&gt;
|2,7%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Magnesium&lt;br /&gt;
|21 mg&lt;br /&gt;
|5%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Mangan&lt;br /&gt;
|0,4 mg&lt;br /&gt;
|19%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga&lt;br /&gt;
|0,1 mg&lt;br /&gt;
|5%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Folat&lt;br /&gt;
|27 mcg&lt;br /&gt;
|7%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0,1 mg&lt;br /&gt;
|6%&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;ref&amp;gt;IDN Medis. (n.d.). &#039;&#039;Kandungan Gizi Singkong, mentah Nutrisi Per 100 Gram&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://idnmedis.com/singkong-mentah&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat ==&lt;br /&gt;
Kandungan karbohidrat kompleks dalam singkong menjadikannya sumber energi yang baik, terutama bagi individu yang menjalani aktivitas fisik berat. Selain itu, singkong mengandung pati resisten dan serat tidak larut yang membantu melancarkan sistem pencernaan serta mencegah sembelit. Serat ini juga berperan dalam mengendalikan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi dalam singkong berfungsi sebagai antioksidan alami yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Singkong juga kaya akan mineral penting seperti kalium, kalsium, fosfor, dan mangan, yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, dan metabolisme tubuh. &amp;lt;ref&amp;gt;Hello Sehat. (2025). &#039;&#039;10 manfaat singkong untuk kesehatan tubuh&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/nutrisi-dan-manfaat-singkong/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Singkong_(foto_oleh_Balgies_Devi_Fortuna).jpg&amp;diff=3341</id>
		<title>Berkas:Singkong (foto oleh Balgies Devi Fortuna).jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Singkong_(foto_oleh_Balgies_Devi_Fortuna).jpg&amp;diff=3341"/>
		<updated>2026-01-21T04:22:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Singkong (foto oleh Balgies Devi Fortuna)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gula_Aren&amp;diff=3327</id>
		<title>Gula Aren</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gula_Aren&amp;diff=3327"/>
		<updated>2026-01-15T09:12:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: kategori artikel&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gula aren.jpg|jmpl|Foto: halodoc.com]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Gula [[Aren]]&#039;&#039;&#039; merupakan olahan makanan yang berasal dari nira pohon Aren (&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Arenga pinnata&#039;&#039;&#039;)&#039;&#039; yang disadap dari tandan &#039;&#039;&#039;bunga jantan&#039;&#039;&#039;. Bunga jantan lebih banyak dimanfaatkan karena menghasilkan nira manis dengan kadar gula tinggi, sedangkan bunga betina biasanya dimanfaatkan masyarakat sebagai [[kolang-kaling]]. Pohon aren yang siap disadap adalah pohon berumur 10–20 tahun karena pada usia tersebut produksi nira optimal, yaitu sekitar 15–20 liter per hari&amp;lt;ref&amp;gt;Fatriani F, Sunardi, Prayudi NSF. 2012. Pengaruh umur pohon aren (&#039;&#039;Arenga pinnata&#039;&#039;, Merr) terhadap produksi nira di Desa Pulantan Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. &#039;&#039;Jurnal hutan tropis.&#039;&#039; 13(1): 11-17.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Tandan atau tangkai pohon aren bisa diambil nira selama 2–4 bulan hingga cairan manisnya habis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Proses Membuat Gula Aren ==&lt;br /&gt;
Proses pembuatan gula aren dilakukan melalui beberapa tahapan, yang peranannya dijelaskan sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Sebelum pohon aren di sadap, lalukukan penderasan/pemukulan, pemersihan tandan bunga jantan bertujuan membuka jalur keluarnya nira. Dilanjutkan dengan mengayun-ayunkan dan lakukan penorehan/memotong pada tandan sampai mengeluarkan nira.&lt;br /&gt;
# Tampung nira dengan bumbung selama 8-10 jam.&lt;br /&gt;
# Nira yang dikumpulkan kemudian disaring dan direbus hingga gula mengkristal sehingga terbentuk gula padat atau cair berwarna cokelat keemasan dengan aroma karamel khas. Masak nira selama dua hingga tiga jam&amp;lt;ref&amp;gt;Hutami R, Islamay MFI, Nurcahali F, Septiani B, Andarwulan N, Sapanli K, Zuhud EAM, Al Manar P, Ichsan N, Wahyudi S. 2023. Proses produksi gula aren cetak (&#039;&#039;Arenga pinnata&#039;&#039;) di Indonesia. &#039;&#039;Jurnal Ilmiah Pangan Halal.&#039;&#039; 5(2): 119-130.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
# Gula yang telah mengental dituangkan ke dalam cetakan atau loyang dan dibiarkan dingin agar mengeras.&lt;br /&gt;
# Setelah dingin, gula dilepas dari cetakan.&lt;br /&gt;
# Gula aren siap digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi Gula Aren ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi 100 gula aren dengan berat yang dapat dimakan 100% berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2018 &amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Kandungan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Air (Water)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|7.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Energi (Energy)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|368 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Protein (Protein)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|0.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Lemak (Fat)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|0.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Karbohidrat (CHO)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|92.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Serat (Fibre)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|0.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Abu (ASH)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|1.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Kalsium (Ca)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|75 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Fosfor (P)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|35 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Besi (Fe)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|3.0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Natrium (Na)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|15 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Kalium (K)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|390.4 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Tem&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Genjer&amp;diff=3314</id>
		<title>Genjer</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Genjer&amp;diff=3314"/>
		<updated>2026-01-15T05:15:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: foto dan kategori artikel&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Daun genjer (foto oleh Balgies Devi Fortuna).jpg|al=Daun genjer (foto oleh Balgies Devi Fortuna)|jmpl|Daun genjer (foto oleh Balgies Devi Fortuna)]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Genjer&#039;&#039;&#039; merupakan tumbuhan air yang tumbuh secara ekologis di lahan basah dan rawa-rawa. Tanaman ini dapat dijumpai di Brebes, Jawa Tengah, sering tumbuh bersama eceng gondok dan tanaman air lainnya. Karena pertumbuhannya yang cepat, genjer dapat menguasai sawah dan berpotensi mengganggu produksi padi jika tidak dikendalikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna mencegah over populasi,masyarakat memanfaatkan genjer sebagai bahan sayur dengan cara menumis daun dan batangnya. Selain untuk konsumsi, genjer juga dimanfaatkan secara ekologis untuk fitoremediasi logam berat di perairan, sehingga tanaman ini memiliki nilai ganda sebagai sumber pangan dan pelindung lingkungan&amp;lt;ref&amp;gt;Bahute FO, Nakoe MR, Jusuf H. 2024. Tanaman genjer (&#039;&#039;Limnocharis flava&#039;&#039;) sebagai agen penyerapan logam berat mangan (Mn) dari limbah cair industri tahu. &#039;&#039;Jurnal Kolaboratif Sains.&#039;&#039; 7(6): 2228-2238. https://doi.org/10.56338/jks.v7i6.5499&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nilai Budaya Genjer ==&lt;br /&gt;
Genjer memiliki nilai budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat, terutama sebagai sayuran lokal yang mudah diperoleh dan diolah. Nilai budaya ini tercermin dalam lagu &#039;&#039;Genjer-genjer&#039;&#039; yang muncul pada masa kolonial Jepang, yang awalnya berfungsi sebagai kritik sosial terhadap kondisi masyarakat, khususnya kelangkaan pangan dan kesulitan hidup akibat perang dan pendudukan. Lagu ini menggambarkan bagaimana genjer, yang sebelumnya dianggap makanan sederhana atau bahkan makanan kaum miskin, menjadi sumber pangan penting bagi masyarakat. Lagu tersebut sempat dilarang diputar selama Orde Baru karena dianggap memiliki asosiasi dengan komunisme, menunjukkan bahwa genjer tidak hanya memiliki peran sebagai pangan, tetapi juga sebagai simbol politik dan budaya&amp;lt;ref&amp;gt;Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi Genjer ==&lt;br /&gt;
Komposisi gizi genjer segar tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 70%&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Jumlah&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|90.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|35 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|1.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|7.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|2.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|0.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|62 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|33 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|2.1 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|64 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|905.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Daun_genjer_(foto_oleh_Balgies_Devi_Fortuna).jpg&amp;diff=3313</id>
		<title>Berkas:Daun genjer (foto oleh Balgies Devi Fortuna).jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Daun_genjer_(foto_oleh_Balgies_Devi_Fortuna).jpg&amp;diff=3313"/>
		<updated>2026-01-15T05:15:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Daun genjer (foto oleh Balgies Devi Fortuna)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bawang_Merah&amp;diff=3312</id>
		<title>Bawang Merah</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bawang_Merah&amp;diff=3312"/>
		<updated>2026-01-15T05:09:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: kategori artikel&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bawang merah.jpg|jmpl|290x290px|Bawang merah, foto: iStock]]&lt;br /&gt;
Bawang merah (&#039;&#039;Allium cepa&#039;&#039; var. &#039;&#039;ascalonicum&#039;&#039;) adalah tanaman semusim yang tumbuh subur di berbagai daerah Indonesia. Namun jika bicara bawang merah, Kabupaten Brebes hampir selalu menjadi rujukan. Daerah ini dikenal sebagai sentra produksi bawang merah nasional, dengan produksi sepanjang tahun 2024 mencapai lebih dari 4 juta kuintal&amp;lt;ref&amp;gt;[BPS] Badan Pusat Statisti Indonesia. &#039;&#039;Kabupaten Brebes dalam Angka 2025.&#039;&#039; &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Brebes, bawang merah bukan hanya bahan masakan, tetapi juga bahan pangan &#039;&#039;&#039;sumber penghidupan&#039;&#039;&#039;. Ribuan petani menggantungkan pendapatannya dari komoditas ini. Ketika panen melimpah, ekonomi lokal ikut bergerak. Sebaliknya, gangguan produksi akibat cuaca atau hama bisa berdampak luas hingga ke harga bawang merah&amp;lt;ref&amp;gt;Astuti LTW, Daryanto A, Syaukat Y, Daryanto HK. 2019. Analisis resiko produksi usahatani bawang merah pada musim kering dan musim hujan di Kabupaten Brebes. &#039;&#039;Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis&#039;&#039;. &#039;&#039;3&#039;&#039;(4):840-852.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Bawang merah (&#039;&#039;Allium cepa&#039;&#039; var. &#039;&#039;ascalonicum&#039;&#039;) termasuk ke dalam famili Amaryllidaceae, yang dikenal sebagai kelompok tumbuhan berumbi dengan kandungan senyawa sulfur yang khas. Secara morfologi, bawang merah merupakan tanaman semusim yang terdiri atas beberapa organ utama: sistem akar serabut yang dangkal, batang semu yang berupa kelopak daun menebal, daun hijau silindris panjang, dan umbi lapis sebagai organ penyimpan cadangan makanan. Umbi ini terbentuk dari pelepah daun yang membengkak dan tersusun berlapis-lapis, memberikan bentuk umbi khas bawang merah yang familiar di dapur. Selain itu, tanaman juga dapat menghasilkan bunga majemuk (umbel) yang merupakan fase generatif dari siklus hidup bawang merah&amp;lt;ref&amp;gt;Sari V, Miftahudin, Sobirin. 2017. Keanekaragaman genetik bawang merah (Allium cepa L.) berdasarkan marka morfologi dan ISSR. &#039;&#039;Jurnal Agronomi Indonesia.&#039;&#039; 42(2): 175-181. https://doi.org/10.24831/jai.v45i2.11665.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara taksonomi, bawang merah diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kingdom: Plantae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Divisi: Magnoliophyta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas: Liliopsida&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ordo: Asparagales&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Famili: Amaryllidaceae&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genus: &#039;&#039;Allium&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesies: &#039;&#039;Allium cepa&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Varietas: &#039;&#039;ascalonicum&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Zat Gizi ==&lt;br /&gt;
Kandungan zat gizi tiap 100 gram bawang merah segar, dengan berat yang dapat dimakan 90%&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Komponen Gizi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
!&#039;&#039;&#039;Jumlah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|88.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|46 kkal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|1.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|0.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|9.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|1.7 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (Ash)&lt;br /&gt;
|1.0 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|36 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|40 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|0.8 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|7 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|178.6 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.06 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|0.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|2 µg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tiamin (Vitamin B1)&lt;br /&gt;
|0.03 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vitamin B2)&lt;br /&gt;
|0.04 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|0.2 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin C (Vitamin C)&lt;br /&gt;
|2 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Es_Jagung&amp;diff=3311</id>
		<title>Es Jagung</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Es_Jagung&amp;diff=3311"/>
		<updated>2026-01-15T05:08:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Es Jagung .jpg|jmpl|Es Jagung]]&lt;br /&gt;
Es [[Jagung]] merupakan olahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang banyak ditemukan di Sumatera Selatan. Es Jagung ini biasanya dijajakan di pasar ataupun saat acara-acara tradisional tertentu seperti acara adat menyambut panen ataupun saat pasar malam. Es Jagung biasanya disajikan bersama jagung dan susu kental manis sebagai bahan pelengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 2 Jagung manis, pipil&lt;br /&gt;
* 800 ml Air&lt;br /&gt;
* 400 gram Gula pasir&lt;br /&gt;
* 200 ml Santan&lt;br /&gt;
* [[Vanili]]&lt;br /&gt;
* Garam&lt;br /&gt;
* Susu kental manis (opsional)&lt;br /&gt;
* 400 gram es serut&lt;br /&gt;
* 200 gram nata de coco&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Mengolah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rebus jagung manis bersama garam hingga matang&lt;br /&gt;
# Blender atau hancurkan jagung yang sudah dimasak bersamaan dengan air sisa rebusan, lalu saring agar kulit jagung terpisah&lt;br /&gt;
# Panaskan jagung yang sudah dihaluskan, masukkan vanili, gula dan santan perlahan&lt;br /&gt;
# Masak hingga mendidih, lalu dinginkan&lt;br /&gt;
# Sajikan bersama es batu dan susu kental manis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pempek_lenggang&amp;diff=3310</id>
		<title>Pempek lenggang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pempek_lenggang&amp;diff=3310"/>
		<updated>2026-01-15T05:07:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: kategori artikel&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Pempek lengang.jpg|kiri|jmpl|[https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrx.NySheNo47oO4b7WQwx.;_ylu=c2VjA2ZwLWF0dHJpYgRzbGsDcnVybA--/RV=2/RE=1759770130/RO=11/RU=https%3a%2f%2fwww.vecteezy.com%2fphoto%2f8568264-lenggang-panggang-pempek-palembang-is-a-traditional-food-from-south-sumatra-indonesia-this-fish-based-food-is-very-popular-selected-focus/RK=2/RS=rzV6BV0dl_uGxU_4liYQoY82X0E-]Sumber: https://www.vecteezy.com/]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Pempek]] lenggang adalah salah satu makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan rasa gurih dan tekstur kenyalnya. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang pempek lenggang:&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Usul dan Sejarah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pempek lenggang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dan memiliki sejarah yang sedikit berbeda dari pempek pada umumnya. Pempek lenggang pertama kali diperkenalkan oleh seorang pedagang pempek bernama Mak Lenggang pada awal abad ke-20. Ia menambahkan bahan-bahan khusus ke dalam adonan pempek, menciptakan variasi pempek yang kemudian dikenal sebagai pempek lenggang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan dan Cara Pembuatan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
·  &#039;&#039;&#039;Bahan Pempek Lenggang&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ikan Tenggiri: dihaluskan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Tepung [[Sagu]]: sebagai bahan pengikat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Telur Ayam atau [[Bebek]]: untuk menambahkan tekstur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Garam: untuk menambah rasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ketimun: untuk menambah rasa dan tekstur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·  &#039;&#039;&#039;Cara Membuat&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ikan tenggiri dihaluskan hingga menjadi bubur yang halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Campurkan bubur ikan dengan tepung sagu hingga terbentuk adonan yang konsisten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tambahkan telur dan garam ke dalam adonan, aduk hingga rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Bentuk adonan menjadi bulatan kecil dan panggang diatas bara api atau di dalam oven hingga matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Sajikan pempek lenggang dengan kuah cuko sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Karakteristik dan Rasa&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pempek lenggang memiliki tekstur yang kenyal dan gurih, dengan rasa yang khas dari ikan tenggiri yang dihaluskan. Pempek lenggang yang dipanggang memiliki aroma yang khas dan tekstur yang lebih empuk dibandingkan dengan pempek yang digoreng..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Ketersediaan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pempek lenggang biasanya tersedia di beberapa tempat di Palembang, terutama di kedai-kedai yang terkenal dengan kualitasnya. Salah satu tempat yang terkenal adalah Pempek Jimmy Devaten, yang menawarkan pempek lenggang bakar yang terkenal hingga luar negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Variasi dan Penyajian&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Selain pempek lenggang yang dipanggang, ada juga variasi pempek lenggang yang digoreng. Pempek lenggang yang digoreng terbuat dari pempek lenjer yang dipotong kecil-kecil dan dikocok bersama [[telur ayam]] atau telur bebek, lalu digoreng dengan sedikit minyak hingga adonan telur dan pempek lenjer menyatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pempek lenggang merupakan makanan khas Palembang yang unik dan lezat, yang terus mempertahankan tradisinya di kalangan masyarakat Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
[1] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompasiana.com/abdalqb/64a00fa44addee5ec83e67c4/pempek-lenggang-salah-satu-dari-banyaknya-makanan-khas-palembang-yang-menggugah-selera&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sumsel.akurat.co/bingkai-sumsel/1863668261/makanan-khas-palembang-sejak-abad-20-ini-resep-dan-cara-membuat-pempek-lenggang-yang-mudah-dan-praktis&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.jpnn.com/news/pempek-lenggang-khas-palembang-begini-cara-membuatnya-simpel-banget&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pempek_lenggang&amp;diff=3309</id>
		<title>Pempek lenggang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pempek_lenggang&amp;diff=3309"/>
		<updated>2026-01-15T05:07:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Pempek lengang.jpg|kiri|jmpl|[https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrx.NySheNo47oO4b7WQwx.;_ylu=c2VjA2ZwLWF0dHJpYgRzbGsDcnVybA--/RV=2/RE=1759770130/RO=11/RU=https%3a%2f%2fwww.vecteezy.com%2fphoto%2f8568264-lenggang-panggang-pempek-palembang-is-a-traditional-food-from-south-sumatra-indonesia-this-fish-based-food-is-very-popular-selected-focus/RK=2/RS=rzV6BV0dl_uGxU_4liYQoY82X0E-]Sumber: https://www.vecteezy.com/]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Pempek]] lenggang adalah salah satu makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan rasa gurih dan tekstur kenyalnya. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang pempek lenggang:&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Usul dan Sejarah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pempek lenggang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dan memiliki sejarah yang sedikit berbeda dari pempek pada umumnya. Pempek lenggang pertama kali diperkenalkan oleh seorang pedagang pempek bernama Mak Lenggang pada awal abad ke-20. Ia menambahkan bahan-bahan khusus ke dalam adonan pempek, menciptakan variasi pempek yang kemudian dikenal sebagai pempek lenggang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan dan Cara Pembuatan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
·  &#039;&#039;&#039;Bahan Pempek Lenggang&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ikan Tenggiri: dihaluskan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Tepung [[Sagu]]: sebagai bahan pengikat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Telur Ayam atau [[Bebek]]: untuk menambahkan tekstur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Garam: untuk menambah rasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ketimun: untuk menambah rasa dan tekstur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·  &#039;&#039;&#039;Cara Membuat&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ikan tenggiri dihaluskan hingga menjadi bubur yang halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Campurkan bubur ikan dengan tepung sagu hingga terbentuk adonan yang konsisten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tambahkan telur dan garam ke dalam adonan, aduk hingga rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Bentuk adonan menjadi bulatan kecil dan panggang diatas bara api atau di dalam oven hingga matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Sajikan pempek lenggang dengan kuah cuko sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Karakteristik dan Rasa&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pempek lenggang memiliki tekstur yang kenyal dan gurih, dengan rasa yang khas dari ikan tenggiri yang dihaluskan. Pempek lenggang yang dipanggang memiliki aroma yang khas dan tekstur yang lebih empuk dibandingkan dengan pempek yang digoreng..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Ketersediaan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pempek lenggang biasanya tersedia di beberapa tempat di Palembang, terutama di kedai-kedai yang terkenal dengan kualitasnya. Salah satu tempat yang terkenal adalah Pempek Jimmy Devaten, yang menawarkan pempek lenggang bakar yang terkenal hingga luar negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Variasi dan Penyajian&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Selain pempek lenggang yang dipanggang, ada juga variasi pempek lenggang yang digoreng. Pempek lenggang yang digoreng terbuat dari pempek lenjer yang dipotong kecil-kecil dan dikocok bersama [[telur ayam]] atau telur bebek, lalu digoreng dengan sedikit minyak hingga adonan telur dan pempek lenjer menyatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pempek lenggang merupakan makanan khas Palembang yang unik dan lezat, yang terus mempertahankan tradisinya di kalangan masyarakat Palembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
[1] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompasiana.com/abdalqb/64a00fa44addee5ec83e67c4/pempek-lenggang-salah-satu-dari-banyaknya-makanan-khas-palembang-yang-menggugah-selera&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sumsel.akurat.co/bingkai-sumsel/1863668261/makanan-khas-palembang-sejak-abad-20-ini-resep-dan-cara-membuat-pempek-lenggang-yang-mudah-dan-praktis&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3] &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.jpnn.com/news/pempek-lenggang-khas-palembang-begini-cara-membuatnya-simpel-banget&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Talam&amp;diff=3308</id>
		<title>Kue Talam</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Talam&amp;diff=3308"/>
		<updated>2026-01-15T05:05:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: kategori artikel&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Talam ubi jalar oleh Maria IN Cangdra.jpg|jmpl|Kue talam ubi jalar]]&lt;br /&gt;
Kue Talam telah banyak dikenal di berbagai wilayah di Indonesia, tidak terkecuali di Nusa Tenggara Timur. Di NTT, kue talam diolah dari ubi jalar. Biasanya kue talam dihidangkan sebagai makanan selingan/snack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kue talam merupakan salah satu kuliner tradisional Indonesia yang telah dikenal sejak lebih dari 500 tahun lalu. Nama “talam” diyakini berasal dari wadah bulat tanpa kaki yang digunakan sebagai tempat mengukus kue ini. Dalam sejarahnya, kue talam berkembang melalui pengaruh budaya Tionghoa dan Belanda, terutama di wilayah Batavia pada masa kolonial. Kala itu, kue talam dianggap sebagai hidangan mewah dan kerap disajikan untuk tamu kehormatan dalam berbagai acara resmi. Filosofi tekstur kue yang lengket dan kenyal melambangkan eratnya hubungan kekeluargaan dan kebersamaan, menjadikan kue ini bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol nilai sosial yang mendalam&amp;lt;ref&amp;gt;Choco.id. (2024, September 25). &#039;&#039;Kue Talam: Sejarah, Asal-Usul, Variasi, dan Resep Pembuatan&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://choco.id/kue-talam/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam berbagai tradisi di Indonesia, kue talam memiliki peran penting sebagai sajian dalam acara adat, syukuran, dan pernikahan. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), kue talam yang diolah dari ubi jalar menjadi camilan khas yang mencerminkan adaptasi bahan lokal terhadap resep tradisional. Penggunaan ubi jalar baik ungu, kuning, maupun putih menunjukkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil bumi setempat. Selain itu, filosofi rasa manis dan gurih yang berpadu dalam kue talam mencerminkan keseimbangan hidup serta harapan akan masa depan yang baik.&amp;lt;ref&amp;gt;BrilioFood. (2020, Juli 21). &#039;&#039;10 Resep Aneka Kue Talam dari Berbagai Bahan&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.briliofood.net/resep/10-resep-aneka-kue-talam-dari-berbagai-bahan-enak-dan-ekonomis-200721y.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Resep ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan-bahan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lapisan Ubi (Bahan A):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 250 g ubi (ungu, putih, kuning), kukus &amp;amp; haluskan&lt;br /&gt;
* 50 g tepung tapioka&lt;br /&gt;
* 35 g tepung [[beras]]&lt;br /&gt;
* 15 g tepung [[sagu]]&lt;br /&gt;
* 100 g gula pasir&lt;br /&gt;
* ¼ sdt garam&lt;br /&gt;
* 200 ml santan instan&lt;br /&gt;
* 100 ml air&lt;br /&gt;
* 1 sdt perisa (opsional)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lapisan Putih (Bahan B):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 60 g tepung beras&lt;br /&gt;
* 30 g tepung tapioka&lt;br /&gt;
* 30 g tepung sagu&lt;br /&gt;
* ½ sdt garam&lt;br /&gt;
* 200 ml santan instan&lt;br /&gt;
* 30–40 ml air&lt;br /&gt;
* Sejumput [[vanili]] bubuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Langkah-Langkah&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Lapisan Ubi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kukus ubi jalar hingga empuk, lalu haluskan.&lt;br /&gt;
* Campur dengan tepung, gula, garam, santan, dan air.&lt;br /&gt;
* Tambahkan perisa, aduk rata hingga kalis.&lt;br /&gt;
* Saring adonan agar halus. 2. Lapisan Putih:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Campur semua bahan B dalam wadah.&lt;br /&gt;
* Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk.&lt;br /&gt;
* Saring untuk hasil yang lembut. 3. Pengukusan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Panaskan kukusan dan oles cetakan dengan minyak.&lt;br /&gt;
* Tuang adonan ubi ke cetakan, kukus 3 menit.&lt;br /&gt;
* Tuang adonan putih di atasnya, kukus lagi 10 menit.&lt;br /&gt;
* Angkat dan dinginkan sebelum disajikan. &amp;lt;ref&amp;gt;IDN Times. (2022, Desember 10). &#039;&#039;Resep Kue Talam Ubi Jalar, Manis Lembut dan Mengenyangkan&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.idntimes.com/food/recipe/kue-talam-ubi-jalar-c1c2-01-491ts-5vgjth&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Variasi ==&lt;br /&gt;
Kue talam memiliki banyak variasi yang mencerminkan kekayaan bahan lokal dan kreativitas kuliner masyarakat Indonesia. Salah satu yang paling dikenal adalah &#039;&#039;&#039;[[talam ubi]]&#039;&#039;&#039;, yang menggunakan ubi jalar sebagai bahan utama. Warna alami dari ubi baik ungu, kuning, maupun putih memberikan tampilan menarik dan rasa manis lembut yang khas. Selain itu, ada talam pandan, yang memiliki lapisan hijau dari pasta pandan dan aroma segar yang menggugah selera. Kombinasi santan dan pandan menciptakan rasa gurih-manis yang seimbang.&amp;lt;ref&amp;gt;Kompas.com. (2022, Maret 13). &#039;&#039;5 Cara Membuat Kue Talam Ubi Gurih dan Kenyal&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.com/food/read/2022/03/13/131100875/5-cara-membuat-kue-talam-ubi-gurih-dan-kenyal&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Talam gula merah&#039;&#039;&#039; juga menjadi favorit, terutama saat bulan puasa, karena rasa karamel dari gula [[aren]] yang legit dan cocok untuk takjil. Variannya meliputi talam ketan gula merah, talam pandan gula merah, dan versi tepung beras yang lebih ringan.&amp;lt;ref&amp;gt;Liputan6.com. (2024, Mei 20). &#039;&#039;3 Resep Kue Talam [[Gula Merah]] yang Lezat dan Mudah Dibuat&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.liputan6.com/hot/read/5671752/3-resep-kue-talam-gula-merah-yang-lezat-dan-mudah-dibuat-legit-dan-menggoda-selera&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt; Sementara itu, &#039;&#039;&#039;talam ebi&#039;&#039;&#039; menawarkan cita rasa gurih dan asin yang unik, dengan taburan ebi sangrai di atasnya. Kudapan khas Singkawang ini menggunakan tepung beras sebagai dasar dan disajikan dalam cetakan mungil sekali makan.&amp;lt;ref&amp;gt;ResepKoki. (2025). &#039;&#039;Resep Kue Talam Ebi&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://resepkoki.id/resep/resep-kue-talam-ebi/&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tak kalah menarik adalah &#039;&#039;&#039;talam Tokyo&#039;&#039;&#039;, perpaduan antara beras ketan dan adonan telur manis yang dikukus berlapis. Kue ini populer di Sumatera dan sering disajikan dalam acara keluarga. Lapisan atasnya bisa diberi pasta pandan untuk aroma tambahan, sementara lapisan bawahnya padat dan gurih dari ketan dan santan.&amp;lt;ref&amp;gt;Cookpad. (2018, Desember 16). &#039;&#039;Resep Talam Tokyo oleh Windha Gunawan&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://cookpad.com/id/resep/6594540&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen&lt;br /&gt;
!Kandungan per 100 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi&lt;br /&gt;
|187 kkal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|30.2 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|0.2–0.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|0.5–0.9 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Zat Besi&lt;br /&gt;
|0.75 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|0.01 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin A/B1/C&lt;br /&gt;
|0 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tempe&amp;diff=3307</id>
		<title>Tempe</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tempe&amp;diff=3307"/>
		<updated>2026-01-15T05:00:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: Foto&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Tempe (foto oleh Nurhayatun Nafsiyah).jpg|al=Tempe (foto oleh Nurhayatun Nafsiyah)|jmpl|Tempe (foto oleh Nurhayatun Nafsiyah)]]&lt;br /&gt;
Tempe merupakan produk fermentasi khas Indonesia yang dibuat dari [[kacang kedelai]] dan telah menjadi salah satu makanan tradisional paling dikenal. Proses pembuatannya melibatkan perendaman, pengupasan, dan perebusan kedelai, kemudian diinokulasi dengan ragi tempe (&#039;&#039;Rhizopus oligosporus&#039;&#039;). Setelah dibungkus, kedelai dibiarkan pada suhu kamar selama 1–2 hari untuk fermentasi, sehingga terbentuk blok tempe yang padat dengan cita rasa dan aroma khas. Fermentasi ini tidak hanya mempermudah pencernaan kedelai, tetapi juga meningkatkan kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral, menjadikannya sumber nutrisi yang kaya&amp;lt;ref&amp;gt;Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Olahan dari Tempe ==&lt;br /&gt;
Tempe dapat diolah menjadi beragam hidangan sesuai selera, mulai dari digoreng, dikukus, dipanggang, tempe mendoan, oseng tempe, atau ditambahkan ke gulai dan sambal goreng. Nilai gizinya yang tinggi menjadikannya pilihan populer untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari. Di Klaten dan sekitarnya, tempe bukan hanya sumber pangan, tetapi juga produk ekonomi penting yang mendukung kehidupan masyarakat melalui produksi dan distribusi tempe ke berbagai wilayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi Tempe ==&lt;br /&gt;
Kandungan gizi tempe mentah tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%&amp;lt;ref&amp;gt;Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Jumlah &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air (Water)&lt;br /&gt;
|55.3 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Energi (Energy)&lt;br /&gt;
|201 Kal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein (Protein)&lt;br /&gt;
|20.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak (Fat)&lt;br /&gt;
|8.8 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat (CHO)&lt;br /&gt;
|13.5 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat (Fibre)&lt;br /&gt;
|1.4 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Abu (ASH)&lt;br /&gt;
|1.6 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;
|155 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor (P)&lt;br /&gt;
|326 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Besi (Fe)&lt;br /&gt;
|4.0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Natrium (Na)&lt;br /&gt;
|9 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalium (K)&lt;br /&gt;
|234.0 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
|0.57 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Seng (Zn)&lt;br /&gt;
|1.7 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Beta-Karoten (Carotenes)&lt;br /&gt;
|0 mcg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Thiamin (Vit. B1)&lt;br /&gt;
|0.19 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Riboflavin (Vit. B2)&lt;br /&gt;
|0.59 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Niasin (Niacin)&lt;br /&gt;
|4.9 mg&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Jawa Tengah]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Olahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Tempe_(foto_oleh_Nurhayatun_Nafsiyah).jpg&amp;diff=3306</id>
		<title>Berkas:Tempe (foto oleh Nurhayatun Nafsiyah).jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Tempe_(foto_oleh_Nurhayatun_Nafsiyah).jpg&amp;diff=3306"/>
		<updated>2026-01-15T04:59:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tempe (foto oleh Nurhayatun Nafsiyah)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_Pulut&amp;diff=3303</id>
		<title>Jagung Pulut</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_Pulut&amp;diff=3303"/>
		<updated>2026-01-15T03:54:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: Foto&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Jagung pulut 5.jpg|al=Jagung pulut (foto oleh Balgies Devi Fortuna)|jmpl|Jagung pulut (foto oleh Balgies Devi Fortuna)]]&lt;br /&gt;
[[Jagung]] pulut biasa juga disebut dengan jagung ketan merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki karakter spesial yaitu pulut/ketan. Jagung ini disebut pulut/ketan karena lengket dan pulen seperti ketan ketika di rebus (kandungan amilopektin tinggi)&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot;&amp;gt;Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. (2019, Mei 2). &#039;&#039;Jagung ketan/jagung pulut, Zea mays – (Waxy Corn)&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/jagung-ketanjagung-pulut-zea-mays-waxy-corn-53&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;. Jagung Pulut banyak ditemukan di si Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di NTT jagung pulut digunakan sebagai bahan baku [[Jagung Bose|jagung bose]] dan [[Jagung Katemak|jagung katemak]]. Ciri khas dari jagung pulut yaitu teksturnya yang pulen dan lengket saat direbus. Mirip dengan ketan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Taksonomi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Tingkat Taksonomi&lt;br /&gt;
!Nama Takson&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kingdom&lt;br /&gt;
|Plantae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Subkingdom&lt;br /&gt;
|Viridiplantae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Infrakingdom&lt;br /&gt;
|Streptophyta&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Superdivisi&lt;br /&gt;
|Embryophyta&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Divisi&lt;br /&gt;
|Tracheophyta&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Subdivisi&lt;br /&gt;
|Spermatophytina&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kelas&lt;br /&gt;
|Magnoliopsida&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Ordo&lt;br /&gt;
|Poales&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Famili&lt;br /&gt;
|Poaceae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Subfamili&lt;br /&gt;
|Panicoideae&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Genus&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Zea&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Spesies&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Zea mays&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Varietas&lt;br /&gt;
|&#039;&#039;Zea mays&#039;&#039; var. &#039;&#039;ceratina&#039;&#039; (Jagung Pulut)&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Morfologi ==&lt;br /&gt;
Jagung pulut (&#039;&#039;Zea mays&#039;&#039; var. &#039;&#039;ceratina&#039;&#039;) memiliki morfologi yang khas dibandingkan varietas jagung lainnya. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 150–250 cm, memiliki batang beruas yang dilapisi pelepah daun. Daunnya lebar dan panjang, tumbuh berseling di sepanjang batang, dengan bunga jantan muncul di ujung batang dalam bentuk malai, sementara bunga betina berkembang di tongkol yang tumbuh dari ketiak daun. Tongkol jagung pulut biasanya lebih kecil dan padat, dengan biji berwarna kusam seperti lilin, ciri khas dari kandungan amilopektin yang tinggi. Endosperm bijinya bertekstur pulen dan lengket saat dimasak, mirip dengan ketan, sehingga disebut “pulut”. Gen waxy (wx) yang bersifat resesif mengontrol karakteristik ini, menjadikan jagung pulut berbeda secara genetik dari jagung biasa. Ketika kondisi ini terpenuhi, endosperm jagung menghasilkan amilopektin hampir 100% tanpa kandungan amilosa, menjadikannya sangat pulen dan lengket saat dimasak. Keunikan ini membuat jagung pulut berbeda dari varietas jagung lainnya. Secara morfologis, fenotip biji waxy dapat dikenali saat kadar air biji kurang dari 16%, yaitu ketika biji tampak berkilau kusam seperti lilin dan tidak bening seperti biji jagung biasa.&amp;lt;ref&amp;gt;Montolalu, I. R., &amp;amp; Bili, A. (2022). Pengaruh Pengaturan Jumlah Pupuk NPK Mutiara terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Pulut (Zea mays var. ceratina). &#039;&#039;SEIKO: Journal of Management &amp;amp; Business&#039;&#039;, &#039;&#039;5&#039;&#039;(2), 222-229.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sebaran ==&lt;br /&gt;
Sebaran jagung pulut cukup luas, meskipun masih tergolong sebagai varietas lokal. Awalnya ditemukan di Tiongkok pada awal 1900-an, jagung ini kini dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia, varietas lokal seperti jagung pulut Sulawesi, Jember, Kediri, dan Ciamis cukup dikenal dan dimanfaatkan dalam berbagai olahan tradisional seperti [[emping]], marning, dan glontor. &amp;lt;ref&amp;gt;Maxiselly, Y., &amp;amp; Suminar, E. (2023). BUDIDAYA JAGUNG PULUT RASANYA DI DESA SINDANGSARI KEC. SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG: BUDIDAYA JAGUNG PULUT RASANYA DI DESA SINDANGSARI KEC. SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG. &#039;&#039;Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora&#039;&#039;, &#039;&#039;5&#039;&#039;(2), 217-220.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan ==&lt;br /&gt;
Jagung pulut memiliki peran penting sebagai [[Pangan Lokal|pangan lokal]] di berbagai daerah Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana, jagung ini menjadi bahan baku utama dalam olahan tradisional seperti [[Jagung Bose|jagung bose]] dan jagung katemak, yang merupakan makanan khas masyarakat setempat. Selain itu, jagung pulut juga diolah menjadi emping, marning, glontor, atau dicampur dengan nasi untuk menambah cita rasa dan tekstur yang pulen. Kandungan amilopektin yang tinggi membuat pati jagung pulut lebih sulit dicerna, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes karena tidak langsung meningkatkan kadar gula darah secara drastis.&amp;lt;ref&amp;gt;Naisali, H., Witoyo, J. E., Utoro, P. A. R., &amp;amp; Permatasari, N. D. (2023). Kajian pustaka karakteristik fisiko-kimia jagung dari Nusa Tenggara Timur, dan produk turunan tradisionalnya. &#039;&#039;AGRICA&#039;&#039;, &#039;&#039;16&#039;&#039;(2), 151-163.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sektor industri, jagung pulut menunjukkan potensi besar berkat kandungan amilopektinnya yang tinggi. Pati dari jagung ini digunakan dalam berbagai aplikasi non-pangan seperti industri kertas, tekstil, dan perekat. Sifatnya yang lengket dan elastis menjadikannya bahan baku yang ideal untuk produk-produk tersebut. Sementara itu, dalam bidang peternakan, jagung pulut terbukti mampu meningkatkan bobot ternak seperti domba, sapi, dan babi hingga 20%. Kandungan energi yang tinggi menjadikannya sumber pakan yang efisien dan bernilai ekonomis tinggi.&amp;lt;ref&amp;gt;Witoyo, J. E., Naisali, H., Utoro, P. A. R., &amp;amp; Hamaisa, A. (2024). [[Jagung Katemak]], Makanan Tradisional Khas Pulau Timor Barat, Nusa Tenggara Timur. &#039;&#039;AGRICA&#039;&#039;, &#039;&#039;17&#039;&#039;(2), 129-145.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi budidaya, teknik penanaman jagung pulut secara umum mirip dengan jagung biasa. Namun, untuk menjaga kemurnian genetik varietas waxy, diperlukan isolasi genetik yang ketat. Petani biasanya menerapkan isolasi jarak sekitar 200 meter dari varietas lain atau mengatur waktu tanam dengan selisih tiga minggu lebih awal. Di Indonesia, terdapat beberapa varietas lokal yang telah dikenal luas, seperti jagung pulut dari Sulawesi, Jember, Kediri, dan Ciamis. Varietas-varietas ini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi ekonomi dan kesehatan yang menjanjikan.&amp;lt;ref&amp;gt;Sugiharto, A. N., Nendissa, D. R., Agus, S. W., Lastriyanto, A., Yudono, A., Iriany, A., ... &amp;amp; Putri, N. M. I. (2024). &#039;&#039;Teknologi Tepat Guna Dalam Pengembangan Jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur&#039;&#039;. Media Nusa Creative (MNC Publishing).&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Teknik Budidaya ==&lt;br /&gt;
Budidaya jagung pulut pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan jagung biasa, baik dari segi teknik penanaman, pemupukan, maupun pengendalian hama. Namun, karena karakteristik genetiknya dikendalikan oleh gen resesif waxy (wx), diperlukan isolasi genetik yang ketat untuk menjaga kemurnian varietas. Isolasi ini dapat dilakukan dengan dua cara: secara spasial dengan jarak tanam sekitar 200 meter dari varietas jagung lain, atau secara temporal dengan menyesuaikan waktu tanam sekitar tiga minggu lebih awal dari varietas non-waxy agar tidak terjadi persilangan silang yang tidak diinginkan.&amp;lt;ref name=&amp;quot;:0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagung pulut menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangannya, terutama terkait produktivitas yang masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 2–2,5 ton per hektar. Rendahnya hasil ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, kesuburan tanah yang menurun, serta kurangnya benih unggul yang adaptif terhadap kondisi lokal. Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai penelitian sedang dilakukan, termasuk upaya hibridisasi guna menghasilkan varietas jagung pulut dengan produktivitas lebih tinggi tanpa mengorbankan karakteristik waxy yang khas. Selain itu, konservasi varietas lokal menjadi penting untuk menjaga keragaman genetik dan nilai budaya yang melekat pada jagung pulut di berbagai daerah. Pengembangan benih unggul yang stabil secara genetik dan memiliki daya hasil tinggi juga menjadi fokus utama dalam program pemuliaan, agar jagung pulut dapat bersaing secara ekonomi dan berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional.&amp;lt;ref&amp;gt;Jambang, N., &amp;amp; Hakim, L. (2023, September). Production and chemical quality of sweet corn with single fertilizer combination (SFC) on upland in West Papua. In &#039;&#039;IOP Conference Series: Earth and Environmental Science&#039;&#039; (Vol. 1230, No. 1, p. 012052). IOP Publishing.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan Gizi ==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot;&lt;br /&gt;
!Komponen Gizi&lt;br /&gt;
!Kandungan per 100 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalori&lt;br /&gt;
|355,00 kkal&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Protein&lt;br /&gt;
|9,20 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Lemak&lt;br /&gt;
|3,90 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Karbohidrat&lt;br /&gt;
|73,70 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Kalsium&lt;br /&gt;
|10,00 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Fosfor&lt;br /&gt;
|256,00 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Zat Besi (Ferrum)&lt;br /&gt;
|2,40 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin A&lt;br /&gt;
|510,00 SI&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Vitamin B1&lt;br /&gt;
|3,38 mg&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Air&lt;br /&gt;
|12,00 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Glukosa&lt;br /&gt;
|4,25 g&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Amilopektin&lt;br /&gt;
|95,75%&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|Serat Kasar&lt;br /&gt;
|3,02 g&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references responsive=&amp;quot;0&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Kategori:Nusa Tenggara Timur]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Bahan Pangan]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Matang]]&lt;br /&gt;
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Jagung_pulut_5.jpg&amp;diff=3302</id>
		<title>Berkas:Jagung pulut 5.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Jagung_pulut_5.jpg&amp;diff=3302"/>
		<updated>2026-01-15T03:53:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Jagung pulut 5&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Jagung_pulut_1.jpg&amp;diff=3301</id>
		<title>Berkas:Jagung pulut 1.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Jagung_pulut_1.jpg&amp;diff=3301"/>
		<updated>2026-01-15T03:52:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Balgies.fortuna: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Jagung pulut 1&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Balgies.fortuna</name></author>
	</entry>
</feed>